Attar seorang OB, ia mampu menikahi atasannya sendiri. Atasanya bernama Syiera. Syiera sangat membenci Attar, tapi bagaimana bisa ia menikah dengan orang yang di bencinya.
Ingin tahu kisahnya ayo simak di novel yang berjudul Suami pilihan Daddy.
Tapi disarankan membaca novel yang berjudul Terpaksa Menikahi Pelacur, karena novel ini bersangkutan dengan novel sebelumnya. Terimakasih
Season 2
Lanjut kisah Aleta dan Dam
Seorang gadis yang mencintai adik dari kakak iparnya. Akankah Aleta masuk ke dalam hidupnya Dam? Yang ternyata Dam sudah memiliki kekasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
"Honey ... Buka pintunya?" Attar menggedor-gedor pintu yang terkunci dari dalam. Ia menempelkan telinganya ke pintu, ia mendengar isak tangis dari dalam.
Mendengar itu, Attar berlari mengambil kunci cadangan yang ada di gudang. Setelah mendapatkan kuncinya, Attar pun langsung membukanya.
Di dalam kamar, Syiera sedang menangis tengkurap di kasur. Apa yang harus Attar lakukan? Ia tak pandai merayu.
Attar mencoba mendekatinya, dan mengusap lembut pucuk rambut istrinya.
"Honey ... please! Jangan seperti ini. Tidak bisa 'kah kita bicara baik-baik."
Mendengar itu, Syiera langsung beranjak dari tempatnya. Netra matanya begitu mengintimidasi netra suaminya.
"Kamu minta aku jujur padamu, tapi kamu sendiri tidak jujur padaku! Apa semua lelaki tidak puas jika hanya ada satu wanita dalam hidupnya? Kenapa masih menyembunyikan wanita itu dariku?" Akhirnya, Syiera mengutarakan apa yang mengganjal dalam hatinya.
"Wanita mana yang kamu maksud? Aku tidak memiliki wanita lain, cuma kamu yang ada di hatiku. Hanya kamu!" jelas Attar. Harus dengan cara apa meyakinkan istrinya itu.
Kesal, Syiera langsung mengambil ponselnya, dan memperlihatkan poto akan kebersamaan suaminya bersama wanita yang ia curigai sebagai selingkuhannya, entah selingkuhan atau memang suaminya itu memiliki kekasih sebelum ia menikah dengannya.
Attar langsung mengambil ponsel istrinya, ia melihat potonya bersama sang adik.
"Kamu salah paham, honey. Dia adikku." Attar langsung mengatakan bahwa yang bersamanya di poto itu adalah adiknya, adik kandungnya.
Tak percaya, Syiera menatap suaminya dengan tajam. Mendapat tatapan tajam dari sang istri, Attar langsung menciut. Seperti kerupuk yang disiram air.
Tak kehabisan akal untuk meyakinkan sang istri, ia langsung mengambil ponselnya yang ada dalam saku celana. Lalu memperlihatkan beberapa poto Aleta, dari kecil hingga sekarang sudah remaja.
"Kalau gak percaya, kamu bisa lihat poto-poto ini," ucapnya seraya memberikan ponselnya.
Syiera menatap ke arah suaminya sekilas, lalu meraih benda pipih itu. Dilihatnya, banyak poto-poto Aleta di sana.
"Ini bener adikmu?" tanyanya sambil memperlihatkan poto bayi yang sangat lucu.
Attar pun mengangguk sambil tersenyum, dibuat semanis mungkin.
"Udah ya, jangan marah lagi." Attar sambil mengatupkan kedua tangannya memohon.
"Kapan kamu ngenalin aku pada adikmu?"
"Nanti, kalau dia libur. Rencananya, Aleta akan liburan di sini."
"Oh ... Namanya Aleta!" Syiera manggut-manggut.
"Dah gak marah lagi 'kan?"
"Hmm," jawab Syiera.
Lalu Attar memeluk istrinya, mereka kembali menghangat. Sudah tidak ada lagi yang mereka sembunyikan. Karena semuanya harus diawali dengan kejujuran, jika sekali sudah berani berbohong, maka akan ada kebohongan yang lain.
Bermesraan menikmati malam yang membuai, membuat mereka terenyuh. Satu sentuhan membuat mereka saling menghangatkan satu sama lain. Pasangan baru memang seperti ini, awalnya marahan, lama-lama kemarahan itu hilang menjadi sebuah rasa. Rasa takut akan kehilangan.
Apa artinya cinta? Kalau mereka tidak bisa mengendalikan emosi. Maka akan hilang rasa cinta, hilang percaya. Jadilah pasangan saling terbuka, jika masih bisa diatasi, maka atasilah dengan kepala dingin. Jangan kalah dengan keegoisan, karena itu hanya akan menghancurkan.
Tak terasa waktu begitu cepat berputar.
Si pemilik raga masih betah akan mimpi indahnya, semalaman suntuk mencari kehangatan di balik selimut. Padahal, selimut itu cukup tebal. Seakan mencari kepuasan yang lain di dalam sana.
Kedua insan itu terbangun bersamaan, kala sinar mentari sudah menerobos masuk lewat celah jendela. Sinarnya begitu menyilaukan mata, membuat si empu merasakan hawa panas akan sinarnya.
"Pagi, honey?" Attar lebih dulu mencium kening istrinya sebelum mendengar jawaban apa yang akan diberikan padanya.
Tanpa diduga, istrinya malah menelusupkan kepalanya di ketiaknya, mencari kenyamanan di dalam sana.
"Bangun, yuk? Udah siang loh, ini?" ajak Attar
"Males ... Mumpung libur," jawab Syiera sambil menarik selimut kembali.
"Ok! Berarti kita lanjutin yang semalem kalau begitu." Attar pun masuk ke dalam selimut.
