Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Lima
“Isi didalam tas itulah yang membuat mama ingat akan kita semua .. dan jawaban dimana nenek ketemu Tasya atau pernah liat” ucap Ira dengan sendu hampir tak bisa terucap kata terakhir karena menahan tangis
Faldly dan Ayu mendengar suara serak Ira kaget karena Ira yang mau menangis dan dengan cepat serta penasaran Ayu membuka tas milik Tasya dan kaget melihat baju bayi dan Gelang pemberiannya begitu pun Faldly yang masih hafal dengan baju masa kecil anaknya yang hilang.
“Ira dimana kamu mendapat ini semua ? Ini kan baju terakhir adik kamu saat kecelakaan itu dan gelang itu pemberian nenek “ Ucap Faldly dengan perasaan tak menentu
Sedangkan Tasya sudah menangis di pelukan Tania begitu juga Ayu karena keyakinan selama ini menjadi kenyataan tapi Ayu bingung dimana adik Ira berada
“Nenek .. papa maaf atas keterlambatan aku sebagai kakak gak sadar selama ini aku dekat dan kalau aku menunjukan foto itu pada Saras... pasti adik sama mama sudah aku temui dari dulu “ Ucap Ira
“Mbak.. “ panggil Tasya yang dengan menggeleng kepala mendengar Ira menyalahkan dirinya
Ayu dan Faldly yang mendengar Ira menyalahkan dirinya yang tidak menunjukan foto pada Saras menjadi curiga dan memandang Tasya dengan penuh tanda tanya dan semakin dengan kecurigaan mereka ketika Ira memeluk Tasya yang sudah menangis
“Ya ma .. Mas .. Tasya adik Ira anak kita .. Ira menyalahkan dirinya karena tak pernah menunjukan fotonya bahkan Ira beberapa kali ketemu tanpa aku makanya Ira selalu menyalahkan dirinya dan aku juga waktu ilang ingatan pun merasakan sesuatu pada Tasya yang tak bisa diungkapkan ..dan ini semua jawaban aku dan mama yang pernah bertemu Tasya dimana karena Tasya memang perpaduan antara aku sama mas Faldly “ ucap Sekar dengan sendu
Penjelasan Sekar membuat Faldly dan Ayu langsung berdiri memeluk Tasya yang sudah berdiri menyambut pelukan Ayu dan Faldly memeluk keduanya dengan mereka bertiga menangis
“Nak maafkan papa yang teledor membawa kalian semua kena musibah dan kita semua terpisah “ Ucap Faldly
“Udah Pa jangan menyalahkan diri papa .. yang penting kita semua sudah ketemu ..”Ucap Tasya sambil melepaskan pelukannya dan menghapus airmata Faldly dan Ayu
“dan Mbak Ira aku minta jangan menyalahkan diri mbak lagi” Ucap Tasya dan Ira hanya mengangguk kepala
“Saras makasih ya udah mau menjaga Tasya selama ini .. aku sebagai papa hanya bisa mengucapkan makasih ..mau kasih apa pun tak bisa digantikan dengan menjaga Tasya bahkan Sara selama ini” Ucap Faldly
“Pak Faldly jangan mengucap terima kasih .. Tasya aku udah anggap adik aku dan sangat menyanyanginya karena kita di besarkan di panti asuhan yang sama .. Kalau ibu Sekar ... eee. Ibu Sara sama aku juga udah anggap ibu kandungku sendiri” Ucap Tania
“Panggil mama aja kalau gitu .. “Ucap Ayu
“Papa setuju .. “Ucap Faldly
“Aku juga mas.. Dari pada Nia manggil Ibu Sekar atau Ibu Sara lebih baik panggil mama “ Ucap Sekar tersenyum lucu sedangkan Faldly dan Ayu memandang Sekar dengan heran
“Nia siapa sayang?” Tanya Faldly yang kebingungan pada Sekar
Tania dan Tasya langsung tersenyum memandang Faldly
“Pa.. Kak Nia itu juga Saras sama seperti mama .. Kak Nia nama lengkap kan Tania Saraswati “ Ucap Tasya membuat mereka semua tertawa
“Ya udah mulai sekarang kita keluarga .. “ucap Ayu
Faldly pun memesan makanan karena mengingat kedua anak Tania yang sudah ngantuk karena keasyikan bermain dengan mainan mereka tanpa memperdulikan orang besar yang sedang berbicara.
