Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.
Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.
Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Angin pagi berembus pelan di halaman depan Kediaman Keluarga Shen. Namun tidak seorang pun merasakan ketenangan.
Puluhan murid perguruan yang berjaga di gerbang telah tumbang. Sebagian hanya terluka, tetapi tak sedikit yang kehilangan kesadaran akibat tekanan aura lawan. Di tengah gerbang...
Pria berjubah hitam masih berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung. Wajahnya tertutup topeng perak. Tatapannya tenang, seolah puluhan pendekar di hadapannya sama sekali bukan ancaman.
Han Tian melangkah keluar lebih dahulu, diikuti Yan Luo, Qin Feng, serta beberapa pemimpin perguruan.
Di belakang mereka...
Shen Yu, Lin Xue, Mu Xueyi, dan Mei Lihua ikut keluar menuju halaman depan.
Pria berjubah hitam itu perlahan mengalihkan pandangannya. Matanya menyapu satu per satu orang yang berdiri di hadapannya.
Namun tatapannya berhenti cukup lama pada Lin Xue.
"Hmm...jadi aura tua yang kurasakan berasal darimu."
Lin Xue tetap tenang.
"Kau datang ke tempat yang salah."
Pria itu tertawa kecil.
"Aku tidak datang untuk bertarung denganmu, aku hanya ingin mengambil seorang gadis."
Tatapannya beralih kepada Mei Lihua.
"Dan..."
Ia kembali memandang seluruh orang yang hadir.
"...mencari pemilik aura emas yang muncul beberapa hari lalu."
Begitu kalimat itu terdengar...
Shen Yu langsung menyipitkan mata.
Lin Xue pun langsung memahami situasinya. Musuh belum mengetahui siapa pemilik aura emas tersebut.
Artinya...
Selama identitas Shen Yu tidak terbongkar, mereka masih memiliki keuntungan.
Han Tian maju selangkah.
"Kalau begitu kau boleh kembali, karena gadis ini tidak akan kami serahkan."
Pria berjubah hitam menggeleng pelan.
"Sayang sekali. Padahal aku berharap kalian lebih bijaksana."
Yan Luo menggenggam gagang pedangnya.
"Kalau ingin mengambil seseorang lewati kami dulu."
Pria berjubah hitam memandang Yan Luo sebentar.
Lalu menggeleng.
"Kau terlalu lemah."
Ucapan itu membuat beberapa murid perguruan langsung marah.
"Sombong!"
"Berani sekali menghina Senior Yan!"
Namun Yan Luo justru mengangkat tangan memberi isyarat agar semua tetap tenang. Ia dapat merasakan...
Orang di depannya memang bukan lawan biasa. Saat itulah Qin Feng melangkah ke depan.
"Kalau diperhatikan kau hanyalah bawahan mereka."
Pria berjubah hitam sedikit terkejut.
"Oh? Pemimpin kami tidak perlu turun tangan untuk menghadapi kalian"
Ucap pria berjubah hitam itu dengan angkuhnya.
Qin Feng melanjutkan,
"Aura milikmu kuat. Tetapi tidak sekuat lima orang yang sedang bersembunyi puluhan kilometer dari sini."
Kalimat itu membuat suasana langsung berubah.
Bahkan Lin Xue sedikit menoleh.
"Dia sudah mengetahui keberadaan mereka?"
Pria berjubah hitam sedikit terkejut lalu tertawa pelan.
"Seperti yang diharapkan dari Penjaga Langit. Pengamatanmu cukup tajam."
Han Tian dan Yan Luo saling berpandangan. Jadi...
Lima Raja Kegelapan memang sudah berada di sekitar Kota Qinghe. Pria berjubah hitam kembali berbicara.
"Memang aku hanyalah seorang utusan. Tugasku hanya memastikan dua hal. Pertama apakah pewaris Keluarga Mei benar-benar berada di kota ini. Kedua apakah pemilik aura emas juga berada di sini."
Semua orang tetap diam. Tak seorang pun menjawab.
Pria berjubah hitam itu tersenyum.
"Diam juga merupakan jawaban."
Ia perlahan menutup mata. Dalam sekejap...
Gelombang energi hitam menyebar ke seluruh halaman. Benang-benang energi itu bergerak seperti asap, mengelilingi setiap orang yang berdiri di sana.
