NovelToon NovelToon
Sebenarnya Cinta Musim Kedua

Sebenarnya Cinta Musim Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Musim telah berganti dengan begitu cepat. Denting waktu membawa kita pada detik ini. Musim pertama telah usai meninggalkan bait-bait kenangan yang begitu indah.

Mereka telah bersama setelah melewati rintik sendu. Kini saatnya berbahagia. Namun adakah waktu yang tidak terbatas untuk merasa bahagia?
Bagaimana cinta akan menjawabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28_Panggilan Baru Dari Gadis Kecil

Up bonus untuk kalian yang luar biasa.

****@****

Yuna baru saja duduk diatas ranjang saat Leo masuk. Dia melirik sekilas dan mengatur suhu ruangan.

Leo melangkah pasti dan berdiri tepat di ujung ranjang. Ia menatap Yuna dengan imut.

“Momm,” panggilnya manja.

Yuna membalas tatapannya tetapi tidak mengatakan apa-apa.

Pelan Leo merangkak naik keatas ranjang. Ia menunduk dan membuat kecupan singat diujung jari Yuna. Membuat aliran darah Yuna mengalir cepat dengan seketika. Kakinya bergerak dengan otomatis menahan geli. Leo semakin membawa kecupannya keatas.

“Apa si kecil sudah tidur?” pada akhirnya Yuna mulai bertanya. Kedua tangannya menahan tubuh Leo. Ini berhasil menghentikan tuan suami. Dia mendongak menatap Yuna.

“Si kecil mana yang kau tanyakan, Sayang?” Leo tersenyum mesum saat memberi pertanyaan kembali. Membuat wajah Yuna memerah.

“Arai. Siapa lagi.” Yuna menjawab dengan ketus tetapi itu hanya untuk menyembunyikan kegugupannya.

“Ohhh,” Leo mengangguk dengan polos. Ia mengambil tangan Yuna yang menahannya lalu

membuat dirinya sejajar dengan Yuna. Menatap lekat kedalam matanya. “Momm,” panggilnya. Suaranya serak dan berkarat. Itu terdengar seksi lebih dari apapun. Terlebih saat nafas hangatnya membelai wajah Yuna.

“Hmmm.” Yuna menjawab tanpa membuka mulutnya.

Leo menurunkan kepalanya, membuat hidung mereka saling bersentuhan. Yuna tidak menghindar, ia sudah terjerat oleh mantra yang tak terlihat. Ia bahkan memejamkan matanya sejenak saat Leo menggesek pelan hidungnya hingga bibir mereka bersentuhan dengan tidak sengaja.

“Apa Momm sedih?” tanyanya menirukan peryanyaan Arai. Membuat Yuna tersenyum lebar

dan memukul pundaknya pelan. Kemudian mengangguk dengan tidak membiarkan hidung

mancung mereka berjarak.

“Ya,” jawab Yuna, “sangat sedih,” lanjutnya.

“Jangan sedih, Momm. Daddy mencintaimu, sangat mencintaimu lebih dari dirinya sendiri.” Leo berucap dengan jantungnya yang tidak berhenti berdenyut cepat. Tangan kanan Yuna terangkat dan mengusap pipinya dengan halus. Menghantarkan kehangatan

dalam hatinya.

“Momm juga mencintaimu, Daddy. Saaangat mencintaimu,” jawab Yuna pelan.

Leo lebih menurunkan kepalanya dan mencium bibir Yuna dengan lembut. Mencecap manis bibir yang begitu ia gilai.

Yuna membalasnya. Ia bahkan memberi akses pada Leo untuk lebih masuk mengambil rasa manis dalam bibirnya. Lidah mereka bertemu, saling menggelitik dengan penuh keinginan.

***@***

Pagi hari di rumah Tuan muda Vano.

Mereka tengah menikmati sarapan pagi. Menu sehat untuk mereka yang tengah melakukan program kehamilan.

“Hmm apa ada sesuatu yang penting kemarin sore?” tanya Neva setelah mereka selesai

sarapan. Ia lupa menanyakan ada apa Mama Mahaeswara menelfon dan Vano juga lupa tidak memberitahunya.

“Mama memberitahu jika minggu depan ada undangan keluarga di pulau S. Mama menanyakan

apakah kita bisa hadir atau tidak.” Jawab Vano.

Neva mengangguk, “Kita bisa sekalian berkunjung kerumah Kak Dimas.” Jawab Neva.

Vano mengangguk menyetujui. Kemudian ia pamit untuk berangkat. Neva lebih dulu merapikan letak dasinya. Kemudian melingkarkan kedua tangannya di pinggang Vano. Ia mendongak menatap Vano dengan manja.

“Sayang, cepat pulang, ya ….” Ucapnya.

Vano mengusap keningnya dan mengangguk sebagai jawaban.

