NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Syuuu.

Dalam hitungan menit, area pabrik baja yang luas itu kembali sepi seperti sediakala.

Deni berdiri sendirian di tengah halaman pabrik sambil merogoh saku jaketnya mencari sesuatu.

"Untung saja permen karetku tidak jatuh saat menendang tadi."

Deni memasukkan permen karet rasa stroberi ke dalam mulutnya dan mengunyahnya pelan.

Nyam nyam.

Tiba-tiba suara notifikasi yang sangat dinantikan berdering nyaring di dalam kepala Deni.

Ting.

[Sistem Raja Kurir Menyelesaikan Misi Sampingan Penghancuran Cabang Serikat Bayangan Hitam]

[Hadiah sepuluh ulasan bintang lima berhasil diklaim secara otomatis oleh sistem]

[Progres Tuan sekarang resmi meningkat menjadi dua puluh empat dari seribu ulasan bintang lima]

Mata Deni langsung berbinar terang melihat tulisan melayang di udara itu.

Dia tersenyum sangat lebar sampai giginya yang putih terlihat semua.

"Wah langsung loncat jadi dua puluh empat ulasan, kerja bagus sekali sistem kesayanganku."

"Ternyata menghancurkan markas preman lebih menguntungkan daripada mengantar seratus paket makanan sekaligus."

"Kalau tahu begini dari awal, aku pasti sudah mencari markas pusat mereka saja sekalian."

Deni terus bergumam sendiri karena merasa sangat gembira dengan pencapaiannya siang ini.

Dia segera berjalan santai menuju ke luar gerbang pabrik tempat dia memarkirkan motor bebek pinjamannya.

Tap tap tap.

Deni memasukkan kunci motornya dan menyalakan mesinnya yang bersuara agak kasar.

Brumm brumm.

"Ayo motor butut, kita harus segera kembali ke kantor sebelum Nona Clara panik dan memanggil polisi."

Motor matic itu melaju membelah jalanan kawasan industri dengan kecepatan sedang di bawah terik matahari siang.

Angin panas meniup wajah Deni tapi dia sama sekali tidak merasa kegerahan berkat tenaga dalam yang mengalir di tubuhnya.

Sepanjang jalan, Deni terus memikirkan menu makan siang apa yang menunggunya di kantor.

"Kira-kira Siska memesan ayam goreng atau ikan bakar ya siang ini."

"Nona Clara biasanya suka memesan makanan laut kalau sedang banyak pikiran."

"Semoga saja ada udang saus tiram kesukaanku."

Sekitar empat puluh menit kemudian, motor matic yang dikendarai Deni sampai di pelataran parkir gedung Grup Nirvana.

Deni memarkirkan motornya di tempat khusus kurir lalu berjalan masuk ke dalam lobi utama.

Suasana lobi kantor itu sudah jauh lebih bersih dibandingkan saat pagi tadi.

Pecahan kaca pintu sudah disapu bersih dan meja resepsionis yang hancur juga sudah diganti dengan meja sementara.

Para satpam yang sedang berjaga langsung berdiri tegak dan memberi hormat saat melihat Deni masuk.

"Selamat siang Tuan Deni."

Sapa para satpam itu serempak dengan wajah penuh kekaguman.

Mereka sudah menganggap Deni sebagai pahlawan yang menyelamatkan perusahaan mereka hari ini.

"Siang paman-paman satpam, kerjanya yang semangat ya."

Balas Deni sambil melambaikan tangan dengan gaya ala pejabat yang sedang berkampanye.

Deni berjalan santai menuju area lift khusus petinggi perusahaan.

Di saat yang bersamaan, pintu lift terbuka dan menampilkan sosok Clara serta Siska yang baru saja turun dari lantai atas.

Wajah Clara terlihat sangat cemas dengan dahi yang berkerut dalam.

Namun saat matanya menangkap sosok pemuda berjaket oranye di depan lift, raut wajahnya langsung berubah lega.

"Deni."

Clara langsung berlari kecil menghampiri pengawalnya itu tanpa mempedulikan pandangan karyawan lain.

"Kamu dari mana saja Deni, aku sudah mau menelpon kantor polisi karena kamu tidak kunjung kembali."

Tanya Clara sambil memegang kedua lengan jaket Deni dengan erat.

Mata indahnya menatap Deni dari atas sampai bawah untuk mencari luka atau noda darah.

"Aku kan sudah bilang mau mengantar paket balasan ke pabrik baja tua Nona bos."

Jawab Deni dengan senyum santai seolah dia baru saja pulang dari pasar malam.

"Dan hasilnya sangat memuaskan, markas mereka sekarang sudah bersih tanpa sisa satupun."

Siska yang berdiri di samping Clara langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan karena merasa sangat tidak percaya.

"Kamu benar-benar pergi ke sana dan meratakan markas cabang mereka sendirian Deni."

Tanya Siska dengan nada suara yang sedikit meninggi karena takjub.

"Iya Siska, kebetulan tempatnya sangat sepi jadi aku tidak perlu antri panjang untuk menghajar mereka."

Canda Deni sambil tertawa cengengesan memamerkan deretan giginya.

Clara menghela nafas panjang dan melepaskan pegangannya dari lengan Deni.

Dia merasa lega tapi sekaligus kesal karena pengawalnya ini selalu menganggap remeh bahaya.

"Kamu ini selalu saja bertindak gegabah Deni."

"Bagaimana kalau mereka punya senjata api, tubuhmu itu kan bukan terbuat dari besi baja."

Omel Clara yang menunjukkan sisi keibuannya saat sedang khawatir.

