Bisakah seorang bad boy mendapatkan wanita yang ia cintai saat pandangan pertamanya? Bahkan akankah wanita itu memperjuangkan cinta mereka hingga ke jenjang penikahan?
Adriel Dary Raymond, pria tampan yang terkenal dengan julukan bad boy serta sikap cuek dan dinginnya. Tiba-tiba di pertemukan dengan seorang wanita. Jovanka Lovta Orlando, merupakan wanita yang mencuri hati pria bda boy itu. Wanita pindahan ini memiliki paras cantik dengan pesona serta rahasia tak terduga.
Mereka berdua memiliki masa lalu yang menggoreskan rasa trauma akan cinta dalam suatu hubungan. Akankah mereka saling mencintai? Dan apakah mereka bisa melalui badai dan memperjuangkan hubungan cinta mereka?
WARNING !
Maaf karena terdapat kata-kata kasar dan adegan dewasah. Harap bisa lebih bijak untuk membaca, dan yang belum cukup umur jangan baca 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ins.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MORNING
Kicauan burung dan cahaya mentari yang mulai menyelinap masuk. Melewati celah jendela mencoba membangunkan kedua insan yang masih terlelap dalam mimpinya. Ketika mengerjapkan matanya sekilas, Jovanka yang terbangun kembali mengingat kejadian semalam.
Semoga wajah ini yang akan selalu aku lihat, setiap kali mataku teebuka hingga mataku terpejam lagi. Sungguh rasanya wajah dingin, lembut ini yang sangat ingin aku miliki. Yang saat ini masih tetap menutup mata dengan tenangnya.
Tangan adriel masih erat memeluk pinggang Jovanka. Entah akibat hal semalam, sampai saat ini tubuhnya terasa remuk dan sangat letih. Menyesal memang pasti dirasakan Jovanka saat ini. Namun, Jovanka tetap menatap yakin kedepan dan tetap mencoba meyakini janji dari mulut kekasihnya.
Cups,,
Jovanka mendaratkan ciuman lembut pada pipi mulus Adriel. Jovanka masih bisa mencium aroma maskulin pada tubuh kekasihnya. Dan mungkin bisa dikatakan bahwa tubuh Adriel kini menjadi candu bagi Jovanka.
"Aku cinta kamu, Riel!" ucap Jovanka, sembari mencium kembali pipi kekasihnya.
Jovanka pun membangunkan dirinya. Dan dengan pelan ia memindahkan tangan kekar kekasihnya, yang tetap setia memeluk erat tubuhnya kali ini. Jovanka pun membuka selimut dan perlahan turun beranjak menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
Jovanka meringis perih, akibat lecet di bagian inti tubuhnya. Namun, tetap ia mencoba melangkahkan kakinya untuk masuk ke kamar mandi. Saat ini yang di inginkan Jovanka adalah berendam air hangat untuk memulihkan tubuhnya kembali.
Sekitar tiga puluh lima menit ritual berendam
Jovanka selesai. Namun, Jovanka melihat prianya itu masih tetap tenang dalam mimpinya. Akhirnya Jovanka berjalan ke arah lemari Adriel, untuk mencari baju yang setidaknya masih bisa untuk ia kenakan. Karena tak mungkin ia mengenakan baju yang telah ia robek kemarin.
Akhirnya setelah mendapatkan baju yang pas untuknya. Jovanka melihat jam yang saat ini menunjukkan jam 08.00 pagi. Ia pun bergegas untuk membuat sarapan sandwich dan coklat hangat.
Sebab hanya bahan tersebutlah yang kini tersedia di kulkas Adriel. Akhirnya setelah siapa, Jovanka membawakan sepotong sandwich dan coklat hangat ke dalam kamar. Jovanka mencoba membangunkan Adriel, dengan mengusap lembut wajah tampan kekasihnya saat ini.
"Good morning, Dear! Bangun Sayang!" Aku berbisik ke telinganya agar ia bangun, priaku menggeliat dan akhirnya ia duduk dengan bersandar di atas ranjang.
Tiba-tiba Adriel memeluk Jovanka, pria itu menyembunyikan wajahnya tepat diceruk lehernkekasihnya. Tanpa mempedulikan Jovanka yang kini menahan geli.
