NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Istri

Diamnya Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Tamat / Poligami / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.2
Nama Author: gustikhafida

Cahaya, wanita berusia 21 tahun. Sikapnya yang ceria dan periang, kini seketika menjadi diam pada suaminya yang bernama Rian Pamungkas.

Pernikahan yang selama 3 tahun mereka hiasi dengan kebahagiaan, seketika sinar di mata Cahaya.

Air mata terus mengalir saat tak sengaja melihat suaminya bermesraan dengan sahabatnya yang bernama Vina.

Sahabat yang tidak pernah dia sangka akan menjadi duri di dalam rumah tangganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustikhafida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

"Mas, aku boleh tanya sesuatu, tapi tolong ... jawab pertanyaanku dengan jujur!" ucap Aya serius.

"Katakan, tapi kakiku sakit, sayang!" ucap Rian.

'Aku katakan nanti saja. Kasihan Mas Rian, dia terlihat kesakitan. Aku tidak mau bertengkar dengannya dulu!" batin Aya.

"Sayang, kenapa melamun? katakan, apa yang ingin kamu katakan padaku." ujar Rian membuat Aya tersadar dari lamunannya.

"Eh, tidak jadi, Mas. Sekarang, kamu tunggu dokter datang saja. Dan aku ambilkan kamu minum, ya!"

"Tidak perlu, sayang. Kamu temani aku, saja!" pinta Rian menepuk-nepuk tepi ranjang untuk istrinya duduk.

Dengan ragu, Aya menjatuhkan pantatnya di tepi ranjang. Aya terdiam, dia melihat layar ponselnya, 'Kira-kira apa yang dibicarakan Mas Fajar tadi? Lebih baik, aku pastikan saja!' batin Aya.

Rian menggenggam tangan Aya erat, "Sayang, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menduakanmu. Tapi, aku janji, aku akan menceraikan Vina. Kamu tetap di sini, berada di sisiku. Aku tidak bisa kehilangan kamu!" ucap Rian.

"Mas, aku izin ke kamar mandi dulu. Kamu di sini dulu!" titah Aya melepas genggaman tangan suaminya.

"Aku ikut, Ay. Aku juga ingin buang air kecil!"

"Tapi, kakimu, Mas! Apa kamu bisa berjalan?" tanya Aya.

"Kamu bantu aku, ya!"

"Bantu? Maksud Mas, aku bantu Mas sampai di dalam kamar mandi?" tanya Aya yang mendapat anggukkan dari Rian.

"Iya, kita suami istri, kita juga pernah mandi bersama. Jadi, tidak ada salahnya, kamu membantuku. Kamu bahkan sudah pernah melihat semuanya!" jawab Rian

'Tapi, waktunya berbeda. Dulu, kita melakukan dengan suka rela. Di iringi oleh cinta, tapi sekarang ... berbeda, Mas. Aku bahkan tidak tahu, masih ada rasa cinta yang begitu besar padamu atau tidak.' batin Aya.

"Sayang, jangan melamun. Ayo, bantu aku!" titah Rian.

"Tapi, Mas. Bagaimana kalau dokter datang? Aku minta tolong satpam saja atau seorang pria untuk membantumu, ya!"

"Aku tidak mau, Ay. Aku mau nya kamu!" jawab Rian tegas, 'Sikapmu benar-benar berubah. Dan aku sangat menyesali semua itu. Andai waktu bisa berputar, aku akan tetap setia padamu. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Kini Vina hamil dan kamu sudah tahu semua pengkhianatanku. Aku benar-benar menyesal, Ay.' batin Rian.

"Aku tidak mau, Mas. Jangan paksa aku, sebentar lagi, dokter akan datang. Kamu bisa tahan sebentar dan meminta dokter untuk menemanimu?" ujar Aya.

Setelah memberi pengertian pada suaminya, terdengar suara ketukan dari luar kamar, membuat Aya berjalan dan membuka pintu kamarnya.

"Maaf, Bu. Dokter Ali sudah datang!" ucap Bi Inah.

"Suruh masuk saja, Bi! Aku dan Mas Rian sudah menunggu!" jawab Aya.

"Baik, Bu!" ucap Bi Inah berjalan menuruni tangga memanggil dokter Ali.

Tak berselang lama, Bi Inah datang dengan dokter Ali. Mereka masuk ke dalam kamar Rian dan Aya.

"Dok, tolong cek Mas Rian. Di jatuh dari tangga!" ucap Aya mempersilahkan dokter Ali memeriksa suaminya.

dokter Ali meletakkan tas dan mengambil alat yang di perlukan mengecek pasiennya.

Perlahan tangannya mulai memegang kaki Rian, "Dok, sa-sakit! Jangan di tekan!" ringis Rian saat dokter Ali menekan pergelangan kaki Rian.

"Kaki anda hanya terkilir saja, biar saya berikan resep, atau jika berkenan. Pasien di pijat saja?" titah dokter Ali.

"Coba dokter periksa lagi. Jangan asal-asalan, aku rasa kakiku patah! Bukan terkilir. Kita cek saja di rumah sakit!" kesal Rian membuat Aya memutar matanya malas.

"Mas, seharusnya, kamu senang, kakimu hanya terkilir," kesal Aya.

"Aku senang sayang, tapi aku juga takut dokter ini asal-asalan memeriksaku!" jawab Rian, 'Dasar dokter tidak peka. Aku sudah berakting sebaik mungkin, agar Aya cemas dan tidak jadi pergi dari rumah ini. Tapi aktingku di kacaukan olehnya. Awas saja, aku akan pecat dia menjadi dokter pribadi keluarga ini!' batin Rian kesal.

