NovelToon NovelToon
My Teacher Love You

My Teacher Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:956.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tia Oktavianti

"Jika cinta dapat mengubah segala hal, mengapa perlu ada yang namanya memperjuangkan? Kamu tahu kenapa? Karena untuk mendapatkan sesuatu butuh usaha,dan sekarang aku tengah memperjuangkanmu dengan usaha yang sungguh-sungguh."
~Davier Galuh Pramono~

"Meski hatiku memilihmu namun apakah aku mampu untuk mempertahankanmu selamanya agar selalu bersamaku?"
~Aira Anandia Maheswari~

Aira Anandia Maheswari merupakan Mahasiswi yang terkenal pintar di fakultasnya. Bahkan hampir seluruh kampus mengenal dirinya. Masa mudanya harus berakhir dengan di jodohkan oleh orang tuanya. Dijodohkan dengan Davier Galuh Pramono yang tak lain adalah dosennya ssndiri.

Keduanya sering merasakan perasaan aneh yang terselimut di dalam dirinya. Hingga Davierlah yang menyadari lebih dulu perasaannya itu. Lalu apakah Aira akan menyadari perasaannya atau ia akan terus menepis perasaan itu dari hatinya? Akankah mereka bisa bersatu dengan hati yang tulus? Apakab mereka bisa melewati semua lika-liku yang menghalagi kebahagiaan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tia Oktavianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~MTLY 29~ Berantem Tapi Romantis

"Cepat bawa Ai kembali ke ruangannya Rayn." perintah Arsyad dan di turuti oleh Arrayn.

"Vier lo duluan aja bantu Arrayn, gue nyusul ntar." ucap Arsyad. Davier pun menyusul Arrayn.

Setelah kepergian Arrayn dan Davier, Arsyad mengeluarkan handphonenya untuk menelpon seseorang.

"Halo, Ndu lo bisa ajak Disti besok ke rumah sakit Bina Medika?"

"Siapa yang sakit Syad?"

"Ai, masuk rumah sakit lagi. Bisa kan? "

"Iya bisa, besok gue ajak Disti kesana."

"Makasih Ndu."

Tut.. Tut.. Tut

~Di Ruang Rawat~

"Kak Nay, buruan kak cek kondisi Ai." ucap Arrayn cemas.

"Iya, kalo begitu aku minta kalian keluar dulu ya." pinta Nayla. Mereka pun menurut dan keluar dari ruangan.

"Kamu kenapa keras kepala sih Ai. Coba aja kamu nurut, kondisi kamu ga akan seperti ini. Kalo waktu itu kamu ga membuat aku berjanji, mungkin aku sudah memberitahukan hal ini sama keluarga kamu." ucap Nayla sembari memeriksa kondisi Ai.

Tak lama Nayla pun keluar dan ternyata Arsyad sudah bergabung dengan mereka. Belum sempat Nayla menarik napas mereka sudah mengajukan banyak pertanyaan.

"Kak, gimana kondisi si tengil? Baik-baik aja kan?" tanya Arrayn.

"Gimana, Ai ga papa kan?  Kondisinya ga  semakin memburuk kan?" tanya Davier.

"Nay, gimana? Kenapa lo diam aja." kali ini Arsyad bersuara.

"Kalian tenang dulu dong. Tanyanya satu-satu. Kalo semuanya nanya jadi bingung kan mau jawabnya." ucap Nayla.

"Sudah, ada benarnya apa yang Nayla katakan." timpal Arsyad.

"Kondisi Ai baik-baik aja. Hanya karena ia kelelahan di tambah berada di luar dan terkena angin malam yang dingin dia pingsan. Biarkan dia istirahat. Tidak ada hal yang serius jadi kalian tidak perlu khawatir." jelas Nayla.

"Syukurlah." ucap mereka serenpak.

"Kalian bisa masuk dan temani Ai. Aku pernisi untuk memeriksa pasien yang lain."  ucap Nayla seraya meninggalkan mereka bertiga yang sudah berjalan masuk  ke ruang rawat.

"Ini udah malam, kita juga harus istirahat." ucap Arsyad.

"Ga lo suruh gue juga bakal tidur Aa." ucap Arrayn.

"Lo juga istirahat Vier. Jangan sampai lo sakit. Pernikaahan lo udah deket." ucap Arsyad dan diangguki oleh Davier.

Mereka pun tidur dengan posisinya masing-masing. Arsyad dan Arrayn tidur di sofa dan Davier tidur di kursi di dekat brankar Ai.

Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi. Ai tersadar dari pingsannya. Kepalanya sedikit pusing. Ai mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Ai pun ingat apa yang terjadi dengannya.

