NovelToon NovelToon
Cinderella Ken

Cinderella Ken

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nonelondo

Putri seorang gadis berusia 17 tahun. Harus rela menerima kenyataan dijodohkan dengan seorang tentara berpangkat Lettu dari kesatuan Angkatan Udara skuadron pesawat tempur. Seperti gadis kebanyakan seusainya. Alias lagi masa puber-pubernya, dan zaman sekarang lagi demam-demamnya K-POP. Tentu dia mengidam-idamkan memiliki pacar seperti Oppa-Oppa Korea. Meski calon tunangannya ganteng dan berpangkat. Tapi masa, dia nikah sama om-om?

Ken yang saat ini menginjak usai 33 tahun. Tak menyangka akan mendapatkan malapetaka ini. Sejak ditinggal kekasihnya 5 tahun silam. Dia belum siap menjalin hubungan lagi. Tapi sekarang dia bisa apa? Tambah bikin suntuk lagi, kenapa lah calonnya cabe-cabean?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonelondo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 Bermesraan Dengan Gadis Kecil

Ken membuka pintu tengah, mengambil jacketnya di dalam mobil. Lalu dia jongkok, dan melilitkan ke pinggang Putri.

"Kenapa kamu masih pakai bawahan pendek sih?!"

"Kan bukan ke kantor, Om."

"Kalau gitu, Om tambah peraturan lagi. Besok, kamu nggak boleh pakai celana pendek dan rok mini lagi," balas Ken, usai berdiri.

“Dih! Kok gitu, Om?" Putri mendelik.

“Nggak ada dih, dih.”

“Tapi...”

“Nggak ada tapi, tapi.” Potong terus Ken.

“Tapi Putri suka, dan nyaman pakai yang mini-mini, Om. Lagian kan, keren.”

"Apanya yang keren? Paha kamu dilihat-lihatin orang begitu. Lagian, kamu mau lihat Om marah lagi, atau gimana?”

"Iiihhh...!” Putri menggerutu diancam lagi.

“Ya sudah. Ayo, kita masuk.” Ken mengulurkan tangan.

Dengan muka masih cemberut, Putri meraih tangan Ken malas-malasan.

“Senyum." Ken menegur.

Kalau bukan karena punya salah, pasti dia marahnya sudah meledak. Maka Putri mengembangkan senyuman dipaksakan.

“Pegang yang erat," pinta Ken lagi.

“Ugh!” gerendeng Putri lagi, kembali menggenggam seperti tadi.

“Nah! Gitu.”

Kemudian mereka pun berjalan. Karena berhubung di mall, jadi mereka jalan-jalan di sana. Ya, kalau dipikir-pikir gadis itu kencannya bukan sama cowok idamannya. Melainkan jadi sama calon suaminya.

Memasuki gedung. Putri meminta Ken agar mereka main ke studio bermain. Lalu setiba di sana, Ken membeli dua kartu. Kartu yang berfungsi dapat mengisi ulang saldo kalau nanti datang lagi.

Di dalam studio, semua wahana hampir ada. Dari anak kecil hingga untuk orang dewasa. Kecuali tempat bermain yang menyediakan air, dan wahana yang terlalu ekstrim.

Putri menunjuk wahana Bom Bom Car. Lalu mereka ke sana dan mengantri. Akhirnya mereka dapat giliran. Ken iseng mengambil mobil yang diincar Putri sedari tadi. Biasa mobil berwarna pink, dan kebetulan hanya satu-satunya di situ.

“Aaa... Om. Ini mobil untuk Putri.”

"....." Ken tidak bergeming, tidak mau membangkitkan tubuhnya.

“Ihhh....! Om. Awas..."

"....." Ken tetap saja tak mau bergerak.

"Ugh....! Om, nyebelin banget deh!"

Putri terpaksa berjalan mengambil mobil lain. Namun dia sempat menolehkan kepalanya ke Ken demi mengeluarkan kekesalannya lagi. Di hentak-hentakkan kakinya gemas ke lantai.

“Uuughhh!!!”

Ken tersenyum geli melihat tingkah Putri. Kemudian permainan pun dimulai. Semua mobil melaju. Putri makin kesal saat pria yang tidak mau mengalah padanya itu. Berulang kali terus menabrak mobilnya.

“Aaaa... Om, ah!”

“Iihhh... Om!”

“Jangan tabrak-tabrak Putri terus dong...”

"Iiih....! Om ini!"

Lalu berikutnya mereka menaiki racing coaster. Sepanjang kereta berjalan, Putri terus menjerit-jerit nggak karuan. Ken biasa saja. Maklum, ketinggian sudah makanan sehari-hari baginya. Namanya dia pilot jet tempur. Apa lagi ini tingginya nggak seberapa. Namun beruntungnya dia, gadis di sebelahnya terus merebahkan kepalanya ke pundaknya, dan berteriak manja.

“Aaa... Putri takut, Om.”

“Jantung Putri mau copot nih!”

