NovelToon NovelToon
Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bilqies

Arrkkhhh sakit! Tuan tolong lepaskan aku, aku mohon. Delisa Jenifer


Diam! Kau sekarang adalah istriku, dan aku berhak melakukan apapun terhadap dirimu. Bahkan sampai melenyapkan mu pun aku sanggup. Albert Halston Xanders


Delisa gadis cantik yang tiba-tiba di culik dan dipaksa menikah dengan seorang pria yang tidak dia kenal sama sekali.


Menjalani pernikahan dengan Tuan Muda yang kejam, membuat hari-hari Delisa seperti di neraka.


Mampukah Delisa bertahan dengan pernikahan ini?
Atau mampukah Delisa mengubah sosok Tuan Muda yang kejam menjadi pria yang baik?


Yang penasaran dengan ceritanya, langsung saja kepoin ceritanya disini yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilqies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Rencana

🌷Kamar Delisa🌷

Seminggu telah berlalu, kini Viona dan Delisa sudah seperti sahabat, dan bahkan seperti kakak adik. Viona sering menghabiskan waktunya bersama dengan Delisa, dan hampir tiap malam Viona tidur di kamar Delisa, seperti malam ini Viona kembali tidur di kamar Delisa.

Viona dan Delisa berbaring, sambil menatap ke atas langit kamar. Dan mereka masih dalam keadaan yang sama-sama sadar.

"Kak apa kau mencintai Kak Albert?" tanya Viona, namun yang di tanya masih diam membisu.

"Kenapa diam kak? Apa kakak mencintai Kak Albert?" tanya Viona kembali, berharap Delisa menjawab dengan sebuah pertanyaan yang sangat ingin dia dengar. Akan tetapi, ekspetasinya terlalu tinggi untuk dia raih. Viona melihat Delisa yang masih saja terdiam tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya.

Viona kembali melontarkan kalimat berusaha membuat Delisa menjawab pertanyaannya tadi.

"Tidak usah di jawab kak. Diam nya kakak membuatku tahu jawaban nya, pasti kakak mencintai Kak Albert kan?" tebak Viona dengan rasa penuh percaya diri yang tinggi.

Mendengar hal itu sontak membuat Delisa tertawa.

"Cinta ...? Hahahaha ... apakah aku masih bisa bilang cinta kepada orang yang begitu jahat padaku." Akhirnya Delisa membuka suara.

"Jika kakak tidak cinta, kenapa kakak masih bertahan?" tanya Viona yang ingin tahu lebih dalam lagi.

"Karena kemana pun aku pergi, aku yakin Albert akan menemukan ku," jawab Delisa.

"Jika Kak Albert meminta maaf, apa kakak mau memaafkannya?" tanya Viona kembali dengan rasa penasaran yang menyelimuti dirinya.

"Entahlah," jawab Delisa sambil mengangkat kedua pundaknya.

Tak berhenti disitu, Viona terus melayangkan pertanyaan kembali yang berhasil membuat Delisa membeku.

"Jika aku meminta kakak tetap berada disini, apa Kak Delisa akan tetap disini?" tanya Viona menatap dalam manik coklat milik Delisa.

"Entahlah," jawab Delisa kembali.

"Jika kakak tidak mencintai Kak Albert dan tidak bisa memaafkan Kak Albert, kenapa kakak harus bertahan di mansion ini?"

"Aku akan pergi saat waktunya tiba," lirih Delisa.

"Maksud kakak?" Viona mengerutkan keningnya menatap wajah Delisa.

Delisa menghela nafas berat lalu menghembuskannya secara perlahan.

"Tidurlah Viona, kita harus bangun pagi karena besok kau sudah berjanji akan membawaku berkeliling kota."

"Hmmm ... baiklah." Viona pun menurut langsung memejamkan matanya.

🌷Mansion Bagas Pratama🌷

"Laura, bagaimana hubunganmu dengan Albert?" tanya Bagas pada putrinya yang baru saja tiba di ruang keluarga.

"Ada kendala sedikit Pa," jawab Laura dengan wajah cemberut.

"Kenapa? Apa masalahnya?" tanya Bagas penasaran.

"Adik Albert tidak menyukaiku. Dia selalu berusaha menjauhkan ku dari Albert, Dan dia selalu menatapku dengan tatapan curiga," terang Laura pada Bagas perihal sikap Viona yang terlihat sinis kepadanya.

"Beri perhitungan saja padanya!" seru Bagas.

"Albert kan sangat mencintaimu, pasti dia akan mendengar mu," jelas Bagas, namun Laura masih diam seakan mencerna perkataan Papanya.