"Revan, iya semalam gue menyelesaikan semua yang memang harus diselesaikan." monolog Ai pada dirinya.

"Mereka nginep di sini ternyata." monolgnya lagi ketika melihat ke sekeliling terdapat Arsyad, Arrayn yang tidur di sofa, sedang Davier tidur di kursi dan membaringkan kepalanya dengan tangan sebagai bantalnya.

"Kamu jagain aku ternyata. Makasih ya Dosen Killer bin Kutub udah mau  jagain dan nemanin aku." bisik Ai pada telinga Davier.

Davier yang merasa tidurnya terganggu pun terbangun dan mendapati Ai yang sudah sadar.

"Alhamdulillah, kamu udah sadar. Kamu baik-baik aja kan?" tanya Davier sembari menggenggam tangan Ai.

"Kamu kok jadi lebay gini sih. Aku baik-baik aja. Sumpah kamu beda banget deh." ucap Ai sembari tertawa dan membuat Davier menaikkan sebelah alisnya.

"Kenapa kamu ketawa? Aku ga lagi melucu Ai." ucap Davier.

"Kamu emang ga lagi ngelucu tapi ekspresi wajah kamu itu loh lucu banget." ucap Ai kembali tertawa.

"Aira Anandia Maheswari berhenti tertawa untuk hal yang tidak lucu." ucap Davier dingin.

Bukannya berhenti tertawa, Ai justru semakin kuat tertawa. Davier yang melihat cowok gadisnya tertawa lepas pun tersenyum melihatnya. Namun ia juga kesal karena Ai menertawakannya hingga Davier menggelitik perut Ai dan membuat Ai merasa geli.

"Udah dong jangan digelitik geli tau." bujuk Ai pada Davjer.

"Aku ga akan  berhenti sebelum kamu minta maaf dan ga menertawakan aku lagi Ai." tawar Davier.

"Kamu kok gitu sih. Kan aku tertawa karena emang kamu lucu. Kalo ga lucu buat apa aku ketawa." ucap Ai kesal.

"Ai, aku kan ga lagi bercanda. Aku tuh khawatir sama kamu. Nah kamunya malah gini." ucap Davier lembut.

"Tau ah, aku ga mau ngobrol lagi sama kamu. Aku mau tidur aja." ucap Ai sembari memejamkan mata dan berbalik badan membelakangi Davier.

"Ai, kamu jangan ngambek gini dong." ucap Davier, namun ucapannya tak digubris oleh Ai.

"Ai, aku kan khawatir sama kamu, ya aku kesal dong ketika aku khawatir kamunya malah ketawain aku." ucapnya lagi namun nihil ucaoannya tak lagi digubris oleh Ai hingga Davier pun menyerah.

Setelah memastikan Ai yang kembali tertidur lelap ia pun beranjak dari duduknya dan keluar untuk mencari angin segar. Ia sudah tidak bisa tidur jika sudah terbangun. Akhirnya ia menuju ke taman rumah sakit dan menduduki dirinya di salah satu bangku yang ada di taman rumah sakit tersebut.

Baru saja ia menduduki dirinya di bangku taman ada seseorang yang membuatnya terkejut karena menepuk pundaknya. Ia menoleh dan mendapati Nayla yang sedang berdiri di sampingnya.

"Eh Kak Nay." ucapnya.

"Maaf buat kamu kaget. Aku tadi ga sengaja liat kamu keluar dari lorong rumah sakit." ucap Nayla.

"Iya kak, aku lagi cari angin segar aja." ucap Davier.

"Di jam sepagi ini? Ayolah Davier ini bahkan belum pagi, ini masih subuh." ucap Nayla.

"Sebenarnya aku terbangun karena ada yang mengganggu tidurku. Saat aku terbangun ternyata Ai sudah sadar." ucap Davier.

"Syukurlah kalo Ai sudah sadar. Tapi kenapa kamu di sini dan tidak menemaninya?" tanya Nayla penasaran.

"itu dia masalahnya. Ai sedang marah padaku kak. Seharusnya aku yang marah padanya karena menertawakan aku yang begitu khawatir padanya." jelas Davier.

"Jadi karena itu. Kamu harus tau satu fakta tentang Ai dan aku yakin setelah ini kamu masih mengerti bagaimana harus menghadapinya." ucap Nayla sembari tersenyum.

"Apa itu kak?" tanya Davier.

