Nicole Mary Wijaya adalah gadis yang sangat cantik dan genius selain itu Nicole anak dari pengusaha terkaya di negara itu dan banyak gadis dan wanita sangat iri dengan keberuntungan Nicole.
Banyak pria yang ingin melamarnya tapi Nicole selalu menolaknya dengan alasan dirinya masih suka belajar. Hingga suatu ketika dirinya dijodohkan oleh ayahnya membuat Nicole kabur dari mansion.
Sahabatnya yang sangat iri dengan Nicole menjebaknya. Apakah usahanya berhasil? Adakah pria yang bisa membuat hati Nicole membuka hatinya?
Ikuti yuk novelku yang ke 39
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyembunyikan
Malam menjelang pagi, perlahan Nicole membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya masih setia memejamkan matanya.
Tangan kanan Nicole diarahkan ke wajah suaminya sambil tersenyum bahagia. Nicole menyentuh mata, hidung, pipi dan terakhir bibir.
Nicole bangun dari ranjangnya kemudian mendekatkan wajahnya ke arah wajah suaminya lalu mengecup bibir suaminya secara singkat.
"I Love You," bisik Nicole.
"I Love You Too," jawab Raka sambil menarik tengkuk Nicole kemudian menciumnya.
Nicole langsung membalas ciuman suaminya membuat Raka membuang asal selimutnya dengan menggunakan tangan satunya. Nicole menaiki tubuh polos suaminya sambil tangan kanannya menyentuh wortel import milik suaminya untuk di belai.
Raka yang mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Raka melepaskan ciumannya kemudian menatap Nicole dengan wajah berkabut gairah.
"Sayangku bertambah nakal, pagi-pagi sudah menggodaku," bisik Raka.
"Maaf sayang, aku lagi ingin melakukan lagi," ucap Nicole sambil menuntun wortel import milik suaminya ke dalam goa miliknya yang paling terdalam.
Jleb
"Ahhhhhhh..." Suara merdu Raka dan Nicole bersamaan ketika tubuh mereka sudah disatukan.
"Tidak perlu minta maaf sayang karena Kakak sangat suka kamu seperti ini," ucap Raka sambil memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan oleh istrinya.
Nicole hanya tersenyum kemudian mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga akhirnya Nicole mempercepat gerakannya tanda dirinya sebentar lagi akan mendapatkan pelepasan pertama.
"Ahhhhhhh ....," suara merdu Nicole.
Bruk
"Capek sayang, gantian ya," pinta Nicole bersamaan dirinya ambruk di tubuh suaminya tanpa melepaskan wortel import milik Raka.
Tanpa menjawab Raka membalikkan tubuhnya dan kini tubuh Nicole berada di bawah sedangkan Raka berada di atas. Raka menggerakkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian Raka mempercepat gerakannya tanda dirinya sebentar lagi akan mendapatkan pelepasan.
"Ahhhhhhh ...," suara merdu Nicole dan Raka bersamaan kembali keluar.
Raka mendapatkan pelepasan satu kali sedangkan Nicole mendapatkan pelepasan dua kali. Setelah beberapa saat Raka menarik wortel import nya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah Nicole lalu memeluk tubuh polos istrinya.
Cup
"Terima kasih sayang," ucap Raka kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
"Sama-sama sayang," jawab Nicole sambil membalas pelukan suaminya dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Hari ini rencana mau kemana?" Tanya Raka.
"Aku mau ke dokter kandungan mau mengecek kandunganku setelah itu pergi ke kantor suamiku, bolehkan?" Tanya Nicole sambil mendongakkan kepalanya ke atas menatap wajah tampan suaminya.
"Tentu saja boleh sayang, nanti kamu di antar sama dua bodyguard kepercayaan ku," jawab Raka.
"Ok," jawab Nicole singkat sambil kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Mandi bersama yuk," ajak Raka.
"Gendong," ucap Nicole manja.
Cup
"Semakin bertambah manja istriku ini," ucap Raka kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
"Tidak tahu kenapa aku ingin manja terus sama suami tampanku," ucap Nicole sambil tersenyum.
