Farrell Xin selama ini yang hidup bergantung dengan keluarga istrinya, telah bercerai dengan istrinya yang sangat berkuasa itu. Mantan istrinya yakin bahwa Farrell Xin yang tak berguna pasti akan kembali memohon padanya untuk rujuk. namun tak disangka, Farrell Xin akan menjemput calon istri barunya yang misterius yang tidak lain adalah anak yang dulunya menolong Farrell Xin waktu 15thn lalu !!
Mau tahu cerita lengkap dan pastinya seru loh silahkan sobat novel toon baca yah kisahnya menariknya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan Sanjaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Pengepungan
"Huhu...huhu..huhu!" Fania memeluk Farrell sambil menangis tersedu-sedu, seluruh tubuhnya gemetaran.
Pada saat ini, Robi berjuang untuk bangun!
Kemudian, dia bergegas lari kearah pintu, berbalik badan dan menatap Farrell sengit,
"Perempuan murahan! Dan kamu juga! sial. kalau kalian memang berani, jangan coba-coba kabur. Aku pasti akan membunuh kalian berdua!"
"Aku bersumpah, kalian akan membayar harga yang mahal untuk perbuatan kalian hari ini!"
"Kalian akan habis di tanganku!".
Setelah mengatakan rentetan kalimat itu, Robi pun langsung kabur keluar. Dia bergegas turun ke lorong lantai satu sambil kesakitan memegang pergelangan tangannya yang terluka karena tangannya robek akibat kejadian barusan.
Dibawah tatapan semua orang, yang melihatnya dengan bingung. Dia berteriak dengan lantang di aula tersebut,
"Fendi! Cepat kemari!".
"Bawa semua anak buah mu, dan ikut dengan ku ke lantai tiga, aku ingin si brengsek dan perempuan murahan itu mati! Aku ingin mereka marti!".
Suara Robi sangat besar, ditambah lagi dengan keheningan di tempat itu karena orang-orang refleks langsung terdiam karena kedatangannya yang heboh. sehingga semua orang bisa mendengar perkataannya dengan jelas.
Seorang laki-laki bertato berdiri, lelaki itu memukul meja,
"Sial! siapa yang berani mencari gara-gara dengan pak Robi!"
"Kawan-kawan!"
"Geng! ikut aku ke lantai tiga!"
Setelah perintah itu dilontarkan, belasan lelaki kekar berdiri, masing-masing memegang sebatang tongkat besi di tangannya. Mereka pun bergegas naik ke lantai tiga dengan heboh.
Semua orang di aula itu tahu identitas Robi.
Saat melihat Robi turun barusan, beberapa dari mereka bahkan sudah siap menghampiri lelaki itu dan ingin membangun koneksi dengannya. Tetapi setelah melihat adegan barusan, semuanya langsung menelan ludah dan mengurungkan niat mereka karena terkejut.
"Ja-jangan-jangan ada masalah apa gitu?"
"Sepertinya ada orang yang membuat pak Robi marah. Mereka pasti akan menyesal, pak Robi kan punya bekingan yang kuat!"
"Entah siapa yang nggak takut mati seperti ini, berani-beraninya membuat pak Robi tersinggung seperti ini. Orang itu kalau nggak mati, pasti akan di hajar sampai cacat hati ini. Ayok kita naik melihatnya! pasti akan seru!".
Semua orang pun ikut naik dan menonton,
"Pertunjukan seru itu!"
Di dalam ruang VIP wajah Fania langsung berubah pucat saat melihat Robi keluar untuk memanggil orang.
Dia cepat-cepat meraih tangan Farrell dan berkata!
"Kita harus bagai mana sekarang?".
"Lelaki brengsek itu adalah pemegang saham di tempat ini, tempat ini di dukung dan di beking oleh orang-orang berpengaruh. Mereka pasti nggak akan melepaskan kita berdua begitu saja!"
"Kalau kita berdua kabur, lelaki itu pasti tidak akan tinggal diam. Dia pasti akan memerintahkan orang untuk menangkap kita. Jadi, hanya ada satu orang yang boleh kabur sekarang. Meskipun aku nggak mengerti mengapa kamu mau menolongku, aku nggak ingin kamu terlibat dalam masalah ini. cepat pergi dari dari sini, cepat tinggalkan tempat ini! Cepat!" Fania mendorong Farrell ke arah pintu.
Setelah itu, dia melanjutkan dengan cemas dan panik,
"Cepat pergi, nggak ada waktu lagi! pak Robi orangnya kejam, dia pasti akan memukulmu sampai kaki dan tanganmu lumpuh!".
Bukankah orang normal seharusnya memikirkan diri sendiri, apabila sedang dalam bahaya? tetapi yang di dalam pikiran perempuan di hadapan Farrell ini hanyalah bagaimana dia tidak ingin terlibat dalam masalah ini.
"Nggak perlu, dia nggak akan bisa membalas dendam padaku!" Farrell menatap Fania dengan kasihan.
Fania berkata!
"Ada banyak anak buahnya di tempat hiburan ini. Cepat pergi, kamu nggak akan bisa mengalahkan mereka seorang diri! cepat pergi, nggak usah ikut campur urusan orang lain dan membuat dirimu terlibat. Aku nggak ada hubungannya denganmu, cepat sana pergi!" Fania sangat cemas, air matanya sudah hampir keluar.
Dia tidak mengenal laki-laki yang ada di depannya ini, tetapi lelaki ini ingin menyelamatkannya tanpa kenal lelah. terlebih lagi, lelaki ini juga telah membuat Robi, lelaki kaya, dan berpengaruh tersinggung.
Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya! Fania akan merasa sangat bersalah nantinya.
