NovelToon NovelToon
Ditalak Sebelum 24 Jam

Ditalak Sebelum 24 Jam

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:36.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yutantia 10

Apa yang kamu rasakan, jika pernikah impian yang kamu gadang gadang akan menjadi first and last marriage, ternyata hanya bertahan kurang dari 24 jam?

Kenyataan pahit itulah yang sedang dirasakan oleh Nara. Setelah 8 tahun pacaran dan 6 tahun dilalui secara LDR, Akhirnya cintanya dengan Abi berlabuh juga di bahtera pernikahan.

Kejadiaan memilukan itu mempertemukan Nara dengan pemuda bernama Septian. Pikirannya yang kacau membuatnya tak bisa berpikir logis. Dia menghabiskan waktu semalam bersama Septian hingga mengandung janin dari pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SIAPA LAKI LAKI ITU?

Klinik aborsi!

Septian langsung menjatuhkan helm begitu saja saking terkejutnya. Segera berlari masuk dan mencari keberadaan Nara. Tapi didalam sangat sepi. Tak tampak satu orangpun kecuali seorang wanita dibalik meja administrasi.

Tanpa bertanya, Septian langsung membuka pintu yang bertuliskan ruangan dokter. Tapi tak ada siapa siapa didalam.

"Cari siapa mas?" teriak ibu ibu admin.

Septian sama sekali tak menggubris. Dia beralih membuka pintu bertuliskan ruangan tindakan.

"Nara!" teriak Septian saat melihat Nara berbaring disebuah brankar. Selain Nara, ada seorang pria memakai pakaian biru, seperti orang yang akan melakukan operasi. Tangannya tampak memegang alat-alat yang mengerikan. Serta seorang perawat berpakaian serba putih.

Nara dan dua orang yang berada di dalam tampak terkejut.

"Anda siapa? Silakan keluar," hardik si suster.

Septian menghampiri Nara dan menarik wanita itu turun dari ranjang.

"Septian lepas!" teriak Nara sambil berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Septian.

Tapi bukannya melepaskan, Septian malah mengambil tas Nara yang berada di meja dan menarik wanita itu keluar dari klinik. Sama sekali tak mempedulikan penolakan Nara.

"Septian, lo udah gila. Kenapa tarik tarik gue keluar?" teriak Nara saat mereka sudah berada di dekat mobil milik Nara.

"Lo yang gila!" bentak Septian balik. "Lo tahu apa yang lo lakuin? Lo tahu apa akibatnya? Bisa mikir gak sih kalau itu berbahaya."

"Bukan urusan lo. Ini hidup gue, gue berhak ngelakuin apa saja." Teriak Nara yang kesal karena Septian ikut campur dalam masalahnya.

"Oh, jadi seperti itu." Septian tersenyum sinis sambil melepaskan cekalannya pada tangan Nara.

"Kalau lo punya hak atas hidup lo, janin itu juga demikian. Dia gak pernah minta ada disana." Septian menunjuk dagu kearah perut Nara. "Lo yang udah bikin dia ada disana. Dan sekarang, dia juga punya hak untuk hidup."

"Lo bukan siapa siapa gue. Jadi gak usah ngurusin hidup gue," ucap Nara sambil berbalik dan berjalan menuju pintu masuk klinik.

Cekrek

Septian memfoto Nara lalu menunjukkan kearah Nara.

"Gue udah foto, Lo. Silakan masuk kembali. Tapi berita lo yang melakukan aborsi, akan gue sebar di internet dan kampus. Lo pasti udah bisa memprediksi, gimana akhir dari karier lo sebagai dosen," ancam Septian. Dia tak tahu kenapa bisa senekat ini ikut campur urusan Nara, tapi yang pasti, ada seperti dorongan dari dalam yang memaksanya melakukan itu.

"Mau lo apa sih?" bentak Nara sambil mulai menangis. Dia bingung harus bagaimana lagi sekarang. Septian berjalan mendekati Nara dan memegang kedua bahunya.

"Pulang! Jangan pernah ngelakuin hal bodoh kayak gini. Nyawa lo taruhannya."

Nara memejamkan mata. Yang dikatakan Septian benar. Bisa saja nyawanya melayang akibat tindakan aborsi. Dengan terpaksa, akhirnya dia mengangguk karena tak ada pilihan lain.

Septian membimbing Nara hingga masuk kedalam mobil.

"Jalan pelan-pelan, gue ikutin dari belakang. Berhenti di depan minimarket terdekat. Lo butuh minum untuk mengembalikan kinerja otak lo."

Nara mengikuti apa yang Septian katakan. Dia melajukan mobilnya pelan lalu berhenti di depan minimarket terdekat.

Septian memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam minimarket dan membeli dua botol air meneral. Kemudian dia masuk kedalam mobil Nara dan menyerahkan sebotol air mineral pada wanita itu.

Keduanya sama sama meneguk air meniral masing masing dalam diam. Hingga akhirnya, Septian memulai pembicaraan.

