NovelToon NovelToon
Sahara Penghuni Rumah Angker Bagaskara

Sahara Penghuni Rumah Angker Bagaskara

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Spiritual / Rumahhantu / Matabatin
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

Bintang yang mengalami kebangkrutan terpaksa harus menjual semua asetnya dan juga pindah dari kota tempat dia tinggal
beruntung dia masih punya warisan sebuah rumah dari sang Kakek Bagaskara
Tapi rumah itu tidak berani di dekati penduduk karena terkenal Angker dan tidak bisa di masuki siapapun kecuali oleh sang pemilik
mampukah Bintang dan keluarganya bertahan disana? dengan banyak gangguan dan juga musuh sang kakek yang mengincarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murid baru

Bagaimana kang Herman?" Tanya Bintang khawatir

"Kang Herman ketakutan den, dia bilang ingin pindah karena takut Sahara akan mengganggunya" jawab Sumi yang turun setelah Herman beristirahat

"Tapi saya sudah bilang kalau Sahara tidak akan menggangu dan memang penghuni rumah ini, jadi kang Herman bisa menerimanya juga den" jawab Sumi lagi

"Alhamdulillah.. nanti saya juga akan bantu jelaskan ke kang Herman, supaya dia juga tidak perlu ketakutan jika sosok Sahara menampakan diri padanya" balas Bintang

"Sahara nakal" bisik Dimas

"Hihihi Sahara nakal, iya Sahara nakal" jawab Sahara dan rasanya Bintang ingin mencubitnya jika dia bisa merasakan sakit, sayangnya meski dia memukulnya sekalipun Sahara tidak akan merasakan sakit

"Ayo istirahat karena ini sudah malam juga, besok kita sibuk" ucap Bintang

Saat mereka semua tertidur, Bintang meminta Rukmini untuk datang ke mimpi Herman dan mengatakan apa yang harus Herman lakukan di rumah itu, dan tidak perlu takut pada mereka, karena Bintang takut jika Herman menganggap Bintang melakukan pesugihan

Pagi harinya, Herman yang sudah di datangi Rukmini merasa lebih baik, dan juga sudah bisa melakukan aktifitasnya lagi, dia juga menyapa semua orang Yang ada di rumah tanpa rasa takut

"Kamar mandi di paviliun sudah dalam tahap pemasangan keramik, dan besok katanya selesai, tinggal tunggu dua hari sampai bisa di gunakan" ucap Bintang yang di beri tahu tukang di paviliun

"Alhamdulillah.. terima kasih den, saya dan Sumi sudah diijinkan tinggal disini, saya akan bantu Sumi dan juga pak Hasan menjaga rumah ini" jawab Herman

"Iya kang sama sama, maaf saya tidak menceritakan tentang Sahara, dia tadinya hanya bisa dilihat oleh kami saja, tapi dia juga bisa memperlihatkan wujudnya pada orang yang dia pilih" ungkap Bintang

"Semalam saya mimpi di datangi oleh neneknya Sahara den, katanya Sahara itu baik dan tidak akan menggangu, hanya usil saja" jawab Herman

"Iya mang, dia hanya ikuti Dimas saja ko, jadi kalau siang mamang nggak akan lihat dia, hanya kalau Dimas di rumah dia juga di rumah" jawab Dimas dan Herman mengangguk

Mereka mulai sarapan dan seperti biasa setelah sarapan mereka melakukan aktivitas masing masing

"Dimas berangkat dulu ya ma, pa" pamit Dimas mencium tangan Bintang dan Silvia

"Sahara juga Sahara juga" ucap Sahara mencium tangan Bintang saja karena hanya dia orang yang bisa di sentuh tanpa mengeluarkan ilmunya di rumah itu

"Hati hati dan Sahara kamu jangan nakal" jawab Bintang

"Iya, Sahara tidak akan nakal, Sahara baik akan duduk di samping Dimas, ikut belajar" jawab Sahara mengangguk polos

"Ayo naik Sahara, kamu belum pernah naik motor kan, kamu biasanya hanya terbang saja" ajak Dimas terkekeh

"Sahara harus pakai baju bagus, tapi baju Sahara juga sudah bagus" jawab Sahara yang sudah duduk di motor Dimas sambil memeluknya erat

"Assalamu'alaikum pa, ma, Dimas berangkat" ucap Dimas pergi dengan motornya

"Wa'alaikumussalam.. pa, Dimas kita nggak akan terjebak dengan Sahara selamanya kan?" Tanya Silvia khawatir