"Pertama, jangan kamu pikir Ai itu tidak memiliki sisi manja dalam dirinya karena selama ini ia tampak dewasa. Kamu salah betul. Ai itu manja jik ia sedang sakit. Seperti saat ini, ia bukan marah padamu tapi ia berusaha mendapatkan perhatianmu." jelas Nayla.

"Kedua, Ai berbeda dari gadis yang lainnya. Ia dengan mudahnya tettawa lepas hanya karena sesuatu hal kecil yang menurutnya memang lucu. Jadi jika menurut kamu tidak ada sesuatu yang lucu, tapi menurutnya lucu pasti ada sesuatu yang menarik pikirannya dan asumsinya itu sangat unik. Kamu harus pahami itu, karena kamu akan menjadi  orang penting dalam setiap momen yang dilalui." jelas Nayla lagi dan diangguki oleh Davier sebagai pertanda bahwa ia paham dengan penjelasan Nayla.

Tak terasa pembicaraan mereka cukup memakan waktu lama. Langit yang awalnya gelap mulai memancarkan cahaya terang dari matahari yang pelan-pelan mengintip dari balik awan.

Di ruang rawat Arsyad, Arrayn dan Ai sudah bangun dari mimpi indahnya. Davier masuk hendak memeriksa keadaan Ai.

"Darimaan aja lo? Pas kita bangun lo udah ga ada?" tanya Arrayn.

"Abis cari angin segar." balas Davier.

"Vier, gue sama Arrayn harus puang karena akan ke kantor. Kit titip Ai ya, kalo ada apa-apa kabarin." ucap Arsyad.

"Oke." balas Davier singkat. Arsyad dan Arrayn pun keluar dan meninggalkan Ai dam juga Davier. Suasana pun hening.

Teranyata Ai masih marah dengan Davier. Ia tak mau berbicara sepatah kata pun. Davier yang sudah paham betul dengan sikap Ai setelah Nayla memberitahunya membuat ia mudah mengatasi Masalahya.

"Kamu butuh sesuatu?" tanya Davier lembut.

"Nggak." jawab Ai singkat.

"Kamu mau jalan-jalan keluar?" tanya Davier lagi.

"Nggak." jawab Ai.

"Kamu mau aku belikan sesuatu? " tanya  Davier lagi untuk memancing kekesalan Ai.

"Oh gitu. Ya udah kalo gitu." ucap Davier.

"Nih orang ga peka apa atau pura-pura ga tau sih?" batin Ai

"Kamu lucu deh kalo kesal gitu. Makin tambah sayang dan cinta aku Ai." batin Davier.

Ai yang kesal dengan Davier pun bersikap masa bodoh. Ia pun memaninkan ponselnya dan berselancar di media sosial miliknya. Tiba-tiba ia kebelet ingin ke toilet. Ia pun turun dari brankar dengan tubuh gontai karena masih lemas. Davier yang melihat itu pun segera meraih Ai.

"Kamu ga papa? Kalo butuh sesuatu bilang ke aku." ucap Davier dengan memappah tubuh Ai dan membuat tangan Ai merangkul lehernya.

"Ih awas, aku bisa sendiri." ketus Ai.

"Bisa gimana, kamu tuh masih lemas. Udah kamu mau kemana biar aku antar. Mau ke toilet?" tanya Davier.

"Iya, aku mau ke toilet. Udah ga tahan nih." ucap Ai dengan malu-malu.

"Sini aku bantu ya." ucap Davier.

"Kamu diem di sini awas ngintip, aku tonjok ntar." ancam Ai dan membuat Davier terkekeh.

"Udah enakkan?" tanya Davier dan dibalas anggukan oleh Ai.

"Ai, kamu tau ga sama film Harry Potter?" tanya Davier.

"Iya tau kenapa?"  tanya Ai balik.

"Kamu tau kan siapa penulisnya?" tanya Davier lagi.

"Iya tau, nama penulisnya itu J. K Rowling. Emang kenapa kamu tanya ini?" tanya Ai lagi.

"Kamu tau sejarah gimana dia bisa sampai terkenal seperti sekarang?" tanya Davier lagi.

"Iya tau. Banyak banget rintangan yang udah dja lewatin sampai bisa karya itu terbit. Ia pernah di tolak penerbit berkali-kali namun dia ga pernah nyerah apalagi putus asa. Nah dan akhirnya karyanya tembus jadi buku yang digemari oleh banyak orang dan bahkan  diadaptasi ke dalam film lagi." jelasnya.

"Eh.. Tunggu ngapain aku bicara sama kamu, kan aku lagi marahan." ucapnya.

