Aruna Putri Rahardian harus menelan pil pahit ketika ayahnya menuduh sang ibu berselingkuh. Bahkan setelehnya dia tak mengakui Aruna sebagai anaknya. Berbeda dengan adiknya Arkha yang masih di akui. Entah siapa yang menghembuskan fit-nah itu.
Bima Rahardian yang tak terima terus menyik-sa istrinya, Mutiara hingga akhirnya meregang nyawa. Sedangkan Aruna tak di biarkan pergi dari rumah dan terus mendapatkan sik-saan juga darinya. Bahkan yang paling membuat Aruna sangat sakit, pria yang tak mau di anggap ayah itu menikah lagi dengan wanita yang sangat dia kenal, kakak tiri ibunya. Hingga akhirnya Aruna memberanikan diri untuk kabur dari penjara Bima. Setelah bertahun-tahun akhinya dia kembali dan membalaskan semua perlakuan ayahnya.
Akankan Aruna bisa membalaskan dendamnya kepada sang ayah? Ataukah dia tak akan tega membalas semuanya karena rasa takut di dalam dirinya kepada sangat ayah! Apalagi perlakuan dari ayahnya sudah membuat trauma dalam dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku kembali Ayah! 34
BRAAAAK
BRAAAAK
Praaaang
Praaaang
Tiba di rumah yang di tempati oleh adewi dan kedua anaknya, Bram menendang apapun yang ada di depannya. Kedatangan dan kemarahan Bram itu membuat mereka semua kaget bukan main.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu datang-datang terus marah seperti ini? Siapa yang sudah membuat kamu emosi seperti ini? Apa si Ayu dan anaknya? atau Anak ha-/ram itu?" tanya Dewi kaget dan sedikit takut mendekat kearah Bima.
"Ambilkan aku minuman!" teriak Bima.
"iyaz sebentar," jawab Dewi segera ke dapur menuju lemari tempat minuman beral-ko-hol di simpan.
Mereka emang terbiasa mengkonsumsi minuman itu. Sehingga di rumahnya selalu ada stok minuman. Bima mengambil satu botol tanpa menuangkannya ke gelas. Dia terlihat sangat frustasi. Bahkan wajahnya juga sangat kusut dan di tumbuhi bulu halus di sekitarnya. Beberapa hari ini Bima memang tak datang ke rumahnya. Bima akan datang semaunya dia. Dan Dewi tak peduli, yang penting baginya adalah uang dari Bima terus mengalir ke rekeningnya. Biar saya si ayu istri siri keduanya yang mengurus semua keperluan Bima.
"Ada apa ayah?" tanya Rendra.
"Wanita itu berhasil pergi. Aku tak ingat jika beberapa hari lalu adalah batas waktu dia bersamaku! Sekarang aku sudah kehilangan jejaknya, dia sudah mempersiapkan diri untuk pergi dariku! Tapi aku akan menemukan dia, kemanapun dia pergi!" jawab Bima kemudian kembali meminum air kesukannya yang ada di dalam botol.
"Apa? Maksudnya Aruna sudah tak ada lagi dalam genggaman kamu mas? Kenapa kamu tak mengikuti saranku untuk mem-bu-nuh anak itu saja. Bukannya sudah kukatakan kalau anak itu suatu saat akan mengacau kepadamu. Lihat saja saat nanti dia kembali, dia pasti akan datang dan membalas semua yang sudah kamu lakukan kepadanya!" kesal Dewi.
Sebenarnya keinginan diri untuk mengusir Aruna bukanlah semata-mata karena takut karena membalas dendam. Hal utama yang paling dia takutkan adalah, Aruna akan mengambil semua harta dan kekayaan yang dimiliki oleh Bima. Sedangkan dia dan kedua anaknya tidak bisa mendapatkan harta warisan apapun. Karena Bima tidak mau menikahinya secara resmi. Bahkan sampai saat ini Dia tidak memiliki anak dari Bima. Sedangkan Ayu wanita yang baru dinikahinya beberapa tahun lalu sudah memiliki anak. walaupun anak yang dilahirkannya adalah perempuan. Sehingga dia tidak memiliki alasan untuk meresmikan pernikahannya.
praaaang
Pyaaar
Plaaaak
"Jangan banyak mengaturku Dewi! Aku datang kesini bukan untuk mendengar ocehanmu! Kau benar-benar membuatku sangat muak Dewi!" emosi Bima setelah melempar botol dan juga menendang meja, setelahnya memberikan satu tamparan kepada Dewi.
"Mas, bukan begitu maksud aku. Aku hanya mengingatkan saja kalau anak haram itu, hanya akan mengusahakan kamu suatu saya nanti. Kalau saja kamu mem-bu-nuh-nya seperti kamu mem-bu-nuh Mutiara, pasti dia tak akan membuat kamu susah!" kembali Dewi bicara sesuai dengan yang ada di dalam kepalanya.
