NovelToon NovelToon
Dibuang Sersan Dipinang CEO

Dibuang Sersan Dipinang CEO

Status: tamat
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Konflik etika / Ayah Darurat / CEO / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Aisyah yang mendampingi Ammar dari nol dan membantu ekonominya, malah wanita lain yang dia nikahi.

Aisyah yang enam tahun membantu Ammar sampai berpangkat dicampakkan saat calon mertuanya menginginkan menantu yang bergelar. Kecewa, karena Ammar tak membelanya justru menerima perjodohan itu, Aisyah memutuskan pergi ke kota lain.

Aisyah akhirnya diterima bekerja pada suatu perusahaan. Sebulan bekerja, dia baru tahu ternyata hamil anaknya Ammar.

CEO tempatnya bekerja menjadi simpatik dan penuh perhatian karena kasihan melihat dia hamil tanpa ada keluarga. Mereka menjadi dekat.

Beberapa waktu kemudian, tanpa sengaja Aisyah kembali bertemu dengan Ammar. Pria itu terkejut melihat wajah anaknya Aisyah yang begitu mirip dengannya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Ammar akan mencari tahu siapa ayah dari anak Aisyah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Lamaran Diterima

"Dalam minggu ini juga kami akan menikah," jawab Alby. Aisyah tampak sangat terkejut mendengar ucapan pria itu. Padahal dia belum memberikan jawaban, kenapa Alby berkata begitu dengan sahabat sekaligus sekretarisnya tersebut.

"Selamat untuk kalian berdua. Semoga jadi keluarga yang bahagia," ucap Mayang. Aisyah hanya tersenyum menanggapi ucapan selamat dari sekretaris itu.

Mayang lalu berdiri. Dia pamit untuk melanjutkan pekerjaannya. Tinggallah Aisyah dan Alby.

Alby lalu menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Aisyah. Gadis itu masih terdiam, sepertinya masih terkejut dengan ucapan pria itu.

"Aisyah, maaf jika aku terpaksa menjawab begitu dengan Luna tadi," ucap Alby memecah keheningan di antara mereka berdua.

Aisyah hanya tersenyum. Dia masih tak tahu harus berkata apa. Masih berpikir tentang semuanya.

"Apakah kamu marah? Kenapa diam aja?" tanya Alby.

"Mas, kenapa aku harus marah? Aku justru ingin mengucapkan terima kasih. Mas mau mengatakan itu untuk melindungi aku."

"Terus, bagaimana dengan niatku itu. Apakah kamu bersedia menikah denganku? Semua ini untuk kebaikan bersama. Aku dan kamu."

Alby tak dapat menahan lagi. Dia langsung saja ke tujuan. Aisyah tampak menarik napas.

"Apakah mama tak keberatan jika Mas menikah denganku? Pernikahan ini bukan untuk main-main, Mas. Kamu harus mempertanggung jawabkan dengan Allah."

"Aku tak pernah melakukan sesuatu untuk main-main. Mama juga telah setuju. Dia menyerahkan semua padaku. Yang akan menjalankan semua ini aku, kenapa mama meski melarang. Aku ini anak laki-laki, jadi yang bertanggung jawab atas diriku, ya aku sendiri."

Keduanya kembali terdiam. Larut dalam pikiran masing-masing. Setelah beberapa saat, akhirnya Aisyah bersuara.

"Baiklah, Mas. Aku bersedia menjadi istrimu," jawab Aisyah dengan suara pelan.

Sebenarnya Aisyah juga akan menjawab bersedia jika Alby menanyakan ini lagi. Tapi, entah mengapa keraguan itu kadang hinggap di hatinya karena mengingat status mereka yang berbeda.

Aisyah juga belum sepenuhnya tahu mengenai pribadi Alby. Memang dia sangat baik, tapi entah ada rahasia apa di kehidupannya, dia tak pernah mengetahuinya.

Namun, Aisyah pikir-pikir, memang sebaiknya dia menikah sebelum anak ini lahir. Agar nanti saat dia melahirkan ada yang menemani. Selama ini Alby tak bisa menyaksikan langsung saat dia diperiksa dokter karena status mereka.

