"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Kaisar.
Kaisar memukul dinding kamar mandi, kesal sekali rasanya karena memiliki kakak perempuan yang begitu bodoh!
Sebenarnya Kaisar tak pernah mempermasalahkan uang yang sudah dia keluarkan untuk Ratu ataupun Fero. Dia iklas memberi apapun miliknya untuk kedua orang itu, karena bagaimanapun mereka adalah keluarga bagi Kaisar. Namun yang Kaisar benci adalah sikap bodoh mereka yang selalu di manfaatkan orang, dan lucunya lagi kakaknya tak paham jika dirinya sedang di manfaatkan. Dia menganggap cinta memang harus berkorban. Jadi biarlah dia berkorban sendiri, Kaisar sudah tak mau lagi ikut campur.
Padahal Kaisar sudah mengingatkan kakaknya untuk melanjutkan sekolah dan kuliah, semua biaya akan Kaisar tanggung asalkan kakaknya itu mau melanjutkan sekolah. Dan Kaisar berharap dengan berkuliah, Ratu akan bertemu orang-orang terpelajar dan lebih baik dari para penipu bajingan yang berkeliaran di luar sana. Namun kakaknya itu memang keras kepala dan tak mau menurut. Jangankan Kaisar, Ayah mereka yang sangat galak saja tak membuat Ratu bergeming dan berubah.
"Sepertinya, selama ini aku sudah salah memperlakukan kak Ratu. Ternyata benar ucapan Ayah, jika di manja Ratu tak akan mau berubah. Jadi mulai sekarang aku akan berhenti membiayai hidup mereka berdua!" Lirih Kaisar memantapkan hati.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Kaisar keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk, lalu mengambil ponselnya, "Halo Aldo, kau sudah tidur?" tanya Kaisar yang lagi-lagi telah mengganggu waktu istirahat asistennya.
"Tidak, Aku cuma mau bilang takut besok lupa. Besok, tolong blokir kartu kredit Fero. Aku akan berhenti membiayai kartu itu lagi. Baiklah selamat beristirahat," Kaisar mematikan ponselnya dan melemparkannya begitu saja di ranjang besarnya.
Dia merebahkan tubuh kekarnya di atas ranjang. Dengan hanya memakai boxer hitam ketatnya, dia menusup ke dalam selimut dan mencoba memajamkan matanya. Namun saat matanya terpejam, dia kembali teringat pada Kiara, gadis cantik yang sudah merebut perhatiannya beberapa hari ini. Selain cantik, dia juga sangat pintar, benar-benar tipe kesukaan Kaisar karena mengingat kakaknya, Kaisar jadi sangat membenci wanita bodoh. Paling tidak Kiara masuk ke dalam kriteria wanita yang bisa di sukai Kaisar, makanya Kaisar tak menolak penawaran pernikahan dari Kiara.
Sebenarnya, sejak Fero memperkenalkan Kiara padanya beberapa bulan lalu, Kaisar sempat terkejut. Kenapa perempuan cantik dan pintar ini mau berhubungan dengan keponakannya yang bodoh? dan Kaisar sempat mengira Kiara hanya ingin memanfaatkan uang Fero saja, namun perkiraannya ternyata salah.
Kaisar tersenyum, "Uhh... rasanya aku ingin di pijat lagi oleh Kia..." gumamnya sambil memejamkan mata. Dan tak lama kemudian, Kaisar pun jatuh tertidur karena merasa sangat lelah.
***
Ddrrrtttt! dddrrrrt!
"Sayang... telponmu berdering," ucap Mona setengah berbisik karena tidur nyenyaknya terganggu oleh suara telpon Fero.
"Hem? eh.. mana?" tanya Fero dengan bingung. Dia meraba-raba meja kecil yang ada di sebelah ranjang dan mengambil ponselnya.
"Mama? ngapain telpon malam-malam begini..." gumam Fero dengan malas.
"Halo Ma? kenapa kok malam-malam telpon?" tanya Fero setelah ponselnya sudah menempel di telinganya.
"Kamu di mana!" sentak Ratu dengan kesal.
"Aku? aku lagi di rumah pacarku... ada apaan sih?" kesal Fero karena dia benar-benar mengantuk.
"Kaisar mengancam akan menghentikan uang bulannya pada Mama! Dia bilang dia akan menikah dalam waktu dekat ini! masa kamu nggak tau siapa calon istri, Kai?!"
Fero membola, dia bahkan bangun dari tidurannya, rasa kantuknya hilang seketika, "Apa! Om Kai mau menghentikan uang bulanan? kenapa?" tanya Fero yang mulai ketakutan. Jelas dia takut, selama ini dia selalu berfoya-foya dengan uang pemberian pamannya. Tak pernah berhemat sedikitpun. Jika uangnya habis, Kaisar juga selalu memberinya lagi. Namun tiba-tiba saja tanpa angin dan hujan, Kaisar berencana menghentikan asupan dananya pada Fero dan Mamanya? yang benar saja! bisa kacau hidup Fero nantinya.
"katanya dia mau menikah, dan tak mau istrinya marah padanya karena masih memberi kita uang bulanan. Alasan nggak masuk akal! lihat saja nanti, istrinya akan ku buat menderita kalau dia sampai berani mengatur uang Kaisar! kamu beneran nggak tahu siapa calon istri si Kai! masa nggak pernah lihat Kaisar jalan sama cewek di kantor?" cerocos Ratu pada anaknya.
