Ini adalah kelanjutan cerita si wanita miskin dan sistem,didalam cerita masih banyak kerandoman Dinda yang selalu menjalankan misi dari sistemnya,meski percintaan nya penuh dengan tantangan dan masalah,dia akhirnya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perubahan Marwah
Ke esokan harinya didalam kamar marwah. dia baru saja selesai bersiap-siap, hari ini dia akan ikut sarapan bersama keluarganya.
setelah melihat penampilan nya yang terlihat cantik .marwah berdiri dan berjalan keluar dari kamar nya.
" lihat saja aku akan membuat pelajaran pada jalang kecil itu,,!!! " ucapnya menyeringai dan dia turun kelantai bawah menggunakan lift.
sedangkan di diruang makan mereka semua sedang menunggu kedatangan sagita, sudah 3 menit mereka duduk dengan hening di meja makan.
" dimana adik kak ?? tumben sekali dia lama turun tidak biasanya dia seperti ini ?? apakah dia sakit atau masih tidur ?? " tanya Kanza pada Xavier.
Xavier menyerhit heran dia juga berfikiran sama dengan adiknya.
" apa sebaiknya kita susul dia saja keatas ?? " usul Xavier pada adiknya.
" aku rasa itu lebih baik kak " ucapnya yang sudah berdiri.
kedua orang tuanya tidak perduli, mereka hanya terdiam dan duduk menunggu kedatangan Sagita,jika dia tidak datang dalam 2 menit lagi mereka akan sarapan tanpa menunggu sagita lagi.
tiba-tiba mereka mendengar suara langkah kaki sontak kanza yang mengira itu adalah sagita dia tersenyum dan berbalik badan.
Tapi senyumannya langsung luntur berganti dengan wajahnya menyerhit heran karna kedatangan marwah.
" sayang...?? mama senang akhirnya kamu turun dan ikut sarapan bersama mama " suara mama ratna terdengar bahagia,dia berdiri menghampiri putrinya dengan tersenyum lembut.
melihat ibunya yang merasa bahagia marwah membalas senyuman nya.
" iya ma aku sangat suntuk didalam kamar sepanjang hari,dan juga aku sudah merindukan sarapan pagi bersama dengan keluarga ku " jawabnya dengan memeluk lengan mamanya.
Yoga juga merasa bahagia dia berdiri dan menarik kursi untuk putrinya.
Ratna merasa bahagia mendengar ucapan putrinya,dia sangat berharap setiap pagi putrinya ikut sarapan bersama mereka.
" terimakasih ayah " ucap marwah setelah dia duduk di kursi.
yoga mengangguk dengan mengelus rambut putrinya.
" apakah kamu sudah merasa baikan sayang ?? " tanya yoga dengan lembut.
Marwah mengangguk dan melihat ke tiga saudaranya yang sedang menatapnya dengan tajam,sontak marwah menatap balik mereka tak kalah tajam.
mereka bertiga terkejut dengan tatapan marwah yang tidak seperti biasanya.
" kenapa dia begitu berani menatapku seperti itu ?? apa dia sudah tidak takut lagi dengan ku " gumam kanza menatap adiknya dengan serius.
" anehh dia terlihat berubah dan tatapan matanya sama persis seperti tatapan brayen" gumam xavier dalam hatinya, melirik tatapan tajam marwah.
sedangkan Brayen menaikkan alisnya sebelah, melihat marwah yang begitu berani menatap nya dengan tajam.
" dia orang yang pertama berani menatapku dengan tajam !! beraninya dia " gumam brayen dengan tangan mengepal.
marwah yang melihat sarapan belum dimulai merasa heran,tapi setelah melihat salah satu kursi kosong dia akhirnya mengerti.
" ayah..mama ?? bisakah kita memulai sarapan aku merasa sangat lapar dan perut ku teruss saja berbunyi " suaranya membuat mereka langsung menatap marwah dengan geram, ketiga kakaknya berfikir dia pasti sengaja mengatakan itu.
" apakah kamu tidak melihat sagita belum juga turun !!! dan kamu malah ingin sarapan terlebih dahulu?? " suara kanza terdengar marah.
yoga dan mama ratna menatapnya dengan dingin yang membuat Kanza terdiam,mama ratna tersenyum lembut kearah putrinya.
" kenapa tidak mengatakan nya dari tadi sayang ??? yasudah ayo kita mulai sarapan mama juga sudah merasa lapar,,untuk apa menunggu orang lain yang tidak punya sopan sama sekali,,,orang luar berani membuat tuan rumah menunggu begitu lama " ucapnya dengan menyindir dan menatap dingin ke arah putranya.
sontak mereka terdiam dan mengikuti mereka yang memulai sarapan tanpa menunggu sagita.
sedangkan sagita yang baru saja turun langkah nya terhenti melihat mereka sudah mulai sarapan tanpa menunggu nya. dan dia juga melihat marwah yang makan dengan tenang bersama dengan keluarga nya.
tangannya mengepal kuat dan dia memutuskan pergi dari sana tanpa ada yang melihatnya.
saat Marwah sedang makan tiba-tiba dia tersedak, mama ratna memberikannya minum dan mengelus punggung nya.
