NovelToon NovelToon
LUKA CINTA

LUKA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: MartiniKeni

Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.

Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?

Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Silvi

"Dia lagi mandi Ma."

"Sejak kapan kalian pindah ke sini?"

"Sudah hampir satu minggu kami di sini Ma."

Silvi menghela nafas kasar. "Mama nggak mau tahu yah, sebaiknya kalian pindah ke kontrakan yang lebih besar. Mama lihat di sini juga ada kok kontrakan yang lebih besar dari ini. Sepertinya kontrakan ini deh yang paling kecil."

"Kalau pindah ke yang lebih besar tentunya uang sewanya juga besar Ma. Kami kan harus berhemat juga Ma. Apalagi nanti kami juga akan memiliki seorang anak. Yang tentunya biaya melahirkan dan membeli perlengkapannya sangat besar Ma. Kami harus berhemat sejak saat ini." Kata Vito berusaha mencari alasan yang masuk akal.

"Hufftt, Vito kamu dan istri kamu kan kerja. Kalian juga sama-sama seorang dokter lagi. Pasti uang kalian cukuplah untuk itu. Kenapa nggak tinggal di rumah orang tua Ariana aja sih? Mama lihat rumahnya juga besar dan mewah."

"Kami ingin mandiri Ma. Aku sebagai laki-laki merasa nggak punya harga diri karena harus menumpang di rumah mertua."

Vito tentu saja tidak ingin Mamanya tahu alasan sebenarnya mereka pindah ke kontrakan.

"Oh iya, bukannya Perlita punya rumah di kawasan elit dekat rumah sakit itu kan? Kan dulu Mama pernah kamu ajak ke sana. Kenapa kalian nggak minta aja rumah itu sih? Lagian ngapain juga si Perlita mesti tinggal di sana? Apalagi saat ini dia belum menikah. Suruh aja Perlita tinggal sama mertua kamu itu dan kalian tinggal di sana."

"Mama dan Papa mertua aku bahkan sudah meminta rumah itu ke Perlita Ma, tapi Perlita malah menolak mentah-mentah rumah itu untuk diberikan kepada kami." Terang Vito

"Dasar yah si Perlita itu, pelit banget sama kakak kandungnya sendiri. Mama sumpahin agar hidup nya si Perlita ini nggak pernah bahagia. Masa sama kakak sendiri pelit banget. Jeng Diana juga gimana sih, seharusnya sebagai seorang ibu dia harus tegas lah sama si Perlita itu. Bukannya malah menerima begitu saja. Tapi Mama heran deh Vit, kok bisa yah si Perlita yang hanya seorang pedagang kecil tapi bisa membeli rumah di kawasan elit. Dapat uang dari mana coba dia?"

"Aku juga nggak tahu lah Ma."

"Eh ada Mama. Mama nggak tahu yah kalau si Perlita itu kan mainnya sama om-om. Tentu perkara kecil lah buat beli rumah di kawasan elit itu," sahut Ariana yang langsung ikut bergabung dengan Mama mertuanya.

Mendengar ucapan istrinya tersebut, Vito tentu kaget dan tidak setuju dengan ucapan Ariana. Karena bagaimana pun Vito pasti tahu bagaimana Perlita menjaga dirinya. Bahkan selama berpacaran dirinya dan Perlita hanya sebatas pegangan tangan saja.

"Kamu jangan mengarang dong sayang. Perlita itu sangat menjaga dirinya selama ini. " Pembelaan dari Vito langsung membuat Ariana menjadi sangat kesal.

"Kok kamu malah membela dia sih sayang?" tanya Ariana dengan wajah cemberut.

"Iya Vit, kok kamu malah membela perempuan miskin itu sih? Bisa jadi kan apa yang dikatakan oleh Ariana itu memang benar. Mungkin saja saat bersama kamu Perlita itu sok jual mahal. Padahal yang sebenarnya dia itu murahan. Kalau bukan karena hasil menjual diri mana mungkin dia bisa membeli rumah di kawasan elit. Apalagi cuma seorang pedagang kecil."

Vito lebih memilih diam karena dirinya takut keceplosan kalau sebenarnya Vito menyesal menikah dengan Ariana. Apalagi Ariana yang memang sudah tidak perawan lagi saat pertama kali mereka berhubungan. Ingin sekali Vito mengatakan hal itu tapi dia masih memikirkan hubungan Mama nya dengan Ariana. Kalau sampai Mamanya tahu, bisa-bisa Mamanya marah kepada Ariana. Yang lebih parahnya Mama nya akan membenci Ariana.

Vito masih ingin mempertahankan pernikahannya. Setidaknya sampai satu tahun lamanya karena dia takut mendengar omongan orang-orang.

"Pokoknya Mama mau kalian pindah dari sini. Mama nggak mau tahu yah. Kalian jangan bikin malu Mama yah. Kamu juga Ariana, kamu sebagai kakak kandungnya Perlita seharusnya kamu bisa menekan Perlita dan meminta rumahnya. Jangan hanya bisa merebut Vito dari si Perlita itu, tapi kamu juga harus bisa merebut barang adikmu yang lain. Sekarang tugas kamu adalah merebut rumah milik adik kamu itu. Setelah itu kamu rebut juga mobilnya. Pokoknya kalian cuma boleh tinggal di kontrakan ini sampai minggu depan. Kalau kalian nggak pindah dari sini maka jangan harap Mama akan sayang lagi dengan kalian." Ancam Silvi sambil menatap mereka dengan tatapan yang sangat tajam.