"Tidak ma, Sahara juga nanti akan mengerti, papa yakin itu" jawab Bintang yang di beritahu Rukmini kalau Sahara sudah mulai akan menjadi bangsa jin seperti Rukmini, dia juga tahu kalau Sahara sedang di dekati Genderuwo bernama Gandra

"Mama ingin anak kita bisa menikah Dengan manusia pa, mama ingin punya cucu juga" ucap Silvia

"Sebelum cucu, kenapa kita nggak kasih Dimas adik saja dulu ma" bujuk Bintang

"Papa ini, nanti Dimas malu pa, punya adik di usia remaja" balas Silvia

"Nggak akan ma, dia justru akan senang" bujuk Bintang lagi

"Akan mama pikirkan" jawab Silvia

"Ayo pikirkan di kamar mumpung bi Sumi dan kang Herman juga sedang sibuk dengan para tukang di paviliun" ajak Bintang menuntun Silvia

Di sekolah

"Dim, Lo nggak bareng Galang?" Tanya Restu yang sudah menunggu di tempat parkir sekolah

"Nggak, kan sekarang dia sudah di belikan motor juga oleh pak Karman" jawab Dimas yang memang biasanya bareng dengan Galang

"Benarkah, wah kita jadi bisa jalan jalan bareng sekarang, nggak perlu tunggu motor pak Karman dulu kalau mau pergi" ungkap Panji

"Iya tadi juga dia wa gue katanya mau berangkat pakai motor barunya" jawab Sadam

"Tuh dia datang, anjir! dia sama si Rahma" pekik Restu

"Kita kalah dim" keluh Sadam

"Gue mau sekolah dulu, nggak mau pusing mikirin pacaran sama cewe" jawab Dimas

"Mikirin Sahara saja hihihi" jawab Sahara

"Kamu benar" balas Dimas menggenggam tangan Sahara yang memeluknya erat

"Kalian belum masuk?" Tanya Galang setelah sampai di parkiran

"Tunggu kamu katanya" jawab Dimas

"Ngapain, kalian mau lihat motor baruku ya?" tanya Galang cengengesan

"Parah Lo, punya motor baru nggak kasih kabar kita" ledek panji

"Iya, kita kan mau pinjam juga" jawab Restu

"Motor Lo berdua lebih bagus dari gue kali" jawab Galang sinis

"Ayo kita masuk, Rahma sepertinya sudah kepanasan" ajak Galang

"Cieeeee" ledek semuanya

"Diam kalian!" Bentak Galang menuntun tangan Rahma dan Dimas menuntun Sahara karena dia mulai melirik tukang cilok

Di dalam kelas ternyata para murid sedang bergosip tentang murid baru anak dari Galuh, mereka menyebut kalau Gibran adalah lelaki tampan dan kaya anak juragan Galuh yang terkenal suka main perempuan

"Kalian jangan mengatakan itu di depan dia, kalau kalian masih sayang nyawa kalian" ucap Restu serius dan semuanya takut

"Bagus Tu, mereka memang harus di beri pengertian, nggak semua anak itu sama dengan orang tuanya" ucap Sadam

"Ini juga supaya Gibran bisa nyaman sekolah disini, dia itu kan teman kita sejak kecil dan gue tahu dia nggak nakal ataupun jahat seperti bapaknya" jawab Restu

"Dia belum datang?" Tanya Galang

"Belum, katanya dia akan di antar juragan Galuh" jawab Panji

Saat bel berbunyi, ternyata Gibran masuk bersama guru wali kelas itu dan juga Galuh, dia terlihat sedikit malu tapi dia tidak bisa berbuat apa apa

"Anak saya akan sekolah disini, dan saya harap kalian tidak mengatakan apa yang bisa membuat dia merasa marah ataupun ketakutan" ungkap Galuh datar

"baik juragan" jawab semuanya

Bersambung

1
Antoni Indri
lagi seru2 nya eh tubi kontinyu
Ridwan01: sudah ada kak episode barunya, masih di review
total 1 replies
Antoni Indri
keren..lanjut ampe tamat
Antoni Indri
Sepi
padahal ceritanya bagus.
gw demen.
lancar ampe tamat ye
Ridwan01: terima kasih kak 🙏☺️
total 1 replies
Chindy Natasya
lanjut thorrr
Chindy Natasya
hayuuuk lanjut update thorr
Ridwan01: siap kak terima kasih
Ridwan01: siap kak terima kasih 🙏☺️
total 2 replies
Ridwan01
terima kasih sudah mampir 🙏☺️
TheNihilist
Gak bisa dijelaskan dengan kata-kata betapa keren penulisan cerita ini, continue the good work!
Ridwan01: terima kasih kak 🙏☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!