NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Somplak

Pendekar Pedang Somplak

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Perperangan / Harem / Romansa / Tamat
Popularitas:79.1k
Nilai: 5
Nama Author: Muzu

Seorang pemuda yang selalu mengalami mimpi buruk berperang di alam kuno, terpilih menjadi seorang penguasa semesta. Terpilihnya sang pemuda itu bukan hanya berkaitan dengan mimpinya saja, ia juga harus menjalankan karma dari gurunya semasa menjadi sang legenda pedang.

Pemuda itu bernama Ucup Rekber, seorang pemuda biasa yang akan menjalankan misi merekonstruksi alam cultivator dari kehancuran yang disebabkan oleh pertarungan kedua makhluk agung yaitu Penguasa Iblis versus Dewa Matahari yang terjadi di masa lampau.

Berbekal pedang aneh dan berbagi tubuh dengan jiwa seorang pangeran, Ucup Rekber harus menyelesaikan misi untuk bisa kembali ke dunia asalnya.

Novel ini berkaitan dengan novel berjudul “Takdir Pedang Sang Iblis”.

Yuk, menjadi saksi petualangan si Ucup Rekber di dunia cultivator dengan menjadikan karya ini sebagai bacaan favorit kalian!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muzu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan Kecil

Semua mata tampak heran melihat pemuda yang terdiam dalam lamunannya. Mereka pun mulai tidak sabar untuk menyerangnya.

“Kenapa dia malah melamun?” tanya pria beralis tebal.

Semua yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepala seraya mewaspadai si pemuda yang berdiam diri.

“Hei, Bocah!” panggil pria beralis tebal.

Ucup tak mengindahkan panggilan kepadanya. Ia masih memikirkan cara untuk menciptakan formasi yang ideal menghadapi formasi anggota sekte, meskipun itu hanya angan-angan dirinya saja.

“Hei, apakah kau sudah tuli?” imbuh lantang sang pria beralis tebal mulai kesal, “serang kami!”

Ucup menyeringai dingin menanggapinya dan berkata, “Kalian jual, aku kredit tenor 6 bulan tanpa uang muka. Untuk apa aku harus menyerang kalian?”

“Bicara apa dia, mengapa perkataannya begitu sulit dipahami?” tanya salah seorang di antara mereka.

“Tak perlu memedulikannya. Ayo kita serang!” balas yang lainnya.

“Tunggu!” teriak Ucup menahan serangan.

“Mau apa lagi, Bocah? Tak cukupkah kau membuat kami menunggumu?”

“Sabar, Tuan. Orang sabar biasanya membatin,” jawab Ucup sekenanya.

“Kurang ajar! Serang!” timpal pria beralis tebal dengan lantang.

Sekelompok formasi dari arah depan Ucup mulai bergerak maju dengan langkah hati-hati dan waspada untuk menghindari tebasan pedang sang pemuda yang dikhawatirkannya.

“Kalian menyerangku seperti itu? Kalian mirip seperti anak-anak pramuka, ha-ha!” Ucup mengejek dengan seringainya yang dingin.

Seketika raut wajah kelompok itu berubah, namun mereka masih sabar tidak ingin gegabah melakukan serangan. Satu per satu bergerak menyamping membuat formasi lingkaran mengelilingi sang pemuda.

Ucup memutar pedangnya mencoba untuk menyerang mental para anggota sekte di sekelilingnya. Matanya terus fokus mewaspadai gerakan yang mungkin secara diam-diam akan menyerangnya, terutama pada orang-orang yang berada di belakang dirinya.

Suasana menjadi sedikit mencekam tatkala suara napas dan embusan angin terdengar lirih di udara.

Ucup menyipitkan mata bersiap untuk memberikan serangan kejut.

Wuzz! Sret!

Ucup bergerak dengan sangat cepat hingga bayangannya pun tak tertangkap oleh semua mata anggota sekte yang mengelilinginya. Tahu-tahu, semua kepala anggota sekte yang mengelilinginya jatuh menggelinding di tanah. Ucup kembali berdiri di tempatnya, seolah ia tidak pernah bergerak sekalipun.

Bugh!