"Iya Ma, nanti Riana akan usahakan."

Ariana yang memang sangat males berdebat dengan mertuanya yang cerewet itu hanya bisa memilih mengiyakan saja. Walaupun di dalam hatinya Ariana tentu tidak berani lagi meminta rumah milik adiknya itu. Cukup sekali aja dirinya masuk lubang dan jangan sampai masuk lubang yang sama untuk kedua kalinya.

○○○○○○

"Astaga, bikin kaget aja sih kak."

Perlita memegang dadanya karena begitu terkejut dengan kehadiran Nathan yang berdiri di depan pintu kamar hotelnya.

"Pagi Perl. Hari ini kakak siap untuk menemani tuan putri keliling Bali." Kata Nathan sambil mengulas senyum lebarnya dan menatap Perlita dengan tatapan yang penuh cinta. Nathan semakin jatuh cinta kepada Perlita, apalagi pagi ini wanita pujaannya itu terlihat sangat cantik dengan outfit yang dipakainya.

Pagi ini Perlita memakai dress putih bercorak bunga-bunga yang menambah kesan manis seorang Perlita Cascata. Dress yang dipakai panjangnya di bawah lutut dengan tanpa lengan. Sederhana dan simple tapi dapat memancarkan kecantikan alami Perlita.

"Ayo berangkat, kamu udah sarapan Perl?"

"Belum kak, ini rencananya aku mau cari sarapan di pinggir jalan."

"Kenapa nggak di restoran hotel saja?"

"Aku pengennya yang beda aja kak."

Perlita dan Nathan masuk ke dalam lift agar sampai ke lobby hotel.

"Kita perginya pakai mobil kakak aja yah." Kata Nathan yang kemudian membukakan pintu samping kemudi untuk Perlita.

"Terima kasih Kak."

Perlita lalu duduk dengan nyaman, sedangkan Nathan mengitari mobilnya dan masuk ke bagian kemudi.

Nathan melajukan mobilnya meninggalkan hotel tempat Perlita menginap. Sepanjang perjalanan Perlita hanya memperhatikan jajanan yang dijual pagi ini.

"Kak kita berhenti di situ yah. Aku mau sarapan bubur ayam aja, dan sepertinya enak deh kak. Lihat deh pembelinya juga rame." Tunjuk Perlita dan Nathan pun mengikuti kemauan dari Perlita.

"Kamu yakin mau makan di situ Perl? Apa makan di situ kebersihannya bisa terjamin?" Tanya Nathan yang terlihat ragu karena selama ini dia tidak pernah makan makanan yang dijual di pinggir jalan. Dia merasa kurang yakin ketika melihat bubur ayam gerobakan tersebut.

"Yakin kok kak. Malahan makanan yang di jual kayak gini itu dijamin enak loh kak. Ayo kak turun!" Ajak Perlita yang sudah turun dari mobil Nathan.

Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊

1
partini
ya elah Lita bauanyk Banggt musuh mu ,,be strong ok
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu
Sartika Bertha
Cukup menarik menurut aku
checangel_
Begitu juga Reader yang menanti Dokter Nathan balas komentar itu🤣
checangel_
Efek media sosial, no debate, comment yes/Facepalm/
checangel_
Memang bener, lebih enak makan di gerobakan pinggir jalan, daripada di tempat yang berasa high class, kenapa bisa begitu ya?🤧
checangel_
Ikhtiar, in syaa Allah tidak mengkhianati hasil, Ibu/Smile/
checangel_
Tak ada lagi kata terucap 🙏👍
checangel_
Definisi gaji suami adalah hak milik istri, uang istri tetaplah hak miliknya sendiri 🤭
checangel_
Kapan kamu sabar (sadar) Vito?!! /Drowsy/🤧
Yuningsih Nining
dito dito sampe segitu nya ya?
checangel_
Vito!!!!/Grimace/
checangel_
Ibu Diana, kapan dirimu berulah (berubah) 🤧/Facepalm/
checangel_
Tuh, Apa kan? Ariana terjuket 🤭
checangel_
Hadeuh Ariana ini ya /Drowsy/
Rosmayanti 80
lanjut thoor yg bnyk dong update nya
checangel_
Dia seperti itu, karena dia sudah lelah dengan drama yang terus berulang itu Ibu Diana🤭
Rosmayanti 80
lanjut dong thot
Tulisan_nic
Ingin ku terbangkan segera pada orang bernama Vito🔪🔪🔪
checangel_
Apakah mertua se-mengerikan itu? /Facepalm/, segitunya kata mertua itu menggema, bahkan di realita pun banyak bayang² menantu yang tak pernah bersuara, dan semua itu kembali lagi pada niat dan langkah awal saat menyapa🤧
checangel_
Ariana kamu itu ya /Drowsy/, memanfaatkan keadaan yang ada ternyata, dan semua karena uang/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!