"Tapi aku sangat suka sayang dan teruslah seperti ini," ucap Raka sambil melepaskan pelukannya kemudian menggendong Nicole ala bridal style.
Raka berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Nicole mengalungkan ke dua tangan nya ke leher suaminya sambil menatap wajah tampan suaminya.
"Suamiku sangat tampan dan pasti banyak gadis yang menyukai suamiku," ucap Nicole.
"Istriku juga sangat cantik dan pasti banyak pria yang menyukai istriku," jawab Raka sambil menatap wajah cantik istrinya.
"Tapi aku hanya mencintai suamiku / istriku," ucap Raka dan Nicole bersamaan.
Raka dan Nicole hanya tersenyum dan tertawa bahagia hingga Raka menurunkan tubuh Nicole di closed. Raka menyalakan kran di bathtub sambil menunggu bathtub penuh Raka menurunkan istrinya dari closed kemudian membalikan tubuh istrinya agar menatap tembok.
Nicole yang mengerti apa yang akan dilakukan oleh suaminya membuat Nicole memegang tembok dengan ke dua tangannya kemudian meregangkan ke dua kakinya dengan posisi setengah membungkuk.
Raka memainkan dua gunung kembar milik istrinya sambil mencium leher istrinya dan memberikan tanda kepemilikan yang sudah penuh dan kini di tambah lagi. Hingga terdengar suara merdu dari mulut Nicole.
Jleb
"Ahhhhhhh ...," suara merdu keluar dari mulut Nicole dan Raka bersamaan ketika tubuh mereka menyatu.
Raka menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian Raka mengeluarkan laharnya dan dimasukkan ke dalam rahim istrinya.
Setelah beberapa saat Raka melepaskan wortel import nya kemudian menggendong tubuh polos istrinya ke dalam bathub dimana airnya sudah mulai penuh.
Raka mematikan kran air kemudian mulai menyabuni tubuh polos istrinya sedangkan istrinya duduk membelakangi dirinya.
"Sayang, apakah suamiku bahagia menikah denganku?" Tanya Nicole sambil menikmati sentuhan suaminya.
"Tentu saja aku sangat bahagia, bagaimana dengan istriku?" Tanya Raka balik walau dirinya sudah tahu jawabannya.
"Tentu saja aku sangat, sangat, sangat dan sangat bahagia bisa mendapatkan suami sebaik dirimu," ucap Nicole dengan jujur.
Raka hanya tersenyum hingga dua puluh menit kemudian mereka sudah selesai mandi. Raka menggendong kembali tubuh polos istrinya kemudian berjalan ke arah lemari yang berada di dalam kamar mandi.
Raka mendudukkan tubuh polos istrinya kemudian berlanjut membuka lemari pakaian untuk mengambil jubah handuk untuk dipakaikan ke tubuh istrinya setelah itu baru dirinya.
Skip
Kini mereka berada di meja makan dan menikmati masakan orang kepercayaan Raka. Tanpa mereka sadari tiga pasang mata menatapnya dengan tatapan kebencian ketika melihat kemesraan Raka dengan istrinya di meja makan di mana Raka menyuapi istrinya dengan telaten sambil sesekali mengecup keningnya.
"Sayang, aku makan sendiri saja," ucap Nicole ketika makanan di dalam mulutnya sudah habis.
"Tidak, aku ingin menyuapi istri cantikku," jawab Raka menolak permintaan Nicole.
"Suami tampanku pasti lapar juga jadi aku makan sendiri," ucap Nicole yang melihat piring Raka masih utuh belum tersentuh.
"Aku bisa menahan lapar jadi jangan kuatir," jawab Raka.
Nicole hanya tersenyum dan tidak mengeluarkan suara lagi karena Nicole tahu kalau sifat suaminya keras kepala. Setelah piring di dalam mulut Nicole habis barulah Raka makan sedang Nicole menunggu Raka selesai makan.