"Maksud Papa, kau harus berusaha menjauhkan Albert dari adiknya. Dan kalau bisa buatlah Albert membenci bocah ingusan itu."

"Kau benar Pa, aku akan melakukannya," ucap Laura penuh semangat.

"Papa tunggu hasilnya," sahut Bagas tersenyum penuh arti.

🌷Mansion Albert🌷

"Viona, kau mau kemana?" tanya Albert.

"Aku mau pergi ke mall bersama Kak Delisa," jawab Viona santai.

"Sejak kapan kakak mengijinkan mu pergi bersama wanita itu?" Suara Albert sudah mulai meninggi serta sorot mata yang menyala menatap ke arah Viona.

"Ayolah kak, hanya sebentar saja ... yah, yah, yah ...," bujuk Viona pada kakak nya.

"Tidak! Kakak bilang tidak ya tidak, Viona. Kenapa kau sangat susah untuk di ajak bicara."

"Kau jahat kak! Padahal aku hanya ingin pergi sebentar bersama Kak Delisa," ungkap Viona dengan bibir bergetar.

"Bagaimana kalau dia kabur, ha?" bentak Albert.

"Tidak mungkin! Aku yang akan menjadi jaminan agar Kak Delisa tidak kabur. Bagaimana? Kak Albert ayolah, kami hanya pergi sebentar saja," pinta Viona dengan nada memohon berharap sang kakak mau mengijinkannya pergi.

Albert terdiam dengan sorot mata yang masih menatap lurus ke arah Viona. Terlihat jelas wajah sendu Viona yang ada di hadapannya, membuat dia tercubit dengan pemandangan tersebut. Jauh di dalam lubuk hati Albert, dia merasa kasihan melihat Viona yang terus memohon kepadanya demi bisa keluar bersama Delisa, wanita yang sangat Albert benci. Dengan sekali tarikan hingga akhirnya membuat Albert berucap.

"Satu jam," sahut Albert dengan terpaksa mengijinkan Viona keluar bersama Delisa.

"Ingat Viona waktumu hanya satu jam saja, lebih dari itu maka kakak akan menghukum wanita itu dengan hukuman yang berat," sambung Albert.

"Baiklah, satu jam. Aku akan pulang tepat waktu," ucap Viona dengan senyum mengembang di wajahnya.

🌷🌷🌷

Di dalam perjalanan kedua netra Delisa tak henti-hentinya menatap ke luar jendela, melihat kendaraan berlalu lalang. Delisa sangat merindukan suasana seperti ini, dimana dirinya yang bisa menghirup udara bebas kembali. Semenjak menjadi tawanan Albert, Delisa belum pernah merasakan hal ini karena setiap harinya Delisa berada di dalam mansion.

"Kak Delisa, kita mau kemana?" tanya Viona di balik kemudi mobil.

"Terserah kau saja Viona. Aku hanya ikut doang," jawab Delisa tersenyum manis.

"Ayolah kak, kakak yang memilih tempatnya," pinta Viona.

"Maaf hari ini tidak jadi pergi ke mall karena Kak Albert hanya memberiku waktu satu jam saja, dan aku rasa itu tidak cukup jika kita pergi kesana," sesal Viona yang tidak jadi mengajak Delisa pergi ke mall.

"Tidak apa-apa Viona, aku mengerti. Pasti Albert takut jika aku kabur," tebak Delisa.

"Kakak tidak marah kan?" tanya Viona yang menoleh sekilas ke arah Delisa, lalu kembali fokus dengan kemudinya.

"Tidak Viona, kakak tidak berhak marah kepadamu."

"Jadi kita mau kemana kak?"

"Hmmm ... bagaimana kalau kita ke taman yang berada di jalan xx. Disana taman nya begitu indah, kita bisa duduk dan menjernihkan pikiran," usul Delisa.

"Baiklah kak, aku setuju," sahut Viona dengan binar di wajahnya.

Beberapa menit kemudian, mobil yang di kendarai Viona telah tiba. Dengan segera Delisa dan Viona pun turun, dan berjalan menuju bangku yang berada di taman.

"Bagaimana bagus bukan?" tanya Delisa saat Viona ikut duduk di sampingnya.

"Hmmm ... bagus kak."

Mereka berdua tampak menikmati pemandangan dan udara segar yang membuat pikiran mereka menjadi fresh kembali. Setidaknya bagi Delisa bisa melepas rasa penat selama dia berada di mansion Albert yang merupakan neraka baginya.

"Viona, apa kau mengenal Ferdi?" tanya Delisa yang membuka obrolan.