" sayang pelan-pelan makannya,lihat lah sampai kamu tersedak seperti ini " ucapnya dengan khawatir.
" maaf mama tadi aku terburu-buru makan " gumamnya yang masih didengar mamanya.
mama ratna mengangguk dan melanjutkan sarapannya.
Sedangkan marwah melirik hantu yang sedang menatapnya ,sontak dia pura-pura tidak melihatnya dan makan tanpa memperdulikan nya.
" apakah manusia itu bisa melihat ku " ucap hantu itu dan berjalan mendekati marwah.
mereka yang sedang makan dengan hening tiba-tiba yoga merasa merinding.
" aneh padahal ini pagi hari,,kenapa aku merasa merinding " gumam yoga mengelus tengkuk nya dan melihat mereka yang sedang sarapan.
hantu itu menggoyangkan tangannya tepat di wajah marwah,melihat tidak ada reaksi apapun hantu itu menaiki meja dan duduk di atas piring marwah tanpa merasa bersalah.
" sialan aku sudah berusaha tidak melihatnya tapi dia malah tebar pesona" ucap Marwah dalam hati.
saat Marwah Ingin menyendok makanannya lagi,dia melihat tangan hantu itu menghalangi nya.
dia menggeram marah dan memajukan tinju nya kearah mata hantu itu.
DUG !!!!!
hantu itu melayang melewati kepala ayah dan ibunya.
" aiyooo mataku sakit,,,,aiyooo kenapa kamu memukul matanya hihikkkssss..." tangis nya berguling-guling dilantai karna merasakan sakit.
marwah pura-pura makan tapi mereka heran melihat tingkah Marwah.
" ada apa sayang ,?? kenapa kamu memukul udara ?? apakah ada nyamuk ?? " tanya mama ratna dengan penasaran.
mereka semua juga merasa heran dengan tingkah adiknya.
" aneh kenapa aku merasa dia seperti memukul sesuatu " gumam kanza yang dapat didengar xavier.
" aku juga merasakan seperti itu, ada apa dengan anak itu ?? " ucapnya xavier menatap adiknya yang sedang cengengesan.
" mama aku hanya merasa tangan mu kebas dan aku hanya meluruskannya saja " ucapnya dengan tersenyum.
Ratna mengangguk mengerti dan meletakkan minuman dihadapan putrinya.
sedangkan Brayen meliriknya dengan diam dan melanjutkan sarapannya.
mereka semua mengangguk,setelah selesai sarapan mereka pergi meninggalkan ruang makan,hanya marwah dan mamanya yang tertinggal disana.
" mmmm...ma aku ingin membicarakan sesuatu pada ayah dan mama " ucapnya dengan serius melihat ibunya.
" yasudah ayo kita keruang tamu" ajak ratna dan berjalan terlebih dahulu.
sedangkan marwah melirik hantu itu yang masih menangis karna kesakitan, dia juga melihat mata hantu itu menjadi bengkak.
" makanya jangan suka menganggu orang yang sedang makan " ketusnya dan pergi dari sana.
sedangkan para hantu yang sedang mengintip merasa takut dengan marwah.
" ternyata gosip yang beredar memang benar dia sangat kejam,,," ucap hantu botak.
" kamu benar,,,dan juga apakah kamu tau sikunti merah gaunnya sampai rusak, dan dia mencari tukang jahit di dunia perhantuan sampai sekarang belum menemukan nya" ucap si hantu setengah badan itu dengan takut.
" lebih baik kita jangan mengusiknya dan kita jangan muncul dihadapannya " usul temannya si kobob yang paling besar.
"apa yang kamu ucapkan benar ayo kita lebih baik pergi dari sini " mereka akhirnya menghilang dari sana.
**********
diruang keluarga ,marwah duduk bersama ayah dan ibunya,karna dia ingin membicarakan hal penting ayahnya tidak bekerja hari ini, sebegitu sayangnya dia pada putrinya.
marwah menatap kedua orang tuanya dengan serius.
" ayah,,mama ?? mmm marwah besok ingin kembali sekolah karna marwah bosan didalam rumah" ucapnya dengan sedih.
yoga dan ratna saling memandang dan menatap wajah putrinya dengan kasihan.
" sayang ?? apakah itu kemauan kamu atau seseorang memaksa mu kembali kesekolah ?? " tanya yoga dengan serius karna yang dia tau putrinya tidak pernah mau sekolah ataupun keluar dari rumah ini.
