NovelToon NovelToon
Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: LichaLika

Nayla Faranisa, gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA kelas 12, Ia tinggal berdua dengan Abang nya yang merupakan seorang pengusaha kaya raya, sejak kematian kedua orang tua mereka delapan tahun silam, Gerald sang kakak adalah orang yang selalu melindungi adik satu-satunya yang kini telah menginjak dewasa, siapa sangka Gerald mulai menyukai Nayla yang kini bertransformasi menjadi seorang gadis yang sangat cantik, Ia tak rela jika sang adik dekat dengan laki-laki lain selain dirinya. Hingga akhirnya Gerald benar-benar jatuh cinta kepada adiknya. Dan ia bertekad untuk menjadikan adiknya sebagai miliknya agar tidak ada pria yang coba-coba mendekati Nayla.

Nayla pun tak terima dengan perlakuan sang Kakak, tapi Gerald tetap meyakinkan kepada Nayla jika dirinya benar-benar mencintai gadis itu.

Akankah Gerald berhasil meluluhkan hati Adiknya? Rahasia apa yang membuat Gerald yakin jika Nayla akan menjadi miliknya untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 HTA

Sementara itu, Nayla mulai masuk ke dalam kamar mandi, pun sama Gerald juga mulai masuk ke dalam kamar mandi, keduanya membersihkan diri mereka masing-masing, setelah aktivitas yang membahagiakan di dalam mobil tadi saat mereka menikmati pemandangan indah di danau.

Nayla tersenyum ketika mengingat saat dirinya bersama Gerald menikmati indahnya percintaan, semua kesedihan Nayla hilang seketika saat Gerald berada di dalam pelukannya. Nayla yang sudah mengetahui sifat dan karakter Gerald, tentu saja membuat Nayla mudah menerima kenyataan jika Gerald adalah suaminya, sedari kecil Nayla selalu mendapatkan pembelaan dari Gerald saat Nayla diganggu oleh teman-temannya, bahkan Gerald rela menghajar siapa saja yang berani menggoda Nayla, dan ternyata semua yang Gerald lakukan karena dirinya benar-benar sayang dan cinta kepada Nayla.

Setelah Nayla cukup lama membersihkan dirinya, Ia pun mulai keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya dengan piyama tidur, dengan rambut yang masih terbungkus oleh handuk, Nayla membuka pintu lemari dan mengambil satu piyama tidur.

Setelah itu Ia meletakkan baju tidurnya di atas ranjang, Nayla beranjak pergi di depan kaca rias, Ia melepaskan handuk yang melilit pada rambutnya, dan kemudian Ia mengeringkannya dengan menepuk rambutnya pelan-pelan. Sesaat Nayla tersenyum ketika melihat begitu banyak tanda cinta yang Gerald berikan pada bagian tubuhnya yang vital. Belum lagi tanda yang masih baru yang Gerald berikan saat mereka berada di danau tadi yang terletak di pangkal leher Nayla.

"Ya ampun, Abang! Kok naruhnya di sini, sih! Mana kelihatan banget, gimana besok Aku nutupi ini?" Nayla terlihat melihat lehernya yang ada tanda merah yang jelas itu adalah tanda cinta dari Gerald.

Nayla segera memakai piyama tidurnya, setelah itu Ia segera beranjak untuk tidur, Nayla terlihat mematikan lampu meja sebelum dirinya memejamkan mata, hari ini Ia sangat kelelahan, namun rasa lelah itu berganti senyuman yang terukir pada bibir Nayla.

"Abang! Kamu memang hebat!" ucapnya sebelum Ia benar-benar memejamkan matanya.

Sementara di kamar lain, Gerald tak juga memejamkan matanya, seolah dirinya menghabiskan beberapa gelas kopi, kedua mata itu benar-benar tidak bisa diajak kompilasi, sementara ia melihat jam sudah menunjukkan pukul satu malam.

