NovelToon NovelToon
Dipaksa Jadi Yang Kedua

Dipaksa Jadi Yang Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: heni

Keinginan Zella, dia ingin tetap menjalani kehidupan tenang dan damainya dengan status janda. Namun hal itu terbentur oleh keadaan yang memaksanya harus menjadi istri kedua pria yang tak dia kenal. Zella dipaksa keadaan masuk dalam rumah tangga orang lain.

Hal ini sangat Zella benci, biduk rumah tangganya dulu hancur karena orang ketiga, namun kini dirinya malah jadi yang ketiga. tapi Zella tak berdaya menolak keadaan ini.

Akankah kehidupan damai berpoligami bisa Zella jalani dengan keluarga barunya? Ataukah malah masuk ke dalam sebuah neraka yang tak berdasar? Ataukah ada keajaiban yang membuka jalan pilihan lain untuk Zella, agar tak masuk dalam paksaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Membicarakan Aib

Semuanya berkumpul di ruang tamu rumah Zella. Indri dibuat terkejut dengan keadaan rumah Zella saat ini. Dia mengamati hasil perubahan yang dikerjakan para tukang beberapa hari ini.

"Berasa ada di kantor bank berada di rumah ini, dingin ...." ucap Saman.

"Pasti kalian nggak nyaman dengan hawa sedingin ini, maafkan saya yang terlalu lemah," ucap Abi.

"Tenang saja mas Abi, kami semua jarang kesini, bahkan nggak pernah masuk ke rumah ini, karena kami biasa berkumpul di rumah pas kita bertemu tadi," ucap Saman.

"Rencana pernikahan kalian bagaimana? Sudah diatur?" tanya Indri.

"Semuanya beres bu. Tinggal tunggu hari H saja. Akad akan dilangsungkan di balroom hotel, untuk tamu mengikuti keinginan Zella saja." jawab Abi.

Tatapan Indri fokus pada Zella. "Tifa bagaimana? Sudah kamu kabari? Sudah kamu tanya pendapat dia? Tifa bukan anak kecil lagi, pendapat dia juga harus kita dengar."

"Beberapa hari lalu aku sudah tanya Tifa lewat telepon. Aku menelepon Bu Nyai, dan beliau menyambungkan pada Tifa. Dia bilang ikut keputusan aku, aku mau nikah lagi itu keinginan dia sejak lama, harapan dia aku menemukan laki-laki yang baik," jawab Zella.

"Karena semuanya sudah siap, mama hanya bisa mendo'a kan semoga semuanya lancar. Jika perlu bantuan mama, apa saja itu, katakan sama mama," ucap Indri.

"Kapan Akad nikah dilangsungkan?" tanya Saman.

"3 hari lagi," sahut Abi.

"Mau diadakan syukuran di sini? Ayah siap cari apa saja yang kalian mau, mau sound system dangdutan atau kosidahan atau apa yang kalian mau." tawar Saman.

"Terima kasih banyak Pak Saman, tapi kesehatan saya tak mendukung untuk ikut berpartisipasi acara seperti itu." sahut Abi sopan.

"Harap maklum Nak Abi. Sekian lama kami mengharapkan Zella mau menikah lagi, tapi dianya nggak mau. Pas tahu dia siap Nikah kami sebagai orang tua jadi sangat antusias!" Indri menambahi.

"Untuk beberapa hari kedepan aku nginep di rumah ibu, boleh?" tanya Zella.

"Kenapa kamu bermalam di rumah ibu? Aku jadi nggak enak kalau Tuan rumahnya yang pergi karena kedatanganku," sambar Abi.

"Ini desa, walau sebatas serumah tetap nggak enak, nama baik Bapakku bisa tercemar kalau warga lihat kita belum sah tapi tinggal seatap." sahut Zella.

"Aduh, aku jadi nggak enak, secara halus aku ngusir pemilik rumah," ucap Abi.

Calon menantunya itu mempersiapkan banyak hal semuanya. Dari membangun tenda untuk para anak buahnya dan membawa juru masak dan bahan masakan sendiri.

Taufik, Saman dan Indri bingung harus membahas apa. Ingin menawarkan makanan atau minuman percuma. Segalanya sudah disiapkan oleh anak buah pria itu. Mereka bertiga pamit undur diri.

Di rumah itu Zella mengambil beberapa keperluannya dan memasukan semua kedalam tasnya. Zella berjalan menuju kamarnya yang kini sudah ditempati Abi. Di sana Abi terlihat sibuk mengecek alat bantu baru yang baru di pasang di sana.

"Pak Abi kalau aku tinggal nggak apa-apa kan?" tanya Zella.

"Bisa rubah panggilan kamu sama saya? Saya nggak enak dengarnya!" protes Abi.

"Akan saya rubah setelah halal. Saat ini belum bisa."