Terdengar suara jatuh dari berbagai senjata ketiga kelompok formasi lainnya yang terperangah tidak percaya melihat kelompok terdepan tewas tanpa ada yang melihat kapan sang pemuda bergerak menyerangnya.

Ketika kesadaran mereka kembali, semua anggota sekte langsung berlarian kabur ke dalam kegelapan hutan.

Pedang energi yang digenggam Ucup langsung menghilang dengan sendirinya. Ia kemudian berbalik menghampiri Putri Ling Xi yang berdiri bersama singa kecil Nian Qing.

Groar! Nian Qing meraung keras menatap Ucup dengan raut cemas tersirat dari bola matanya.

Memahami arti tatapan dari Nian Qing, Ucup langsung mengedarkan pandangannya melihat pertarungan Bing Shi dan Bei Bing yang masih berlangsung dengan sengit.

Terlihat olehnya, Bing Shi dan Bei Bing mengalami banyak luka di sekujur tubuh keduanya. Pertarungannya pun berjalan tidak seimbang, meskipun keduanya masih dapat bertahan dari gempuran para serigala. Melihat kondisinya, dapat dipastikan keduanya akan mengalami kekalahan yang buruk.

“Long An, bantu keduanya!” pinta Ucup.

“Maaf, Yang Mulia, tubuhku sangat besar. Aku harus membakar hutan ini untuk bisa membantunya,” sahut Long An menjelaskan.

“Baik, aku mengerti kondisimu. Biar aku saja yang membantu keduanya. Terima kasih, Saudara Long.” Ucup melirik sang putri dengan tatapan sulit diartikan.

Putri Ling Xi merona ditatap Ucup. Kembali ia memahami maksud dari tatapan sang pemuda kepadanya. Ia menutup kedua matanya menunggu sang pemuda menjalankan aksinya. Ucup terus menatapnya dengan perasaan yang berkecamuk. Dalam hatinya ia tidak ingin melecehkan sang gadis.

“Brother Xiao, apakah ada cara lain untukku menarik pedang?” tanya Ucup.

“Kenapa harus menarik pedang? Bukankah banyak senjata yang ditinggalkan orang-orang sekte? Gunakanlah yang ada!” ujar Pangeran Xiao Li Dan.

“Ha-ha, mengapa aku sebodoh ini?” Ucup baru mengingatnya.

“Maaf, Nona. Aku batal melakukannya,” kata Ucup langsung berkelebat mengambil sebatang pedang dan berlalu pergi meninggalkan sang putri.

Putri Ling Xi membuka mata dan langsung memutarnya mencari sosok pemuda tampan yang sudah menghilang dari pandangannya.

“Pemuda egois, padahal aku juga menginginkannya,” gerutu sang putri sedikit kesal.

Ucup berdiri di atas batang pohon mengawasi pertarungan kedua beasts monsternya. Tatapannya terus fokus memperhatikan strategi yang diusung oleh kawanan serigala yang bergerak intens dan sangat terukur memadukan serangan.

"Pantas saja Bing Shi dan Bei Bing kewalahan menghadapinya, serangan dari kawanan serigala sangat terukur dan terstruktur," gumam Ucup.

Setelah merasa cukup memahami pola serangan kawanan serigala, Ucup melompat ke tengah-tengah pertarungan dengan ujung pedang yang menghunus tanah.

Sontak saja kawanan serigala langsung mewaspadainya. Dengusan dan tatapan membunuh dari kawanan serigala menambah suasana menjadi semakin mencekam.

Dengan seringainya yang dingin, Ucup mulai mengangkat pedang tinggi-tinggi ke atas kepalanya.

"Seribu tebasan kematian," kata Ucup menyebut jurusnya.

Wuzz!

Ucup melesak cepat menebaskan pedangnya memburu para serigala yang panik melihat kegesitan langkah pemuda yang begitu brutal menyerang.

Bugh, bugh, bugh.

Lebih dari 20 serigala terpelanting menabrak pepohonan di sekitarnya. Namun tidak ada satu pun serigala yang terluka dari tebasan yang dilayangkan olehnya. 

Ucup memicingkan mata melihat bilah pedangnya telah rusak.

"Sialan, kulit serigala terlalu kuat untuk ditebas dengan pedang biasa!" keluh Ucup langsung melemparkan pedang.