Cups,,,
"This is my morning kiss!" jawabnya seraya mengecup bibir manis Jovanka.
"I love you! Tolong, jangan tinggalkan aku Sayang! Maafkan aku!" ucap Adriel yang wajah terlihat sendu.
"Harusnya aku yang berbicara seperti itu, Sayang!" jawabku
"Tidak! Yank, sungguh aku takut kau meninggalkan aku. Engkau sempurna dan aku merasa sangat beruntung memilikimu. Melihat di luar sana masih banyak pria yang lebih dari ku ingin memilikimu. Dan aku harus bertemu dengan Tn.Orlando secepatnya untuk meminta ijin menikahimu. Aku tak mau kau menjadi milik orang lain!" jawab Adriel serius.
"Baiklah jika itu bisa membuatmu tenang! Dan makanlah ini dulu," kata Jovanka sambil menyodorkan makanan yang telah di siapkan.
Tiba - tiba ponsel Jovanka berdering. Ia pun meraih dan melihat layar ponselnya dan ternyata itu merupakan panggilan dari ayahnya.
"Iya, Ayah!" kata Jovanka.
"....."
"hmmm, baiklah!" jawab Jovanka singkat.
hanya percakapan singkat dan to the point yang dilakukan oleh ia pada ayahnya. Adriel pun menjadi penasaran akan apa percakapan singkat itu.
"Ada apa, Sayang?" tanya Adriel.
Jovanka nampak bingung dan terdiam sebentar. Sebelum menjawab pertanyaan dari Adriel.
"Ayahku, meminta aku untuk pulang sebentar nanti malam ke mansion," jawab Jovanka singkat.
"baiklah! Nanti aku akan mengantarmu. Dan aku juga akan memberitahukan hubungan kita. Baiklah, Sayang, jam 10.00 nanti kita ada mata kuliah. Jadi, gimana jika kita berangkatnya sama-sama saja?" tanya Adriel.
"Baiklah! Tapi sekarang aku akan ke apartemenku dulu. Aku harus ganti baju dan mengambil beberapa bukuku yang ada disana," kata Jovanka yang hendak pergi.
"Tak perlu! Dan ini untukmu (memberikan sebuah paper bag). Ini pakaian ganti untukmu, semalam aku menyuruh asistenku membelinya. Sekarang aku akan mandi dulu dan bersiap-siap. Dan, terimakasih! Sandwichmu sangatlah nikmat," ucap Adriel yang berjalan sembari memakan rotinya.
"sejak kapan kau tau ukuran tubuhku?" tanya Jovanka.
"Jangankan mengukur ukuranmu, Sayang. Aku bahkan sudah memiliki tubuh ini. Tubuh indah ini mulai detik ini menjadi obat yang membuat aku ketergantukan" ujar adriel sembati terkekeh kecil.
"Dasar mesum! Segeralah mandi sekarang juga!" ujar Jovanka yang malu akan ucapan vulgar Adriel.
Akhirnya Adriel kembali dan mencium pipi Jovanka sekilas lalu berlalu pergi meninggalkannya yang mematung karena kaget
Akhirnya Jovanka pun sibuk untuk merias wajahnya. Ia memoleskan alat make up nya yang tersedia selalu dipouch kecil di dalam tasnya.
"Apa ini?" gumam Jovanka, yang mencoba membuka paper bag yang Adriel belikan tadi.
Betapa kagetnya Jovanka, ketika melihat sebuah dres cantik besrta jaket dan beberapa aksesorinya. Adriel membelikan barang yang sesuai dengan karakter gaya dari kekasihnya itu. Dan masih ada lagi, Jovanka kambali kaget setelah melihat sebuah lingerie yang nampak indah dan
Astaga! Ternyata kekasihku cukup romantis dan tau akan hal kesukaanku. Tak butuh waktu lama baginya untuk bisa mengerti aku. Jika begini terus maka aku akan menjadi manja padanya. Tapi, ada hal yang menjengkelkan yang tidak bisa jauh darinya. Yaitu sikap mesumnya yang tidak ada habisnya.
_______________________
Kurang lebih ini merupaka penampilan Jovanka yang mengenakan jaket pemberian dari Adriel.
Jovanka Lovta Orlando