NovelToon NovelToon
OFF SCRIPT LOVE

OFF SCRIPT LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:36.5k
Nilai: 5
Nama Author: Net Profit

Tama datang dengan satu tujuan: menjaga Lengkara.
Bukan untuk dimiliki, apalagi diperebutkan—cukup memastikan gadis itu baik-baik saja.

Namun mendekati Lengkara tak sesederhana rencananya.
Saat Tama sibuk mencari cara supaya selalu ada di dekat Lengkara, justru Sasa muncul tanpa aba-aba. Terlalu berisik, terlalu berani, dan terlalu sering menyebut namanya seolah mereka sudah sedekat itu.

Ironisnya, Sasa adalah adik dari laki-laki yang terang-terangan disukai Lengkara.

“Bang, 831 gimana? Yes or no?” Sasa menatapnya penuh harap.

Tama mendengus, menahan senyum yang tak seharusnya ada. “Apaan sih, nggak jelas banget!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran

Pagi ini Sasa melenggang ke rumah tetangganya karena saat sarapan tak mendapati kakaknya disana. Usut punya usut ternyata semalam pasangan yang bentar-bentar ribut terus akur lagi itu mengalami huru hara gara-gara ketahuan melanggar aturan orang tua. Yang makin membuat Sasa makin melongo adalah kenyataan jika kakaknya akan pindah sekolah ke Yogyakata.

"Sasa juga kalo nakal nanti daddy pindahin sekolahnya." ucap Ardi yang menyadari sikap putrinya semalam sebelas dua belas dengan Lengkara. Mungkin efek sejak kecil dengan Kara hingga sikap dan sifatnya tak jauh beda.

"Mau dong Sasa dipindahin ke sekolah kak Dirga." jawabnya menantang.

"Yang ada kesenengan kamu kalo dipindahin ke sana, malah jadi satu sekolah sama Tama." ucap mommy Miya.

"Eh ternyata mommy udah tau nama calon mantu."

"Kapan mommy pernah bilang nerima dia jadi calon mantu?" balas Miya.

"Ya kapan-kapan mom, nanti deh kalo Sasa udah mengukir prestasi kayak kak Dirga. Makanya buruan pindahin Sasa nya. Sekarang kan belum satu sekolah jadi nggak bisa dong mengukir prestasi biar dipanggil BK kayak kakak."

Pletak! gemas, Ardi memukul kepala putrinya dengan sendok. "makan!"

Sasa cemberut kemudian menandaskan sarapannya. "Sasa ke rumah Kaleng dulu." pamitnya.

"Wah mobil baru nih pih." tanya Sasa karena melihat sebuah mobil sedang di turunkan di depan rumah Kara.

"Iya, kado buat Kara. Kebetulan ada Sasa, papi minta tolong panggilin Kara di kamar yah." jawab Rama.

"Siap, laksanakan." Sasa setengah berlari menuju kamar Kara penuh semangat.

“Ya ampun Sasa nggak liat!” teriak heboh Sasa dari depan pintu dengan wajah yang ditutup menggunakan kedua telapak tangan namun sela jari-jarinya dilebarkan untuk mengintip.

“Silahkan dilanjut, anggap aja Sasa nggak pernah kesini.” Ledeknya seraya menghampiri Kara dan Dirga. Kakaknya itu sudah menjauhkan wajahnya dari wajah Kara.

“Elah bukannya pergi malah nyamperin!” ucap Kara.

“Kan mau liat hehe..” jawab Sasa dengan senyum jahilnya. “Ayo dong kak lanjut! Sasa pengen liat Kak Dirga sama Kaleng bisa kissing kayak yang di drama apa nggak?”

Dirga langsung berdiri dan menoyor kening adiknya. “kissing! Kissing! Orang Kakak cuma mau niup mata Kara yang kelilipan. Ya kan Ra?”

“Kagak, Kakak lo mau kiss kiss gue tapi nggak jadi gara-gara lo teriak! Harusnya tadi lo teriak dalam hati aja Cin, biar gue jadi di kiss dan lo juga bisa nonton gratis. Sama-sama untung kan?” ucap Kara.

“Ya udah kalo gitu ulang deh. Sasa keluar dulu yah.” Ucap Sasa.

Pletak! Pletak!! Dirga menyentil kening kedua perempuan di depannya bergantian. “nggak usah aneh-aneh!”

“Kak Dirga nggak asik!” cibir Sasa. “ke bawah aja yuk, Kaleng. Mobil baru Kaleng udah dateng. Bagus banget, Sasa pengen diajak jalan-jalan pake mobil barunya Kaleng.”

“Mobil?”

“Iya. Kado dari papi katanya. Makanya Sasa kesini buat manggil Kaleng. Ayo lah buru Kaleng!” Sasa menarik-narik tangan Kara.