Syiera hanya ingin tidur, bukan begituan. Alhasil Syiera langsung beranjak dari tempat tidurnya. Tubuhnya sudah terasa lemas. Sangat lemas, seperti tak bertulang. Remuk redam seketika akibat suaminya yang ganas.
Syiera tak menyangka kalau suaminya begitu bringas di ranjang, kadang ia sendiri kewalahan dibuatnya.
"Honey ... Kok, kabur sih." Attar mengerucutkan bibirnya, kesal karena ditinggal sendirian di dalam kamar. " Katanya mau tidur," gerutunya sendiri.
Ia pun bangkit, menyusul istrinya. Entah istrinya itu ada di mana? Ia, cari-cari tidak ada.
"Honey ... Kamu di mana?" Attar teriak-teriak sendiri.
Dan kebetulan ada bi Ani di dapur.
"Bi? Syiera kemana?" tanya Attar.
Bi Ani hanya mengangkat kedua pundaknya sebagai jawaban. Lalu, di mana istrinya? Bingung harus mencari kemana, ia pun kembali ke kamar, niatnya untuk membersihkan diri.
Setelah kepergian sang majikan, bi Ani mengendap-ngendap. Takut majikannya itu masih ada, bi Ani pun melepaskan apronnya. Lalu meninggalkan dapur.
"Gimana, Bi?" tanya Syiera setelah bi Ani menemuinya yang ada di kamar asistennya itu.
"Nyari-nyari, Non. Kasian juga tapi, Non."
"Males ah, Bi. Dia mesum, aku 'kan cape." Dengan polos Syiera mengeluh pada asistennya itu.
Dan itu, membuat bi Ani terkekeh. Masa sih Tuannya itu begitu? pikirnya
"Bi? Kok, bengong sih. Bibi lanjutin aja kerjaannya, biarkan aku di sini, ya?"
Bi Ani pun mengangguk, lalu pergi dari sana, ia melanjutkan pekerjaannya. Sementara Syiera, ia kembali terlelap menuju alam mimpinya yang sempat terganggu oleh suaminya.
***
"Bi? Bibi bener gak tahu di mana istriku?" Attar curiga kalau bi Ani tahu akan kehilangan istrinya. Bahkan bi Ani begitu santai mendengar ocehan majikannya yang kehilangan sang istri.
"Ayo, Bi. Jawab! Di mana Syiera?" desak Attar.
"Mmm ..."
"Jawab! Bukan amm ... amm aja, Bi." Attar kembali mendesak.
Bi Ani hanya bisa pasrah, padahal ia juga diancam oleh Syiera. Pasutri itu membuat bi Ani pusing tujuh keliling.
"Jadi gak mau ngasih tahu, nih. Tadinya aku mau naikin gaji Bibi, loh. Tapi keknya gak jadi deh." Attar mencoba memancing bi Ani, dengan iming-iming kenaikan gaji.
"Di kamar Bibi, Tuan," jawab bi Ani
"Hmm ... Giliran naik gaji, aja. Cepet banget jawabnya."
Sudah tahu akan keberadaan sang istri, Attar langsung meluncur ke kamar bi Ani. Setibanya di sana, perlahan ia menghampiri istrinya yang sedang tertidur pulas. Tahu istrinya tukang tidur, ia langsung punya ide.
Attar membopong istrinya, ia membawanya ke kamar mereka. Syiera benar-benar begitu nyenyak.
"Tuan? Mau dibawa kemana si Non?"
"Ssttt, jangan berisik, Bi. Nanti dia bangun." Tak ingin istrinya terbangun, cepat-cepat ia membawanya. Attar merebahkan si pemilik raga di ranjang, ia kembali menyelimuti istrinya dengan selimut. Setelah itu, ia pun pergi.
Mungkin pikir Attar. Istrinya akan merasa bingung jika terbangun nanti. Attar senyum-senyum sendiri membayangkannya ekspresinya.
bersambung
...----------------...
Sedikit konyol ya. Jangan nganu mulu😂😂
Selamat malam, selamat beristirahat.
Selamat maljum, salam semangat.
kasian nya... kenapa sih Thor cerita nyebelin 😞
sampai episode ini author tidak membuat syiera sadar kalau hubungannya dengan alex adalah sebuah perselingkuhan dan penghianatan
otor perlu belajar lagi tentang mana salah mana yang benar sebelum membuat novel biar tidak kelihatan egoisnya
syiera bilang suaminya berhianat dia kecewa lagi hubungan terlarang nya dengan alex itu apa namanya
sadar thor sadar sadar
ini masalah dalam otak wanita
jika suami meladeni berbicara pada wanita lain saja udah dibilang selingkuh, tapi kayak kasus syiera yang berhubungan rahasia lagi dengan alex dibelakang suaminya tidak dibilang selingkuh
author butuh di waras kan sedikit pola pikirnya
dan fakta lagi pacaran yang lama yang sudah terbiasa kissing tapi tidak melakukan lebih itu mustahil
*author bilang sama2 ego
*author hanya karena kesalah pahaman
thor pakai akal sehat sedikit jadi wanita
attar ini korban tidak ego pada tidak ada namanya kesalah pahaman
syiera yang selalu egois dan syiera jelas selingkuh dan berhubungan dengan lelaki lain jadi ini bukan salah paham tapi ini permasalahan yang menjijikan yang dibuat oleh syiera
jadi wanita tegas salah ya salah jangan melimpahkan kesalahan pada orang lain
jelas2 yang salah itu syiera seorang dan attar disini korbannya
jadi stop jadi wanita egois yang membuat seolah attar juga salah
pakai sedikit saja akal sehat sebagai wanita biar bisa berlaku adil sebagai novelis