NovelToon NovelToon
DICERAIKAN SUAMI DINIKAHI SULTAN

DICERAIKAN SUAMI DINIKAHI SULTAN

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Tamat
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: niadatin tiasmami

Alya menikah dengan Arga bukan karena harta, melainkan cinta dan harapan akan keluarga yang hangat. Namun sejak hari pertama menjadi menantu, Alya tak pernah benar-benar dianggap sebagai istri. Di mata keluarga suaminya, ia hanyalah perempuan biasa yang pantas diperintah—memasak, membersihkan rumah, melayani tanpa suara. Bukan menantu, apalagi keluarga. Ia diperlakukan layaknya pembantu yang kebetulan menyandang status istri.
Takdir mempertemukan Alya dengan seorang pria yang tak pernah menilainya dari latar belakang—Sultan Rahman, pengusaha besar yang disegani, berwibawa, dan memiliki kekuasaan yang mampu mengubah hidup

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niadatin tiasmami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 Kelahiran Satria Putra Sultan

Sinar matahari pagi yang biasanya hangat dan menyenangkan kali ini terasa berbeda bagi Sultan. Dia berdiri di koridor rumah sakit dengan tangan yang menggigil sedikit, mata terus mengawasi pintu ruang bersalin di depannya. Udara dingin dari pendingin ruangan membuatnya merasakan getaran di tulang punggungnya, namun bukan karena rasa dingin yang membuatnya tidak tenang—melainkan karena istri tercintanya, Alya, sedang dalam proses melahirkan anak pertama mereka.

Sudah lima jam sejak Alya dibawa ke ruang bersalin. Kedua orang tua mereka telah datang dan sedang menunggu di ruang tunggu bersama beberapa kerabat dekat. Haji Mansur duduk dengan wajah yang penuh kesabaran namun jelas terlihat khawatir, sementara ibu Alya, Bu Sri Wahyuni, terus mengusap pundaknya untuk memberikan dukungan. Mereka semua telah berdoa dengan sungguh-sungguh agar Alya dan bayinya tetap sehat dan selamat.

“Sultan, nak, duduklah sebentar saja,” ujar Haji Mansur dengan suara lembut ketika melihat putranya masih berdiri dan berjalan bolak-balik di depan pintu ruangan. “Kamu perlu menyimpan tenaga untuk ketika Alya dan cucu kita keluar nanti.”

Sultan mengangguk perlahan namun tetap tidak bisa berhenti melihat ke arah pintu. “Maafkan saya, Bapak,” ujarnya dengan suara yang sedikit bergetar. “Saya hanya tidak bisa diam. Saya ingin bisa berada di sana bersama Alya, membantu dia melewati semua ini.”

Sebelum Haji Mansur bisa menjawab, pintu ruang bersalin akhirnya terbuka perlahan. Dokter Kartini, yang telah menangani kehamilan Alya selama sembilan bulan, muncul dengan wajah yang terpampang senyum lebar. “Selamat, Pak Sultan!” ujarnya dengan suara penuh kegembiraan. “Istri Anda telah melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat sehat dan tampan. Berat badan sekitar tiga kilogram dengan panjang badan lima puluh sentimeter. Kedua ibu dan anak dalam kondisi baik.”

Kata-kata dokter tersebut membuat seluruh ruangan terasa penuh dengan kebahagiaan. Sultan merasa seperti ada beban besar yang terangkat dari pundaknya, air mata kebahagiaan langsung menetes di wajahnya. Haji Mansur berdiri dengan cepat dan memeluk putranya dengan erat, sementara Bu Sri menangis teresak-esak karena kebahagiaan yang luar biasa.

“Terima kasih banyak, Dokter,” ucap Sultan dengan suara yang penuh emosi. “Kapan saya bisa melihat mereka?”

“Silakan masuk saja, Pak Sultan,” jawab Dokter Kartini dengan senyum. “Istri Anda sudah bisa menerima tamu sebentar. Bayinya juga sudah dibersihkan dan siap untuk ditemukan oleh ayahnya.”