"Nona bos tenang saja, jangankan senjata api, peluru meriam pun akan meledak duluan sebelum menyentuh jaket oranyeku ini."

Jawab Deni membual dengan sangat percaya diri.

Clara hanya bisa memutar bola matanya mendengar bualan pengawalnya itu.

Tapi di dalam hatinya, Clara merasa sangat bersyukur karena pemuda ini selalu kembali dalam keadaan selamat.

"Syukurlah kalau kamu memang baik-baik saja dan tidak terluka sedikit pun di sana."

Ucap Clara dengan nada yang jauh lebih lembut dan tulus.

Deni langsung mengingat tujuan utamanya dan memasang muka memelas yang dibuat-buat.

Dia merogoh saku celananya lalu menyodorkan ponsel bututnya tepat ke depan hidung Clara.

"Kalau Nona bos memang bersyukur, jangan lupa lunasi janji Nona untuk memberikan ulasan bintang lima di aplikasiku ya."

Tagih Deni tanpa punya rasa malu sedikit pun di depan banyak orang.

Clara tertawa renyah melihat tingkah laku Deni yang sama sekali tidak pernah berubah.

Di saat orang lain mungkin akan meminta bonus uang atau naik jabatan, pemuda ini hanya memikirkan ulasan bintang lima.

"Iya dasar kurir bawel penyuka ulasan."

"Sini ponselmu biar aku ketikkan ulasan yang paling panjang dan paling bagus sedunia khusus untukmu."

Kata Clara sambil mengambil ponsel butut itu dari tangan Deni.

Jari-jari lentik Clara mulai mengetik dengan cepat di atas layar ponsel yang retak di bagian ujungnya itu.

Ting.

[Sistem Raja Kurir Merespon Pelanggan Clara memberikan ulasan bintang lima atas keberhasilan mengatasi masalah hingga tuntas]

[Progres Tuan bertambah menjadi dua puluh lima dari seribu ulasan bintang lima]

Deni langsung mengepalkan tangan kanannya ke udara sambil bersorak dalam hati.

"Mantap, progresnya naik lagi jadi dua puluh lima."

"Terima kasih ulasannya Nona bos yang paling cantik sedunia."

Deni membungkukkan badannya sedikit dengan gaya pangeran yang sedang berterima kasih.

"Sekarang kan jam makan siang sudah tiba, jadi aku mau cari makan dulu ke kantin bawah ya."

Pamit Deni yang sudah tidak sabar ingin mengisi perutnya yang kosong.

Tapi Clara dengan sigap menarik bagian belakang kerah jaket Deni sebelum pemuda itu sempat melangkah pergi.

Sret.

"Tunggu dulu Deni, kamu tidak boleh makan di kantin hari ini."

Ucap Clara menahan langkah pengawalnya itu.

Deni menoleh dengan wajah bingung dan sedikit panik.

"Lho kenapa Nona bos, apa uang jajan bulananku sudah dipotong gara-gara merusak meja resepsionis tadi pagi."

Tanya Deni memegang dompet tipisnya.

Clara dan Siska langsung tertawa lepas mendengar pertanyaan polos tersebut.

"Bukan begitu Deni, hari ini kita bertiga akan makan bersama di restoran mewah lantai atas."

Jelas Clara sambil tersenyum hangat.

"Ini sebagai perayaan kecil-kecilan atas kemenangan kita hari ini dan juga sebagai tanda terima kasihku padamu."

Mendengar kata restoran mewah dan makan bersama, mata Deni kembali berbinar sangat terang.

"Wah kalau soal makan makanan mewah gratisan, aku selalu siap sedia Nona bos."

Jawab Deni dengan penuh semangat sampai air liurnya hampir menetes membayangkan makanan lezat.

Siska menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Deni.

"Kamu ini memang isi kepalanya cuma ulasan dan makanan saja ya Deni."

Sindir Siska sambil berjalan mendahului mereka menuju lift.

"Dua hal itu adalah kunci kebahagiaan hidup Siska, kamu harus belajar banyak dariku."

Balas Deni dengan nada bangga yang dibuat-buat.

Mereka bertiga akhirnya berjalan beriringan masuk ke dalam lift VIP.

Di dalam lift yang bergerak naik perlahan, Deni terus berbicara tentang menu makanan.

"Nona Clara, di restoran atas nanti porsi nasinya banyak tidak ya."

"Biasanya restoran mewah itu piringnya saja yang besar tapi nasinya cuma sekepal tangan bayi."

"Kalau begitu kan perut kurirku ini tidak akan kenyang."

Clara memijat pelipisnya pelan mendengar keluhan Deni yang belum juga berhenti.

"Kamu pesan saja nasi tambahannya lima porsi Deni, aku yang bayar semuanya hari ini."

Jawab Clara dengan nada pasrah tapi bibirnya tetap menyunggingkan senyuman.

"Nah ini baru bos terbaik abad ini."

"Siska, kamu dengar sendiri kan, jadi nanti jangan melarangku pesan banyak makanan ya."

Siska hanya membuang muka ke arah pintu lift pura-pura tidak kenal dengan pemuda di sebelahnya itu.

Ting.

Pintu lift berdenting lembut menandakan mereka telah sampai di lantai tujuan.

Aroma harum masakan kualitas bintang lima langsung menyambut indra penciuman Deni.

Deni melangkah keluar lift dengan langkah lebar dan dada dibusungkan.

Hari ini dia akan makan besar setelah lelah berolahraga membasmi para preman amatir.

Dan yang paling penting, progres ulasan sistemnya terus berjalan mulus menuju target seribu bintang.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!