NovelToon NovelToon
Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Sistem / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:53.1k
Nilai: 5
Nama Author: Galih Lestari

"Dikhianati istri, diperas mertua, membesarkan anak yang bukan darah dagingnya.

Raka Pratama hidup bak budak — sampai ia terlahir kembali dengan Sistem Cashback 10x. Sekarang, setiap rupiah yang ia habiskan kembali sepuluh kali lipat.

Perceraian? Ia yang memulai. Konglomerat yang mengancam? Hancur. Pejabat korup? Ditangkap hidup-hidup. Dari nol menuju jajaran orang terkaya dunia — ini bukan dongeng. Ini balas dendam.
"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galih Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4

Bab 4 - Belanja Gila-gilaan

"Raka... kamu berani menolak Ibu?"

Raka menyambungkan kabel monitor, lalu menekan tombol daya. Layar besar di depannya menyala sempurna.

"Aku bukan menolak ibumu," katanya. "Aku menolak membayar utang judi Budi."

"Sama saja!"

"Tidak." Raka berbalik. "Kalau Budi sakit dan perlu dibawa ke rumah sakit, kita bisa bicara. Kalau dia kalah judi lalu menyuruhku menutup lubangnya, itu urusannya."

Ratna menunjuk kotak-kotak elektronik di ruang tengah. "Kamu bisa menghabiskan puluhan juta untuk barang begini, tapi enam juta untuk keluargaku tiba-tiba tidak punya?"

"Aku punya."

Jawaban itu membuat Ratna berhenti.

Raka menatapnya tanpa menghindar. "Aku hanya tidak mau."

Wajah Ratna memerah. Ia tampak ingin meledak, tetapi ponselnya kembali berdering. Bu Sumini menelepon lagi.

Ratna meraih tasnya.

"Kita belum selesai."

"Bagiku sudah."

Pintu apartemen dibanting.

Raka mendengar langkah Ratna menjauh di koridor. Ia tidak mengejar. Ia duduk di depan komputer baru dan membuka lembar perencanaan yang sudah dibuat semalam.

Saldo Rp 544.143.900 tampak besar bagi seorang programmer.

Namun untuk membeli mobil mewah secara tunai, mendirikan perusahaan, menyewa kantor, dan membangun perlindungan hukum, jumlah itu belum cukup.

Ia harus menaikkan modal sekali lagi.

Kali ini bukan dengan membeli barang kecil.

Selama dua hari berikutnya, Raka mengunjungi beberapa penyedia resmi. Ia menyewa satu private office kecil di sebuah serviced office untuk dua tahun, lengkap dengan ruang rapat dan layanan surat-menyurat. Ia belum mendirikan PT, tetapi kontrak tersebut dapat digunakan untuk alamat korespondensi bisnis pribadi dan dialihkan setelah perusahaan terbentuk.

"Pembayaran dua tahun di muka tidak dapat dikembalikan setelah akses diaktifkan," jelas konsultan gedung.

"Aktifkan hari ini."

"Totalnya Rp 180 juta, Pak Raka."

Raka membaca kontrak sampai halaman terakhir. Ruangannya nyata, layanannya jelas, dan harga tercantum resmi.

Ia menandatangani.

[Pengeluaran sah terdeteksi: Rp 180.000.000.]

[Cashback 10x: Rp 1.800.000.000.]

Saldo baru: Rp 2.164.143.900.

Transaksi kedua adalah paket server, workstation cadangan, perangkat jaringan, serta layanan instalasi dan pemeliharaan tiga tahun dari distributor resmi. Total Rp 120 juta.

[Cashback 10x: Rp 1.200.000.000.]

Saldo baru: Rp 3.244.143.900.

Raka melanjutkan dengan premi asuransi kesehatan dan perlindungan kecelakaan berjangka panjang sebesar Rp 60 juta. Di kehidupan sebelumnya, satu serangan jantung mengakhiri hidupnya tanpa siapa pun datang menolong. Kali ini, ia tidak akan menganggap tubuh kuat sebagai alasan untuk mengabaikan perlindungan nyata.

[Cashback 10x: Rp 600.000.000.]

Saldo baru: Rp 3.784.143.900.

Transaksi terakhir adalah paket pelatihan profesional, lisensi perangkat lunak pengembangan, layanan keamanan data, dan penyimpanan bisnis tiga tahun. Total Rp 80 juta.

