“Kamu telah membuat seorang istri kehilangan suaminya, sekarang aku akan mengambil suamimu agar kamu tau rasanya kehilangan suami” begitu tekad Kanaya.
Setelah Papanya meninggal dan Ibu tirinya menikah lagi, Kanaya pun nekad melakukan hubungan terlarang dengan Arsen,suami baru Ibu tirinya.
Setelah dendamnya terbalas dan melihat pernikahan ibu tirinya hancur, Kanaya pikir semua akan selesai.Namun nyatanya ia malah terjebak dan tidak bisa melepaskan diri dari Arsen.
Arsen yang terlanjur mencintai Kanaya berjuang untuk mendapatkan Kanaya meskipun terbentur oleh restu dari Ibu Kanaya. Apakah ibu Kanaya tetap tidak memberikan restunya jika di dalam rahim Kanaya sudah bersemayam janin benih Arsen ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Bersama Mertua
Malam ini Kanaya berbaring dalam pelukan Mama nya. Pikiran Kanaya melayang kepada ucapan Arsen tadi siang.
Daddy sudah menceraikan Angel , dan sekarang Daddy milik kamu seutuhnya
Mendengar kabar itu Kanaya dilanda kebimbangan. Haruskah ia melanjutkan pernikahannya atau mengakhirinya karena niatnya untuk membalas dendam sudah tercapai.
Jika Kanaya nekad melanjutkan pernikahan nya maka ia akan terbentur restu dari mamanya.
Namun jika ia mengakhiri nya maka ia harus siap kehilangan Arsen. Dua-duanya adalah pilihan yang sangat sulit bagi Kanaya..karena Kanaya sudah terlanjur mencintai pria bule itu.
[ Sayang katanya mau kesini ]
Satu pesan dari Arsen membuat Kanaya semakin menggalau. Kanaya tidak dapat menolak karena walau bagaimanapun Arsen adalah suaminya.
[ Mama sudah tidur belum ? ]
[ Sudah ]
[ Kalau begitu Daddy saja yang kesana ]
[ Baiklah ]
Perlahan Kanaya melepaskan diri dari pelukan mamanya yang sudah tertidur, dengan cepat ia memakai lingerie nya dan bersiap menyambut sang penyusup yang sebentar lagi akan datang.
Tidak lebih dari sepuluh menit Arsen pun datang dan mereka pun langsung masuk ke kamar tamu.
Setelah mengunci pintu kamar Arsen pun langsung menggiring Kanaya menuju ranjang dan mereka pun menuntaskan hasrat dan kerinduan mereka disana.
Setelah selesai Arsen berniat akan kembali ke unitnya namun Kanaya merengek tidak mau ditinggal. Kanaya masih merindukan sosis super jumbo milik si bule yang selalu on terus dan kini hanya miliknya seorang.
Arsen pun kembali memuaskan istri kecilnya hingga tengah malam dan merekapun tertidur. Arsen baru kembali ke unitnya keesokannya sebelum Hana bangun.
Di sekolah Kanaya beberapa kali ditegur guru karena kedapatan mengantuk saat pelajaran Biologi.
Bagaimana tidak mengantuk kalau semalam ia begadang bersama si bule dan mereka melewatkan malam panas berdua.
"Lu itu dimarahin guru malah senyum-senyum " Meta memukul kepala Kanaya dengan buku membuat lamunan Kanaya akan sosis super jumbo si bule lenyap seketika.
"Sialan Lu jadinya hilang deh sosis jumbo gue " Kanaya menggerutu
"Sosis jumbo ? jadi lu senyum-senyum sendiri itu sedang mikirin makanan ?"
"Makanan ?..oh iya..iya " Kanaya tertawa lucu.
Bukankah sesuatu yang masuk ke mulut itu dikategorikan makanan ? lagi-lagi Kanaya senyum-senyum sendiri membayangkan sosis jumbo milik si bule masuk ke dalam mulutnya.
Sepulang sekolah Hana menjemput Kanaya karena mereka akan pergi belanja kebutuhan pokok yang sudah mulai menipis.
Kanaya dan Hana belanja cukup banyak barang sampai akhirnya mereka kerepotan sendiri membawanya.
Disaat mereka berdua kerepotan dengan barang belanjaan yang cukup banyak mereka tidak sengaja bertemu dengan Arsen yang akan pulang ke unit apartemen nya.
"Biar saya bantu " Arsen membantu membawakan barang belanjaan Hana.
"Pak Arsen mau kemana ?" tanya Hana sementara Kanaya pura-pura cuek.
"Saya mau ke unit teman saya di lantai lima " jawab Arsen.
"Ooh "
Arsen membantu membawakan barang belanjaan yang cukup banyak itu sampai ke unit yang Kanaya tinggali.
Setelahnya Arsen pun langsung pamit. Namun sebelum pergi Hana mengundang Arsen untuk mampir kembali untuk makan bersama sebagai ucapan terimakasih karena Arsen sudah membantunya.
