JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!
Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.
Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.
Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.
Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.
Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Setelah beberapa saat, akhirnya Lin Yao dan Lin Song bisa membawa sekeranjang penuh konjac pulang.
Ketika membuka pintu, Lin Yao melihat sang kakak sedang membersihkan jeroan babi.
Cepat sekali kakaknya itu kembali.
Lin Shun mendongak begitu mendengar derit pintu.
"Kalian pergi kegunung..?"
"Iya..!"
Lin Yao meletakkan keranjang ketanah, begitu juga dengan Lin Song.
Alis Lin Shun merajut melihat konjac yang menumpuk tinggi dikeranjang. Ekspresinya berubah tegang.
"Yao'er, untuk apa kau menggali talas hantu itu..? ini beracun. Cepat buang..!" ucap Lin Shun tegas.
"Talas hantu"
Ternyata itu julukan yang diberikan orang-orang pada masa ini untuk umbi konjac.
Mungkin karena mereka tahu itu beracun, makanya dinamai dengan talas hantu.
Ini seperti menjual sepatu ketempat dimana tidak ada yang pernah memakai sepatu.
Membuka pasar dengar menjual barang yang sama sekali belum terjamah karena tahu itu beracun, jelas merupakan tantangan besar.
"Kakak, aku tahu talas hantu ini beracun. Tetapi jika diolah dengan benar, itu bisa menjadi makanan enak. Aku belajar cara membuatnya dalam mimpiku, dan aku jamin tidak akan ada masalah."
Mendengar adik perempuannya menyebutkan mimpi misterius itu lagi, kecemasan Lin Shun menguap hilang.
Dengan dibantu Lin Song, Lin Yao membersihkan konjac dialiran sungai yang ada dibelakang rumahnya.
Menggunakan serabut palem, Kakak beradik itu menggosok bagian luar konjac sampai benar-benar bersih.
Tahap kedua mengupas kulitnya, lalu dicuci hingga tiga kali bilasan.
Setelahnya, umbi konjac yang memiliki ukuran besar, dibelah menjadi sepuluh bagian, kemudian dihaluskan menggunakan lempengan batu kasar.
Penuh semangat, Lin Song memarut umbi dengan cepat. Tangan kurusnya ternyata sangat kuat dan tegas.
Lin Yao mengolah konjac memakai metode yang Lin Yao ingat. Setelah semua konjac halus, harus menambahkan air abu kayu yang telah disaring lalu diaduk.
Saat proses pengadukan, pasta konjac secara bertahap berubah warna menjadi lebih gelap dan mengental.
Setelah merata, Lin Yao menuangkan pasta konjac kedalam panci, kemudian dimasak menggunakan api kecil sembari terus diaduk agar tidak gosong.
Aroma pengar langu mulai tercium, menunjukkan bahwa konjac sedang menghilangkan racun.
Setelah direbus selama satu jam, konjac akhirnya berubah menjadi agar-agar.
Lin Yao memadamkan api, membiarkan tahu konjac dingin dengan sendirinya didalam kuali.
Jika telah dingin sempurna, rendam menggunakan air bersih. Ganti air rendaman selama dua jam sekali.
Setelahnya, Lin Yao lanjut membuat telur goreng. Makanan praktis namun banyak yang menyukainya.
Diera abad 21, telur goreng atau dadar menjadi makanan terfavorite bagi masyarakat baik kalangan bawah hingga atas.
Seperti Lin Yao yang amat menyukai menu sederhana itu.
Telur goreng bisa disandingkan bersama makanan apa saja, dan Lin Yao paling suka jika ditambahkan kedalam Mie beras siput, atau sup mie.
Rasa telur goreng yang gurih direndam dalam kaldu pedas manis, menawarkan kenikmatan dengan aroma minyak yang menggugah selera. Ah, membuat Lin Yao tak sabaran ingin membuatnya.
Lin Yao memecahkannya beberapa butir telur kedalam mangkuk besar, lalu mengocoknya sampai semua bagian telur tercampur rata dan membentuk busa halus.
Setelah menambahkan bumbu dan minyak diwajan panas, Lin Yao menuang adonan telur menggunakan sendok sayur.
Adonan telur langsung mengembang saat bersentuhan dengan minyak panas. Kulit telur mengembang cepat membentuk gelembung-gelembung lembut.
Setelah telur berubah warna menjadi cokelat keemasan dikedua sisi, Lin Yao langsung mengangkatnya lalu menggoreng sisa adonan sampai habis.
Setelah semua matang, Lin Yao membaginya kedalam tiga piring.
Berikutnya Lin Yao memanaskan bakpao kukus yang diberikan Kakek Wang tadi siang sebelum menutup toko selama lima belas menit.
Setelahnya bakpao dibelah dibagian tengahnya, lalu diisi telur goreng dan jeroan babi rebus.
Selanjutnya Lin Yao mengeluarkan tahu konjac lalu mengiris seukuran jari kelingking.
Lin Yao menambahkan garam, daun dogwood, dan cuka. Aduk rata dan jadilah salad tahu konjac dingin.
Setelah menyelesaikan semua itu, Lin Yao merasa sangat lapar. Ia pun segera memanggil kakak dan adik untuk segera kemeja makan.
Mata Lin Shun dan Lin Song langsung tertuju pada sandwich bakpao. wanginya sangat lezat, perpaduan antara gurih, manis dan sedikit pedas.
Tanpa mau menunda, Lin Song langsung menyambar satu bakpao begitu ia duduk dibangku.
Lin Yao tertawa sembari menepis tangan sang adik "dasar rakus, cuci tangan dulu."
Lin Song terkekeh, berbalik lalu berlari kesumur.
Lin Shun tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, lalu mengekori sang adik bungsu.
Setelah keduanya kembali dari mencuci tangan, Lin Yao memberi mereka bakpao kukus.
"Kalian cicipi, ini yang akan kita jual besok."
Kedua lelaki berbeda usia langsung memakannya sembari meresapi setiap detail rasa dan teksturnya.
Dalam setiap gigitan, jeroan babi rebus yang kaya akan rasa rempah, kerenyahan telur goreng, dan kelembutan bakpao bercampur nikmat dimulut mereka.
Usus besar yang kenyal membawa aroma bumbu yang kuat. Saus rebusan meresap hingga kebagian bakpao dan telur, membuat setiap gigitan dipenuhi dengan rasa kompleks yang lezat.
"Ini sangat enak, aku yakin dengan cara seperti ini penjualan jeroan babi rempah akan jauh lebih laris lagi." komentar Lin Shun antusias.
Lin Yao melonjak senang dalam duduknya.
Setelah menghabiskan roti kukus, Shun dan Song memperhatikan tahu konjac yang berwarna keabu-abuan dengan taburan daun halus.
"Yao"er, apakah ini terbuat dari talas setan..?" tanya Lin Shun.
"Ya, ini disebut salad tahu konjac dingin. Kakak, cobalah..!" kata Lin Yao.
Meskipun Lin Shun agak ragu, ia tetap mencomot sepotong dengan sumpitnya.
"Teksturnya kenyal, lembut. Rasanya gurih, asam segar. Enak...!" serunya Shun seraya mengambil beberapa potong lagi.
Melihat bahwa sang kakak menyukainya, Lin Yao pun senang.
semangat trs updatenyaaa 💪