Alby tampak tersenyum sumringah saat mendengar jawaban dari Aisyah. Entah mengapa dia begitu tertarik dengan gadis itu sejak pertama mereka bertemu. Bukan hanya karena dia memiliki kisah cinta yang hampir dengan adiknya tapi, karena memang dia memiliki perasaan yang berbeda dengannya.

Alby meraih tangan Aisyah. Dia lalu menggenggamnya.

"Terima kasih karena sudah mau menerima lamaranku. Aku tak akan berjanji apa-apa. Aku hanya ingin buktikan, jika aku ingin menjadi tempatmu berbagi. Aku hanya ingin menjadi sandaranmu, dan menjadi tempatmu pulang di saat lelah. Aku akan berusaha membuat kamu selalu tersenyum," ucap Alby dengan terbata. Rasanya masih tak percaya jika lamarannya diterima.

"Mas, aku yang seharusnya mengucapkan terima kasih. Kamu yang memiliki segalanya, yang bisa mencari wanita yang jauh lebih sempurna dariku, tapi memilihku menjadi istrimu. Aku merasa tersanjung karena pilihanmu jatuh padaku. Akan aku buktikan jika aku juga tak kalah hebat dengan wanita di luar sana," balas Aisyah.

Alby lalu merogoh sesuatu di saku celananya. Dia mengeluarkan kotak kecil. Membukanya, dan terlihat satu cincin berlian yang bentuknya sangat sederhana tapi elegan dan mewah.

Alby mengeluarkan cincin berlian dari kotak kecil itu dan memandangi Aisyah dengan tatapan yang penuh kasih sayang. "Aku ingin kamu menerima ini sebagai tanda cinta dan keseriusanku," ucap Alby dengan suara yang lembut.

Aisyah memandang cincin berlian itu dengan mata yang terbelalak. Dia tidak bisa menyangkal bahwa cincin itu sangat indah dan elegan. Alby lalu mengambil tangan Aisyah dan memasang cincin berlian itu di jari manisnya.

"Aku berharap kamu akan selalu mengenakan cincin ini sebagai pengingat bahwa aku akan selalu ada untukmu," ucap Alby selanjutnya dengan suara yang hangat.

Aisyah memandang cincin berlian itu dengan mata yang berlinang air mata. Dia merasa sangat tersentuh dengan gesture Alby yang romantis. "Aku akan selalu mengenakan cincin ini, Mas," ucap Aisyah dengan suara yang lembut.

"Aisyah, aku memilih kamu jadi pasangan hidupku, bukan hanya karena rasa kasihan, tapi aku memang menyukaimu. Sejak pertama kita bertemu, aku sudah tertarik denganmu. Apakah ini yang di sebut cinta, aku juga tak paham. Yang pasti, sejak hari itu aku ingin memilikimu. Apa lagi setelah aku mengetahui apa yang terjadi denganmu. Jadi tak betul jika aku menikah denganmu karena kasihan saja," tutur Alby panjang lebar.

Aisyah tak bisa lagi membendung air matanya. Tak tahu harus berkata apa. Dia merasa hari ini adalah hari yang paling berbahagia.

Aisyah menangis dengan bahagia, air matanya mengalir deras karena terharu dengan pengakuan Alby. Dia merasa sangat tersentuh dengan kata-kata pria itu yang menunjukkan bahwa Alby benar-benar menyukainya dan ingin memilikinya.

"Aku ... aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, Mas," ucap Aisyah dengan suara yang terbata-bata.

Alby memandang Aisyah dengan tatapan lembut. "Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, Aisyah. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku benar-benar menyukaimu dan ingin menikah denganmu," ujar Alby dengan suara yang hangat.

Aisyah tersenyum walau air matanya tetap jatuh, merasa sangat bahagia karena telah menemukan seseorang yang benar-benar menyayanginya. "Sekali lagi terima kasih karena telah memilihku, Mas."

"Aisyah, kamu ingin mas kawin apa. Kita langsung menikah besok saja," ucap Alby.

Aisyah terkejut mendengar pengakuan pria itu. Rasanya terlalu cepat.