'Cih ... Dasar wanita ular ... Tersenyumlah terus karena sebentar lagi senyuman itu akan berubah menjadi kesedihan,' ucap Dewi dalam hati.
'Hari ini aku merencanakan rencana A kalau tidak berhasil maka aku akan menjalankan rencana B,' sambung Dewi dalam hati.
Setelah lima belas menit kemudian Raka sudah selesai makan dan minum dengan ditemani istrinya.
"Dewi terima kasih makanannya sangat enak," puji Nicole.
"Terima kasih atas pujiannya," jawab Dewi sambil tersenyum.
"Tuan Raka juga sangat suka masakan buatan saya, jadi mohon maaf Nyonya pasti Tuan Raka juga ingin merasakan masakan wanita yang sangat dicintainya, benar begitu Tuan Raka?" Tanya Dewi sambil masih tersenyum.
"Istriku bukan pelayan sedangkan kamu berkerja sebagai pelayan, apakah kamu ingin berhenti berkerja?" Tanya Raka sambil menatap tajam ke arah Dewi.
"Maaf Tuan, saya masih ingin berkerja di sini jadi tolong jangan pecat saya. Saya hanya memberikan usul saja," ucap Dewi sambil menundukkan kepalanya.
"Kamu atau siapapun tidak boleh memberikan usul ataupun menyinggung istriku kalau tidak maka bersiaplah aku hukum," ucap Raka dengan nada tegas.
Bruk
"Saya janji Tuan, tidak akan melakukan itu lagi," mohon Dewi sambil berlutut.
Raka tidak memperdulikan permohonan Dewi yang berkerja selama bertahun-tahun kemudian Raka menjentikkan jarinya dan datang dua bodyguard laki-laki yang masih muda.
"Selamat pagi Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya salah satu bodyguard tersebut.
"Nyonya Raka, tolong saya," mohon Dewi sambil ke dua tangannya disatukan dan diletakkan di dadanya.
Nicole yang mempunyai hati yang baik seperti malaikat tidak tega melihat Dewi berlutut sambil memohon ampun.
"Sayang, maafkan Dewi," ucap Nicole sambil mengelus punggung suaminya.
"Tapi sayang, dia sudah dua kali menghinamu," ucap Raka.
"Sayang, Dewi tidak menghinaku mungkin dikatakan sama Dewi benar jadi mulai nanti sore dan seterusnya aku akan memasak," ucap Nicole dengan suara lembut.
"Aku menikah denganmu bukan untuk ku jadikan pelayan karena aku sudah membayar gaji mahal pelayan untuk mengurus sehari-hari makanan kita. Jadi buat apa aku membayar mahal sedangkan pelayan yang aku bayar tidak memasak untuk kita?'' tanya Raka sambil menatap tajam ke arah Dewi seakan ingin menguliti tubuhnya.
"Kasih kesempatan ke tiga dan selama hukumannya aku yang memasak untuk suamiku, bagaimana sayang?" Tanya Nicole.
Raka menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Dirinya tahu istrinya sangat baik hal itu membuat Dewi memanfaatkan kebaikan Nicole.
"Pindahkan dia ke kantor cabang,"ucap Raka.
Deg
Jantung Dewi berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi mereka sangat terkejut karena mereka tahu maksud dari pindah ke kantor cabang dalam arti yang sebenarnya adalah : Di buang di hutan selama satu bulan jika beruntung maka dia bisa hidup bebas sedangkan jika tidak beruntung maka berakhir dengan kematian.
Hutan tersebut milik Raka di mana hutan tersebut di huni oleh macan, singa, beruang, ular piton, anaconda dan binatang buas lainnya dan selama ini belum pernah ada orang yang selamat karena di mangsa binatang buas.
Di hutan tersebut tidak ada sarana komunikasi ataupun transportasi karena anak buah Raka akan membawa korbannya dengan menggunakan helikopter kemudian melemparkannya dengan menggunakan terjun payung.
Hukuman Raka ada dua macam, untuk hukuman sedang yaitu dipindahkan ke kantor cabang dalam arti di buang di hutan dan hukuman satu lagi tetap di kantor pusat dalam arti di hukum di markas mafia dengan cara di siksa dan berakhir dengan kematian yang lebih cepat.