"Ai, kamu tau kisah J. K Rowling itu hampir mirip sama kisah kita. Dimana aku dan kamu sama-sama berjuang untuk membuat perasaan kita tembus di dalam hati kita hingga pada akhirnya di adaptasi  ke dalam sebuah rasa cinta diantara kita." ucap Davier yang membuat Ai blushing dan malu. Untung saja Davier berbicara dengan tidak menatapnya. Jika tidak Davier akan merasa bangga karena telah berhasi membuat dirinya blushing.

"Davier, kamu jangan ngerayu aku supaya mau maafin kamu deh." ucap Ai padahal ia bamax (Baper Maximal).

"Aku ga lagi merayu Ai. Aku serius dan kamu juga tahu itu. Ai seandainya dalam dunia nyata bumbu dapur itu rasanya seperti cinta aku ke kamu, maka aku ga akan membiarkan orang lain memilikimu atau bahkan mencicipi bagaiamana rasa makanan karena bumbu cintamu." ucap Davier lagi dan kali ini Ai tak mampu menahannya lagi.

"Davier, kamu tuh ya kenapa bisa jadi seperti obat  yang dapat menyembuhkan segala penyakit di dunia ini sih. Seperti sekarang kamu mampu menyembuhkan penyakit aku yang jelas-jelas ga ada obatnya." ucap Ai seraya berjalan memeluk Davier.

"Karena ramuan obat-obatan aku sangat lengkap terutama kamu yang sekarang sudah melengkapi hidupku dengan penuh cinta dan kasih sayang." ucap Davier.

"Davier, udah dong gombalnya. Aku udah ngaku kalah nih. Aku ga bisa marah lama-lama sama kamu kalo kayak gini seterusnya." ucap Ai.

"Kamu udah ga marah?" tanya Davier.

"Udah nggak, ndk karena kamu udah menyembuhkannya." ucap Ai.

----------------Next Update----------------

Minggu, 28 Juni 2020

Salam Hangat

Author Halu

1
Sulastrie Herlina
masa panggil suami nama doang,
Cut Yulia Riza
krng suka ama sikap nya ai.. kyk gak menghargai suami bgt
Yenni Safitrii
hallo thorr semangat ya ceritanya menarik cukup bikin penasaran 🤭👍
Ikaa Sri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ikaa Sri
sudahhh kepooo aja pak dosenn mahhh
Tia Oktavianti: Halo Ika Sari, Have an ya baca ceritanya.
Kepo dong Dosen kan juga manusia 🤣🤣
total 1 replies
Zuny Achmad
za allah brrti tdi ksayangan yng di mksud pandu ya kak 😭😭😭
Zuny Achmad
q pnasaran ksayangan itu siapa ya kak yng dmakamkan?
Tia Oktavianti: Halo Zuny Achmad, have an dengan ceritanya.
Kalo kamu penasaran yuk lanjut dibaca
total 1 replies
Zuny Achmad
😂😂😂 ada yng cemburu 😜😜
Qaisaa Nazarudin
Hadeeehhh nyesek aku,,yg paling kasian itu Davier,,,😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Aira tega banget gak mau jujur ama keluarga,,Ayah nya ngotot tuh mau Ai nikah cepat,,🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Waahh bakal kasian deh Davier nanti kalo mereka jadi nikah,,tp semoga aja setelah menikah Aira bisa sembuh ya,,
Qaisaa Nazarudin
OMG Aira menghidap kanker???!!😱😱😱😭😭😭Semoga Aira bisa sembuh🤲🏻🤲🏻🤲🏻🥲
Qaisaa Nazarudin
Adek kamu tuh Vina yg jadi suaminya Ai,,Kamu tenang aja,calon adek ipar kamu tuh,,😂😂
Qaisaa Nazarudin
Nah ntar ketemu nih sama Aira dan pandu,,pasti Aira akan mengira kalau vina itu istrinya Vier,kan di kampus perkenalan diri nya udah status nikah kan..??
Qaisaa Nazarudin
Takutnya Aira udah nyaman aja sama Pandu,,gimana ya..?
Qaisaa Nazarudin
Kan udah ketemu ama calon nya juga keluarganya tadi pak,,😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Wahhh berarti waktu perkenalan di kampus tadi Davier boong dong ngaku nya udah nikah,,Takut di incar mahasiswi sendiri ya pak??🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Oohh baru aku ngeuh kenapa Aira manggil diri nya dan Pandu Mommy dan Daddy nya Disti,,Anak angkatnya Aira ya,kasian deh Disti yatim piatu😭😭
Qaisaa Nazarudin
Waahh mulai kepo nih pak disen nya😂😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Udah menikah??bukan kah ini jodohnya Ai??🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!