[Cashback 10x: Rp 800.000.000.]

Saldo baru: Rp 4.504.143.900.

Raka duduk sendirian di ruang kantor barunya.

Di atas meja ada empat kontrak, empat faktur pajak, dan empat bukti pembayaran. Setiap barang serta layanan memiliki kegunaan. Tidak ada transaksi fiktif. Tidak ada uang berputar kembali kepada dirinya sendiri.

Ia membuka panel.

"Kalau aku mendirikan perusahaan sendiri, lalu membeli jasa perusahaan itu dengan uang pribadiku?"

[Transaksi dengan penerima manfaat akhir yang sama tidak dihitung.]

"Kalau barang ini kukembalikan?"

[Cashback terkait akan ditarik kembali.]

"Kalau aku menjual barangnya setelah dipakai?"

[Penjualan kembali yang wajar tidak membatalkan cashback. Transaksi yang dirancang untuk memanipulasi sistem akan ditolak.]

Jawabannya tegas.

Tidak ada jalan pintas murahan.

Raka menyukai itu. Sistem memaksanya menciptakan transaksi yang benar-benar meninggalkan aset, kemampuan, atau manfaat. Setiap rupiah yang keluar menghasilkan uang sekaligus membangun fondasi kehidupan barunya.

Ia menutup laptop.

Sekarang, ia punya modal untuk membeli sesuatu yang selama ini hanya berani ia lihat dari trotoar.

Sore itu, Raka tiba di authorized dealer Toyota di Surabaya. Gedungnya terang, lantainya mengilap, dan beberapa mobil terbaru dipajang di bawah lampu putih.

Seorang sales bernama Dimas menghampiri. Matanya sempat singgah pada jam tangan Raka, lalu pada pakaian sederhana yang dikenakannya.

"Selamat sore, Pak. Sedang mencari kendaraan keluarga atau untuk bisnis?"

"Toyota Alphard."

Dimas tidak menunjukkan keraguan. "Varian dan warna tertentu, Pak?"

"Yang stoknya tersedia. Hitam."

"Ada satu unit siap proses. Silakan."

Mereka berhenti di depan Toyota Alphard hitam. Badannya besar, catnya memantulkan lampu ruang pamer seperti permukaan air gelap. Kabin belakangnya memiliki kursi captain seat, pintu otomatis, dan ruang yang terasa lebih luas daripada kamar apartemen Raka.

Raka duduk di belakang selama beberapa detik.

Di kehidupan sebelumnya, ia pernah mengantar Ratna ke acara keluarga menggunakan motor tua saat hujan. Bu Sumini mengeluh sepanjang perjalanan dan mengatakan menantu orang lain sudah membawa mobil.

Kemudian, saat Raka mengumpulkan uang untuk membeli mobil bekas, Budi datang dengan utang baru.

Tabungan itu hilang dalam satu malam.

"Bagaimana, Pak?" tanya Dimas dari samping pintu.

Raka mengusap sandaran tangan berlapis kulit.

"Berapa harga on the road?"

"Dengan paket asuransi dan perlengkapan yang tersedia, sekitar Rp 1,2 miliar. Untuk kredit, kami bisa—"

"Saya bayar penuh."

Dimas berhenti sesaat. "Tunai, Pak?"

"Transfer penuh."

Nada bicara sales itu langsung menjadi lebih hati-hati. Ia mengulanginya untuk memastikan ia tidak salah dengar.

"Baik. Kami siapkan invoice dan pemeriksaan unit. Untuk STNK dan BPKB permanen tetap mengikuti proses registrasi. Jika Bapak ingin membawa unit setelah serah terima, kami urus STCK dan pelat sementara yang sah lebih dulu."

"Berapa lama?"

"Unit bisa diserahterimakan lusa setelah pemeriksaan, asuransi aktif, dan dokumen sementara selesai."

"Proses."

Di meja pembayaran, Raka membaca semua dokumen. Nomor rangka, nomor mesin, nilai asuransi, biaya administrasi, dan jadwal dokumen permanen sesuai.

Ia menekan tombol konfirmasi transfer.

Rp 1.200.000.000 keluar dari rekening.

Dimas melihat notifikasi pembayaran pada sistem dealer. Tatapan profesionalnya berubah menjadi penghormatan yang lebih nyata.