Dengan hati yang berdebar kencang, Sultan memasuki ruang bersalin yang tenang dan bersih. Di sana, Alya sedang berbaring di tempat tidur dengan wajah yang sedikit lelah namun terpampang senyum bahagia. Di dadanya, sebuah bayi kecil dengan wajah tampan dan rambut hitam tipis sedang tertidur dengan tenang, dibalut dengan selimut warna biru muda yang lembut.

Sultan berjalan dengan langkah yang hati-hati mendekati tempat tidur istri nya. Dia mencium dahi Alya dengan penuh kasih sebelum melihat ke arah bayi yang sedang tidur damai di dadanya. “Dia cantik sekali, sayang,” ujarnya dengan suara pelan agar tidak membangunkan bayinya. “Mirip sekali denganmu.”

Alya tersenyum lembut, tangan kanannya masih menggenggam tangan Sultan dengan erat. “Dia adalah anak kita yang paling berharga, sayang,” jawabnya dengan suara yang lembut namun penuh dengan kebanggaan. “Kamu sudah melihat wajahnya kan? Dia punya hidung yang mirip denganmu dan bibir yang kecil seperti aku.”

Sultan mengangguk, matanya tidak bisa lepas dari wajah bayi yang begitu menggemaskan itu. Dia dengan hati-hati menyentuh pipi bayinya yang lembut seperti kapas. Rasa cinta yang luar biasa meluap dari dalam hatinya—rasa cinta yang belum pernah dia rasakan sebelumnya dalam hidupnya.

“Kita sudah sepakat untuk memberinya nama Satria Putra Sultan, bukan?” tanya Alya dengan senyum.

Sultan mengangguk dengan penuh sukacita. “Ya, sayang,” jawabnya. “Satria Putra Sultan—harapannya dia akan tumbuh menjadi seorang pria yang jujur, kuat, dan memiliki hati yang penuh dengan rasa tanggung jawab terhadap sesama. Seorang pahlawan yang membantu orang lain tanpa mengharapkan balasan apa pun.”

Tak lama kemudian, keluarga dan kerabat mereka diperbolehkan masuk untuk melihat Alya dan bayi Satria. Haji Mansur adalah orang pertama yang mendekati mereka, matanya berkaca-kaca karena kebahagiaan yang luar biasa. Dia dengan hati-hati mengambil cucunya yang masih kecil itu dan memegangnya dengan lembut di pelukannya.

“Satria Putra Sultan,” ucapnya dengan suara yang penuh emosi sambil mencium dahi bayi itu. “Kamu adalah anugerah terindah yang pernah kami terima. Ayahmu dan ibumu adalah orang-orang yang luar biasa, dan aku yakin kamu akan tumbuh menjadi seseorang yang membuat semua orang bangga.”

Bu Sri juga tidak bisa menahan air mata kebahagiaan. Dia mendekati putrinya dan memberikan pelukan lembut sebelum melihat ke arah cucunya yang sedang tertidur di pelukan mertuanya. “Dia tampak seperti seorang pemimpin yang hebat sejak lahir,” ujarnya dengan senyum. “Aku sudah tidak sabar untuk melihatnya tumbuh besar dan mencapai semua impiannya.”

Selama beberapa jam berikutnya, kerabat dan teman dekat datang satu per satu untuk memberikan ucapan selamat dan melihat bayi Satria. Setiap orang yang melihatnya tidak bisa berhenti memuji kecantikan dan kelincahan bayi itu. Bu Siti bahkan datang dengan membawa sebuah boneka kain batik yang dibuat khusus untuk Satria, beserta sebuah tas anyaman bambu yang dihiasi dengan pola tradisional yang indah.

“Ini adalah hadiah dari seluruh anggota kelompok kerajinan tangan kami,” ujar Bu Siti dengan senyum hangat. “Kita semua sangat bahagia mendengar kabar kelahiran anak Anda, Pak Sultan, Bu Alya. Semoga dia selalu diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Esa.”

