NovelToon NovelToon
Kontrak Dendam

Kontrak Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Nikah Kontrak / Cinta Paksa
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Iris Prabowo

(Novel ini mengandung unsur sensual dan adegan kekerasan)

"Kamu milikku. Aku akan melakukan apapun yang kuinginkan, denganmu. I will give you heaven and i will give you hell"

Setelah bangun dari koma karena percobaan bunuh diri, aku terkejut karena statusku menjadi menikah. Ternyata sebuah rahasia yang disembunyikan suamiku bahwa dia seorang profesional pembunuh bayaran.

Aku tak menyangka lelaki yang ku ketahui sebagai Vice President adalah anggota elite organisasi hitam yang menjadi buronan negara.

Teror demi teror datang. Beberapa pihak punya rencana jahat untuk menyingkirkan ku demi harta dan cinta, termasuk ibu tiri dan adikku.

Aku bersedia menukar tubuhku pada lelaki yang menjadi suami kontrak itu untuk sebuah komitmen balas dendam kematian sang ibu.

Akankah kebenaran tentang masa lalu menghancurkan rumah tangga kami? Penuh ketegangan berbalut kisah romansa yang sensual, ikuti cerita ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iris Prabowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alasan Klasik

I saw magic in his eyes. Dirty, dark, beautiful magic.

Apakah yang baru saja terjadi itu mimpi?

Aku telah menghabiskan malam dengan lelaki asing yang kini kupanggil Master. Dia yang bahkan tidak ku tahu identitasnya, yang enggan membiarkanku melihat wajahnya.

Ah, aku lupa untuk bernegosiasi membatalkan kontrak. Jujur saja pesonanya telah menghipnotis hingga membuatku patuh dengan mudah. Siluet tubuhnya bagai sugar daddy dalam novel-novel romance. Detak jantungnya, hangat nafasnya, ritme gerak tubuhnya... astaga baru saja tiga puluh menit dia berlalu, kini aku sudah rindu.

Sepertinya badanku lengket, keringat bercampur panas membuat badanku tidak nyaman. Aku mengendus aroma tubuh yang sedikit asam ini masih menyisakan aroma tubuhnya.

Hmmh..

Sekarang sudah jam setengah tiga pagi. Sepertinya aku mehanan diri dulu untuk tidak mandi, mempertahankan aroma yang sementara akan jadi favoritku.

Master tidak banyak bicara, lepas urusan denganku dia bergegas pergi. Aku mengingat pesan yang ditinggalkan oleh Master, suaranya masih terdengar jelas di pikiran. "Jika kamu ingin bertemu lagi, kamu bisa mencariku melalui Vino."

Seyakin itukah dia bahwa aku pasti akan mencarinya lagi? Aku jadi bingung, seharusnya kebutuhannya lah yang merindukanku, bukan sebaliknya.

Tok-tok

Baru saja selesai keluar kamar mandi, aku mendengar suara ketukan dari pintu. Siapa itu? Sepertinya aku tidak ada urusan dengan seseorang, tidak juga memesan makanan. Begitu pintu terbuka muncul satu sosok manusia yang sedang mengemut permen loli.

"Ciao!" sapanya. Tanpa dipersilakan Vino sudah masuk duluan. Dia memandangku, tersenyum, menarik rambut belakang ku, lalu memasukkan loli ke mulutku.

Yuck! Ini kan loli bekas mulutnya!

"Bagaimana malammu? Fantastis?"

"Ini semua salahmu!"

"My bad! Tapi kamu suka kan?"

"Nggak sama sekali"

"Benarkah?" tanyanya dengan wajah yang sangat dekat dengan wajahku, kemudian jarinya mencabut loli di mulutku.

Vino ini tengil dan genit, satu karakter lelaki yang jarang kutemui karena biasanya mereka akan memaksa terlihat keren.

"Who is that guy?"

"Which guy?"

"Dia yang bersamaku..."

"Aku hanya tahu mereka memanggilnya 'Boss'."

Ternyata dia pun tidak tahu identitas Master. Sepertinya dalam bisnis seperti ini orang-orang menyamarkan identitas mereka, sama seperti aku.

