NovelToon NovelToon
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul / Tamat
Popularitas:809.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.

Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode — 15.

Keesokan harinya, Zahira datang ke kantor lebih pagi dari biasanya. Forum bisnis yang akan berlangsung malam nanti bukan sekadar acara makan malam biasa, melainkan pertemuan para pemilik perusahaan, investor, dan eksekutif dari berbagai sektor industri. Ia tidak ingin datang hanya sebagai pelengkap.

Di ruang kerjanya, Zahira mempelajari profil setiap perusahaan yang akan hadir. Ia memberi tanda pada beberapa nama yang berpotensi bekerja sama dengan Wiranata Corp, lalu menuliskan poin-poin penting yang mungkin dibutuhkan Revan apabila sewaktu-waktu diminta berdiskusi.

Tok.

Tok.

"Pagi, Bu Zahira." Seorang staf mengetuk pintu. "Pak Revan meminta Ibu datang ke ruang rapat kecil."

"Baik."

Beberapa menit kemudian, Zahira memasuki ruangan yang dimaksud.

Revan sudah berada di sana bersama dua direktur dan sekretarisnya, di atas meja terpajang denah lokasi acara serta daftar tamu undangan.

"Silakan duduk."

Zahira mengangguk.

"Malam nanti ada beberapa agenda yang perlu menjadi perhatian. Investor dari Singapura sedang mempertimbangkan kerja sama distribusi regional. Selain itu, akan hadir pula beberapa pemilik perusahaan manufaktur yang selama ini menjadi target ekspansi kita." Revan membuka pembicaraan tanpa basa-basi.

Ia menggeser satu map ke arah Zahira. "Pelajari profil mereka."

Zahira membuka map tersebut, hanya sekilas membaca halaman pertama ia langsung memahami arah pembicaraan.

"Kalau targetnya distribusi regional, menurut saya perusahaan tidak perlu langsung menawarkan kerja sama besar. Akan lebih aman memulai dari proyek uji coba enam bulan. Risiko kedua belah pihak lebih kecil, tetapi hasilnya tetap bisa dijadikan dasar evaluasi."

Salah seorang direktur operasional menoleh kepada Revan, usulan itu bahkan belum sempat mereka bahas.

Revan justru terlihat tenang. "Alasannya?"

"Kepercayaan." Zahira menutup map perlahan. "Investor baru biasanya tidak langsung melihat angka keuntungan. Mereka lebih dulu melihat bagaimana kita menyelesaikan masalah ketika proyek berjalan. Kalau proyek kecil berhasil, nilai kerja sama berikutnya akan jauh lebih besar."

"Masuk akal." Direktur pemasaran menganggukkan kepala.

Revan kembali membuka dokumen lain. "Tambahkan usulan itu ke dalam materi presentasi."

"Baik, Pak." Sekretarisnya langsung mencatat.

Tak lama kemudian rapat selesai. Saat semua orang keluar, direktur pemasaran berbisik kepada rekannya.

"Sekarang aku mengerti kenapa Pak Revan langsung mempercayainya."

"Bukan karena kedekatan mereka?"

Direktur itu menggeleng. "Kalau hanya mengandalkan kedekatan, orang tidak mungkin bisa menjawab secepat itu."

...***...

Di perusahaan Adikara Group, Deris baru saja selesai menandatangani beberapa dokumen ketika sekretarisnya masuk.

"Pak, malam ini Bapak mendapat undangan Forum Sinergi Bisnis Nusantara."

"Aku ingat."

"Konfirmasi kehadiran sudah kami kirim."

Deris mengangguk. "Siapkan semua berkas kerja sama."

"Baik, Pak."

Sekretaris itu sempat berhenti sebelum kembali berkata, "Pak... berdasarkan daftar tamu yang kami terima, Wiranata Corp juga akan hadir."

"Itu biasa." Deris tidak terlalu terkejut.

"Yang akan mendampingi Pak Revan adalah Bu Zahira."

Gerakan tangan Deris langsung terhenti. "Siapa?"

"Bu Zahira, Pak." Sekretaris menyerahkan daftar tamu. "Nama beliau tercantum sebagai General Manager Divisi Operasional."

Deris membaca daftar itu perlahan, ia terdiam beberapa saat. Dulu, Zahira selalu berdiri di sampingnya ketika menghadiri acara seperti ini. Kini, wanita itu hadir bersama perusahaan lain dan bersama pria lain. Hanya membayangkan pemandangan itu saja, sudah membuat dadanya terasa sesak.

Menjelang malam...

Ballroom tempat acara berlangsung mulai dipenuhi tamu. Mobil-mobil mewah berhenti silih berganti di depan pintu utama. Tak lama kemudian, sebuah sedan hitam memasuki area drop-off.

Seorang petugas segera membukakan pintu belakang, Revan turun lebih dulu.

Beberapa wartawan langsung mengangkat kamera.

"Pak Revan!"

"Pak, sebentar!"

Namun Revan hanya memberikan anggukan singkat. Sesaat kemudian, pintu sisi lainnya terbuka. Zahira turun dengan gaun panjang berwarna biru tua yang sederhana namun elegan. Rambutnya disanggul rapi, sementara riasan tipis membuat wajahnya tampak semakin anggun.

Tak sedikit tamu yang spontan menoleh.

"Bukankah itu Zahira Narapati?"

