NovelToon NovelToon
The Punchline

The Punchline

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cintapertama
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Sepuluh tahun lalu, Victor menyebut cinta Achell sebagai 'lelucon'. Sekarang, Achell kembali untuk memastikan Victor merasakan betapa pahitnya akhir dari lelucon itu. Sebuah kisah tentang penyesalan yang terlambat, cinta yang mati rasa, dan harga mahal dari sebuah keangkuhan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Sunyi yang Berisik

Dua minggu telah berlalu sejak Achell memutuskan untuk berhenti menyentuh pena dan kertas suratnya. Di St. Jude’s Academy, suasana sedang sangat sibuk. Sebuah acara besar tahunan bertajuk The Grand Laureate—lomba bakat dan kecerdasan untuk menyambut kelulusan tingkat menengah—sedang dipersiapkan.

​Achell duduk di bangku taman asrama, memperhatikan Sophie yang sibuk berlatih pidato sementara Julian asyik menyetel senar biolanya.

​"Kau benar-benar tidak mengirimnya, Rachel?" tanya Julian tanpa menoleh, fokus pada instrumen di tangannya.

​"Tidak lagi, Julian," jawab Achell datar. Matanya menatap lurus ke depan, ke arah gerbang asrama yang biasanya ia pandangi dengan penuh harap. "Aku lelah menunggu jawaban yang tidak pernah ditulis oleh tangannya sendiri."

​Sophie berhenti berpidato dan duduk di samping Achell. "Bagus! Itu kemajuan. Biarkan Tuan Edward itu bertanya-tanya kemana perginya si 'gadis berbau susu' yang selalu mengganggunya. Sekarang, fokuslah pada lomba piano. Kau harus menang, Achell. Tunjukkan pada dunia—dan pada dirimu sendiri—bahwa kau hebat."

​Achell tersenyum tipis. "Aku akan berusaha, Soph."

​Sementara itu, di London.

​Victor Louis Edward sedang berada di ruang kerjanya yang luas. Di depannya, setumpuk laporan audit menanti untuk ditandatangani, namun perhatiannya teralihkan pada sudut mejanya yang kosong. Biasanya, setiap Selasa pagi, sekretarisnya akan meletakkan sebuah amplop beraroma melati di sana.

​Hari ini Selasa. Meja itu bersih. Hanya ada kopi hitam yang mulai mendingin.

​Victor berdeham, lalu menekan tombol interkom di mejanya. "Linda, masuk ke ruangan saya."

​Pintu terbuka, dan sang sekretaris masuk dengan rapi. "Ya, Tuan Edward? Ada masalah dengan laporannya?"

​Victor terdiam sejenak, ia memutar-mutar pena emasnya dengan gerakan gelisah. "Apakah... apakah ada surat masuk dari asrama Gabriella Rachel minggu ini? Atau mungkin terselip di bagian logistik?"

​Linda tampak terkejut. "Tidak ada, Tuan. Sudah dua minggu ini Nona Gabriella tidak mengirimkan surat apa pun. Saya pikir Anda justru merasa lega karena tidak perlu lagi mendengarkan ringkasan surat-surat remajanya."

​Rahang Victor mengeras. "Tentu saja saya lega. Hanya saja, ini aneh. Pastikan biaya sekolahnya tetap terbayar tepat waktu. Mungkin dia sedang sibuk dengan ujian."

​"Baik, Tuan. Oh, satu lagi," Linda menyerahkan sebuah undangan elegan. "Ini undangan dari St. Jude’s Academy. Acara The Grand Laureate. Nona Gabriella akan tampil dalam lomba resital piano sebagai perwakilan kelasnya. Mereka mengharapkan kehadiran wali."

​Victor mengambil kartu itu, menatap nama Gabriella Rachel yang tertulis dengan tinta perak. Bayangan Achell yang menangis di bawah jendela kembali muncul di benaknya.

​"Jadwalkan pertemuan dengan dewan direksi di jam yang sama," ucap Victor dingin, meletakkan undangan itu ke dalam laci meja dan menguncinya. "Saya tidak punya waktu untuk menonton anak sekolah bermain musik."

​"Baik, Tuan," Linda mengangguk dan mundur keluar.

​Setelah pintu tertutup, Victor menyandarkan punggungnya ke kursi kulit. Ia mencoba kembali fokus pada angka-angka di depannya, namun entah mengapa, keheningan di kantornya terasa sangat berisik. Rasa penasaran mulai merayap seperti racun. Kenapa dia berhenti menulis? Apa dia sudah menemukan teman seumuran yang lebih menarik?

