NovelToon NovelToon
Jejak Malam Di Kamar Nomor 101

Jejak Malam Di Kamar Nomor 101

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Menjadi bayi / Hamil di luar nikah
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Satu malam di kamar nomor 101 menghancurkan seluruh masa depan Anindira. Dijebak oleh saudara tiri dan terbangun di pelukan pria asing yang wajahnya tak sempat ia lihat, Anindira harus menelan pahitnya pengusiran dari keluarga.
​Lima tahun kemudian, ia kembali sebagai asisten pribadi di Adiguna Grup. Namun, bosnya adalah Baskara Adiguna, pria berhati es yang memiliki sepasang mata persis seperti putra kecilnya.
​Ketika rahasia malam itu mulai terkuak, Anindira menyadari bahwa ia bukan sekadar korban satu malam. Ia adalah bagian dari rencana besar yang melibatkan nyawa dan harta. Baskara tidak akan melepaskannya, bukan karena cinta, melainkan karena benih yang tumbuh di rahim Anindira adalah pewaris tunggal yang selama ini dicari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Jebakan Di Perayaan Kelulusan

Kepala Anindira terasa berdenyut sangat kencang seolah ada ribuan jarum yang menusuk masuk ke dalam sarafnya secara bersamaan. Ia mencengkeram pinggiran meja kayu yang dingin dengan ujung jemari yang sudah memutih dan gemetar hebat. Cahaya lampu kristal di langit-langit aula hotel terlihat berputar-putar menciptakan pusaran warna yang membuat perutnya mual.

"Kamu terlihat sangat pucat, minumlah ini agar perasaanmu menjadi sedikit lebih tenang," ucap Sarah dengan nada suara yang dibuat-buat lembut.

Anindira mendongak perlahan dan menatap saudara tirinya dengan pandangan yang sudah sangat kabur dan tidak fokus. Ia sama sekali tidak menyadari ada kilatan penuh kemenangan yang tersembunyi di balik senyum manis milik wanita itu. Tanpa rasa curiga sedikit pun, Anindira meraih gelas berisi cairan merah muda dan meneguknya hingga habis tanpa sisa.

"Terima kasih, kepalaku memang terasa sangat berat secara tiba-tiba," bisik Anindira sambil memijat pelipisnya yang terasa panas.

"Mari aku bantu kamu menuju kamar hotel di lantai atas agar kamu bisa beristirahat sejenak," ujar Sarah sambil merangkul bahu Anindira dengan sangat erat.

Langkah kaki mereka menyusuri lorong panjang hotel yang dilapisi karpet merah tebal dan sangat sunyi dari hiruk pikuk perayaan. Dinding lorong yang tinggi itu seolah mulai menghimpit tubuh Anindira dan membuatnya sulit untuk menjaga keseimbangan. Ia merasa udara di sekitarnya menjadi sangat tipis dan setiap tarikan napasnya terasa begitu berat dan menyesakkan.

Sarah berhenti tepat di depan sebuah pintu kayu berwarna gelap yang memiliki angka logam berkilau di permukaannya. Tangan wanita itu bergerak sangat lincah saat menempelkan kartu akses pada kunci elektronik hingga terdengar bunyi klik yang sangat pelan. Pintu terbuka lebar menampakkan ruangan mewah yang hanya diterangi oleh cahaya remang-remang dari lampu nakas di sudut ranjang.

"Masuklah, kamar nomor 101 ini akan menjadi tempat yang sangat sunyi untukmu," gumam Sarah sambil mendorong tubuh Anindira masuk ke dalam.

Anindira jatuh terduduk di atas lantai yang dilapisi bulu lembut tepat di samping sebuah ranjang besar yang tertutup sprei putih bersih. Ia mencoba untuk memprotes namun lidahnya terasa sangat kaku dan kelu seolah telah kehilangan kemampuan untuk mengeluarkan suara. Kesadarannya mulai meluruh saat ia mendengar suara pintu yang tertutup rapat dan terkunci secara otomatis dari luar.

Di dalam keheningan yang mencekam itu, indra penciuman Anindira menangkap aroma parfum maskulin yang sangat tajam dan sangat kuat. Ia mencoba membuka matanya yang terasa sangat lengket dan berat untuk melihat siapa sosok yang berada di dalam sana. Sebuah bayangan tinggi besar muncul dari arah balkon dan bergerak mendekat ke arah tempatnya berada sekarang dengan langkah yang tenang.

"Siapa kamu dan mengapa kamu berada di kamarku?" tanya sebuah suara berat yang terdengar sangat dingin dan mengintimidasi.

Anindira ingin menjawab namun rasa panas yang luar biasa tiba-tiba menjalar dari perut hingga ke seluruh aliran darah di tubuhnya. Ia merasakan jemarinya ditarik oleh sebuah tangan besar yang terasa sangat hangat namun juga sangat kuat mencengkeram kulitnya. Ia tidak mampu lagi memberikan perlawanan saat tubuhnya diangkat dan diletakkan di atas ranjang yang terasa sangat empuk.

"Tolong, jangan sakiti aku," rintih Anindira dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipinya yang terasa sangat panas.

Pria misterius itu tidak memberikan jawaban apa pun dan hanya menatapnya dengan sepasang mata yang berkilat tajam di kegelapan. Napas pria itu terasa memburu di permukaan kulit leher Anindira yang sensitif dan membuatnya semakin kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Segala bentuk logika dan pertahanan dirinya sirna saat kegelapan mulai mengambil alih seluruh pandangan matanya yang mulai meredup.

Kegelapan itu menyelimuti seluruh jiwanya hingga ia tidak lagi mampu mengingat siapa dirinya sendiri di tengah kehampaan yang sunyi. Sosok pria misterius itu terus mendekat dan mengunci seluruh pergerakan tubuh Anindira di bawah dekapan yang sangat protektif.

 

1
Healer
aduiiii Dira....jgn lagi kamu kerangkap ya...💪💪💪
Healer
antara karya yg menarik...susun kata yg teratur kesalahan ejaan yg sgt minimalis...✌️✌️👍👍!!terbaik thor👍👍👏
Healer
salah satu karya yg menarik dari segi tatabahasa....dari bab awal hingga bab yg ini kesalahan ejaan blm ada lagi.... teruskan thor
Healer
Dira kamu harus kuat dan jgn jadi wanita lemah....lawan si Sarah itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!