Aisyah memandang Alby dengan mata yang terkejut. "Besok? Mas, apa tidak terlalu cepat? Aku belum mempersiapkan apa-apa," ujar Aisyah dengan suara yang lembut.

Alby tersenyum dan memandang Aisyah yang tampak sangat terkejut. "Aku tidak ingin menunggu lagi, Aisyah. Aku ingin kita menikah secepatnya. Kita bisa mempersiapkan semua yang dibutuhkan hari ini juga," jawab Alby dengan suara yang hangat.

"Tapi, Mas, apa kamu yakin? Kita belum mempersiapkan apapun," balas Aisyah.

"Aku yakin, Aisyah. Aku tidak ingin menunggu lagi. Aku ingin kita menikah dan memulai hidup baru bersama," ucap Alby dengan mantap.

"Apakah kita hanya menikah siri?" tanya Aisyah dengan suara pelan. Dia takut dikatakan terlalu menuntut jika ingin menikah resmi.

"Resmi. Aku sudah minta bawahanku untuk mengurus semuanya. Dua hari lagi kita menikah. Semua bisa diatur. Kita hanya menikah di KUA dan doa selamat di panti asuhan. Pesta menyusul setelah kamu melahirkan. Apakah kamu setuju?" tanya Alby.

Aisyah hanya menjawab dengan anggukan kepala. Masih tak percaya dengan semua yang terjadi hari ini. Statusnya akan berubah dua hari lagi.

1
Moreno
Selama gak bersyukur, kamu gak akan bahagia. Kalau mau Mia punya waktu untuk suami, ya jangan jadikan dia tulang punggung.
Uthie
sukkaaa 👍😏
Uthie
Langsung Sukkkaaa 👍👍👍
Tieny Roesmiasih
menurut oengalaman saya yg lahir flm kelg besar... bayi itu klo baru lahir blom kelihatan mirip siapa² nya.. biasanya umur 4 atw 5 bln baru kelihatan mirip siapaa gituu... 🙏
Tieny Roesmiasih
nama babynya Aisyah.. Zavier atau Xavier sih thoorr..?!?🙏
lyv.viaz
maxxxx gantengnya suamiku ini😍😍😍
Eni Luthfia Ardiani
lagiaaaan aisyah jga gak bakalan mau balik lgi sama pecundang ammar gak usah khawatir kamu mia
Kamiem sag
kalo aku jadi Alby kuminta pd atasan Ammar untuk memindahkan ketempat yg sangat jauh
Kamiem sag
gayanya Mia... maubatalin pernikahan... yang ada dulu itu kau egois dan betekat harus mendapakan apa yg kau mau!!?
kalo Mia wanita baik dulu pasti nyadar saat ijab qabul Ammar 2X salah sebut nama tapi kan Mia e go is makanya ngotot pernikahan harus tetap berjalan ?
Kamiem sag
kalo Mia kecewa ya wajar
coba dulu gak ngotot harus memiliki Ammar pastinya Rida maknya Ammar juga gak sombong maksa Ammar mutusin Aisyah dan gak arogan menghina Aisyah
dan pastinya Ammar gak mutusin Aisyah
dan mungkin Mia dapat suami yg lebih baik dari Ammar kan
Kamiem sag
berat bebannya Mia kare perbuatannya sendiri
coba dia gak maksa untuk memiliki Ammar
coba dia gak ngotot cari tau masalalu Ammar
coba dia gak fokus mikiri putranya Aisyah
pasti hiduonya tenang
Moreno: kan dia gak maksa. Dari awal Ammar bilang cinta sama dia 😅
total 1 replies
Melly Febriani
menurutmu
Melly Febriani
bayi itu blm.keliatan mirip siapa aja
Melly Febriani
ah..massaa
Melly Febriani
preeet
Melly Febriani
prettt
Melly Febriani
bote..preettt amar amar
Kamiem sag
selamat menikmati istri pilihan terbaikmu Ammar
Kamiem sag
terimakasih thor sudah carikan Aisyah sandaran yg baik
Kamiem sag
Amar ngidam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!