"Iiih... Tinggi banget, Om."

Lalu selanjutnya mereka memasuki rumah kaca. Putri di suruh Ken berjalan di belakangnya dan memegangi bajunya. Karena saking antusiasnya, tadi Putri di depan beberapa kali badannya terbentur kaca.

Dan selanjutnya lagi, mereka memasuki museum hero. Aneka miniatur hero dipajang di sana. Baik itu dari negeri sendiri dan negeri seberang. Seperti dari negeri paman sam dan negeri sakura. Mereka kumpul jadi satu di museum, dan masing-masing di kasih tali sebagai pembatas antara pajangan, dan pengunjung.

Ada Gatot Kaca, Jaka Sembung, Gundala. Superman, Batman, Transformer, Ultraman, Kamen Rider, Astro Boy dan lain sebagainya. Di sana pun ada beberapa penjaga melakukan cosplay.

“Om, tolong photo Putri di situ dong, Om.”

Putri menyerahkan Hp-nya, meminta Ken membidik ke tokoh hero yang disukainya. Ken mengambil dan membidik.

Jepret!

Rupanya nggak mau ketinggalan, Ken mengeluarkan Hp-nya, mengajak foto berdua.

“Kamu rangkul Om dong.”

“Iya.”

“Kepalamu juga direbahkan ke pundak Om saja.”

“Iya.”

Sebelum Ken membidik, dia membentangkan satu tangannya dulu untuk balas merangkul mesra. Baru setelah itu, dia membidik.

Jepret!

Hmm... Ken... Bisa aja!

Mereka pun di sana, photo dengan pemeran cosplay, dan bukan hanya sendiri, ada mengambil photo berdua juga.

Lalu mereka memasuki rumah hantu. Tiap ada hantu yang bergerak, atau mengeluarkan efek suara yang menakutkan. Putri pasti memeluk pria di sebelahnya.

“Ih, ih, ih, apa itu yang gerak?” Putri peluk.

“Ih, ih, ih, siapa tuh yang lewat.” Putri peluk lagi.

“Aaa.... Seram amat suara ketawanya.” Dan Putri peluk lagi.

Tentu Ken senang, sangat pasrah membiarkan tubuhnya jadi bahan persembunyian Putri. Malah dia jadi menakut-nakuti biar Putri gak bolak-balik memeluknya.

“Iya, memang seram. Lebih baik kamu peluk Om terus saja ya."

“Iya deh, Om.”

Kemudian mereka break. Untuk mengisi perut. Mereka mengantri di restoran cepat saji. Karena masih kenyang, Putri hanya memilih burger dan minuman bersoda. Tentu tadi dia sudah makan sama Boy. Sedangkan Ken memilih menu paket yang berisi ayam, nasi, dan air mineral. Dan semua menu itu sudah ada di meja mereka. Mereka duduk di dekat kaca.

“Biasanya kamu makannya banyak,” ucap Ken.

Karena seingatnya waktu mereka kemarin ke mall. Putri banyak sekali pesan makanan.

“Tadi Putri kan udah makan.”

"Iya, Om tahu. Tapi kan, tadi Om lihat di meja kalian masih banyak lauknya. Apa kamu kalau di depan cowokmu. Malu ya, kalau makan banyak.”

Saat tadi Ken memergoki mereka, dia sempat melihat yang ada di meja.

“Iiih... Putri kan belum jadian sama Boy.”

Tentu ucapan Putri membuat Ken jadi tersenyum. Apa lagi, berbicara dengan nada marah. Seakan-akan belum mau dilabelkan sebagai pacar cowok itu.

"Om pikir, kamu sudah jadian. "

Menggeleng. "Nggak."

“Bukannya kamu suka sekali sama Boy. Kenapa nggak kamu terima saja?" Ken biar begitu penasaran.

“Iya sih, tapi...”

“Tapi apa?” potong Ken, nggak sabaran.

“Putri kan, harus sama Om. Lagian, tadi Om ada bilang sama Boy kan. Kalau Putri nggak boleh pacaran dulu karena masih kecil. Iya, 'kan?”

Busyet! Nih anak polos banget ya...

Aslinya, Ken mau ketawa dengar itu. Ya, gimana nggak? Karena dia gak menyangka omongannya didengarin, dan dapat jawaban sepolos ini sama Putri.

“Iya, Om nggak suka kamu pacar-pacaran. Kamu harus sama Om.”

"Iya, Om.” Putri mengangguk.

Gadis pintar, nurut sekali...

Ken tersenyum senang lagi. Namun dia sambil memajukan tangannya. Karena melihat saos yang berlumuran di bawah bibir Putri.

“Kamu selalu saja makan belepotan.”

“Om juga ada.”

Mendelik. “Masa?"

Ken memalingkan kepalanya ke kaca. Namun belum sempat dia melihat kaca, Putri sudah menghalanginya duluan dengan mengusap lembut dagunya.

“Di sini, Om.”