"Sudah aku katakan! Aku tak pernah mem-bu-nuh istri dan calon anakku! Aku mencintai Mutiara, dan itu tak sengaja! Berani sekali kau mengatakan aku pem-bu-nuh hah! Aruna masih berguna untukku di banding kalian! Jadi jangan banyak bertingkah! Kau hanya ja-/Lang mura-han yang tak pantas di sandingkan dengan istriku sampai kapanpun!" teriak Bima menarik rambut Dewi dengan kuat dan melemparkannya ke lantai.
aaaaaaaaa
Dewi berteriak kesakitan karena badannya menimpa peca-han ka-ca dari botol dan kaca meja yang di tendang olah Bima.
"Mamaaaaaa..." teriak Kanaya dan Rendra menolong ibunya.
"Apa yang ayah lakukan? Ayah sudah melu-kai Mama!" kesal Kanaya.
"Tak usah banyak bicara tinggal bawa dan obati! Berisik sekali kalian itu!" kesal Bima melemparkan vas bunga ke arah Kanaya namun meleset. Bima kemudian pergi dari sana. Niat mencari ketenangan malah membuat dia semakin emosi.
"Apa yang terjadi kepada dia? Kenapa pria itu sangat marah saat Aruna pergi? Memangnya apa hebatnya anak itu? Toh selama ini dia juga hanya di sik-sa saja oleh pria itu kan?" kesal Kanaya karena melihat Bima begitu frustasi saat Aruna tidak ada.
Padahal selama ini dia berusaha untuk menjadi anak perempuan yang disukai oleh Bima. Kalau sampai saat ini Bima juga tidak begitu menyenangi dia termasuk juga kepada Rendra kakaknya. Padahal Rendra sudah mulai masuk di perusahaan setelah lulus kuliah. Sedangkan saat ini Kanaya baru kelas dua belas.
"Entahlah mama juga tak tahu apa syang membuat Bima begitu marah dan murka saat Aruna pergi. Lagian bagus juga kalau dia pergi dan kalau bisa jangan kembali lagi agar kita bisa menguasai semua harta milik pria itu. Sedangkan untuk si Arkha, anak itu gampang saja kita eksekusi nanti. Tapi saat ini kita masih butuh anak itu. Apalagi Bima begitu menyayangi Arkha. Kamu harus lebih giat lagi di kantor Rendra. Agar Bima terus percaya kepada kamu dan pada akhirnya kamu mendapatkan jabatan yang strategis di perusahaan!" ucap Bu Dewi sambil meringis kesakitan.
Dari awal niat mereka memang tak baik, tapi bodohnya Bima yang masih selalu bisa tergoda oleh bujuk rayu Dewi dari dahulu. Bahkan dia rela menyakiti Mutiara, katanya dia begitu mencintai mutiara. Tapi dia mampu menyakiti Mutiara sampai sejauh itu. Hanya demi bisa membawa Dewi ke rumah, dengan membuat alasan jika mutiara melakukan kesalahan. Tapi ternyata semua rencana mereka gagal. Karena Mutiara menolak dan meminta bercerai, hingga akhirnya Bima murka dan akhirnya menyiksa Mutiara dan Aruna. Bahkan sampai membuat mutiara meninggal bersama calon anak ketiga mereka.
"Baik Ma, aku yakin dalam waktu dekat bisa menjadi orang kepercayaan ayah! Hanya saja aku masih penasaran dengan pekerjaan yang sering dilakukan oleh Aruna. Apalagi melihat penampilan gadis itu, belum lagi dia juga memiliki ketangkasan dalam beladiri dan yang lainnya," tanya Rendra yang tak tahu sampai sekarang jika Bima memiliki kelompok bawah. Begitupun dengan Dewi.
"Sudah tak perlu memikirkan anak itu! Kalau suatu hari kamu bertemu dengannya bahwa dia pada mama. Kita akan eksekusi dia bersama-sama! Karena Wanita itu pastinya akan datang dan mengacau kembali ketenangan kita. Memangnya Kalian mau kembali hidup susah dan tidak mendapatkan apapun lagi?" tanya Bu Dewi.
"Mana mau kami hidup miskin Kemabli seperti dulu Ma!" jawab Kanaya.
"Makanya nurut dengan ucapan ibumu ini, selama beberapa tahun ini kita sudah hidup enak dari uang si Bima! Walau pada akhirnya mama hanya masih bisa menjadi istri sirinya saja! Tak penting, yang terpenting adalah uang!" ucap Bu Dewi.
sedangkn sister putri ny udh gx da ,,
pasti syik syak syok smpe ke ubun2 tuuuh ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
kamu yg berbuat masa ankmu juga sama ga fair,
tapi sekarang ga gitu kayanya secara di depan mata ku yg berbuat dia yg kena karma sendiri Al Fatihah untuk nya semoga di ampuni segala perbuatannya yg tidak baik Aamin