"Baik Tuan," jawab ke dua bodyguard tersebut.
"Tidak Tuan, saya tidak ingin dipindahkan ke kantor cabang," mohon Dewi.
"Kalau begitu tetap di kantor pusat," ucap Raka sambil memeluk pinggang istrinya untuk pergi meninggalkan mansion.
"Saya tidak mau dua-duanya Tuan, tolong ampuni saya Tuan," mohon Dewi.
"Nyonya tolong saya," mohon Dewi.
"Kamu itu aneh, suamiku hanya memindahkan mu di cabang atau tetap di pusat kok menolaknya," ucap Nicole dengan wajah bingung sambil masih melangkahkan kakinya mengikuti langkah suaminya.
"Itu karena ...." Ucapan Dewi terpotong oleh bentakan Raka.
"Dewi!!" Bentak Raka.
"Bawa dia kantor pusat, cepat!" Perintah Raka.
"Baik Tuan," ucap dua bodyguard bersamaan.
Bugh
Bruk
"Nyonya, Tuan Raka ..." Ucapan Dewi terputus ketika salah satu bodyguard Raka memukul pundak Dewi.
Dewi langsung tidak sadarkan diri sedangkan yang ada di mansion tersebut hanya bisa menatap temannya dengan tatapan berbeda. Ketika Nicole ingin bicara bersamaan Raka sengaja menjentikkan jarinya dan datanglah dua bodyguard wanita.
Grep
Cup
"Sayang, ini dua bodyguard yang akan menjagamu dan kalau ada apa-apa kabarin Kakak." Ucap Raka sambil memeluk kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
"Ok." Jawab Nicole singkat sambil membalas pelukan suaminya dan tidak berapa lama mereka melepaskan pelukannya.
"Kalian berdua jaga istriku jangan sampai lecet sedikitpun. Jika sampai lecet seujung kuku sekalipun maka aku tidak segan-segan menghukum kalian." Ucap Raka dengan nada mengancam.
"Baik Tuan." Jawab ke dua bodyguard wanita tersebut.
Ke dua bodyguard tersebut mengikuti langkah Raka dan Nicole menuju ke arah garasi mobil. Nicole duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan dua bodyguard yang pertama duduk di kursi pengemudi sekaligus merangkap sebagai sopir dan bodyguard yang ke dua duduk di samping pengemudi.
Dalam perjalanan Nicole hanya diam sambil menatap ke arah jendela hingga setengah jam kemudian mobil mereka sudah sampai di rumah sakit.
Nicole berjalan ke tempat pembagian pendaftaran dengan di temani oleh salah satu bodyguard. Awalnya dua bodyguard ingin menemani Nicole tapi Nicole menolaknya dan hasilnya hanya satu bodyguard yang menjaga dirinya.
Ketika bodyguard tersebut menyebut nama Nyonya Raka ke petugas rumah sakit, petugas rumah sakit langsung mengantarkan Nicole dan bodyguard ke ruangan dokter kandungan tanpa perlu mengantri seperti para pasien lainnya.
"Kamu duduk di sini saja biar aku di dalam," ucap Nicole.
"Tapi nyonya ...,'' ucapan bodyguard tersebut terpotong oleh Nicole.
"Aku ingin bicara pribadi jadi tolong kamu duduk di sini," ucap Nicole dengan nada tegas.
"Baik Nyonya," jawab bodyguard tersebut.
Nicole masuk ke dalam ruang dokter kandungan sedang kan bodyguard tersebut mengeluarkan ponselnya sambil tersenyum devil.
"Tidak sia-sia aku merekam percakapan aku dengan wanita murahan itu," ucap bodyguard tersebut kemudian mengecup ponselnya.
"Rekaman ini suatu saat nanti bisa aku gunakan untuk memfitnah Nyonya agar Nyonya di benci dan mendapatkan hukuman yang sangat berat," sambung bodyguard tersebut.