Gerald kelihatan sangat gelisah, saat ingin memejamkan mata Ia teringat akan ekspresi wajah Nayla saat mereka sedang berduaan, "Ah sial! Kenapa Aku tidak bisa tidur. Nayla Nayla! Sepertinya Aku bisa tidur jika dia berada di samping ku."

Gerald memutuskan untuk pergi ke kamar Nayla yang letaknya tidak jauh dari kamarnya, hanya saja kamar sama-sama mereka bersebalahan dengan kamar Hera.

Gerald keluar dari kamar dan berjalan menuju ke kamar Nayla, sejenak Ia berhenti saat pintu kamar Hera terbuka. "Shiiit! Ngapain sih Oma pakai bangun segala!" batin Gerald saat dirinya bersembunyi agar Hera tidak melihatnya, Hera keluar dari kamar nya dan Ia terlihat berjalan menuruni anak tangga.

Gerald melihat Hera yang mulai turun dari lantai atas, kemudian dengan cepat Ia berlari kecil menuju ke kamar Nayla.

"Ceklek."

Kamar itu terlihat temaram, Gerald hanya bisa melihat bayangan Nayla yang sedang tertidur pulas di atas ranjang nya, setelah mengunci pintu, Gerald segera menghampiri istrinya yang sedang masih belum mengerti jika Gerald sudah masuk ke dalam kamar nya.

Setelah tiba di tempat tidur Nayla, Gerald mulai bersembunyi di dalam selimut yang pakai Nayla, Gerald menyusup ke dalam selimut sembari memeluk istrinya dari belakang.

Dengan mencium wangi tubuh Nayla, Gerald mulai memejamkan matanya dan tidur dengan melingkarkan tangannya pada perut Nayla.

"Nah ... gini kan Aku bisa tenang, Aku bisa tidur dengan nyenyak!" batinnya sembari memejamkan matanya untuk tidur. Namun, ada yang berbeda dengan Nayla, Ia mulai membuka matanya, Nayla merasakan ada sesuatu yang aneh, sejenak Ia merasa perutnya ada yang menindihnya, dengan cepat Nayla melepaskan tangan Gerald dan segera bangun dari tidurnya.

"Siapa kamu?" Nayla terlihat begitu takut, sementara Gerald langsung menarik tangan Nayla dan kembali merebahkan tubuh Nayla di sampingnya. Tentu saja Nayla panik dan mencoba berontak, suasana gelap dalam kamar itu membuat Nayla tidak bisa melihat wajah orang yang sedang masuk ke dalam kamarnya.

Untuk sesaat Nayla tidak bisa konsentrasi dan panik, namun setelah Ia mendengar deru nafas yang menyapu telinga nya, barulah Ia sadar jika itu adalah Sang suami, Gerald.

"Abang! Ngapain Abang di sini? Bikin Nay kaget aja deh!" seru Nayla sembari menghadap ke arah Gerald, wajah Gerald yang terlihat samar itu tampak sedang tersenyum kepadanya.

"Hmm ... Abang nggak bisa tidur jika ngga memeluk Istriku, Abang mau tidur sama kamu disini," jawaban sembari memeluk Nayla.

"Bahaya, Bang! Nanti Oma tahu gimana coba? Pasti Nay yang kena marah lagi."

"Nggak bakal! Oma ngga bakalan datang ke kamar mu, pintu nya udah Abang kunci, nih kuncinya Abang cabut sekalian!" ucap Gerald sembari menunjuk kunci pintu yang Ia letakkan di atas nakas.

"Sudah! Sebaiknya kita tidur, Abang ngantuk banget nih!" pungkas Gerald sembari menutupkan selimut pada tubuh mereka berdua.

"Awas jangan macam-macam, Nay ngga mau terlambat sekolah!" ucap Nayla kepada Gerald agar pria itu.

"Enggak! Abang ngga bakalan ngapa-ngapain, paling cuma nempel aja, ngga apa-apa, kan?" seketika Nayla membulatkan matanya dan menatap bola mata Gerald yang terlihat bercahaya pada suasana temaram itu.

"Apa, Bang?"

"Sudah! Nggak apa-apa." Gerald berusaha meyakinkan Nayla untuk tenang.

