UP SETIAP HARI JAM 12.00
Seorang perempuan bernama Shella merasa stress karena selalu disalahkan oleh ibunya, ia pun mengajak beberapa temannya untuk minum di sebuah bar.
Akibat terlalu banyak minum, Shella mabuk berat.. Temannya pun menyarankan ia untuk pulang menggunakan taksi. Namun, taksi tak kunjung datang.. Akhirnya Shella memutuskan untuk berjalan kaki walau ia dalam kondisi mabuk.
Saat di perjalanan, ia bertemu dengan pria tampan berjas hitam dengan kacamata hitam.. Ia adalah Devano, seorang CEO dari perusahaan terkenal di Jakarta.
Melihat Shella dalam kondisi mabuk, Devano pun berniat menolongnya.. Namun, pakaian Shella yang sangat seksi membuat gairahnya mencuat. Akhirnya ia melakukan hubungan s*x dengan Shella di dalam mobil.
Setelah hasratnya terpenuhi, Devano meninggalkan Shella di pinggir jalan sendirian.. Hari demi hari berlalu Shella tengah hamil anak Devano.
Shella pun terpaksa menjalani hidup dengan cobaan yang cukup banyak..
Kuat kah Shella menjalani semuanya??
Langsung aja baca kuy!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyegaran Mata
"Kamu gak usah ngarang deh! Jangan salahin pak Devano atas perbuatan yang udah kamu lakukan!" ujar Shella.
"Saya gak ngarang Shella, pak Devano sendiri yang bilang sama saya kemarin!" ucap Adrian.
Shella masih tidak percaya dengan apa yang disampaikan Adrian.
"Gak, aku gak percaya! Kalau emang pak Devano lakuin itu, harusnya aku bisa ngerasain dong!" ujar Shella.
"Waktu itu kan kamu pingsan, dan dia juga pintar menghilangkan jejak supaya kamu gak sadar kalau keperawanan kamu sudah diambil sama dia.." ucap Adrian.
"Kalo gitu mana buktinya??" tanya Shella.
Adrian mengambil handphone dari saku celananya.
"Ini, disini ada bukti rekaman percakapan saya sama pak Devano.." jawab Adrian.
"Yaudah coba kamu setel rekamannya!" ujar Shella.
"Ok,"
Adrian pun memutar rekaman suara percakapannya dengan Devano malam itu..
"Sebenarnya.. Malam itu saya memang memperkosa Shella di mobil, saya tidak tahan karena Shella begitu menarik perhatian junior saya.. Tapi setelah melakukan itu, saya benar-benar menyesal pak! Saya tau perbuatan saya itu sudah membuat hidup Shella rusak pak!" ucap Devano.
"Jadi benar kan anda yang sudah menghamili Shella?? Lalu kenapa sebelumnya anda tidak mau mengakui itu?" tanya Adrian.
"Maaf pak, saya takut untuk jujur.. Karena saya takut akan dibenci oleh Shella dan juga anda," jawab Devano.
"Tapi sekarang saya sudah sadar, lebih baik saya jujur daripada harus menyimpan kebohongan.. Dan saya juga siap menerima hukuman apapun itu dari anda pak!" sambung Devano.
Setelah mendengar rekaman itu, Shella sangat syok..
"Gimana? Udah jelas banget kan buktinya.." ucap Adrian.
Shella menangis, lalu Jenar merangkulnya dan berusaha menenangkannya..
"Untung aja waktu itu gua sempet rekam omongan Devano, kalo gak sia-sia aja pasti.." gumam Adrian.
"Devano itu siapa? Kenapa dia tega lakuin itu ke anak Tante?? Jawab Adrian siapa dia??!!" ujar Jenar.
"Devano itu klien saya Tante," jawab Adrian.
"Tante harus ketemu dia dan minta supaya dia tanggung jawab..!!" ujar Jenar.
"Tante tenang aja, saya juga sudah minta itu ke dia.. Walau saya sayang sama Shella, tapi anak yang di kandung Shella harus bersama ayahnya!" ucap Adrian.
Shella pingsan mungkin karena masih syok, Adrian pun membawa Shella ke kamar sesuai perintah Jenar.
"Pasti Shella syok banget, dia selama ini udah salah tuduh kamu nak Rian!" ucap Jenar.
"Kasian sekali Shella, dia masih muda tapi sudah harus menanggung masalah seberat ini!" ujar Lidya.
"Tante tenang aja, kalau memang Devano tidak mau bertanggung jawab.. Saya akan melaporkan perbuatannya ini ke polisi!" ucap Adrian.
"Nah betul itu, lelaki seperti dia memang pantas mendekam di penjara..!!" ujar Lubis.
"Yasudah kita keluar, biarin Shella istirahat dulu disini.." ucap Lidya.
"Aku disini aja temenin Shella ya," ucap Jenar.
"Iya mbak," ucap Lidya.
Adrian, Lubis & Lidya pun keluar dari kamar Shella.
"Om, Tante.. Kalo gitu saya izin pamit, saya harus kembali ke Jakarta!" ucap Adrian.
"Loh kok cepat sekali? Gak mau istirahat dulu disini semalam?" tanya Lubis.