Bodyguard tersebut menyimpan kembali ponselnya di dalam tasnya sedangkan di ruang dokter kandungan Nicole berbaring di ranjang dan dokter kandungan mulai memeriksa kondisi Nicole hingga lima belas menit kemudian dokter kandungan tersebut sudah selesai memeriksa kondisi Nicole.
"Maaf Nyonya, maukah Nyonya tes darah?" Tanya dokter kandungan tersebut.
"Boleh." Jawab Nicole singkat.
Dokter kandungan tersebut langsung mengambil darah milik Nicole setelah selesai Nicole kembali duduk di kursi begitu pula dengan dokter kandungan tersebut.
"Maaf Nyonya, selama ini apakah Nyonya mengkonsumsi obat?" Tanya dokter tersebut.
"Mengkonsumsi obat? Aku mengkonsumsi obat penyubur kandungan dan vitamin agar aku lekas hamil." Jawab Nicole.
"Boleh aku melihatnya?" Tanya dokter kandungan tersebut.
"Boleh." Jawab Nicole.
Nicole membuka tas kemudian mengambil botol obat penyubur kandungan dan vitamin.
"Boleh kami cek obatnya?" Tanya dokter tersebut.
"Tentu saja boleh." Jawab Nicole.
Dokter itupun mengambil dua butir obat kemudian dimasukkan ke dalam plastik clip lalu diberikan ke perawat. Perawat itupun pergi sambil membawa obat dan sampel darah Nicole untuk di periksa.
Setelah hampir setengah jam menunggu akhirnya hasilnya keluar. Dokter itupun membuka isi amplop tersebut kemudian membacanya.
"Maaf Nyonya, apakah selama ini Nyonya sering mengkonsumsi obat pencegah kehamilan?" Tanya dokter kandungan sambil menatap ke arah Nicole.
"Obat pencegah kehamilan? Tidak pernah Dok," jawab Nicole dengan wajah sangat terkejut.
"Tapi di dalam tubuh Nyonya terdapat obat pencegah kehamilan dan Nyonya sering mengkonsumsi setiap hari karena itulah maaf, Nyonya sulit untuk hamil," jawab dokter kandungan tersebut menjelaskan
Duar
Tes
Tes
Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Nicole membuat mata Nicole berkaca-kaca dirinya tidak menyangka kalau suaminya tidak menginginkan anak darinya.
'Pantas saja ketika aku sangat sedih karena belum hamil Kak Raka selalu mengatakan mungkin belum saatnya dan kita bisa berusaha lagi. Kalau kak Raka tidak mau aku punya anak kenapa menikah denganku?Kenapa?' tanya Nicole dalam hati.
"Dokter, aku tidak pernah meminum obat pencegah kehamilan jadi bagaimana mungkin," ucap Nicole yang tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.
"Maaf Nyonya, obat yang Nyonya konsumsi adalah obat pencegah kehamilan karena Nyonya sering mengkonsumsi membuat Nyonya sulit untuk hamil." Jawab dokter kandungan tersebut yang tidak tega melihat kesedihan Nicole namun mau bagaimana lagi dirinya harus berkata dengan jujur.
"Apa? Mana mungkin obat yang aku minum adalah obat pencegah kehamilan karena obat itu yang membelikannya adalah suamiku," ucap Nicole tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Itulah yang terjadi." ucap dokter kandungan tersebut.
'Apakah suamiku memang tidak menginginkan anak dariku?' tanya Nicole dalam hati dengan perasaan kecewa.
"Oh ya selain meminum obat ini, apakah Nyonya meminum obat yang lainnya?" Tanya dokter kandungan setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Tidak, hanya obat itu." Jawab Nicole.
"Kemungkinan obat itu di campur bersama makanan yang Nyonya makan jadi makanan itu masuk bersama makanan yang selama ini Nyonya makan." ucap dokter kandungan tersebut.
"Maaf, saya mengatakan hal ini karena di dalam tubuh Nyonya banyak obat yang bisa membuat Nyonya sulit hamil." Sambung dokter tersebut.