"Pasti saya akan mampir " ucap Arsen sebelum benar-benar pergi.
Sepeninggalan Arsen, Hana dan Kanaya pun terlihat sibuk memasak.
"Sayang.. apakah sejak kamu tinggal disini Angel sering mengunjungi kamu disini ?" tanya Hana sambil mengiris sayuran.
"Tidak pernah..hanya Daddy Arsen saja sesekali mampir kalau dia kebetulan mengunjungi temannya " jawab Kanaya.
"Dasar ibu tiri tidak bertanggung jawab " gumam Hana.
"Aku malah lebih senang dia tidak mengunjungi aku Ma..makanya aku memutuskan tinggal disini juga karena aku tidak nyaman sama tinggal dia apalagi setelah adiknya yang dari Surabaya ikut tinggal di Jakarta " ujar Kanaya.
"Apakah adiknya suka mengganggu ?" tanya Hana menatap dalam wajah Kanaya.
"Iya.. beberapa kali ia mencoba menyelinap ke kamarku, untung ketauan sama Daddy Arsen " jawab Kanaya.
"Ya Tuhan.. sepertinya Mama harus berterima kasih kepada dia " tutur Hana.
Setelah hampir dua jam berkutat di dapur akhirnya semua masakan yang menggugah selera pun terhidang di meja makan.
Hana menyuruh Kanaya menghubungi Arsen untuk segera datang. Dan tidak lama kemudian Arsen pun datang dan mereka pun makan bersama.
"Saya ucapkan terimakasih karena anda sudah peduli dan menjaga putri saya dari kelakuan kurang ajar adiknya Angel " ucap Hana tulus kepada Arsen.
"Sudah seharusnya saya menjaga Kanaya karena saya sudah menyayangi Kanaya seperti putri kandung saya sendiri " jawab Arsen.
Kanaya diam-diam mencibir kearah Arsen, namun pria bule itu pura-pura cuek hanya kakinya saja dikolong meja yang membelit betis mulus Kanaya.
Suasana di meja makan itu terasa hangat ketika Hana menceritakan tentang masa kecil Kanaya yang sangat manja kepada papanya.
"Kanaya itu kalau susah makan hanya Papa nya yang bisa bujuk, dia baru mau makan kalau digendong Papa nya dan disuapi " cerita Hana.
Arsen terdiam, kenangan masa kecil Kanaya sangatlah indah dan keluarga mereka sepertinya sangat bahagia. Arsen menyayangkan jika keluarga bahagia itu harus hancur berantakan karena kehadiran Angel..rasa benci Arsen kepada Angel semakin bertumbuh.
Pada saat makan bersama Arsen memberi masukan agar Hana secepatnya mengurus pengalihan semua aset peninggalan Widianto menjadi atas nama Kanaya.
Awalnya Hana seperti yang tidak suka ketika Arsen membicarakan urusan intern keluarganya. Namun setelah Arsen menjelaskan jika Angel sempat akan menjual beberapa villa milik Kanaya akhirnya Hana pun menerima masukan dari Arsen.
"Sebaiknya anda segera mengurusnya, jika tidak keberatan saya bersedia membantu " Arsen menawarkan diri.
"Terimakasih atas tawarannya, tapi saya akan meminta pengacara suami saya untuk mengurusnya segera " Hana menolak dengan halus dan Arsen sama sekali tidak tersinggung.
Bagi Arsen tidak masalah siapa yang mengurus yang terpenting adalah menyelamatkan semua aset milik Kanaya dari keserakahan Angel.
Jika saja Arsen berani membuka tentang pernikahannya dengan Kanaya itu sudah cukup untuk mendepak Angel dari perusahaan namun ia dan Kanaya belum siap menghadapi Hana yang pastinya akan sangat kecewa dan kemungkinan besar akan menolak pernikahan mereka.
Semua yang terjadi sangat rumit dan Arsen harus berhati-hati dalam bertindak karena ini menyangkut keluarga Kanaya.
Setelah selesai makan Arsen pun pamit pulang. Ia tidak mungkin berlama-lama disana karena tidak ingin membuat Hana curiga.
Sudah bisa duduk satu meja dan berkesempatan makan bersama dengan Hana saja Arsen sudah sangat senang.
Untuk kedepannya Arsen akan semakin berusaha mendekati ibu mertuanya itu agar pernikahannya dengan Kanaya mendapat restunya.
Meskipun Hana sangat membenci Angel namun ia tetap menghormati Arsen karena pria itu telah ikut menjaga putrinya disaat ia tidak bisa melakukannya.
Hana tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Kanaya tanpa orangtua yang selalu menjaganya. Beruntung selama ini ada Arsen yang ikut menjaga Kanaya sehingga sampai saat ini keadaan putrinya baik-baik saja.
padahal kan aslinya, emank bener niat awal, tapi setelah berjalan nya wkt, hati yg ambil alih, bodohnya Arsen gk konfirmasi ke kmu lgsg Nay... 😥