"Aku nggak tau, Ma. Tapi selama ini Om Kai nggak pernah kelihatan jalan sama cewek! malah aku kira dia itu gay!" ucap Fero sambil menyibak selimut dan mengambili bajunya.
"Aku pulang sekarang, kita lanjutin ngobrolnya di rumah, Ma!" ucap Fero sambil menutup panggilan telponnya.
"Kamu mau pulang?" tanya Mona, kemudian menatap jam weker yang ada di meja kecil dekat ranjang, "sudah jam 12 malam loh," lanjutnya.
"Aku harus pulang! ada urusan penting sama Mama ku!" kesal Fero sambil mulai mengenakan baju dan celana panjangnya, setelah itu dia keluar dari kamar Mona begitu saja.
Mona mencibir, "dasar! udah dapat enaknya, nggak kasih aku uang jajan lagi!" kesalnya sambil kembali merebahkan tubuh polosnya di ranjang.
Mona terdiam sambil memandangi ternit kamarnya, "sepertinya Pak Kaisar sudah tak peduli pada Fero, itu berarti Fero akan jadi miskin, dong! dia kan nggak punya apa-apa selain Pamannya yang kaya itu. Tau gitu seharusnya aku mendekati Pak Kaisar saja! aahh! bodoh!" kesal Mona sambil memukul keningnya sendiri.
"Tapi, kalau di pikir-pikir, Pak Kaisar memang lebih seksi dan macho dari pada Fero! dia pasti tahan lama di ranjang," gumam Mona sambil menggigit bibir bawahnya karena tiba-tiba teringat tubuh Kaisar yang sangat atletis, apalagi bagian bawah pinggangnya yang terlihat menonjol itu.
"Ssshhh.. aahhh... pasti milik Pak Kaisar itu besar dan berotot, nggak kayak punya Fero yang letoy! baru satu ronde sudah K.O!" Mona merasakan bagian bawahnya kembali basah hanya karena mengingat ketampanan dan ke-seksi-an Kaisar.
"Hmmmmhhh... besok aku akan mencoba merayu Pak Kaisar ah, siapa tau dia tergoda dengan dada montokku!" gumam Mona sambil memijat dadanya sendiri dan mulai mendesah sambil membayangkan Kaisar.
"Oohhh, Kaisar... aku ingin menjadi istrimu..." desisnya sambil mulai menjamah tubuhnya sendiri.
***
"Pagi Kiara ku yang cantiikk..." ucap Riana dengan riang saat berpapasan di lobi.
Kiara tersenyum sambil mengulurkan tangannya menyambut sahabat baiknya itu.
"Kenapa wajahmu terlihat kurang bersinar? begadang lagi?" tanya Riana sambil memperhatikan wajah sahabatnya.
Kiara mendesah sambil memutar bola matanya, "biasa, ada suara-suara goib yang membuatku nggak bisa tidur," kesalnya.
"Astaga! adik tirimu dan si Fero itu memang nggak tahu malu, ya! emangnya nggak ada warga yang menggerebek, apa?!" kesal Riana.
"Entahlah, akupun tak tahu..." jawab Kiara dengan malas.
"Eh! Eh! itu si Mona! sudah gila apa dia! kenapa berangkat bekerja pakai baju seksi begitu?" geram Riana sambil menarik ujung kemeja Salsa.
Kiara dengan malas menoleh namun sedetik kemudian matanya terbelalak. Mona memakai blouse model crop yang hampir saja mempertontonkan kulit perutnya. Bagian kerahnyapun sangat lebar, hampir seperti model sabrina karena seluruh bahunya bahkan tulang selangkanya terekspose sempurna dengan lengan tambahan sepanjang siku.
Penampilan spektakuler itu, di lengkapi rok super mini berwarna hitam.
"Astaga! sudah gila perempuan itu!" kesal Kiara.
Wajah Mona yang tadinya datar, berubah menjadi ceria saat melihat seseorang muncul di loby. Dia mempercepat langkahnya ingin mendekat ke arah sosok yang pagi ini sudah terlihat begitu berwibawa dengan setelan jas berwarna krem.
"Eh, eh, eh! dia deketin Pak kaisar?" pekik Riana, tak percaya.
Kiara menatap tajam ke arah Mona, dan terus memperhatikan adik tirinya yang sedang mendekati calon suaminya. Kiara penasaran, bagaimana reaksi Kaisar saat di dekati perempuan seksi. Apakah akan sama saja seperti Fero?
"Pagi Pak Kaisar," ucap Mona sambil menyunggingkan senyum manisnya.
Kaisar hanya melirik sekilas, lalu mendesah dan melanjutkan langkahnya. Dia terlihat sangat tak peduli pada sosok perempuan berpenampilan seksi yang tiba-tiba mendekatinya itu.
"Om Kai!" tiba-tiba suara Fero menggelegar di loby, membuat kaisar mau tak mau menoleh ke arahnya.
Fero berlari cepat mendekati pamannya, dia sempat melirik Mona namun dia acuhkan saja keberadaan kekasihnya itu, saat ini hidupnya lebih penting.
"Om! kenapa Om Kai blokir kartu kreditku!" rengek Fero dengan tak tahu malu.
🤭
Km kira ini gaun buat pengantin baru yg mau unboxing 🤣