"Sekali lagi maaf, selama ini apakah Nyonya masak sendiri atau seorang pelayan yang sengaja memberikan sesuatu ke makanan Nyonya?" Tanya dokter kandungan tersebut.
"Selama ini yang masak pelayan, orang kepercayaan suamiku." Jawab Nicole.
Deg
Deg
Jantung Nicole berdetak kencang bukan karena jatuh cinta karena selama ini dirinya tidak pernah makan di luar karena Raka lebih suka makan di mansion miliknya dan mansion milik Ayahnya Nicole.
Jadi besar kemungkinan tersangka utamanya adalah Dewi, kepala pelayan orang kepercayaan Raka tapi apakah mungkin Dewi setega itu pada dirinya padahal dirinya tidak pernah mengusik Dewi ataupun mencari masalah.
"Adakah obat yang bisa membuatku hamil?" Tanya Nicole setelah beberapa saat terdiam.
"Jika memang obat itu mengandung obat pencegah hamil lebih baik Nyonya hentikan tapi jika ternyata berasal dari makanan yang di campur dengan obat pencegah hamil mulai sekarang masak sendiri dan jangan di tinggal makanan yang Nyonya masak," jawab dokter tersebut.
"Aku mengerti Dok, karena besar kemungkinan ada orang yang akan memberikan obat pencegah hamil ke dalam masakan yang aku masak," ucap Nicole yang mengerti perkataan dokter.
"Benar sekali Nyonya," jawab dokter tersebut.
"Selain itu apalagi Dok?" Tanya Nicole.
"Makan makanan yang sehat dan jarang sering makan makanan instan. Semoga saja ada keajaiban Nyonya bisa hamil," jawab dokter tersebut.
"Baik Dok, saya akan ingat hal itu," jawab Nicole.
"Satu lagi jangan stress jika belum hamil, lakukan sesuatu yang bisa membuat Nyonya selalu bahagia misalnya jalan-jalan atau pergi rekreasi menikmati keindahan alam bersama suami," ucap dokter tersebut.
"Baik Dok, aku akan lakukan sesuai saran dokter," ucap Nicole.
"Dokter, apakah bisa di cek secara keseluruhan di dalam tubuhku ada berapa banyak aku mengkonsumsi obat pencegah kehamilan dan bisakah dihilangkan?" Tanya Nicole penuh harap setelah beberapa saat mereka terdiam.
"Maaf Nyonya, tadi sudah di cek lewat darah Nyonya karena itulah kami bisa tahu kalau di tubuh Nyonya banyak obat pencegah kehamilan tapi untuk menghilangkannya itu sulit karena obat itu sudah menyatu di dalam tubuh Nyonya," jawab dokter tersebut.
"Kecuali Nyonya pergi ke alternatif yang bisa menghilangkan racun di dalam tubuh," ucap dokter tersebut.
"Apakah dokter ada rekomendasi?" Tanya Nicole penuh harap.
"Kebetulan aku mempunyai adik sepupu yang berkerja sebagai akupuntur. Nyonya bisa konsultasi dengan adik sepupuku," ucap dokter tersebut.
"Boleh aku minta alamatnya Dok?" Tanya Nicole.
"Boleh sebentar," jawab dokter tersebut sambil menulis sesuatu di kertas resep.
"Sebelum datang Nyonya lebih dulu menghubungi dan bilang dapat rekomendasi dari saya karena pasiennya sangat banyak," ucap dokter tersebut sambil menyerahkan kertas tersebut ke Nicole.
"Baik Dok, terima kasih," jawab Nicole sambil menerima kertas tersebut kemudian memasukkan ke dalam tasnya.
"Saya akan memberikan obat vitamin dan obat penyubur kandungan dan saya minta Nyonya rutin meminumnya sedangkan obat yang ini jangan Nyonya minum lagi," ucap dokter tersebut.
"Baik dok, terima kasih banyak," jawab Nicole.
"Sama-sama Nyonya," ucap dokter tersebut.