"Perempuan murahan! kalian berdua mau kabur! memangnya kalian bisa kabur?" Robi memelototi Fania dan Farrell.
Dia datang dengan heboh bersama dengan sekelompok lelaki yang membawa tongkat besi. kemudian mereka semua mengepung Farrell di tengah.
Saat melihat tampang dan penampilan Farrell, orang-orang yang ikut naik ke atas untuk "menonton pertunjukan seru" itu langsung bersimpati dan berkata dengan ekspresi merendahkan,
"Aku kira tokoh hebat seperti apa yang berani memukul pak Robi!"
"Ternyata, hanya seorang bocah miskin!"
"Ckckckc! sebentar lagi akan ada pertunjukan seru, kita tinggal lihat saja bagaimana dia akan di hajar sampai mati!"
Orang-orang melihat Farrell sambil menggeleng-gelengkan kan kepala, sudah membayangkan bagaimana lelaki itu akan di hajar sampai babak belur.
Fania memegang lengan baju Farrell dengan gugup. Dia tidak tahu harus bagaimana saat melihat belasan lelaki kekar di hadapannya itu.
"Perempuan murahan! Kamu baru takut sekarang?"
"Aku beri tahu kalian sekarang! ini adalah akibat dari mencari masalah dengan pak Robi!"
Pak Robi menatap Farrell dengan dingin, seolah hendak menghancurkan tubuh lelaki itu dengan menjadi beberapa bagian,
"Sudah nggak punya uang dan kekuasaan, masih juga berani sok jadi pahlawan dan menolong perempuan ini di depanku! gimana? Sekarang takut, kan! Hahaha..! sudah terlambat, kamu sudah nggak bisa kabur lagi!"
Awalnya, Robi mengira Farrell akan menunjukan ekspresi ketakutan dan langsung memohon ampun padanya setelah mendengar perkataannya barusan.
Tapi?
Sama sekali tidak sedikitpun!
Laki-laki berpakaian murahan itu berdiri di depan Fania, bertatapan muka dengan belasan anak buahnya dan tersenyum jijik,
"Hehe... ! Takut!"
"Aku pernah menerobos masuk ke markas pusat pasukan bawah tanah yang berisi ribuan orang seorang diri dulu. Waktu itu saja aku enggak takut, apa kamu pikir aku bakalan takut pada beberapa sampah masyarakat seperti kalian? jangan diam saja! ayok semuanya saja serempak maju!"
Mendengar perkataan yang kelewat percaya diri itu, semua orang tercengang sejenak, kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Wah..wah...wah...! Orang ini pintar sekali berlaga hebat. Dia bilang dia pernah menerobos markas pusat yang berisi ribuan orang. Tapi saat melihat orang-orang yang dibawa pak Robi, dia juga ketakutan tuh!"
Robi menatap Farrell sambil mencibir, sama sekali tidak menganggap perkataan lelaki itu benar.
Dengan setatus dan pengaruhnya, menghancurkan Farrell itu sama mudahnya dengan menekan seekor semut sampai mati.
"Berlagak sekali kamu!"
Fandi, si kepala preman menghampiri Farrell sambil memegang tongkat besi,
"Kudengar kamu hebat sekali lho! Berani memukul Pak Robi, katakan saja. Kamu ingin mati dengan cara apa?"
"Aku ingin kamu yang mati!" Jawab Farrell, kemuudian tertawa.
Perkataan itu langsung membuat Fandi naik darah, ekspresinya dingin,
"Brengsek, aku lihat kamu memang mau cari mati. Berani-beraninya kamu bicara seperti ini padaku!"
"Kawan-kawan, hajar dia sampai mati!"
Mendengar perintah Fandi, belasan lelaki itu pun mengangkat tongkat besi mereka, dan berlari menyerbu Farrell.
Fania mengepalkan tangannya dengan kuat, pikirannya benar-benar kosong sekarang.
Ratusan orang menonton "pertunjukan seru" itu, tetapi tidak ada satupun yang maju untuk menghentikannya, mereka semua menantikan Farrell di hajar sampai babak belur.
Sedangkan Farrell, laki-laki yang tadi baru saja berlagak hebat dan bilang pernah melawan seribu orang sekaligus itu, apa yang sedang dia lakukan sekarang? Dia ketakutan sampai terlihat bego!
Dia hanya berdiri membeku di tempat!
"Hahaha...!!! Lelaki brengsek ini ketakutan setengah mati, jangan-jangan dia kencing di celana lagi!" Ucap seseorang yang sedang melihat kejadian itu.
"Cepat kamu pergi!" Teriak Fania pada Farrell, seluruh tubuhnya gemetaran karena takut.
Namun, sayang sekali! Semua sudah terlambat!
Karena belasan anak buah itu sudah sampai di hadapan Farrell dengan tongkat besi di tangannya masing-masing. Belasan tingkat besi itu di ayunkan ke punggung Farrell dengan kuat.
Farrell berdiri di sana, memasukan satu tangannya ke saku celana. memiringkan kepala, dan menyaksikan tongkat-tongkat besi itu semakin mendekatinya dengan ekspresi tenang dan dingin.
Tiga meter!
Dua meter!
Satu meter!
Di depan mata!
Tapi!
Pada saat genting itu juga, pada saat semua orang mengira tubuh Farrell akan memuntahkan darah karena kibasan tongkat besi tersebut. Satu hal yang mengejutkan, yang membuat semua orang tercengang dan membelalakkan mata mereka dan yang terjadi..!!
Bersambung....!!
Hai Hai sobat Reader!!
Maaf yah author baru up lagi😅🙏
Tetap stay trus yah dan terus berikan dukungannya, biar tambah semangat up nya😁😁
Jangan lupa LIkE, KOMEN, DAN VOTE NYA.
TERIMAKASIH!