"Pembayaran sudah kami terima penuh, Pak Raka."

Panel sistem muncul.

[Pengeluaran sah terdeteksi: Rp 1.200.000.000.]

[Cashback 10x: Rp 12.000.000.000.]

Ponsel Raka bergetar.

Saldo baru: Rp 15.304.143.900.

Belasan miliar.

Angka itu terpampang di layar tanpa kesalahan. Dana masuk dilengkapi nomor referensi dan catatan sebagai pendapatan cashback sah. Sistem bahkan menampilkan dokumen pajak digital yang dapat dicocokkan dengan mutasi rekening.

Raka mengunci layar.

Wajahnya tetap tenang, tetapi aliran darah di tubuhnya terasa lebih cepat.

Pagi tadi ia masih menghitung bagaimana mengubah ratusan juta menjadi modal besar.

Sekarang sebuah mobil seharga Rp 1,2 miliar justru membuatnya lebih kaya Rp 10,8 miliar bersih.

Selama dua hari menunggu penyerahan unit, Raka membeli dua setelan kerja berkualitas, satu jam formal, serta perlengkapan tambahan untuk kantor. Ia tidak berkeliling membawa rombongan atau memamerkan saldo. Ia hanya membayar, menyimpan faktur, dan melihat angka panel melonjak lagi.

Total pengeluaran tambahan: Rp 100 juta.

Cashback: Rp 1 miliar.

Saldo akhir: Rp 16.204.143.900.

Pada hari kelima sejak kelahirannya kembali, Dimas menyerahkan kunci Alphard.

"Asuransi aktif. STCK dan pelat sementara ada di map ini. Dokumen permanen kami kabari sesuai jadwal," katanya. "Selamat atas mobil barunya, Pak Raka."

Raka menerima kunci itu.

Bobotnya ringan.

Namun di telapak tangannya, benda kecil tersebut terasa seperti bukti bahwa hidup lama benar-benar telah berakhir.

Ia masuk ke kursi pengemudi. Mesin menyala halus. Kabin kedap memutus kebisingan jalan di luar.

Ketika Alphard hitam itu keluar dari dealer, beberapa sales menoleh. Dimas berdiri di dekat pintu kaca, masih memandang mobil yang baru dibayar penuh oleh pria muda tanpa banyak bicara.

Raka mengemudi melewati Surabaya dengan kedua tangan tenang di kemudi. Ia belum terbiasa dengan ukuran kendaraan sebesar ini, jadi ia menjaga kecepatan dan memberi jarak lebih panjang.

Tidak ada musik keras.

Tidak ada teriakan kemenangan.

Hanya mesin halus, jam baru di pergelangan tangan, dan saldo belasan miliar yang tersimpan di rekening atas namanya sendiri.

Menjelang sore, Alphard memasuki area apartemen.

Beberapa penghuni menoleh. Mobil semahal itu jarang masuk ke kompleks murah tersebut.

Di dekat tangga, seorang pemuda dengan kaus kusut sedang memainkan ponsel. Rokok terselip di bibirnya. Ketika melihat Alphard berhenti, ia berdiri dan berjalan mendekat dengan mata berbinar.

Raka mengenal wajah itu terlalu baik.

Budi.

Pintu pengemudi terbuka.

Budi melihat Raka turun sambil memegang kunci. Rokok di bibirnya hampir jatuh.

"Mas Raka... ini... ini mobil siapa?!"

1
Wega Luna
ka,rumah kita dekat dong ,saya tinggal di belakang perumahan Citraland🤣🤣🤣🤣, sawah saya sudah dibeli Citraland,,cuma masih boleh ditanami belum dibangun🤭🤭🤭
casanova
kurang suka bacanya
Tyo Reanu
bener2...dont judge a book by its cover....
Tyo Reanu
Awalnya, sempat mengira cerita ini hanya akan seperti cerita2 sistem pada umumnya, cheesy,dendam,absurd...dan saya mintamaaf yang sebesar2nya untuk penulis akan itu.
mungkin sepertinya, baru kali ini aku baca cerita di platform online yang punya alur, bahasa dan kekuatan cerita kaya gini.
terimakasih untuk cerita luarbiasa nya Gan....
irena
bagus banget ceritanya thor
Anonim
ceritanya menarik
Zidan Official
knp GK ceraiii aja woii
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Aang Reza
bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!