"Tapi dia punya power besar, bisa dibilang orang terdekat Mister Z. Sebaiknya patuh saja dan jangan cari tahu lebih tentangnya."

Ya, lebih baik tidak saling tahu identitas masing-masing itu lebih baik. Handphone ku dari semalam mati, mungkin saat dibuka nanti akan banyak pesan masuk menghantam. Pasti dari Helena, Biru, Ayah, dan mungkin Kin. Ah, aku tidak yakin lelaki itu peduli denganku untuk saat ini. Aku harus mencari alasan yang tepat atas absenku dua hari tidak masuk kantor.

Vino mengantarkan pulang tapi dia mengajakku mampir ke sebuah rumah makan kecil. Tempat yang sederhana dan klasik, menjual makanan khas rumahan.

"Kamu mau makan apa?" tanyanya berdiri di depan etalase masakan.

Aku mendekatinya, melihat berbagai menu masakan yang menggugah selera. Ayam goreng serundeng, sop ayam ceker, perkedel, pindang petai, pepes usus, sambal terasi, rempeyek udang, dan lainnya. Tempat ini seperti warteg tapi lebih higienis dan varian makanannya lebih menarik.

Tak lama ia datang membawakan ayam goreng serundeng dan sop ayam ceker pesananku. Ah, wangi sekali. Sudah lama aku tidak memakan sop ayam wangi rempah, cekernya pun empuk. Serundeng nya krispi manis asin, sungguh perpaduan gurih yang membuatku melenguh nikmat sekian detik.

"You like it?" tanya Vino sambil menyeruput jus alpukat.

"Banget!"

"Sering-sering kesini ya, ini kedai makanku. I mean, punya Mama tapi aku bantu kelola selama dia sakit."

Aku mengangguk lalu tersenyum. Ini memang masakan khas rumah yang dibuat oleh tangan Ibu. Tidak menyangka ternyata lelaki di depanku punya kedai makan selain aktivitas hiburan malamnya.

"Kamu masak sendiri?"

"Aku yang masak tapi dibantu beberapa karyawan. Kamu suka makanan apa? Nanti aku buatkan."

No way, dia juga bisa masak dan hasilnya seenak ini. Sekarang aku paham kenapa Rania menjadikan dia sebagai toy boy nya. Vino ramah, seksi, bisa memanjakan di lidah dan mungkin juga di kasur. Aku juga baru sadar kalau wajahnya tampan juga punya senyum yang manis.

"Aku akan makan apa yang kamu masak, aku pemakan segala."

"Betulkah? Ah, manis sekali kamu..." ucapnya manja sambil mengusap pipiku.

Sebenarnya aku tidak nyaman tiap dia menyentuh secara spontan, tapi ekspresinya sungguh cute jadi aku membiarkannya.

Dia menceritakan kalau ibunya sakit kanker tulang jadi sudah sulit beraktivitas. Pekerjaan di night club dilakukan untuk membiayai pengobatan Ibu dan biaya sekolah adiknya yang masih SMP. Vino tidak tahu kalau aku mengetahui hubungannya dengan Rania, dia mungkin akan syok kalau tahu identitas asliku.

"Aku pasti mengabarimu," ujar Vino sebelum aku turun dari mobil. Dia mengantarkan hanya sampai pos satpam, tidak sampai depan rumah.

"Kalau ada kabar dari dia, beritahu aku."

"Maksudku, aku pasti mengabarimu jika nanti aku merindukanmu."

Damn, his smile brings me so much joy. Dia mengecup telapak tanganku sebelum berpisah.

***

83 pesan whatsapp

31 panggilan tak terjawab

Hanya dari Helena dan Biru, hanya dua orang itu yang peduli denganku. Isi pesan Helena penuh dengan omelan, tapi dia sudah tahu aku terjebak di Midnight Bid.

