NovelToon NovelToon
YUKI & KINTA

YUKI & KINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teman lama bertemu kembali / Cintamanis / Idola sekolah
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Kolim

"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.

Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"



"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 7

Pagi harinya, matahari menyinari dengan terang meskipun sisa embun masih menempel di daun-daun. Yuki bangun lebih awal dari biasanya, hatinya berdebar kencang karena janji dengan Kinta. Dia cepat-cepat mandi, mengenakan baju favoritnya kemeja biru muda yang membuat wajahnya terlihat lebih cerah dan membakar kue coklat kecil untuk dibawa ke sekolah.

"Aku bikin ini buat Kinta juga, kakak," ucap Yuki sambil memasukkan kue ke dalam kotak. Ayase yang sedang membuat sarapan tersenyum mendengarnya.

"Semangat ya, adikku. Jangan lupa makan sarapan dulu sebelum pergi," katanya sambil menaruh nasi goreng di meja. Yuki menyantapnya dengan cepat, lalu mengambil tas dan bergegas keluar rumah.

Di persimpangan jalan, Kinta sudah menunggu dengan berdiri di bawah pohon. Dia memakai jaket abu-abu yang membuatnya terlihat lebih tinggi dan gagah. Saat melihat Yuki datang, senyum lebar langsung melambai wajahnya.

"Yuki! Kamu datang! Lihat, aku bawa roti bakar yang aku panggang sendiri," ucap Kinta sambil mengeluarkan kotak dari tasnya. Yuki juga mengeluarkan kue coklatnya.

"Eh, aku juga bikin kue buat kamu loh! Mari kita bagi-bagi," katanya. Mereka duduk di bangku taman yang ada di dekat pohon, saling memberikan makanan mereka. Yuki mencicipi roti bakar Kinta rasanya manis dengan aroma mentega yang harum.

"Enak banget, Kinta! Kamu bener-bener pinter bikin makanan," puji Yuki, pipinya memerah. Kinta juga mencicipi kue coklatnya dan matanya bersinar.

"Kamu juga pinter banget! Ini yang paling enak kue coklat yang pernah aku makan," jawabnya. Mereka makan sambil bercanda, lupa waktu sampai jam masuk sekolah hampir tiba.

"Ah, cepat kita harus berjalan! Nanti kelewatan pelajaran," teriak Yuki sambil berdiri. Kinta juga berdiri dan mereka berjalan cepat ke sekolah, terkadang saling menoleh dan tersenyum. Di jalan, teman-teman mereka di sekolah melihat dan berbisik-bisik.

"Lihat deh, Yuki dan Kinta lagi jalan bareng lagi. Kayak pasangan deh," ucap salah satu teman perempuan. Yuki mendengarnya dan pipinya makin merah, sedangkan Kinta hanya tersenyum dan menggenggam tangan Yuki secara perlahan. Yuki kaget, tapi tidak melepasnya rasanya hangat dan aman.

Saat memasuki kelas, mereka duduk di tempat masing-masing, tapi sering saling melihat. Pelajaran pertama hari itu adalah matematika mata pelajaran yang paling sulit bagi Yuki. Dia memandang soal di buku dan bingung tidak tahu bagaimana menyelesaikannya. Tiba-tiba, selembar kertas kecil dilempar ke mejanya. Dia membukanya dan melihat tulisan rapi Kinta:

"Gimana, kesulitan? Soal nomor 3 itu cara nya gini ya: kalikan angka depan dengan angka belakang, lalu tambah dengan hasil kuadrat angka tengah. Kalo masih bingung, tanya aku ya :)"

Yuki tersenyum dan mengangguk. Dia coba mengerjakan soal sesuai petunjuk Kinta dan ternyata benar! Setelah pelajaran matematika selesai, Yuki mendekati Kinta di tempat duduknya.

"Terima kasih ya, Kinta. Kalo bukan kamu, aku pasti gagal mengerjakan soal itu," ucapnya dengan senyum.

"Sama-sama. Kalo ada soal lain yang sulit, bisa tanya aku kapan saja. Nanti sore, mau aku ajar kamu lagi di taman deh?" ajak Kinta. Yuki langsung menyetujui dengan senang hati.

Saat istirahat, Yuki dan Kinta pergi ke taman sekolah bersama. Mereka duduk di bangku yang sama seperti pagi ini, makan camilan yang mereka bawa. Tiba-tiba, Kinta melihat bunga mawar merah yang tumbuh di sudut taman. Dia berdiri, mengambil satu bunga, dan memberikannya ke Yuki.

"Untukmu. Karena kamu cantik seperti bunga ini," ucap Kinta dengan malu, pipinya juga memerah. Yuki terkejut dan mengambil bunga itu dengan hati-hati.

"Terima kasih, Kinta. Ini bunga pertama yang aku terima dari orang lain," katanya, suaranya sedikit gemetar karena senang. Mereka duduk berdampingan, tidak banyak bicara, tapi rasa dekat antara keduanya semakin kuat.

Sore hari, setelah sekolah selesai, mereka pergi ke taman yang sudah janji. Kinta mengajar Yuki matematika dengan sabar, menjelaskan setiap langkah dengan jelas. Yuki pun semakin memahami dan bisa mengerjakan soal-soal yang dulu sulit sekarang menjadi mudah. Setelah sekolah selesai, mereka berjalan-jalan di taman, melihat anak-anak bermain dan matahari mulai terbenam.