“Ini adalah hari pertama aku di rumah. Bagaimana jika merasa bosan.”

“Kau bisa nonton film horror seharian,” jawab Vano dengan senyum lebar.

“Janji kau harus segera pulang,” pinta Neva.

“Iya ….” Vano menunduk dan mencium keningnya. “Hari pertama mungkin akan membosankan tapi nanti kau akan terbiasa. Semangat ibu rumah tangga,” ucapnya dengan senyum lebar. Neva nyengir memperlihatkan giginya. Ia merasa unik saat dipanggil ibu rumah tangga.

“Semangat,” ujarnya. Ia melambai saat mobil Vano perlahan meninggalkan halaman rumah. Neva kembali kekamar dan membuka ponselnya. Ia mengirim pesan pada Mama Nugraha. Tak lama, ia

mendapat panggilan vidio dari Mama.

“Kak Lee sudah mengambil keputusan yang sangat tepat,” ujar Mama setelah menanyakan apakah putrinya sudah sarapan atau belum, sudah minum vitamin atau belum, dan berbagai pertanyaan yang harus dilakukan Neva setiap hari.

“Iya, Ma.” Jawab Neva.

“Sekarang apa jadwalmu?” tanya Mama.

Neva menggeleng.

“Sebentar,” Mama kemudian membuat pangggilan grup pada Mama Mahaeswara.

“Hallo ….” Sapa Nyonya Mahaeswara diseberang sana dengan senyum dan beliau semakin

tersenyum saat tahu panggilan vidionya terhubung pada Neva. “Eh, ada sayangku ….” Sapanya. Dan mereka saling berbincang seru untuk menemani Neva dirumah.

**@**

Sementara di sekolah Arai. Yuna duduk bertiga dengan guru pembimbing dan guru kelas Arai.

Yuna meminta maaf karena lagi-lagi putranya kabur dari sekolah. Setelah berbincang dan kembali mencari solusi, guru kelas pamit dan kini tinggal guru pembimbing.

“Nyonya muda, ada sesuatu untuk anda,” ujar guru pembimbing sebelum Yuna pamit. Beliau memberikan kotak kado yang kemarin pagi diserahkan padanya. “Ini untuk anda, dari gadis yang dulu pernah anda tenangkan,” jelas guru pembimbing.

Yuna menerimanya dengan ragu, ia sedikit lupa dengan kejadian itu. Tapi kemudian guru pembimbing segera menjelaskannya.

“Mohon sampaikan terima kasih saya pada Nona kecil itu, Bu,” ucap Yuna santun.

Guru pembimbing mengangguk, “Jika Nyonya muda tidak keberatan, gadis kecil itu ingin bertemu dengan anda.”

“Oh. Iya, silahkan,” Yuna menyetujui. Kemudian guru pembimbing izin sebentar meninggalkan Yuna. Tak lama ia kembali dengan gadis kecil. Gadis itu tersenyum lebar dengan sorot mata yang bahagia. Dia langsung berlari dan memeluk Yuna begitu saja. Meskipun sedikit bingung tapi Yuna membalas pelukannya. Ia dengan perhatian mengusap punggung gadis kecil itu.

“Hallo, gadis pintar,” sapa Yuna. Gadis itu melepaskan pelukannya dan menatap Yuna.

Mata jernihnya seolah memindai semua garis dan bentuk wajah Yuna dalam pandangan matanya.

“Kau sudah menjadi anak manis dan pintar, bukan?” tanya Yuna. Dia mengambil tangan kanan gadis kecil lalu mengenggamnya. Gadis kecil itu mengangguk.

“Pintar. Apa kau masih menyimpan kantong Doraemon?” tanya Yuna lagi. Gadis kecil mengangguk lagi. Sangat manis, Yuna menyukainya.

“Karena kau sudah menjadi anak manis dan pintar, jadi … mulai sekarang kantong Doraemon itu milikmu.” Suara Yuna penuh kelembutan. Gadis kecil tersenyum lebar dan bersorak. Itu membuat Yuna tersenyum lebar. Ia menyukai gadis kecil.

“Siapa namamu, Sayang?” tanyanya.

“Kim,” gadis itu menjawab dengan segera. “Kimberly Sinatria ,” lanjutnya menyebut nama lengkapnya.

“Wawww, nama yang cantik. Gadis yang sangat cantik dengan nama yang cantik, sungguh istimewa,” puji Yuna. Kim tersenyum bahagia. Kemudian ia membawa tangan Kim sedikit keatas seperti saat orang berjabat tangan. “Nama Tante … Yuna. Kim bisa memanggil Tante Yuna.”

Kim menggeleng, ia menatap Yuna dengan sedih dan mengenggam tangan Yuna erat.