Alya merasa sangat terharu dengan kebaikan Bu Siti dan anggota kelompoknya. “Terima kasih banyak, Bu Siti,” ujarnya dengan suara penuh penghargaan. “Kita akan selalu menyimpan kebaikan ini dalam hati. Semoga kelompok kerajinan tangan kita bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang.”

Saat malam menjelang, kunjungan dari keluarga dan teman-teman mulai berakhir. Sultan membantu Alya untuk menyusui bayi Satria yang baru saja terbangun dari tidurnya. Melihat istri nya yang dengan penuh kasih merawat anak mereka membuat hati Sultan semakin penuh dengan rasa syukur dan cinta.

“Kamu adalah ibu yang luar biasa, Alya,” ujar Sultan dengan suara penuh cinta. “Saya melihat betapa penuh kasih sayang kamu merawat Satria. Aku tahu dia akan tumbuh menjadi orang yang baik berkat cinta dan perhatianmu.”

Alya tersenyum dan melihat ke arah suaminya dengan mata yang penuh cinta. “Kita akan menjadi orang tua yang baik bersama-sama, sayang,” jawabnya. “Kita akan saling mendukung dan mengajarkan Satria tentang nilai-nilai yang benar dalam hidup. Bahwa cinta, kejujuran, dan rasa kepedulian terhadap sesama adalah hal-hal yang paling berharga di dunia ini.”

Di luar jendela rumah sakit, bulan mulai muncul dengan indah di langit yang penuh dengan bintang-bintang. Sultan merenungkan tentang masa depan yang akan datang—tentang bagaimana dia dan Alya akan mengajarkan Satria tentang dunia yang indah namun juga penuh dengan tantangan. Dia berjanji di dalam hatinya bahwa dia akan selalu ada untuk anaknya, memberikan dukungan dan cinta yang tak terbatas, serta mengajarkannya untuk menjadi orang yang tidak hanya sukses secara materi, tetapi juga memiliki hati yang penuh dengan kebaikan dan rasa tanggung jawab terhadap orang lain.

“Kita akan membawanya ke kebun kerajinan tangan kita nanti, kan?” tanya Alya dengan senyum, menyadari bahwa suaminya sedang merenung. “Agar dia bisa belajar tentang budaya dan keterampilan tradisional kita sejak kecil. Agar dia tahu bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari hal-hal yang mewah, tetapi juga dari kerja keras dan keinginan untuk membantu sesama.”

Sultan mengangguk dengan senyum. “Ya, sayang,” jawabnya. “Kita akan mengajarkannya untuk menghargai setiap orang dan setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Kita akan membawanya bertemu dengan ibu-ibu dari kelompok kerajinan tangan, sehingga dia bisa melihat betapa luar biasa mereka dalam membuat produk-produk yang indah dari bahan-bahan sederhana. Dan mungkin suatu hari nanti, dia akan menjadi bagian dari usaha kita untuk membantu mereka mencapai kesuksesan yang lebih besar.”

Saat bayi Satria kembali tertidur dengan damai di pelukan Alya, Sultan mengambil tangan istri nya dan memberikan ciuman lembut di atasnya. Di dalam hati mereka, mereka tahu bahwa hidup mereka telah berubah selamanya. Kelahiran Satria bukan hanya membawa kebahagiaan yang luar biasa bagi keluarga mereka, tetapi juga menjadi pengingat akan betapa pentingnya memiliki tujuan dalam hidup yang lebih besar dari diri sendiri—untuk membantu orang lain, melestarikan budaya, dan menciptakan dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Di ruangan yang tenang dan penuh dengan cinta itu, mereka merasakan kedamaian yang mendalam. Meskipun mereka tahu bahwa jalan hidup yang akan datang tidak akan selalu mudah, namun mereka merasa kuat dan siap menghadapinya karena mereka memiliki satu sama lain, memiliki anak yang dicintai dengan sepenuh hati, dan memiliki tujuan yang jelas untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang.

1
Anonymous
pakai chatgpt?
niadatin tiasmami: kok komen gt
total 2 replies
only siskaa
seruu🔥mmpir juga ya kk
niadatin tiasmami: ok kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!