Qin Feng langsung menyadari teknik tersebut.
"Hati-hati! Itu Teknik Pencari Jiwa!"
Han Tian segera melepaskan auranya untuk melindungi para murid.
Yan Luo ikut mencabut pedangnya.
Namun...
Benang-benang hitam itu sama sekali tidak menyerang. Melainkan...
Merasakan fluktuasi energi setiap orang. Pria berjubah hitam perlahan tersenyum.
"Menarik terdapat kumpulan aura ditempat ini. Aura tua, aura pedang, aura roh bulan..."
Tatapannya berhenti sesaat pada Mu Xueyi.
Lalu...
Ia sedikit mengernyit dan bergumam dalam hatinya.
"Masih kurang ternyata pemilik aura emas itu tidak ada di sini?"
Shen Yu berdiri beberapa langkah di belakang Qin Feng. Ekspresinya tetap tenang.
Sebelum keluar tadi...
Lin Xue telah menggunakan teknik penyegel aura pada dirinya. Ditambah lagi...
Shen Yu sendiri telah mempelajari cara menekan fluktuasi energinya setelah menyerap Esensi Naga Purba. Akibatnya...
Di mata lawan, ia tampak seperti kultivator muda biasa.bPria berjubah hitam mengalihkan pandangannya kepada Shen Yu hanya sesaat. Lalu langsung mengabaikannya.
"Hanya anak muda biasa."
Shen Yu tersenyum tipis dalam hati.
"Bagus.bRencana nenek berhasil."
Namun...
Di balik topengnya, pria berjubah hitam justru masih merasa ada sesuatu yang aneh. Instingnya mengatakan...
Ada seseorang di tempat itu yang sengaja menyembunyikan diri. Tetapi ia tidak dapat membuktikannya.
Ia akhirnya menghela napas.
"Nampaknya aku datang terlalu cepat."
Ia mundur satu langkah.
"Aku akan menyampaikan hasil ini kepada Lima Raja Kegelapan."
Han Tian mengernyit.
"Kau pikir kami akan membiarkanmu pergi begitu saja?"
Pria berjubah hitam tersenyum.
"Kalau kalian bisa menghentikanku...silakan mencoba."
Seketika...
Kabut hitam meledak dari tubuhnya.
BOOM!
Pandangan semua orang tertutup sesaat. Qin Feng langsung menghunus pedangnya.
Sreet!
Satu tebasan cahaya membelah kabut menjadi dua.
Namun...
Di balik kabut itu...
Pria berjubah hitam telah menghilang. Yang tersisa hanyalah sebuah simbol hitam di tanah. Qin Feng memungut simbol itu. Ekspresinya menjadi serius.
"Lambang Pasukan Bayangan."
Lin Xue memandang lambang tersebut.
"Berarti mereka belum berniat menyerang. Mereka masih mengumpulkan informasi."
Shen Yu mengepalkan tangan.
"Artinya...mereka akan datang lagi."
Lin Xue mengangguk.
"Dan saat mereka datang kembali bukan lagi satu utusan tetapi Lima Raja Kegelapan sendiri."
Suasana kembali sunyi. Semua orang menyadari...
Peristiwa hari ini bukanlah awal dari peperangan. Melainkan hanya sebuah penyelidikan. Musuh kini telah memastikan dua fakta penting. Pewaris Keluarga Mei memang berada di Kota Qinghe.
Dan di kota yang sama...
Tersembunyi seseorang yang bahkan mampu menyembunyikan aura hingga lolos dari Teknik Pencari Jiwa. Di kejauhan...
Pria berjubah hitam telah kembali ke sebuah bukit tempat Lima Raja Kegelapan menunggu. Ia berlutut.
"Laporan. Hamba telah memastikan keberadaan pewaris Keluarga Mei. Sementara pemilik aura emas..."
Ia berhenti sejenak.
"...belum berhasil ditemukan."
Pria bertopeng merah perlahan membuka mata.
"Tidak ditemukan...Itu berarti dia lebih pintar dari dugaan kita."
Wanita berjubah hitam tersenyum tipis.
"Kalau begitu kita tinggal memaksanya keluar."
Senyum tipis mulai muncul di wajah kelima Raja Kegelapan. Mereka akhirnya memiliki alasan untuk memulai permainan yang sesungguhnya.