Seketika Ken membeku melihat wajah cantik nan imut-imut di depan matanya. Benar kata Awang, dia nggak boleh meremehkan pesona anak kecil.

"Ehem!"

Ken segera membuyarkan kekikukannya sendiri. Agar dia kembali fokus.

Kemudian sehabis makan, mereka kembali melanjutkan petualangan di studio bermain itu. Kini mereka lagi menuju ke teater boneka. Namun sepanjang jalan Putri mendumel. Meski bersuara kecil, tapi mampu terdengar oleh Ken.

“Makanya, kamu gandeng erat tangan Om seperti tadi.”

Putri segera meraih tangan, dan menggenggamnya seerat mungkin. Hingga orang yang meminta itu kesakitan.

“Ya, nggak usah seerat ini juga," protes Ken.

“Biar... Biar cewek-cewek nggak ada yang lihatin Om lagi.”

Rupanya gadis itu mengeluh karena banyak cewek-cewek ngelirik pria itu. Makanya dia tadi merengut.

Ken tersenyum geli rupanya karena itu. Dia pikir, Putri berontak karena terus disuruhnya begitu. Oleh karena itu dia jadi menarik tubuh di sebelahnya, untuk masuk ke dalam rangkulannya.

“Kalau kayak begini, baru mereka berhenti ngelihatin Om.”

Hmmm... Ken, peluk terus.... Cari kesempatan terus ya...

Lalu di dalam teater, mereka tertawa-tawa melihat tingkah lucu para pemain. Atraksi banyak melakukan adegan konyol. Ada boneka berpura-pura jatuh, ada boneka yang manjat-manjat pohon, ada boneka yang manja minta disuapin, dan ada juga yang bandel, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pokoknya sangat menghibur.

Kemudian mereka lanjut menaiki wahana lain, dan bersenang-senang juga di sana. Terakhir, mereka menaiki komidi putar. Kali ini Ken membiarkan Putri memilih warna favoritnya. Putri menaiki kuda berwarna pink, dan dia di sebelahnya. Putri tersenyum-senyum senang saat komidi berputar, dan Ken pun tersenyum atas hal itu. Sungguh, sudah lama dia nggak merasakan hal ini jalan bersama wanita.

1
Endang Werdiningsih
nyeselin dr kata nyesel berkaitan dgn penyesalan kalo ngeselin itu sesuatu yg menjengkelkan,,,
maaf othor sekedar koreksi menurut saya🙏
Nonelondo (ig : nonelondo): nyeselin itu bukan ke arah penyeyasalan kk. walau katanya dari sana tapi ini lebih mengartikan menyebalkan atau nyebelin. tapi gpp, terima kasih masukannya. Yuk, mampir juga kk ke novel baruku "My Man"
total 1 replies
Endang Werdiningsih
dulu pernah baca novel ini,,lamaaa bgt..
sampai sekarang kalo baca pasti lupa kasih like karwna keasyikan baca
Endang Werdiningsih
ditinggal kekasih meninggal sikap'a berubah termasuk kpd org tua jg sodara,,kok ga pantas bgt ya,,di mata ken seorang kekasih lebih berharga drpd orang tua jg sodara...
lanna sari siregar
Luar biasa
Nonelondo (ig : nonelondo): Hai, makasih ya atas bintangnya.🙏 Yuk, ramaikan novelku yang baru rilis. Judulnya "My Man". Klik profilku ya...
total 1 replies
Kasma Ramadhan
kapan d ganti nama panggilan a gak seru x msh manggilnya om
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
ainunlita28122019
bisa di gantikan yang cowo nya ganti sama yang lebih ganteng lagi gctue kaya arya saloka
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
" Ira_W "
okhhh ternyata biang keroknya adalah trio Wek Wek....😆
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
RosE
udah baca kedua kali, tetep ngakak waktu bab yg ini 😂😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
semoga cepat sembuh ibunya Thor ,
Wirda Pitri Selian
saya suka Thor cerita yg berbaur tentang militer
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
Ya Allah Thor
tengah malam tahan2 Tawa 🤣🤣🤣🤣
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
Wirda Pitri Selian
hahahaha
tengah malam ketawak2 sendiri Thor..
semangat trus ya
"𝙈𝙤𝙘𝙝𝙞"
wissss keren ini mah si mimi
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜
awang jadi sama mimi ja ya..🤭
𝔔𝔲𝔢𝔢𝔫 𝔅𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔯𝔞𝔱𝔲
mampooos kou ken😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
"𝙈𝙤𝙘𝙝𝙞"
kuburan winda
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
dieh om modus ini😂😂
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
hahhahaha somplak si putri😂😂
Nonelondo (ig : nonelondo): hai, novelku "My Man" uda terbit dibaca...
total 1 replies
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
pepet terus put,,jangan kasih celah buat org k 3...
𝕻𝖊𝖗𝖆𝖍𝖚 𝖐𝖊𝖗𝖙𝖆𝖘 ⛵
ortunya gabut banget😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!