"Jadi lo hamil?" tanya Septian Setelah dia menghabiskan setengah botol minumannya.

Nara mengangguk.

"Laki-laki yang menghamili lo gak mau tanggung jawab?" tanyanya lagi.

"Dia gak tahu kalau gue hamil."

Septian berdecak sambil geleng geleng. "Kenapa lo gak bilang ke dia? Mungkin aja dia mau tanggung jawab."

"Gue gak mau nikah," jawab Nara sambil menatap keluar jendela.

"Kenapa, masih trauma?" tanya Septian dengan nada meremehkan.

Nara diam saja. Sejujurnya dia memang masih trauma. Menikah dengan orang yang dipacarinya selama 8 tahun saja hanya langsung tak lebih dari 24 jam. Lalu, bagaimana jika menikah dengan orang yang bahkan tak begitu kenal dan tak saling cinta. 10 jam, 3 jam, atau bahkan mungkin hanya bertahan 1 jam.

"Gak semua laki-laki itu sama. Lo pernah dengar gak tentang yang namanya jodoh. Biarpun dilempar kebelahan dunia lain, kalau jodoh, pasti akan bertemu. Lain halnya dengan tak jodoh. Meski pacaran sepuluh tahunpun, kalau gak jodoh ya gak bakalan nikah."

Nara hanya tersenyum getir mendengar kata-kata Septian yang sok bijak. Perasaan dia yang dosen, kenapa malah mahasiswa yang nyeramahin dia.

"Sekarang, kasih tahu gue, siapa yang menghamili lo? Siapa laki laki itu? Biar gue bantu bicara sama dia. Gua bantu cari solusi biar dia mau tanggung jawab."

Nara menatap kesal kearah Septian. Bisa bisanya dia bertanya siapa laki laki itu? Jelas jelas dia pelakunya. Mungkin karena waktu itu Septian memakai pengaman, dia jadi yakin kalau itu bukan anaknya.

"Gue bukannya mau ikut campur urusan lo," Septian tak mau Nara salah faham. "Gue cuma pengen bantu. Kasih tahu gue, siapa laki-laki itu."

Nara menghembuskan nafas kasar sambil menatap Septian tajam.

"Lo orangnya."

Septian seketika melongo. Untuk beberapa detik, dia terdiam, berusaha mencerna ucapan Nara.

"Gue?" Septian menunjuk dirinya sendiri. "Hahaha.... gak usah becanda. Gue pakai pengaman waktu itu. Dan gue udah beberapa kali ons, gak ada tuh kasus cewek yang bilang kalau hamil anak gue."

Wajah Nara mengeras karena Septian justru menertawakannya. Menganggap ucapannya tadi hanya sebuah lelucon. Hatinya sangat dongkol. Ingin rasanya dia menonjok muka Septian saat ini juga.

Sepertinya laki-laki itu memang tak bisa diharapkan. Dia memang harus mencari jalan keluar sendiri. Dan harusnya, semua sudah selesai hari ini. Tapi gara gara Septian, semua rencananya gagal total.

"Lo cuma ngeprank gue kan? Enggak, gue yakin bukan anak gue." Lagi lagi Septian membuat Nara makin murka.

Nara mengambil print out hasil USG dari dalam tasnya. Dia menarik tangan Septian dan meletakkan benda itu disana.

"Kalau lo pinter, lo bakalan ngerti. Sekarang, keluar dari mobil gue!" hardik Nara dengan nafas naik turun. Dia tak sanggup lagi kalau harus menahan emosi.

1
❥␠⃝ ͭ🍁Amalia💋❣️
waduh Arumi sama Abi ada main ya.. bisa bisa mereka selingkuh, kasihan nara😎
Ira arif
ooo anaknya pak dion sama istri pertama, kirain anak angkat soalnya jauh jaraknya sama damar
Ira arif
emang boleh sama septian?
Ira arif
oooo sodaranya nurul
bekti arianti
akhirnya happy ending😘😘😘
Ira arif
padahal penjual adalah dewa
Ira arif
wkwkwk salah pilih partner in crime
Ira arif
belum apa2 sudah direstui
Ira arif
gak ngancem bunuh diri lagi?
Ira arif
kelamaan.... septian dah nyelup kemana-mana, nyantol di nara
Ira arif
selalu ada anomali gini
Ira arif
owh.... 🤭
Ira arif
brondong ganteng ya Ra
Ira arif
lah, Nara dapatnya mahasiswa, brondong
ya ampuuuun
Ira arif
dari mendadak cerai jadi mendadak hamil, gimana itu rasanya jadi nara
Ira arif
septian ini pasti ganteng juga, kalo gak Nara juga gak bakal mau
Ira arif
harusnya tetep berangkat aja ke Jepang. Setidaknya nangis ditempat yang jauh dan indah
kurnia
jangan ada konflik lagi Thor cerita seru kok suka Krn bnyak lucunya sangat menghibur 😍
kurnia
ini dua bocah bikin budos makin ngomel , di jelasin banget manggil Abang nya😄😄😄😄😄
Cia Sanu
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!