​Victor mendengus kasar. "Bagus kalau dia sadar. Itu yang aku inginkan sejak awal, bukan?"

​Kembali ke Asrama.

​"Achell! Fokus!" Julian mengetuk meja kayu dengan busur biolanya, membuyarkan lamunan Achell yang sedang duduk di depan piano besar di aula latihan.

​"Maaf, Julian," bisik Achell. Jemarinya kembali menari di atas tuts hitam-putih, memainkan komposisi Chopin yang penuh dengan nada melankolis.

​"Kau memainkan nada-nadanya dengan sempurna, tapi jiwamu tidak ada di sana," Julian berdiri di samping piano. "Jangan mainkan ini untuk Victor. Jangan mainkan ini agar dia bangga. Mainkan ini agar kau bisa melepaskan semua rasa sakit yang kau simpan."

​Achell menarik napas dalam-dalam. Ia menutup matanya. Ia membayangkan semua penolakan Victor, semua surat sekretaris yang dingin, dan semua air mata yang jatuh di bawah pohon ek.

​Tiba-tiba, irama piano itu berubah. Bukan lagi sekadar musik yang indah, tapi sebuah luapan emosi yang kuat. Sophie yang sedang membaca di pojok aula sampai menurunkan bukunya, terpana melihat sahabatnya yang biasanya lembut kini terlihat begitu intens.

​"Itu dia," bisik Sophie dengan bangga.

​"Aku akan menang," ucap Achell setelah nada terakhir menghilang di udara. "Bukan untuk dia. Tapi untuk menunjukkan bahwa aku bisa berdiri tegak tanpa bayang-bayangnya."

​Achell tidak tahu bahwa di London, Victor secara diam-diam kembali membuka laci mejanya, mengambil undangan itu, dan menatapnya lama di bawah lampu remang-remang—sebuah pertanda bahwa keangkuhan sang Tuan Edward mulai goyah oleh sunyi yang ia ciptakan sendiri.

1
shabiru Al
akhirnya ngaku juga achell cinta sama victor
shabiru Al
sama sama keras kepala angkuh dan berego tinggi,,, kapan bisa bersama keburu victornya makin tua 🤭
shabiru Al
eleehhh sanksi saja terus,, dan akan berubah sesuai keadaan.. klo begini kapan selesainya....
shabiru Al
siapa marco,, kenapa begitu detail tahu kisah victor dan achell ?
panjul man09
/Cry//Cry//Cry//Cry/
Hanja
🤍🫶🏻
panjul man09
author memang 👍 diawal ,pemeran victor kami benci, tapi saat ini victor bisa menarik simpatik dan dukungan untuk mendapatkan achell 😄
christian Defit Karamoy
mantap thor👍
panjul man09
sosok victor yg dulu dan yg sekarang sangat kontras
panjul man09
untuk bisa sepenuhnya lepas dari victor ,achell harus menikah dgn orang lain .
panjul man09
untuk laki2 usia 32 bukan tua tapi matang , kenapa di cerita ini victor selalu disebut tua.
Anny
jgn kau hukum Victor begitu keras Gabriel aku merasa kau terlalu kejam dan tidak punya hati untuk seukuran perempuan yg pernah mencintai dan memujanya dahulu
Anny
Menurut aku yaa disini tg paling tersiksa adalah Victor karena kesalahan dia yg tidak terlalu berat dimasa lalu harus menerima hukuman yg berkali kali lipat GK adil bgt bagi dia
panjul man09
di awal cerita disebut usia victor 25 dan memasukkan achel ke asrama selama 3 tahun ,saat achel lulus usia victor 28 ditambah achel kuliah 4 tahun berarti usia victor sudah 32 tahun ,iya kan thor ???
panjul man09
sangat puitis dan/Cry//Cry//Cry//Cry/
panjul man09
alur ceritanya sangat menarik ,terlihat sangat berbeda dari novel2 yg lain , sangat menyentuh hati , ada pelajaran yg bisa diambil , tata bahasanya sangat bagus ,saat membaca novel ini seolah olah kita menonton film barat romance di layar tv .
panjul man09
hanyut terbawa cerita ....lanjut
panjul man09
semoga achell mau membuka hatinya
shabiru Al
semangat up nya ya thor,, ntar senin ta kasih vote.. besok ta kasih bunga sampe abis tuh poin 😄🤭
panjul man09
jangan pernah mengingatnya lagi achell !!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!