"Ya sudah, terserah kamu." Abi kembali fokus pada tali-tali seling yang dikendalikan dengan remot yang ada di tangannya.

"Kalau kamu mau pergi ke sebelah nggak apa-apa. Ada Miko dan beberapa anak buah dia yang jaga saya."

"Oke, kalau gitu saya pamit. Assalamu alaikum." Tanpa menunggu jawaban salamnya Zella langsung pergi.

"Wa alaikum salam." Miko mewakili menjawab salam.

"Miko, pastikan anak buah kamu kerjanya benar. Jangan sampai keluarga Zella kerepotan menyambut kita dan rombongan."

"Aman Pak. Saya selalu pantau mereka."

Abi mengamati keadaan kamar Zella yang disulap sedemikian rupa oleh Miko. "Pekerjaanmu seperti bisa Miko, selalu membuatku takjub."

"Terima kasih Pak. Semua ini kami lakukan demi kenyamanan dan keamanan Pak Abi."

"Ada kabar apa di kota?" Tanya Abi, sedang matanya tertuju pada deretan foto yang menghiasi dinding kamar Zella.

"Calon mertua Anda Pak Bagas. Dia mencari tahu banyak hal tentang Anda. Bahkan dia sudah mengetahui rahasia siapa sebenarnya bu Melvita, Fatma dan Anjani. Dia mengerahkan semua koneksinya mencari tahu segala hal yang berkaitan dengan Anda. Harus saya apakan beliau?"

"Biarkan om Bagas mendapatkan informasi yang dia mau. Kalau bisa bantu saja dia dengan mempermudah Om Bagas mencari tahu apa yang dia mau, maka om Bagas akan cepat kembali. Jangan khawatir, Om Bagas orang bersih dia bukan dari komplotan orang-orang yang ingin melenyapkanku." jawab Abi.

"Anda yakin, Tuan?"

"Walau anaknya tak menjadi bagian hidupku, om Bagas bertekad menjagaku. Sebenarnya om Bagas akan diberi amanah oleh Kakekku untuk menjagaku, walau belum menerima amanah itu Om Bagas tetap berusaha memastikan keselamatanku. Namun om Bagas harus pergi karena dia diminta oleh salah satu rekan bisnis Kakek, Kakek tak ingin memberikan om Bagas pada pengusaha tambang itu, tapi entah hal apa yang membuat Kakek terpaksa menyerahkan om Bagas."

Abi mengingat momen masa kecilnya di mana Kakeknya memikirkan segala cara untuk keselamatannya. "Ada Zella atau tidak dalam hidupku, om Bagas selalu berusaha menjagaku. Apalagi saat ini ada putrinya yang jadi bagian hidupku. Pastinya om Bagas akan melakukan apa saja bahkan mempertaruhkan nyawanya demi keamanan putrinya."

"Aku ingat Pak Bagas sangat bahagia saat pertama kali bertemu Anda, sampai dia berkata 'Akhirnya aku menemukan Anda.' Berarti Pak Bagas selama ini terus berusaha mencari Anda."

"Mungkin saja. Aku juga nggak nyangka selain kamu dan anak buahmu ternyata masih ada yang setia padaku."

"Kini aku faham cerita Nyonya Zella saat di perjalanan menuju lapas, dia bilang saat kecil tak mendapat kasih sayang Ayah tapi saat itu dia rela melakukan apa saja demi menyelamatkan Ayahnya. Sulit ku percaya diabaikan waktu kecil, namun saat ku tahu Ayah Nyonya Zella adalah Pak Bagas, aku berusaha menyambungkan kabar yang selama ini ku dengar. Bagaimana kelakuan Pak Bagas kita berdua tahu. Tapi aku pernah mendengar kabar kalau Pak Bagas meninggalkan semua kesenangan itu, ku kira kabar angin belaka, mana bisa dipercaya dengan mudah tobatnya si pemburu wanita, ternyata semua itu benar. Kalau si pemburu wanita tobat demi menjaga anaknya."

"Perhatian dan ketulusan Pak Bagas berbuah manis dengan balasan cinta yang begitu besar besar dari anaknya." Abi terkekeh mengingat kelakuan Bagas saat muda. Bagas pemburu wanita bukan sebuah rahasia. Setiap wanita yang dia lihat, dia goda dan mendapat balasan baik wanita itu, maka wanita tersebut akan jadi deretan korban mulut manis Bagas.

"Sudah puas membicarakan saya dan segala aib saya?"

Pertanyaan itu membuat Abi dan Miko tersentak. Mereka berdua kompak membisu saat melihat sosok yang tengah mereka bahas berada di depan pintu kamar Zella.

1
Ma Em
Semangat Thor semoga menjadi yg terbaik dan selalu mendapatkan rating 🤲🤲🤲.
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: Aamiin, makasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!