"Iya, dia kakak sepupuku. Kenapa?" jawab Viona.

"Apa dia orang baik?" tanya kembali Delisa yang penasaran dengan sosok Ferdi.

"Kak Ferdi sangat baik. Dia sama baiknya dengan Kak Albert, hanya saja pola pikir Kak Albert akhir-akhir ini sedikit eror," terang Viona.

Ucapan Viona membuat Delisa tertawa, lalu Viona menoleh ke arah Delisa. Kedua alis Viona saling bertautan saat mendengar gelak tawa dari bibir Delisa.

"Kakak kenapa tertawa?"

"Karna kau begitu lucu, Viona."

"Oh iya, kenapa kakak bertanya tentang Kak Ferdi? Jangan bilang kakak jatuh cinta padanya," Viona menatap intens wajah Delisa.

"Tidak."

"Ahhh, syukurlah. Karena aku ingin Kak Delisa yang menjadi istri Kak Albert bukan pria lain," ucap Viona mengeluarkan semua unek-uneknya yang ada di dalam hati.

"Viona, kenapa kau sangat ingin aku yang menjadi istri Albert? Bukankah ada Laura yang sekarang ini jadi kekasihnya, dan Laura juga sangat lebih dari aku," tanya Viona penasaran.

"Karena aku melihat matamu yang begitu banyak ketulusan di dalamnya. Sedangkan jika menatap mata Laura, aku hanya melihat kebohongan disana," terang Viona yang memang benar adanya.

"Baiklah Viona aku mau kesana dulu. Aku ingin membelikan mu minuman," ucap Delisa sambil menunjuk ke arah penjual yang ada di seberang jalan.

"Baiklah kak, hati-hati." Viona mengangguk dan terus menatap kepergian Delisa yang saat ini sudah semakin jauh.

.

.

.

🌷Bersambung🌷

1
Uthie
nexxxttt 💞
Kaizy celine
Syukurlah viona tdk merasa dihiniati delisa karna skenario ninggalin flo dan albert .. smiga smuanya baik2 saja .. dan mreka hidup bahgia🥹
ora
Paling sedih dengan Flo. Semoga Flo bisa memahami semuanya dan menerima Delisa....
Aini~
Halah... kamu duluan kan Ferdi yang ngajak main rahasia2an
Aini~
makanya orang ngomong tuh di dengerin dulu tohh bert...bert...😑
👣
padahal Ferdi juga maen rahasia menyembunyikan Delisa dari Al, yaaa meskipun itu demi kesembuhan Del
Kaizy celine
Ayoo gag sabarr apakah delisa akan mucul kembali atau pura2 jadi wanita lain🤨
ora
Semoga Al nggak marah, ya. Sejauh ini Al nggak marah dan masih berusaha menemukan Delisa🤲🙂
Bilqies: si Albert rindu berat kakak 😌
total 1 replies
ora
🥰😘❤️
ora
Berharga atau berharap?🧐🙏
Bilqies: berharap kakak, terimakasih atas koreksinya ❤️😘

sudah revisi ya 🙏🥰
total 1 replies
Kaizy celine
Ayo lah delisa temui anakmu ... kasian floo ...🥹🥺
Kaizy celine
Ooouuuhhh🥺🥺🥹🥹
Kaizy celine
Sudah besarr ya kamuu floo🥹
ora
Kasihan banget Flo.
Nggak tahu deh bagaimana reaksi Al kalau tahu Delisa masih hidup dan selama ini Ferdi yang bantuin.

Aku tahu niat Delisa, tapi apa pun yang Delisa lakuin juga nyakitin hati, terutama hatinya Flo.
Semoga semuanya baik-baik aja setelah semuanya terbongkar🤲🥲🥲🥲
ora
aku atau kau?🧐🙏
Bilqies: terimakasih kakak sudah di ingatkan, udah aku perbaiki kak barusan 🥰🙏
total 1 replies
ora
Jadi Delisa masih hidup dan selama ini menjalani pengobatan?
Seneng karena Delisa masih hidup, tapi kasihan Al sama Flo😭😭😭

Semoga Delisa segera pulih seutuhnya🤲🤲
Bilqies: iya masih kakak,
amin 🤲🤲
total 1 replies
ora
Kak jadi beneran Delisa pergi. Tega banget. Air mata ku keluar😭😭😭
Bilqies: sama aku juga kak huhuhuhu
total 1 replies
ora
Kak, kasihan Al🥺🥺🥺
Kaizy celine
Nah gini dong .. kan seru klo ada delisa😅
Kaizy celine
3 tahun apa 2 tahun thor ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!