Sementara itu, kawanan serigala kembali berkelompok. Beberapa di antaranya terlihat sempoyongan setelah terpental terkena tebasan sang pemuda. Biarpun tidak mengalami luka di luar tubuhnya, namun di bagian dalam tubuhnya mengalami kerusakan parah. Itu disebabkan oleh terpancarnya energi semesta dari setiap kali Ucup menebaskan pedang. Tak lama berselang, 26 serigala ambruk dan mati seketika. 

"Auu!" 

Lolongan panjang kawanan serigala melenting di tengah hutan. Mereka kembali membentuk formasi untuk menargetkan sang pemuda yang berdiri menatap dingin.

Ucup menghiraukannya, ia berjalan mendekati Bing Shi yang tengah mengkhawatirkan kondisi istrinya Bei Bing.

"Tak perlu khawatir, aku akan menyembuhkan kalian berdua," kata Ucup seraya menyentuh kepala keduanya dan mengalirkan energi semesta menyembuhkan keduanya.

"Terima kasih, Yang Mulia," ucap keduanya.

"Kembalilah dan tunggu aku!" pinta Ucup.

Keduanya mengangguk lalu berlari ke arah Nian Qing dan Putri Ling Xi. 

Kali ini Ucup akan mencoba untuk mengalahkan para serigala dengan tinjunya. Sekali lagi, Ucup berkelebat menyerang kawanan serigala yang tengah membentuk formasi.

Bugh, bugh, bugh.

Duar, duar, duar.

Terdengar ledakan saling bersahutan dari tubuh kawanan serigala yang tanpa perlawanan harus merasakan bogem mentah yang begitu cepat dilayangkan sang pemuda. Hanya beberapa waktu saja, Ucup berhasil membinasakan lebih dari seratus kawanan serigala.

"Sepertinya aku harus menyegel energiku, aku tidak ingin pertarunganku berjalan mudah," gumam Ucup.

"Lord Ucup, Sekte Serigala Iblis tidaklah sederhana. Jangan langsung dimusnahkan, kita harus mengetahui seluk beluk keterlibatan bangsa iblis di dalamnya," ujar Pangeran Xiao Li Dan.

"Hem, baiklah, aku akan menyelinap memasuki markas sekte," kata Ucup memahami.

Ia lalu berkelebat menghampiri yang lainnya.

1
🦂⃟Dα᩺м᩺αᷫяSabrang
santai jln ceritanya dan rada ngabanyol👍👍👍👍
🦂⃟Dα᩺м᩺αᷫяSabrang: eeeh gagal??? emang minta apa...?? 😂😂🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️
total 2 replies
Speed Lite
Luar biasa
Putra_Andalas
😁😂🤣
Putra_Andalas
Ngac3n9 toh...!?? 😂
Buang Sengketa
sebenarnya bagus tapi Mau bagaimana lagi kalo tak da keuntungan didapat.... semangat penulis
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ko tamat, kan ceritanya belum selesai 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
namanya jg ratu kegelapan, pasti seram 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ada ratu unyu" 🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ga kebalik tuh omongan kamu Cup 😆😆
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mungkin di daerahnya ga ada cwo tampan ya 🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ucup gitu loh 🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pertempuran tingkat tinggi nih sampai ga kelihatan wujudnya 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
〈⎳🥑⃟HIATUS
Aku gelay Weh!
〈⎳🥑⃟HIATUS
Ohok!
〈⎳🥑⃟HIATUS
Daging panggang overcook 🤣
〈⎳🥑⃟HIATUS
monster kok unyu?
Aku jadi geli 🤣
〈⎳ 故事結束
Mohon maaf kepada semuanya. Author terpaksa menamatkan novel ini karena belum beruntung mendapatkan hasil. Pada kesempatan berikutnya, author akan lebih berusaha lebih keras lagi untuk meningkatkan kualitas karya dan kembali menghibur pembaca.

Salam somplak dan see you.🙏

Tertanda,


UCUP REKBER 😁
Bukan siapa-siapa 🤗: See u and thankyou, Cikgu. ☺
total 2 replies
Bukan siapa-siapa 🤗
aku suka kata-katanya☺
〈⎳🥑⃟HIATUS
Wadidaw, astaghfirullah istrinya begitu banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!