Setelah selesai Nicole berdiri kemudian mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Terima kasih banyak Dok," ucap Nicole.
"Sama-sama Nyonya," jawab dokter tersebut.
Setelah beberapa saat mereka melepaskan uluran tangannya kemudian Nicole membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek
Nicole membuka pintu dan melihat bodyguardnya masih duduk menunggu. ketika melihat Nicole
"Sekarang kita mau kemana lagi Nyonya?" Tanya Dela.
"Aku kurang enak badan, aku ingin pulang," jawab Nicole.
"Baik Nyonya," jawab Dela.
Nicole berjalan ke arah ruang administrasi sambil menunggu namanya di panggil Nicole menatap ke arah langit-langit rumah sakit sambil menahan agar air matanya tidak keluar hingga namanya di panggil Nicole turun dari kursi dan berjalan ke arah bagian kasir.
Selesai melakukan pembayaran dan diberikan obat vitamin dan obat penyubur kandungan sesuai perkataan dokter kandungan. Nicole berjalan ke arah lobby dengan diikuti oleh bodyguard dari belakang sambil menahan amarah dan kebencian terhadap Nicole.
Nicole kini berada di dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi sambil menatap ke arah jalan melihat lalu lalang kendaraan dan orang yang berjalan kaki.
Hingga dipertengahan jalan ponsel milik Nicole berdering membuat Nicole membuka tasnya untuk mengambil ponselnya. Nicole melihat suaminya menghubungi dirinya membuat Nicole menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menggeser tombol berwarna hijau.
("Hallo," panggil Nicole).
("Sayang, apakah sudah selesai ke dokter kandungan?" Tanya Raka).
("Sudah," jawab Nicole singkat).
("Bagaimana hasilnya?" Tanya Raka).
("Maksudnya?" Tanya Nicole).
("Maksud Kakak apakah kamu hamil?" Tanya Raka penuh harap).
("Tidak, apakah Kak Raka suka jika aku tidak hamil?" Tanya Nicole balik bertanya).
("Apa maksudmu sayang? Tentu saja aku sangat suka jika istriku hamil. Kenapa sayangku mengatakan hal itu?" Tanya Raka dengan wajah terkejut).
("Kita bicara di mansion," jawab Nicole tanpa menjawab pertanyaan Raka).
("Sebenarnya ada apa?" Tanya Raka penasaran).
("Nanti Kak Raka akan tahu," jawab Nicole).
("Sekarang kamu ada dimana?" Tanya Raka).
("Aku dalam perjalanan pulang,'' jawab Nicole).
("Datang ke kantor sekarang dan kita bicara di ruangan ku," perintah Raka).
(Terdengar suara menghembuskan nafasnya dengan perlahan di telinga Raka).
("Baik," jawab Nicole singkat).
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Nicole kemudian Nicole memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.
"Maaf kita pergi ke kantor suamiku," ucap Nicole.
"Baik Nyonya," jawab sopir tersebut yang merangkap sebagai bodyguard.
'Sepertinya mereka bertengkar dan tadi aku mendengar kalau Nyonya belum hamil, aku harap selamanya tidak bisa hamil,' ucap bodyguard tersebut dalam hati.
Dua puluh lima menit kemudian mobil yang ditumpangi oleh Nicole sudah sampai di perusahaan milik suaminya. Nicole berjalan menuju ke arah lobby sedangkan bodyguard tersebut mengikuti langkah Nicole dari belakang.
Para karyawan dan karyawati yang mengenal bodyguard tersebut menundukkan hormat ke arah Nicole karena mereka tahu kalau Nicole pasti istrinya Raka atasan mereka.
Mereka tahu kalau bodyguard itu adalah bodyguard kepercayaan Raka dan baru kali ini bodyguard tersebut mengawal seorang wanita karena itu bisa dipastikan kalau wanita di depannya adalah istri pemilik perusahaan.
Nicole membalas sapaan mereka sambil sesekali tersenyum menatap ke arah mereka. Walau saat ini hatinya sangat terluka dirinya berusaha menyembunyikan rasa sakitnya.