“Iya-iya bentar.” Karena Sasa yang rusuh alhasil Kara tak memakai alas kaki. “seriusan gue di beliin mobil?”

Sampai di halaman mobil barunya benar-benar ada. Kara begitu senang, dia memeluk papi dan maminya setelah di beri kunci.

"Wih beneran mobil." Kara memeluk bagian depan mobilnya sementara si penyedap rasa sudah duduk cantik di bangku penumpang, lengkap dengan sabuk pengaman yang sudah ia pasangkan.

"Pi, ini beneran mobil buat Kara? papi nggak lagi ngeprank kan?" Kara berlari menghampiri papi dan maminya.

"Nggak lah. Emang buat kamu, sekarang udah tujuh belas tahun jadi bisa bikin SIM terus bawa mobil sendiri." jawab Rama.

"Seneng banget deh... makasih Pi, Mi. Kara kira papi bakal ngasih baju sama tiket liburan kayak tahun lalu." Kara memeluk erat papinya, kini lirikan matanya beralih pada Jesi. "Mobil kan dari papi, kado mami mana? kali aja mami mau ngasih kartu debit gitu. Nggak muluk-muluk pengen black card, debit aja Kara udah seneng banget deh."

"Ngelunjak deh. Uang jajan tetep seperti biasa. Debit nanti mami kasih kalo kamu udah kuliah." jawab Jesi.

"Kan udah punya mobil masa uang jajan masih harian Mi? ntar kalo bensinnya abis gimana?"

"Pake bensin campur aja!"

"Emang bisa, Mi? campur apa?"

"Campur dorong. Gratis!" balas Jesi sambil terkekeh.

"Mamiiii...." rengek Kara.

"Kaleng buruan test drive!" teriak Sasa dari dalam mobil.

Seharian itu Kara dan Sasa jalan-jalan dengan mobil barunya, tentu dengan calon suami yang menjadi supir spesialnya. Bukan karena tak bisa mengendarai mobil sendiri, tapi pengalamannya yang sering menabrak saat berkendara dengan Selvia membuat Kara sedikit trauma untuk membawa kendaraan sendiri. Ditambah lagi takutnya Dirga tak mengantarnya kemana-mana jika ia bisa melakukannya sendiri.

“Gue tau lo bisa bawa mobil, Ra. Seminggu ini gue anterin lo kemana pun, tapi minggu depan lo harus bawa sendiri.” Ucap Dirga saat memberikan kunci mobil pada Kara.

“Siap My Dirgantara. Kalo perlu ntar ke Yogya gue nyetir sendiri.” Balas Kara sambil tersenyum. “Makasih buat hari ini. Besok kita jalan lagi yah, tapi jangan ngajak Sasa. Berdua aja.” Lanjutnya.

“Ih Sasa mau ikut! Kara sama Kak Dirga jangan berduaan, harus ada Sasa biar nggak ada setan. Kan kalo cuma berdua yang ketiga setan.” Ucap Sasa.

“Makanya lo jangan ikut kalo nggak mau jadi setan!” balas Kara.

“Gue balik yah, Ra. kalian berdua terusin aja ributnya. Gue udah cape.” Pamit Dirga. “Tapi lo pulang aja deh, Sa. Udah sore.” Lanjutnya.

“Nggak mau, Kak Dirga pulang duluan aja. Sasa bantuin Kaleng buka kado, kali aja dapat bonus.” Jawab Sasa.

“Ya udah ayo. Ntar gue kasih satu deh kadonya buat lo, tapi besok jangan ikut.” Ucap Kara.

“Tergantung sikon deh.” Balas Sasa yang sudah masuk ke dalam rumah lebih dulu.

Kara buru-buru menyusul calon adik iparnya, "jangan gitu lah Cin, gue mau LDR sama kakak lo masa masih mau diganggu terus."

"Oke Sasa nggak akan ganggu-"

"Nah gitu dong." Kara merangkul Sasa.

"Sasa belum selesai ngomong, Kaleng. Sasa janji nggak ganggu asal Kaleng bantuin Sasa jadian sama Bang Tama."

"What! Serius lo suka sama Tama? gue bisa kenal omel Dirga kalo bantuin soal itu."

"Jadi gimana mau bantu nggak?" tanya Sasa,"kalo nggak mau ya udah, Sasa bakal terus jadi setan diantara Kaleng sama kak Dirga." lanjutnya mengejek.

"Ya udah oke gue usahain." jawab Kara

Di dalam kamar keduanya membuka satu persatu kado milik Kara. Banyak sekali barang-barang yang yang ia dapatkan dari mulai tas, baju, sepatu dan merchandise KPOP.

