NovelToon NovelToon
Benci Untuk Rena

Benci Untuk Rena

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintamanis / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:668.2k
Nilai: 5
Nama Author: zidny zidan

Dendam salah sasaran, membuat derita panjang tak berkesudahan dalam hidup Rena.

Cinta pertama sekaligus harapan dalam hidupnya meninggalkannya tepat dihari pernikahan mereka.

Pasca kejadian itu, hampir tak ada lagi kebahagiaan yang dirasakan Rena, hamil tanpa diketahui sang mantan, dipaksa menikah sebagai istri ketiga seorang juragan untuk menutupi aib, keguguran karena siksaan fisik dari suami baru.

Dan akhirnya memaafkan masa lalu adalah jalan terbaik untuk menyembuhkan luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zidny zidan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling meyakinkan

Malam berganti pagi. Suasana desa dipagi hari begitu mendamaikan hati. Masih tercium aroma khas embun yang terbentang di dedaunan.

Rena sudah bangun sebelum subuh datang, saat ini dia tengah membantu bi Maryam memasak di dapur rumah yang sederhana itu.

Tak lama, suara azan subuh yang cukup keras memaksa Varo ikut terbangun. Karena rumah paman Dede dan bi Maryam ini berada persis di sebelah mesjid, otomatis suara azan masuk kedalam rumah dengan volume lebih keras dibanding rumah yang lain.

Varo masih berada di atas kasur tipis yang menjadi tempat tidurnya semalam. Mimpinya tentang sang ibu membuatnya tak nyaman dan terus kepikiran.

"Apa benar apa yang ku lakukan ini" Varo menjadi gelisah.

Dalam mimpinya, almarhum papanya sedang didampingi oleh mamanya menangis.

"Nak Varo, ayo sholat di mesjid" suara paman Dede mengembalikan Varo ke alam nyata.

Setelah membersihkan diri, Varo bergegas menyusul paman Dede ke mesjid yang hanya berjarak selemparan batu dari kamarnya.

.

.

.

Kehadiran Varo yang ganteng maksimal di desa itu telah membuat kehebohan diantara gadis gadis desa. Mereka tak pernah melihat pemuda dari kota yang begitu bening bak bintang iklan Korea.

Maka tak heran, ada beberapa gadis yang mencoba menarik perhatian Varo, termasuk Ayu, anak kepala lingkungan di desa tersebut.

"Tok....tok" saat Varo, Rena dan Paman bibinya sedang menikmati sarapan terdengar ketukan pintu dari luar.

"Siapa ya yang bertamu sepagi ini" bi Maryam merasa aneh, tak biasanya ada yang datang kerumahnya pagi pagi.

"Iya Bu, biasanya kalau ada yang mau membicarakan sesuatu, selalu menemui kita di sawah" tambah paman Dede.

Meskipun bingung, pria paruh baya itu tetap melangkah ke arah pintu untuk menghapus rasa penasarannya.

"Selamat pagi paman Dede" Ayu dengan senyum manis menyapa dibalik pintu.

"Neng Ayu, ada apa kesini pagi pagi?" paman Dede memastikan.

"Hmmm, mau melihat paman dan bibi saja, Ayu khawatir beberapa hari tak mendengar kabar kalian" jawab Ayu sambil celingukan mengintip kedalam rumah.

"Silahkan masuk neng, sarapan bersama kami sekalian, kebetulan ini lagi pada sarapan" ajak paman Dede sopan.

Ayu merasa mendapat kesempatan, langsung masuk menuju ruang tengah tanpa basa basi.

Mata Ayu langsung tertuju pada sosok bening yang sedang mengunyah makanan dengan lahap.

"Selamat pagi akang, kenalkan saya Ayu, gadis tercantik di desa ini" dengan agresif Ayu melancarkan serangan kepada Varo.

"Hukkk...hukk" Varo yang tak menyangka akan mendapatkan reaksi berlebihan dari gadis desa itu kaget dan makanan yang sedang dikunyah berada dalam posisi yang tak tepat.

"Duh akang grogi ya ketemu saya, santai aja atuh akang" Ayu menyodorkan minum sambil terus nyerocos.

"Permisi mba, saya mau duduk disini dekat akang ganteng ini" dengan tak sopan Rena yang duduk di sebelah Varo diminta bergeser.

Rena terus mengamati kelakuan tamu tak diundang itu dengan kesal, karena tak enak hati dengan tuan rumah, Rena mengalah dan memilih duduk menjauhi Varo.

"Gak di desa gak di kota ada aja cewek yang nempel" batin Rena.

"Ah biarin lah, dia bukan siapa siapa ku" lagi lagi Rena bermonolog sendiri.

"Awas aja kalo dia nanti peluk peluk aku lagi" suara hati Rena bertekad.

Dan suasana sarapan itu menjadi dingin dan hening, semua orang sibuk dengan pikirannya masing-masing. Paman Dede dan bi Maryam yang merasa geli dengan tingkah genit Ayu, Varo yang risih dan Rena yang kesal.