"Abang Pliss! Jangan sekarang? Aduh Nay bisa-bisa telat besok!" Nayla merasa tangan Gerald sudah berhasil mencari tempat favoritnya, dan Ia membuka pelindung tempat itu, meskipun tak sampai terlepas semua nya, Nayla merasa ada sesuatu yang ingin masuk.

"Abang!"

"Sssttt! Sudah tidak apa-apa, tidurlah!" ucapnya saat berada di belakang istrinya, sementara Nayla, bagaimana dirinya bisa tidur jika Ia merasakan sebuah benda bergerak-gerak nikmat di sana.

"Abang ... kamu!"

Gerald tersenyum smirk saat dirinya berhasil bersarang lagi di tempat favoritnya.

"Aku nggak bisa tidur sebelum bersenang-senang dengan istri ku." bisik pria itu pada telinga Nayla. Nayla hanya bisa menggigit bibir bawahnya, tak dipungkiri Gerald selalu berhasil membuat gairah Nayla membara Kembali.

Dalam suasana romantis nan temaram itu, Gerald tidur dengan memeluk Nayla dari belakang, sembari menyelam minum air, tentu saja Gerald tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Setelah keduanya sampai pada puncak nya, Gerald tinggal mencabut kembali milik nya dan Ia merapikan kembali celana Nayla, seolah tidak terjadi apa-apa, keduanya saling melempar senyuman dan setelah itu mereka tertidur. Malam ini adalah malam dimana mereka berdua tidur dalam satu ranjang.

*

*

*

Pagi ini, Hera bangun lebih awal, dirinya membuka pintu kamar nya, sejenak Ia terkejut melihat pintu kamar Gerald yang sedikit terbuka, karena penasaran, Ia pun mencoba melihat dan sekaligus membangunkan Gerald.

Sesampainya di depan pintu kamar Gerald, kemudian Hera membuka pintu yang sudah terbuka itu, Ia masuk ke dalam, dan alangkah terkejutnya saat Ia melihat tidak ada sang cucu di dalam kamar nya, di kamar mandi pun Hera tak menemukan nya.

"Gerald! Kamu dimana? Ya ampun! Nih anak kemana sih?"

Kemudian Hera pergi keluar untuk mencari keberadaan Gerald, mungkin saja sang cucu berada di luar kamar nya. Namun, saat Hera sampai di depan kamar Nayla, Ia pun berhenti sejenak.

"Sudah jam segini, kenapa Nayla belum bangun juga, setahuku Nayla tidak pernah bangun di jam seperti ini, dia selalu bangun pagi sekali. Hmm mencurigakan, jangan-jangan ...." Hera mencoba membuka pintu kamar Nayla, tapi sayang pintu kamar Nayla terkunci dari dalam. Ia pun semakin curiga. Hera segera pergi untuk mengambil kunci cadangan kamar Nayla. Ia menanyakan kepada Bi Jum dimana kunci cadangan kamar Nayla, Bi Jum pun menunjukkan bahwa kunci cadangan berada di sebuah laci dekat ruang tengah. Berharap dugaannya salah, Hera ingin membuktikan jika Gerald tidak ada di kamar Nayla.

"Aku berharap Gerald tidak bersama Nayla! Bisa gawat kalau sampai seperti ini!" sambil mengoceh, Hera membuka pintu kamar Nayla di dampingi Bi Jum yang membuka kamar Nayla.

"Ceklek." setelah pintu itu terbuka, Hera dan Bi Jum langsung masuk ke dalam kamar Nayla, seketika Hera dan Bi Jum membulatkan matanya saat melihat pemandangan di depan mata.

"Geraaaaarld!!!! ... Nayla!!!!"

...BERSAMBUNG...