“Kaleng, ini tas yang dari bang Tama. Sasa yang milihin lo, ini sama kayak tas Sasa.”

“Iya-iya. Kalo lo mau, ambil yang itu juga boleh.” Ucap Kara yang sedang membuka kado dari Om Raka. “Hm udah gue duga. Om Karak emang nggak modal, masa sweet seventeen di kado misting. Mana misting dari kantor papi lagi.” Kara melempar tempat bekal berwarna ungu itu ke ranjang. “besok gue main ke rumahnya, gue comot dah kaktusnya yang mahal-mahal itu.”

“Kaleng...” panggil Sasa.

“Apaan lagi? Gue mau telpon Om Karak bentar nih, masa gue dikado misting!”

“Ini liat masa ada yang ngado flashdisk sih?” Sasa menunjukan benda mungil itu pada Kara.

“Buset parah bener dah! Bungkusnya yang mana? Biar gue tandain ntar kalo dia ultah gue kado kabel USB aja!”

“Yang ini.” Sasa mengambil kotak berwarna pink.

“Si sabun batangan.” Ucap Kara lirih, “ambilin laptop gue cin.” Pintanya pada Sasa.

Dengan semangat empat enam Sasa mengambil laptop dengan logo buah yang digigit sedikit. “Nih Kaleng, jangan-jangan isinya vidio uwuw Kaleng sama Kak Dirga yang diabadiin nih. The best banget temen Kaleng.”

Namun nyatanya isi flashdisk itu tak sesuai harapan, alih-alih senang, Kara malah murka.

"Kaleng mau kemana?" buru-buru Sasa menyusulnya.

"Kaleng tungguin!" teriak Sasa yang tertinggal, rupanya Kara pergi ke rumah Dirga. Tanpa permisi seperti biasa, ia melewati Ardi dan Miya begitu saja bahkan mengabaikan sapaan calon mertuanya dan langsung menuju kamar Dirga.

"Eh mau kemana kamu?" Miya menarik kaos putrinya hingga Sasa berhenti. "Kenapa Kara?" tanyanya.

"Prahara rumah tangga, Mom." jawab Sasa. "Lepasin Sasa mau nonton ntar ketinggalan, moment calon istri melabrak calon suami yang minta dihajar!"

Tak lama Sasa kembali pada mommy Miya dengan wajah takut, baru kali ini ia melhat kakaknya begitu marah. Sampai mau mencairkan suasana dengan ledekan saja Sasa tak berani. "Mereka malah ribut lagi. Gimana ini misi Kaleng bantuin Sasa terancam gagal." Sasa menghela nafas panjang. Alih-alih mengkhawatirkan kakaknya, ia malah khawatir akan dirinya sendiri.

1
💥💚 Sany ❤💕
Ternyata efek jatuh cinta tu gawat juga ya Cin, bisa bikin kamu kayak kerasukan jin depan gang komplek 🤣🤣🤣🤣.
Amanda Safira
Gemesss bngttt
Jumi🍉
Udah Sa,,,/Scream/malu sama salting ini udah sampai nembus layar.../Facepalm/🤣
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Semuanya pasti ikut senyum2 juga. 😊😊😊😊😊😍😍😍😍😍
Ummah Intan
kara hamilkah?
Ummah Intan
jangan
tiara
ikut seneng Sasa, ga sua-sia usahamu selama ini untuk mendapatkan bang Tama
aisyah
yg baca juga salting🤭🤭
Shee_👚
bukan g mau komen panjang kak net, tapi aku takut ikutan gila kaya micin

yang senyam senyum

ke tawa ngakak

geleng-geleng kepala

senyum lagi

ngakak lagi

ampe aku baca pagi-pagi depan paksu, malah di curigai 🤣🤣🤣🤣

ini semua karena micin, yang gurih, gemes dan genes🤣
Shee_👚
sasa dah senyam senyum kaya orang gila, yang bikin sasa oleng nya santai aja di rumah.

awas aja kalau bang tam tam hanya becandain anak orang🙄
Shee_👚
lagi baca proklamasi donk ya🤣🤣
sabar ya sa
Shee_👚
udah buntu ya sa🤭
RiriChiew🌺
akibat gombalan maut bang Tama, micinn jadi anehh 🤣🤣
Septi
bukan cuma Sasa yg senyum senyum sendiri.. aku juga ikutan senyum sendiri 😂😂🤭
Septi
effort banget 🤣🤣
Septi
pinter 🤣🤣🤣
Septi
wkwkwkwkwk ternyata ternyata 🤣🤣
Septi
episode isi chat Tama dan Sasa 🤭
Linda Ayu Tong-Tong
ciiin lo cuma digombalin tama 1 kalimat aja dah kayak org gila🤣🤣🤣🤣
Septi
😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!