"Gausah om saya harus kembali sekarang, dan saya juga harus memastikan kalau Devano gak lari dari tanggung jawab nya!" ucap Adrian.
"Ok kalo gitu biar saya antar kamu ke bandara!" ujar Lubis.
"Eh gausah om, saya bisa naik taksi nanti!" ucap Adrian.
"Baiklah, hati-hati di jalan!" ucap Lubis.
"Iya hati-hati ya!" ucap Lidya.
"Iya, yaudah om.. tante.. Saya permisi," ucap Adrian.
Adrian pun pergi dari rumah Lubis.
...•••...
Devano mengantar Novi pulang ke rumahnya..
"Terimakasih ya udah mau dengerin curhatan saya," ucap Devano.
"Sama-sama pak, bapak gak mau mampir dulu?" tanya Novi.
"Gausah, saya langsung pulang aja.." jawab Devano.
"Oh yaudah hati-hati pak! Kalau lagi pusing begitu, lebih baik bawa mobilnya jangan ngebut pak!" ujar Novi.
"Iya makasih sarannya, yasudah saya pergi ya!" ucap Devano.
"Iya pak,"
Devano masuk kembali ke mobilnya dan langsung pergi dari rumah Novi..
"Kasian pak Devano, dia terpaksa harus tanggung jawab dan nikahin wanita yang gak dia cintai.. Huft, pupus deh harapan gue buat dapetin dia," gumam Novi.
Novi pun masuk ke rumahnya..
Sementara itu, Devano malah terbayang wajah Novi ketika di cafe tadi.
"Dilihat-lihat cantik juga ya si Novi, walau gak secantik Shella sih.. Tapi bolehlah gua macarin dia supaya ada alasan buat gua nolak permintaan pak Adrian," batin Devano.
...•••...
Shella tersadar dari pingsannya, Jenar pun langsung mendekatinya.
"Shella, Alhamdulillah kamu udah sadar!" ucap Jenar.
"Eee Bu, yang tadi dibilang Adrian itu gak bener kan? Gak mungkin aku hamil anak pak Devano!" ujar Shella.
"Udah udah kamu jangan omongin itu dulu ya! Kamu baru sadar dari pingsan, nih minum dulu!" ucap Jenar.
Shella pun meminum air pemberian Jenar.
"Makasih Bu, aku harus tanya soal ini ke pak Devano langsung! Aku harus denger sendiri dari dia! Bisa aja kan Adrian maksa pak Devano buat bilang begitu, supaya dia gak disalahin lagi atas kehamilan aku!" ucap Shella.
"Iya iya kalo emang kamu mau tau sendiri, yaudah nanti kita temuin si Devano Devano itu ya! Tapi kalo menurut ibu nih ya, gak mungkin nak Adrian ngelakuin seperti apa yang kamu pikirkan itu!" ujar Jenar.
"Kata siapa Bu? Adrian itu bisa melakukan berbagai cara untuk membersihkan namanya!" ucap Shella.
"Ya tapi kamu gak boleh nuduh gitu aja, kan belum ada bukti!" ujar Jenar.
"Ish sebenernya yang anak ibu itu siapa sih? Aku atau Adrian?? Kenapa ibu terus-terusan bela Adrian sih? Bu, walau Adrian gak ambil perawan aku dan anak ini bukan anak dia.. Tetep aja dia udah maksa aku buat berhubungan badan sama dia di hotel!" ucap Shella.
"Yang dilakuin Adrian ke aku itu tetep salah Bu, aku benci banget sama dia!" sambung Shella.
"Iya iya maafin ibu ya.. Ibu gak lagi deh bela Adrian!" ujar Jenar.
Jenar mengelus kepala Shella lalu memeluknya, sementara Lubis & Lidya mengintip dari luar.
...•••...
Devano sampai di rumah, tiba-tiba wajahnya langsung berubah seketika setelah melihat Yasmin sedang bermain hp di sofa dan mengenakan celana pendek.
"Wah ada untungnya juga gua izinin dia tinggal disini, lumayan lah penyegaran buat mata.." gumam Devano.
Tak lama kemudian, Yasmin menyadari Devano tengah memperhatikannya.. Ia pun menegurnya.
"Eh kak Vano udah pulang, kok disitu aja sih?" ucap Yasmin.
"Eee iya ini baru sampe, emm btw Laila kemana ya?" tanya Devano.
"Oh Laila tadi mau ke warung katanya beli cemilan," jawab Yasmin.
"Oh gitu, yaudah gua ke kamar ya.." ucap Devano.
"Iya,"
Devano merasa malu karena Yasmin menyadari ia sedang memperhatikannya.
Ia pun menaiki tangga dengan tergesa-gesa.
"Kak Vano kenapa ya? Jangan-jangan dia risih lagi ada gue disini.." gumam Yasmin.
...~Bersambung~...
sedikit membuat kesal dan penasaran.
mampir dong kak ke karya saya ...😁😁
thorr tolong yang jahat"segera dibantai dong...
plissss
gimana tanggung jawab ny sama shella...???
law semua cewek di PHP in...
shila kan mau melari kan diri dari Adrian 😁😁😁😁😁
jadi pengen bacok ginjal ny