1
Qaisaa Nazarudin
Semakin rumit..Wasiat suami Nurmala adalah Menantu Nurmala sendiri ternyata,Gimana ntar Nurmalanya...😇😇😇
Qaisaa Nazarudin
Gerald nikahin Nayla udah 3 tahun? Kan waktu itu umur Nayla 17 tahun kelas 3 SMA,beararti sekarang umur Nayla 20 dong, Udah kuliah ya bukan anak sekolahan lagi..Tapi tadi di dapur katanya Nayla juga harus pergi sekolah...🤔🤔🤔 Apa aku yg terlepas pandang..
Qaisaa Nazarudin
Dasar egois padahal dia tau sipa Nayla..Dia aja yg bego masih mikir kalo Nayla gak tau apa2 wkwkwkwkwk...
Qaisaa Nazarudin
ialah special kan anaknya,Gak mungkin orang sembarangan ngasih barang berharga ke orang yg tdk dia kenal..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata mantannya pak Nordin alias baoaknya Nayla sekarang udah jadi wanita kaya ya,, Dulu ke hongkong Jadi TKI ,Apa sampai hongkong dia nikah sama pengusaha Hongkong ya..
Qaisaa Nazarudin
Dari pada cowok lain yg pertama mending kamu ya Rald yg pertama,Udah nyata2 SUAMInya Nayla...
Qaisaa Nazarudin
GAK ADA BUKTI VIDEO SAAT IJAB QABUL ATAU SURAT NIKAH GITU?? ITU PENTING LHO SEBAGAI BUKTI...
Qaisaa Nazarudin
SAH nya satu pernikahan saat pernikhannya di ketahui oleh dua pasangan iaitu Gerald dan Nayla sendiri,Dan juga ada saksi lebih dari 3 orang..Kalo Nayla sebagai pengantin ceweknya gak tau dgn pernikahan itu,Maka tidak SAH pernikahan tsb,Walau walinya baoak kandungnya sendiri,,Maaf ya thor itu yg ku tau dari guru ngaji aku dulu..maaf kalo salah..
Qaisaa Nazarudin
Makanya ounya otak itu di pake Nay,Di suruh sekolah itu untuk belajar,Bukan pacaran...Nah sekarang baru tau kan siapa Rio..
Qaisaa Nazarudin
Kata2 dan janji2 sang buaya cap kadal..baru SMA aja udah jadi teh celup,..
Qaisaa Nazarudin
Keliatan banget Rio bukan lah pemuda baik2..Pasti lah dia berdendam dengan apa yg tlah Gerald lakukan,Dan aku percaya sekarang Rio cuman manpaatin ke Bodohan Nayla doang..Semoga aja kamu gak nyesel Nay gak dengerin nasehat abang kamu..
Qaisaa Nazarudin
Orang yg lagi kasmaran,Mana percaya dia...😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kasian Rio yg gak tau apa2 langsung kena bogem..🤦
Qaisaa Nazarudin
Kan Gerald dari awal udah ngelarang dan nolak mentah2 Nayla berpacaran,Malah ngenyel,Dengan bangga lagi Nayla mengenalkan Rio ke Gerald,Nah kan kena...
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener Nay bukan adek kandung Gerald..Pasti nya Gerald juga udah tau semua,kan saat itu dia udah gede,Jadi gak ada yg salah dgn hubungannya mereka..
Qaisaa Nazarudin
Biasa nya orang kaya jarang banget pake Cash,biasanya pake kartu Ajaib,Apa Gerald gak punya kartu ajaib? 😂
Qaisaa Nazarudin
Beda 10 tahun umur mereka,Jauh tuh perbedaannya,Apa Nayla bukan anak kandung mereka ya..
Mampir thor,Kayaknya seru nih...
Rheanicca
first time saya baca novel yg jalan ceritanya bagiku unik seperti ini
Indri wahyuningtyas
dasar cucu lucnut gak punya otak, Omanya dikasih obat tidur parah parah 🤣🤣🤣
Indri wahyuningtyas
memang ya ... segarang-garangnya laki2 kalau sudah ketemu sama yg pawangnya pasti sifatnya mirip anak kecil , gokil abis 🤣🤣🤣🤣, contohnya suamiku ... kalau di luar rumah ngomong seperlunya aja , tapi kalau di rumah wih rame banget 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!