" kalau ada seseorang yang mengancam mu bilang saja pada mama dan ayah mu kami akan mengurus orang itu nak " ucap mama nya tak kalah serius.
marwah tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" tidak ma..tidak ada orang yang mengancam marwah tapi ini kemauan marwah ma, aku hanya ingin sekolah seperti yang lain" jujurnya dengan sorot mata menyakinkan kedua orang tuannya.
mereka berdua menghela nafas dan mengelus rambut putrinya.
" baiklah sayang jika itu keinginan mu,,maka mama dan ayah akan mengizinkanmu kesekolah besok " ucap mamanya dengan tersenyum tapi jauh didalam hatinya dia takut putrinya berteriak-teriak di sekolah.
dan orang-orang menganggap nya gila, mereka sebenarnya ingin bertanya pada marwah apa yang membuatnya menjerit ketakutan,tapi setiap mereka bertanya tidak ada jawaban apapun yang mereka dapatkan.
" yasudah ma ayah,aku kekamar dulu,,mau menyiapkan semua keperluan sekolah ku untuk besok " ucapnya dengan riang.
mereka berdua mengangguk dan menatap kepergian putrinya.
" suamiku aku takut putri kita berteriak-teriak lagi disekolah dan orang-orang pasti akan menganggap putri kita gila" isaknya memeluk suaminya.
yoga juga sebenarnya takut tapi melihat keinginan putrinya dia tidak bisa menolak nya sama sekali.
" aku yakin sayang,,putri kita sudah tidak seperti itu lagi apalagi hari ini putri kita makan bersama kita dan dia sarapan dengan tenang tidak seperti sebelumnya"ungkapnya dengan yakin.
ratna mendengar itu mengangguk dan dia berharap putrinya seperti gadis-gadis yang lain.
**********
marwah yang ingin memasuki kamarnya melihat hantu yang berjalan tanpa melihat kearahnya, dia menaikkan alisnya dengan heran,melihat tingkah hantu itu.
" hey hantu jelek " panggilnya pada hantu yang berwajah pucat.
sontak hantu itu pura-pura tidak mendengar nya ,badannya bergetar karna panggilan marwah .dia sudah mendengar gosip yang beredar didunia perhantuan.
" jangan pura-pura tidak mendengar ku !! aku tau kamu melihatku,!! " ucap marwah dengan tajam.
" kenapa dia harus memanggilku ?? padahal aku tidak mengganggu nya " gumamnya dengan takut dan berhenti kemudian berbalik badan.
" kena..pa kam..u memanggilku..?? memangnya..aku ada salah..?? " tanyanya dengan gagap.
marwah menelisik penampilan nya,,rambutnya yang keriting dan melihat perutnya yang tertusuk benda tajam.
" kemarilah!! kamu memang sudah membuat salah " ucapnya dengan dingin.
hantu itu berjalan dengan takut dia mengikuti marwah yang memasuki kamarnya.
setelah hantu itu masuk,marwah duduk dengan santai dan menatap benda tajam itu masih tertancap di bagian perutnya
" apakah kamu tidak merasa risih dengan pisau itu ?? " tanya marwah dengan penasaran.
hantu itu melihat kearah perutnya dan menatap wajah marwah dengan heran.
" ti..dak ini...suda..h menjadi hiasan bagi kami didunia perhantuan" ucapnya dengan jujur.
marwah mengangguk dan tiba-tiba dia tersenyum jahat.
" kemarilah aku ingin memberikan tugas untuk mu,,jika kamu menjalankan tugasmu dengan baik !!! maka aku akan membelikan mu gaun yang bagus sesuai warna kesukaan mu " ajaknya bernegosiasi dengan hantu itu.
hantu yang mendengar kata gaun matanya melotot dia berjalan kearah marwah dengan cepat.
" apakah kamu serius manusia ??? " tanyanya dengan penuh harap.
marwah mengangguk dan memberikan kode agar mendekati nya,hantu itu mendekat dan marwah berbisik ditelinga nya.
setelah selesai berbisik marwah menatapnya dengan tajam, sedangkan yang ditatap merasa takut.
" enyahlah kamu dari sampingku,,telingamu sangat bau !! dan ingat kerjakan tugasmu dengan baik !!! dan juga mandi yang bersih dan buang semua kotoran yang ada ditelinga mu itu.. sangat menjijikan !!! " perintahnya dengan geram.
hantu itu mengangguk dia merasa takut dan akhirnya menghilang dari sana.
" mereka semua sangat bau,,,dan juga kenapa si kunti tidak datang kesini lagi ??? sudahlah kenapa aku malah memikirkan hantu jelek itu " gumamnya dan membuka lemari bajunya.
dia ingin merubah penampilan nya besok,karna marwah yang dulu selalu berpenampilan cupu jika pergi ke sekolah dan itu semua adalah hasutan dari adik tirinya.