"Iya."

"Katanya beliau mantan istri Deris Adikara."

"Sekarang jadi General Manager Wiranata Corp."

Bisik-bisik mulai terdengar.

"Siap?" Revan melirik sekilas ke arah Zahira.

"Siap..." Zahira mengulas senyum tipis

"Kalau begitu, mari bekerja."

Kata-kata Revan cukup mengingatkan Zahira, bahwa mereka datang bukan untuk menunjukkan apapun pada siapapun, tapi mereka datang mewakili perusahaan.

Setengah jam kemudian, Deris dan Kayla memasuki ballroom. Baru beberapa langkah, pandangan Deris langsung menemukan sosok Zahira yang sedang berbincang dengan beberapa investor.

Untuk sesaat, Deris terpaku. Zahira terlihat semakin berbeda. Perubahan itu bukan terletak pada penampilannya, melainkan pada caranya berdiri. Wanita itu lebih percaya diri, tenang, dan berwibawa.

Kini, Zahira tidak lagi berada satu langkah di belakang seseorang. Ia berdiri sejajar dengan para pemimpin perusahaan, menyampaikan pendapatnya dengan tenang, sementara beberapa investor justru mendengarkan dengan penuh perhatian.

Pemandangan itu membuat hati Deris semakin tidak tenang, dan sebuah penyesalan kembali mengetuk pintu hatinya. Dan kali ini, rasanya jauh lebih menyakitkan daripada sebelumnya.

Sementara Kayla mengepalkan kedua tangannya, ia sudah mengetahui bahwa Zahira akan menghadiri acara tersebut. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang penuh kelicikan, semuanya telah ia siapkan. Malam ini, ia bertekad mempermalukan Zahira di hadapan para pebisnis ternama, hingga nama wanita itu tak lagi dihormati di dunia bisnis.

Namun ada satu hal yang tidak diketahui Kayla. Kini, Zahira tidak lagi menghadapi semuanya seorang diri. Tatapan tajam Revan diam-diam mengarah kepadanya. Sorot matanya menyipit, seolah telah membaca niat buruk yang disembunyikan wanita itu. Tanpa mengalihkan pandangan, Revan mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi seseorang.

1
Marina Tarigan
biasa itu kedekatan zahira dan zRevan sbgi pinpinan pasti ada pro kontra di kepala mereka karena manusia biasa S O S tdk heran satu tim pulang bersama masa jln betjarak 1 km berjln minum air es supaya adem
Marina Tarigan
almira kaila Revan bukan tandinganmu gimana reaksi orangtua kalian berdua dan inbasnya pd perusahaan keluarga kalian nantinya
Marina Tarigan
kenapa Almira Kail a perbuatan kalian berdampalk pd perusahaan keluarga kalian baru tahu rasa
Marina Tarigan
perbuatan licik merrka tdk sebanding dgn kepintaran Revan jebakan sendiri akan berbalik pd mereka berdua
Marina Tarigan
kasihan sekali 2 orang ulat bulu yg stres hari ini semoga ingin mereka mantul pdnya berdua
Marina Tarigan
kalau sdh gila merasa bahwa almira dan kayla menganggap lebih pintar👍 dari orang lain akibatnya jstuh terhina
Marina Tarigan
gimana Kayla madih benvi sm zariha
Marina Tarigan
hati 2 Xafira wanita gila ingin mencelakaimu dan juga Revan buat perlindungan bagi Zafira kasihan dia
Marina Tarigan
tunggu kehancuranmu Kayla kecemburuanmu itu adal monster bagimu bukan bagi orang lain
Marina Tarigan
pilihanmu tepat sekali sm bejatnya dgn dirimu awal kehancuranmu
Marina Tarigan
kena tampar kekasih ditempat orang2 terhormat deh hebat kan kekasihmu Deris
Marina Tarigan
kayla sdh sakit sebenarnya akibat kecemnuruan yg tdk beralasan kasihan deh lo kembali pdmu nantinya
Marina Tarigan
Kayla kecemburuanmu diluar nalar kamu kan sdh berhasil merebut suami zahira apalagi yg kamu inginkan pelindung zahira orang hebat dan dia sdh tahu sepak terjangmu sm Deris
Marina Tarigan
deris yg sdh kamu buang dan kamu hina itu adalah istri sahmu sdhlah nikmati saja hidupmu zahira juga menikmati perannya sekarang karena caramu mencersikan zahira sgtlah kasar
Marina Tarigan
eh Deris 7 thn kamu bersama zahira masa kamu tdk ingat kehebaran dia yg sering memberi masukan dan solusi sm perusahaanmu songong zekarang kamu mau tarik lg kpdmu dimana otakmu jilati sj wanifa pilihanmu itu
Marina Tarigan
hati 2 utk selanjutnya Zahira Denis akan mengejarmu terus dia sekaran g sdh gila
Marina Tarigan
bagi Deris wanita otu apa sih bodat sekali kau zetan
Marina Tarigan
hahaha panas deh tunggu sebentar lagi Kayla kamu akan menerima hasil mulutmu yg pikun itu dan sombong
Marina Tarigan
baru tahu rasa apa jadinya nanti Detis
Marina Tarigan
gitu dong zakira semangat utk firi sendiri jgn terbelenggu kesedehan bibimu ini mendukungmu dgn doa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!