“Kim tidak punya Mommy seperti orang lain.” Gadis kecil itu berucap dengan sedih. “Bolehkah aku memanggilmu, Momm?” tanyanya dengan pandangan yang sendu. Hati Yuna bersedih, ia menatap gadis kecil didepannya dengan iba. Ia ingat bagaimana dirinya melalui hari-hari tanpa seorang ibu. Ia ingat bagaimana ia ingin sekali

bersekolah diantar oleh Ibu. Pada akhirnya Yuna mengangguk, menyetujui Kim untuk memanggilnya Momm.

“Kemari,” Yuna mengenggam kedua tangan gadis kecil itu. Kim semakin mendekat kearah Yuna.

“Karena kau adalah gadis yang pintar dan manis … jadi kau boleh memanggil, Mommy.”

Kim tersenyum bahagia dengan binar dari kedua matanya. Bibir mungilnya terbuka untuk memanggil Yuna dengan sebutan Momm.

“Momm,” panggilnya.

“Uhhh, manisnya,” Yuna mencubit pipi Kim dengan gemas.

“Momm,” Kim mengulangi lagi. Dan itu membuat Yuna langsung memeluknya.

“Waahh, senangnya hari ini Momm memiliki seorang putri.”

“Kim lebih bahagia lagi, Kim sangat bahagia karena mulai saat ini … Kim punya Mommy, Yeyyyy.”

Yuna melepaskan pelukannya. Dia memperhatikan guru pembimbing yang menunggu mereka.

“Hmm. Kim, anak cantik.” Yuna mengusap rambut Kim dengan kasih. Gadis itu terseyum dalam kebahagiaan yang membuncah dalam hatinya. Ia ingin segera bercerita tentang ini pada Daddynya. Bidadari pemilik kantong Doraemon itu kini menjadi

Mommynya.

“Kim masuk dan belajar sama Bu Guru dulu ya, Sayang. Besok … kita bertemu lagi. Okey.”

Kim mengangguk dengan patuh.

“Baik, Mommy.”

Yuna tersenyum dan mempersilahkan guru pembimbing untuk kembali membawa Kim ke kelas.

“Momm,” Kim sebenarnya enggan untuk kembali kekelas. Namun ia sudah berjanji untuk menjadi anak yang baik dan manis. Ia menatap Yuna sebelum benar-benar pergi. “Terima kasih sudah mengizinkan Kim untuk memanggil Mommy,” ujar gadis itu tulus.

Yuna tersenyum dan mengangguk.

______

Catatan Penulis.

Euluhhh ... euluhh. Semangatnya kalau ada iming-iming Up bonus. Kalian semangat, aku juga semangaaaattt.

Aku padamu pokoknya mah, luvfulll.

Yuukkk. Beri like dan komentar Up bonusnya. Terima kasih.

1
Jesica Samosir
jgn takut leo..klu yuna dibawa ayah msh ada aq😄
Istri Leo J
wkwkwkwk,Leo ketar ketir Yuna dibawa pulang sama ayahnya,yg sabar ya Leo,gak usah takut,ayah cuma ngomong doank kok😁😁
Syofi Syofiah
luar biasa keren
Syofi Syofiah
sebenarnya cinta leo yuna
Syofi Syofiah
terimakasih sudah update😍😍
Syofi Syofiah
akhirnya update😍😍😍
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
syukurlah tidak terjadi apa² , semoga selalu baik² ja tidak ada Kiara 234dan seterusnya bahagia selalu buat kalian,
JiDHan Bolu Bakar
netes lagi air mataku, aaàyaaaaaahhhĥ..../Sob//Sob//Sob/
JiDHan Bolu Bakar
kenapa membaca bab ini air mataku meleleh, langsung teringat bapakku yg telah berpulang menghadap yg kuasa /Sob/
Bunda'e Azzahra
kangen sama mereka lama nggk buka novel toon fokus ke dracin aja 🤭
Mmh dew
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Nunuk Bunda Elma
seorang ayah pasti akan memberi pesan seperti ini kepada suami putrinya
Nunuk Bunda Elma
jawab aja Yuna
kalo Kiara migrasi ke Mars 🤣🤣
taju gejrot
ayah ngomong apa sih,gak mungkin Leo tidak lagi mencintai Yuna,cinta Leo sudah habis di Yuna.
Istri Leo J
yakinkan ayah Leo,bahwa kamu benar benar mencintai putrinya sepenuh jiwa dan ragamu,biar ayah percaya padamu
Istri Leo J
mak juedaaarrr,,bagai disambar petir di pagi buta ya Leo ucapan ayah🤣🤣
soft saa
ayahhh 🥲
Monica Agustina
Ayah, Aku terhura 😭
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
Ibnu baru seorang ayah ayah yang sangat menyayangi anak nya aku sampai terrhura ayah,, tenang ayah menantu mu si Leo udah insaf😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!