"Yuki, ada sesuatu yang aku mau katakan," ucap Kinta dengan suara pelan. Yuki menoleh padanya, merasa jantungnya berdebar kencang. "Selama ini, aku senang banget bisa bersama kamu. Setiap hari yang aku lewati hari dengan kamu selalu menyenangkan. Aku... aku suka sama kamu, Yuki. Bisakah kamu menerima perasaanku?"

Yuki terdiam sebentar, rasa senang dan kaget bercampur. Dia melihat mata Kinta yang jujur dan penuh kasih, lalu tersenyum lebar.

"Aku juga suka sama kamu, Kinta! Sudah lama aku merasa begitu, tapi takut untuk mengatakannya," jawabnya. Kinta tersenyum lebar dan menggenggam tangan Yuki lagi. Mereka berdiri berdampingan, menonton matahari terbenam sambil memegang tangan satu sama lain.

Saat pulang, mereka berjalan bersama sampai dekat rumah Yuki. Ayase sedang menunggu di teras rumah, melihat keduanya datang dengan tangan saling terjalin. Dia tersenyum lembut, merasa senang melihat adiknya menemukan kebahagiaan.

"Kakak, ini Kinta," perkenalkan Yuki dengan senang. Kinta menyapa ayase dengan sopan.

"Halo, kakak Ayase. Senang bertemu denganmu," ucapnya.

"Aku juga senang bertemu denganmu, Kinta. Terima kasih sudah merawat adikku," jawab ayase. Kinta mengangguk dan kemudian pamit karena sudah waktunya pulang.

Setelah Kinta pergi, Yuki memasuki rumah dan melihat ayase sedang membuat minuman hangat. "Kakak, kamu tidak marah ya? Karena aku suka sama Kinta?" tanya Yuki pelan.

Ayase menggeleng dan memberikan minuman ke Yuki. "Tidak, aku senang banget. Kamu sudah menemukan orang yang membuatmu senang, itu yang paling penting buat aku," katanya. Dia mengelus kepala Yuki perlahan. "Tapi ingat ya, kamu masih muda. Jaga dirimu dan jaga hubunganmu dengan baik ya."

Yuki mengangguk dan memeluk ayase. "Terima kasih, kakak. Kamu selalu baik sama aku."

Malam hari, hujan turun lagi, tapi tidak ada petir. Yuki duduk di kamar nya, melihat bunga mawar yang diberikan Kinta yang diletakkan di atas meja. Dia mengambil hp nya dan mengirim pesan ke Kinta:

"Kinta, hari ini aku senang banget. Terima kasih sudah mengatakannya. Besok kita masih berangkat bersama ya?"

Segera saja pesan Kinta kembali:

"Aku juga senang banget, Yuki! Besok pasti aku tunggu di persimpangan, bawa makanan yang lebih enak lagi. Selamat tidur, cintaku :)"

Yuki tersenyum lebar dan menyimpan hp nya. Dia membayangkan hari esok yang akan datang, penuh harapan dan kebahagiaan. Saat dia mau tidur, ayase masuk ke kamar nya dan tiduran di sampingnya.

"Kamu ga takut hujan lagi ya?" tanya ayase. Yuki menggeleng.

"Tidak, karena aku tahu kakak ada di sini, dan Kinta juga ada. Aku merasa aman," jawabnya. Mereka tidur berdampingan, dengan hati yang penuh damai. Di malam itu, Yuki tidak mimpi tentang orang yang tidak pernah kembali lagi dia mimpi tentang hari esok yang cerah, bersama orang-orang yang dia cintai.

1
farel
pertama
farel
pertama 💪
skino
perbaikin alur nya yaa, aku bingung sebenarnya Yuki dan lain lain ada di kota mana/negara, padahal kan sering buat makanan jepang🙏
Alya: maaf kalau ada kesalahan
total 2 replies
farel
absen kakk
Alya: 😁hehe
total 2 replies
skino
cepet banget s 2 nya
N Kin
70/100
Alya: hahaha terimakasih banyak kakkk
total 1 replies
LOSCE
cemangat, aku tunggu sampe ceritanya di kuliah💪
Alya: hehehehe iyaa terimakasih banyak atas dukungan nyaa
total 1 replies
LOSCE
semangat terus kak, jangan lupa mampir
Alya: iyaa terimakasih
total 1 replies
Nimpo Luin
kurang panjang
Alya: terimakasih ulasan nyaaa
total 1 replies
skino
semangatttt
Alya: iyahh
total 1 replies
skino
cerita nya tambah menarik ada yaa🤭🤭
Alya: hehehehe terimakasih kakk.
total 1 replies
Mikey Toman
chapter 2
Alya: 😁😁😁iyahh
total 1 replies
Mikey Toman
/Awkward/
Alya: 😇☝️☝️
total 1 replies
farel
pertamaaa
Alya: terimakasihhh banyakk yaa karenaaa telahh menyukaii novellku iniii
total 1 replies
farel
pertama
Alya: iyaaaa
total 1 replies
farel
pertamaaa
farel
pertamaa
farel
Hana pinter bener bisa dapat nilai 95. . .
farel
mantapp
farel
pertama komenn🤭
Alya: terimakasih kasih udah membaca novel iniii
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!