"Jika anda ingin mendapatkan penanganan lebih lanjut, anda bisa memeriksakan ke rumah sakit. Tapi, menurut saya, anda hanya terkilir saja! Tidak ada tulang yang patah!" ucap dokter Ali.

Rian memberi kode melalui matanya. Seakan mengerti kode dari pasiennya. Dokter Ali menatap sekilas Aya yang sudah rapi.

"Aw ... sakit, aku butuh minum, sayang. Minumnya habis. Tolong ambilkan di dapur!" pinta Rian membuat Aya berjalan menuju dapur untuk mengambil minum suaminya.

Setelah melihat kepergian istrinya, Rian merubah posisi tidurnya menjadi duduk, "Ikuti dramaku saja. Atau, aku pecat kamu sebagai dokter pribadi di keluarga ini," ketus Rian.

"Tapi untuk apa? Untuk menarik perhatian istrimu?" sindir dokter Ali.

"Diamlah. Kau tidak perlu tahu, untuk apa! Tugasmu di sini, hanya mengecek ku dan bilang pada Aya, jika kakiku patah atau apalah!"

"Tapi, sebagai dokter yang profesional, aku tidak bisa berbohong. Aku harus mengatakan yang sejujurnya kondisi pasienku!" ucap dokter Ali yang lagi dan lagi membuat Rian kesal.

"Kau! Aku pe--"

"Mas, ini minumnya!" ucap Aya masuk ke dalam kamarnya dan memberikan segelas air putih pada suaminya.

Rian menerima gelas berisi air putih itu, "Sayang, kakiku sakit. Dokter Ali bilang, kalau dia salah memeriksa dan ternyata kakiku patah. Tapi, dia akan melakukan tindakan selanjutnya seperti kakiku di perban. Dan aku tidak bisa kemana-mana. Kamu di sini saja, ya! Jangan tinggalkan aku. Aku mohon, jika kamu tidak percaya, kamu bisa bicara dengan dokter Ali!" rengek Rian.

"Mas, jangan seperti anak kecil. Minumlah dulu," titah Aya.

Ali yang melihat drama di depan matanya pun berdecak sebal. Dia beranjak dari tepi ranjang dan melepaskan stetoskopnya, "Aku pulang!"

"Dok, tunggu dulu. Kata Mas Rian, dokter mau perban kaki Mas Rian? Kenapa tidak jadi?" tanya Aya membuat Rian melototkan matanya pada dokter pribadinya.

"Dok!" pekik Rian.

dokter Ali menghembuskan napasnya kasar, dia meletakkan tas kerjanya lagi, "Baiklah. Saya, perban dulu kakinya!" ucap dokter Ali mengambil perban dan melilitkannya di kaki Rian.

"Dok, sa-sakit!" ringis Rian. "Sayang, sakit, Ay! Sakit, Ay!" ringis Rian.

"Kamu yang sabar, Mas." jawab Aya.

'Sialan, kenapa perban nya sangat kencang. Apa dia sengaja!' batin Rian.

"Aw ... sakit, dok!" ringis Rian.

"Anda yang sabar, ya, memang rasanya sedikit sakit!" ucap dokter Ali melilitkan lebih kencang lagi. 'Rasakan ini,' batin dokter Ali tersenyum puas.

"Sudah, dok! Jangan teruskan lagi. Sudah cukup!" pinta Rian memohon. 'Siaalan, dokter ini benar-benar membuatku kesakitan!' batin Rian.

"Sayang, sakit!" rengek Rian.

"Dok, sudah, kasihan Mas Rian!" ucap Aya.

"Biar cepat sembuh, maka saya akan melilitkan perban ini sekencang mungkin. Agar tulang yang patah tidak geser!" ucap dokter Ali, 'Rasakan ini, hahahaha!' batinnya lagi

1
Jetty Eva
kalimat beulang...DI SATU SISI...🙄🙄🙄
Jetty Eva
ini cerita sampai sejauh ini hanya muter" di sini saza ..aya rian ktm beratem ga da yg lain...
Jetty Eva
astagaaaa...apa wanita serendah itu..?? knapa mau nolong sih..CINTA BOLEH BODOH JANGAN...👹👹👹
Jetty Eva
RIAN LELAKI PENGECUT..HIDUP DIBAWAH KETEK 'MAKX
Lidya Langit
Luar biasa
Anonymous
Sya bodoh lemah,
Susi Yanti
aya hrs berfikir gmn klo dia sendiri ternyata hamil anak Rian dong
Yuni Harti
Luar biasa
helmi
bab bak yang aku skip berharap bab selanjutnya sudah cerai..eh tahu2 masih belum juga...
helmi
astaga kayaknya cerainya ini pas mau selesai🤣🤣
helmi
sudah sampai bab 50 belum juga cerai.
ichapurie
cerita yg bisa menjadi inspirasi buat yg pengen jadi pelakor, karena disini pelakor yg seperti wc umum, diterima apa adanya oleh penghianat, /Facepalm/
Daryati Idar
d sini yg menang pelakorny
ichapurie
Ceritaya tentang pelakor dan penghianat yg menang, untung lgsg baca ending, gak zonk
Rochma Wati
Luar biasa
Amilawati
semoga Aya mati
Amilawati
lebay baget si Aya,,
Amilawati
muak aku bacah cerita yg perempuan ya TDK punya hrga diri/tolol
block ajah la
Amilawati
karakter Aya yg menjijikan bukan karakter pelakor ya
Amilawati
semoga Aya matiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!