"SUMPAH YA AKU KECEWA SAMA CECE! Aku belum tidur, aku panik, aku merasa bersalah, tapi cece justru menikmati keadaan disana kan? Kalau kamu kenapa-kenapa gimana? Cece mau aku dibunuh papa? Tolonglah ce kabari aku, aku mau mati aja rasanya ce, capek!"

Itu salah satu isi voice note nya yang kudengarkan. Duh, lebih baik aku skip dulu deh pesannya. Ini pertama kali aku dapat pesan sepanjang dan sebanyak ini. Lebih mengerikan daripada membuka pesan terror Marionette.

"Dimana?" tanya Biru dengan suara dingin. Lelaki itu langsung menelepon mengetahui status whatsapp ku sedang online.

Seketika aku membeku, sungguh takut dan bingung berkata apa. "Hei, gue di... rumah."

"Are you okay?"

"Iya. Maaf ya kemarin aku ada acara sama family tapi nggak bawa charger. Jadi ya... nggak bisa mengabari" jawabku dengan alasan klasik. Kenyataannya memang handphone ku habis baterai, tapi pinjam charger seharusnya bisa jadi solusi kan?

Biru menghela nafas. "Oke, hanya ingin tahu kabar kamu saja. I am worried. Hari ini masuk kerja?"

"Mungkin nanti siang ke kantor. Makasih ya udah khawatir,"

"Istirahat aja, siapa tahu kamu letih. By the way, i miss you..."

"Miss you too, see you saturday!"

Aku memeluk guling sambil tersipu. Walau singkat tapi ucapannya membuat hati hangat. Lelaki ini tidak pernah berubah, selalu perhatian dan selalu baik padaku. Sepertinya akhir pekan menghabiskan waktu bersamanya akan menyenangkan.

Jujur, aku sangat menantikan pesan dari Kin. Makiannya, kata-kata menyebalkannya, ah... aku rindu. Aku rindu bertengkar dengannya, dia satu-satunya tempat ternyaman untuk meluapkan emosi, tanpa perlu filter kata-kata.

Alasan terkuat untuk memaksakan diri ke kantor bukan karena aku ingat kerjaan, aku hanya ingin melihatnya.

I'm dying to see him!

1
ForestCream
Kea visualnya disini kayak mbak mbak spg
Iris: /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
erzzzyy
seruu banget, ntar kin kenal gak ya
Iris: gimn yaa
total 1 replies
crownangel
ASTAGAAAAA
Iris: /CoolGuy//CoolGuy/
total 1 replies
Kayden
Ini ce malah masuk ke jurang maut sendiri, nekatt
Iris: /Cry//Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Sabrina
Badasss jadi anggota specter
Iris: /Angry//Angry//Angry/
total 1 replies
Iris
betuuul
Iris
hahahha
Iris
betul bullsyeeet
Iris
makasih kakkk
Iris
Tapi bodoh ya /Scream/
Sabrina
rania busuk banget mau gw racunin rasanya
Iris: Sabaaar pemirsa
total 1 replies
ForestCream
Jangan ikut jahat keaa
Iris: justru biar seru gak sih?
total 1 replies
gina
wkwkwkwk 😭
Iris: /Awkward//Awkward/
total 1 replies
gina
kea kamu sampe se effort ituu. gaenak ya dicuekin kin kan. 😭
Iris: Iyaa effort sendiri
total 1 replies
gina
btw thorrrr, ini kinnya kok ganteng juga ya. tolong bilangin kea. kayanya kin lagi liatin aku juga dah.😊
Iris: emang kin ganteng bangett
total 1 replies
gina
gawat nih kalo kin sampe tahu pasti bakal marah besar. duhhh🤣
Iris: /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
gina
busettt squadnya. kea masuk squad mana nih 😊
Iris: Squad pemberantas ani-ani hehe
total 1 replies
gina
wkkwkwkkwkw kin harus banyak sabar juga
Iris: betuuul
total 1 replies
gina
kalo disuruh memutar waktu. pengin dah balik ke masa kecil. seru banget yaa
Iris: Bangeettt
total 1 replies
gina
fotonya sangat serasiii thorr bagus🥰
Iris: Visual ganteng dan cantik /Angry//Joyful/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!