.

.

.

Sarapan selesai, matahari pun sudah kian tinggi. Ayu sudah kembali kerumahnya, setelah paman Dede mengusir dengan halus, gadis itu memang unik dan sedikit aneh.

Paman Dede pun sudah berangkat ke sawah beberapa menit yang lalu, Sementara bi Maryam sedang membantu tetangga yang tengah membuat hajatan tak jauh dari rumah mereka.

"Re, kok diam aja?" Varo tak tenang melihat Rena sedari tadi bermuka masam, tepatnya semenjak kedatangan Ayu.

"Gak kenapa kenapa" Jawab Rena pendek.

Varo menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia salah tingkah, Varo seperti melihat Renata yang dulu ditemui di perpustakaan, jutek namun menggemaskan.

"Sayang, kalo aku ada salah, aku minta maaf ya" Varo memeluk Rena dari belakang, dan berbisik lembut di telinganya.

"Gak usah peluk peluk, itu ada Ayu, peluk aja dia" Rena keceplosan.

"Duh duh, neng Rena cemburu ya?" goda Varo. Hatinya lega karena ternyata kemarahan Rena kali ini karena cemburu.

"Ah gak tau lah, aku mau menyusul bibi" Rena merasa mulai kehabisan udara segar berada didalam dekapan Varo.

Namun Varo dengan usilnya, tak melepaskan pelukannya, bahkan semakin mempererat.

"Jangan kemana mana sayang, kita disini saja, berdua, gak ada siapa siapa" goda Varo lagi. Rena bergidik ngeri mendengar kalimat berirama mesum yang dibisikkan Varo.

Varo mengendurkan pelukannya, dan memutar balik tubuh Rena menghadap kearah dirinya.

"Dengarkan aku Rena, perasaan cinta dan sayang itu tidak bisa dipaksa, jangan mencemaskan apapun yang akan terjadi, jika seseorang itu ditakdirkan menjadi milikmu maka tak akan ada seorangpun yang dapat mengambilnya" ucap Varo sungguh sungguh.

"Saat ini akulah yang sedang berjuang mendapatkan hatimu, tapi jika memang kita tidak ditakdirkan untuk berjodoh, setidaknya aku sudah memperjuangkan itu" ucap Varo lagi, kali ini terdengar sedikit getir didalamnya.

Rena tak menyangka kalimat Varo begitu menyentuh. Memang benar selama ini mereka tak punya ikatan apapun, tapi jika memang takdir berkehendak, apapun bisa terjadi.

Rena menyunggingkan senyum manis kali ini. Tanpa di komando, gadis itu memeluk Varo posesif, aku tak peduli apapun keadaannya, "aku sudah basah dalam permainan ini, dan tak akan mau setengah setengah" bisik hati Rena.

1
Siti
terima kasih kk atas cerita nya.bagus alur cerita nya /Good/
cha_cha96
kisah yg penuh perjuangan...
Nurhayati Nia
hadirrr thorr
Borahe 🍉🧡
mampir
Umu Rohayati
👍👍👍
Umu Rohayati
karya bagus, alur yg hebat 👍👍👍
Dewi Nirwani
ksh karma utk ibu dan anak jahat itu.. saya gak terima kalo varo balik dg rena dan varo n ibunya baik2 aja walaupun mrk sadar
Syafiqah Auliya
Varo itu chef terkenal. Katanya org2 sanggup bayar mahal untuk makan masakan varo. Jadi mustahil varo jatuh miskin. Mana2 hotel akan sanggup bayar berapa pun.

Alurnya tak sesuai dgn watak varo yg seorng chef terkenal
kavena ayunda
niko maju tk.gentarr
kavena ayunda
mampusss lu kasian bgt rena jangan mau balikan
tenny
cafe yg di australia gimana, kios kecil yg dulu rena punya ga ada kelanjutannya apa dijual atau didiemin aja. trus alif gimana ? tlg selipin ya author ceritanya biar kita pembaca ga bingung. semangat, ceritanya bagus kok sy suka
Ika Mamahnya Dika
ceritanya bagus nyampe kehati
Sri Widjiastuti
nyimak
reni rili
terima kasih thor, cerita sarat akan makna. tak hanya sekedar menghibur❤
vexana🤗
aq sangat suka dg karyamu kak.....semangat terus
Densi Andik
masak SM petir takut kliatan lebay bagt.org kl susah SM hantu aj gak takut
Laike Yuliono: terserah author donk.. emng lu pikir bikin karakter seseorang itu mudah🙂...hargai setiap alur nya ya.
total 1 replies
Mutiara Veni
selamat ya wat pasangn yg berbahagia..akhir.y ..
Mutiara Veni
lnjut
Siti Komariah
halah dasar laki cengeng
Siti Komariah
aku mampir lagi di karyamu yg kedua setelah cinta tulus sang ceo..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!