Sekar meminta Tania memanggilnya mama dan Tania menyetujuinya karena Tania sudah menganggap Sekar ibu kandungnya begitu. Tasya yang mendengar Tania menyetujui langsung memeluk Tania dan Ira tak mau kalah juga dan memeluk Tania dan Tasya sekaligus tanpa ia berdiri. Tasya dan Ira kaget mendengar suara anak kecil yang protes
“Tante Sya jangan memeluk maminya Rania“ ucap Rania
Protes Rania berusaha melepaskan pelukan Tasya sedangkan Ira sudah melepaskan pelukan dan tertawa begitu Sekar sedangkan Ayu dan Faldly kaget melihat Rania yang protektif pada Tania
“YA gitu udah ma .. Mas kalau Tasya meluk Nia pasti aja ada drama“ Ucap Sekar membuat Faldly dan Ayu terkekeh senang melihatnya
“Ini kakaknya Tante“ Ucap Tasya menggoda Rania sedangkan Rizky acuh dan diam sambil bermain
“Gak ini maminya Rania “ Ucap Rania dengan lantang masih berusaha melepaskan pelukan Tasya
“Udah Sayang jangan godain Rania lagi..” Ucap Tania menengahi antara Tasya dan Rania
“Kiraian lagi asyiik main gak merhatiin kesini padahal liatin juga “ Gerutu Tasya melepaskan pelukan membuat Tania terkekeh melihat Tasya yang sudah cemberut
“Nanti tidur sama kakak sayang biar kakak peluk.. biar perlu kakak bujuk sayang tidur “ Ucap Tania berbisik membuat Tasya tambah manyun bibirnya sambil merangkul pinggang Tasya tanpa Rania tau
Ira yang melihat Tasya manyun langsung tersenyum karena kemanjaan Tasya pada Tania tapi Ira tak cemburu karena juga manja padanya.
“Emang aku Rania dan Risky apa.. “ Ucap Tasya sedikit kesal pada Tania karena menjailinya membuat Ira makin tertawa karena pasti Tania menjailinya hingga Tasya manyun begitu pun Tania yang sudah tersenyum
“Sya udah jangan manyun gitu .. udah besar juga malu di liatin mereka berdua .. apalagi kalau diliatin pacar” Ucap Sekar membuat Ira tertawa dan Tasya semakin cemberut.
“Mbak Iraa.. “jerit Tasya sambil memukul paha Ira yang tertawa
“Wah anak papa udah punya pacar nich” Goda Faldly
“Ish .. malah di ledekin lagi akunya” gumam Tasya
Tania yang melihat Tasya yang semakin cemberut langsung mengerat pelukan di pinggang sambil memperhatikan Rania kalau tidak pasti ada drama lagi.
“Udah sayang gak usah ngambek gitu“ ucap Tania pelan sambil mengusap pinggang Tasya membuat Tasya kegelian karena Tania menjaili dengan menyolek pinggang Tasya
“Kak Niaaa geli”Ucap Tasya sambil melepaskan tangan Tania di pinggangnya
Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang semua Faldly bertanya tentang kepindahan mereka
“Saras.. papa panggil Saras aja seperti biasa” Ucap Faldly dan dianggukin oleh Tania
“Iya pa gak apa – apa “ Ucap Tania
“Jadi kamu udah tau kalau Tasya adiknya Ira dan kamu kerjasama untuk membuat kejutan yang luar biasa ini” Ucap Faldly
“Iya pa .. maaf “ Ucap Tania
“Gak usah minta maaf Saras .. papa malah bersyukur menghadiri wisuda anak papa yang dulu sempat hilang.. biar kami gak ada waktu Tasya masa sekolah tapi saat wisuda baru papa dan mama bisa hadir” Ucap Faldly yang memandang Tasya
Karena Tasya duduk diantara Tania dan Ira, disamping Tania baru kedua anaknya begitu pun Sekar duduk diantara Ayu dan Faldly
“Kalau pindah nanti Saras ikut tinggal di rumah aja ya?” Tanya Faldly
Ira dan Tasya setuju dengan ucapan papanya begitupun Sekar karena sudah menganggap Tania anaknya dan kedua anak Tania cucunya.
“Maaf pa kalau boleh ijinkan aku tinggal di apartemen..