Zivanya Aurelia Wardana (20) pergaulan bebas membuatnya mengalami mimpi terburuk dalam hidup. Menjadi ibu diusia yang masih begitu muda
Amarah Keluarga membuatnya mengambil keputusan besar untuk mengakhiri hidupnya. Namun hal itu bisa dicegah oleh seorang dokter tampan bernama Zionathan (24)
Ziva memberontak, memberi syarat pada Zio untuk mencarikan ayah bagi bayinya, menggantikan sang kekasih yang pergi entah kemana
Tak disangka jika Zionathan menjadikan dirinya sendiri sebagai ayah untuk bayi itu sekaligus suami untuk Zivanya
Bagaimana pernikahan atas dasar tanggung jawab itu dapat bertahan? dan bagaimana Zio bertindak saat ayah kandung bayi itu datang dan meminta Zivanya serta anaknya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menolong
Suara Mawar sengaja dibuat mendayu, ia ingin membuat tetangganya ini tergoda. Tapi ini Zio, bagaimanapun wanita didepannya jika itu bukan Ziva maka tak akan menarik
"Saya seorang dokter bedah mbak Mawar, jika mau saya bisa membelah perut mbak Mawar dan melihat apa masalahnya!"
Wajah yang awalnya terlihat menggoda itu seketika berubah pucat, ucapan dokter itu terdengar menakutkan
"Besok deh saya bawa kerumah sakit dok. Saya duluan yaa dokter Zio!"
Mawar yang telah siap, segera meninggalkan rumah, sebaiknya memang ia bekerja saja
Zio hanya menggelengkan kepalanya, mendorong pintu dan masuk kedalam. Dirinya lelah dan perlu pelukan hangat dari istrinya yang cantik
"Kok kak Zio lama banget diluar? Ngapain?" Ziva menatap dengan penuh curiga
"Tadi didepan ada mbak Mawar, terus ngajak ngobrol!" Jawab Zio apa adanya
"Terus kak Zio ladenin? Kak Zio suka yaa ngeliat dia yang seksi gitu!"
Dari ucapannya jelas sekali jika wanita hamil ini tengah cemburu, Zio hanya mengulas senyumnya lalu mengusap kepala wanitanya
Melihat suaminya hanya tersenyum dan bahkan berlalu membuat Ziva kesal, ia bahkan berteriak memanggil pria yang telah masuk ke kamar
"Kak Zio!"
"Ada apa sih sayang!" Zio berbalik, menatap wajah kesal yang terlihat menggemaskan itu
"Kak Zio suka yaa digodain sama mbak Mawar yang seksi itu?" Tanya Ziva dengan tangan yang melingkar di dada
"Tadi dia ngeluh katanya perutnya sakit, katanya minta kakak buat bantu periksa!" Ujar Zio apa adanya
"Terus kak Zio mau?"
Ziva melotot saat pria itu malah mengangguk "Kak Zio seneng gitu bisa pegang-pegang perut mbak Mawar?"
"Kan emang kerjaan kakak!"
"Kak Zio nyebelin!"
Ziva hendak keluar dengan menghentakkan kakinya, ia kesal mendengar jawaban suaminya
Langkahnya terhenti karena tiba-tiba saja Zio memeluknya dari belakang. Tangan lebarnya mengusap dengan lembut perut yang buncit itu
"Kamu cemburu?"
"Enggak!" Elaknya
"Kakak malah suka kalau kamu cemburu! Itu artinya kamu cinta sama suami kamu ini!"
Zio berbisik lalu mengecup leher jenjang yang begitu menggoda itu, membuat Ziva meremang
"Kakak beneran pegang-pegang mbak Mawar?"
"Ya enggak lah! Kakak nawarin buat belah perutnya tapi gak mau!"
Ziva tertawa, wanita cantik itu memutar tubuhnya hingga tatapan keduanya bertemu
Ziva tak bisa bayangkan bagaimana wajah ketakutan wanita perayu itu atas tawaran suaminya
"Kak Zio gak mungkin tergoda kan sama mbak Mawar?"
"Buat apa tergoda sama perempuan lain kalau punya istri yang jauh lebih menggoda!"
Zio menyempatkan diri mengecup bibir merekah milik istrinya itu. Ia tak bohong, Ziva memang sangat menggoda dengan segala yang ada pada dirinya
"Kakak mandi dulu! Kakak punya kejutan untuk kamu!"
"Apa?" Tanya Ziva dengan raut penasaran
Zio terkekeh "Sabar, kakak mandi dulu!"
"Bilang dulu!" Wanita cantik itu merengek
"Kakak mandi dulu! Bau soalnya!"
Zionathan melepas paksa tangan sang istri yang melingkar di lehernya, Ziva hanya menatap penasaran pada sang suami yang telah hilang dibalik pintu kamar mandi
Zio keluar dengan tubuh yang lebih segar, diatas tempat tidur sudah ada pakaian yang telah istrinya siapkan
Pria tampan itu mengenakannya lalu keluar kamar hendak menyusul istrinya yang telah menunggu dimeja makan
"Sekarang apa kejutannya?" Tanya Ziva begitu suaminya duduk dihadapannya
"Kakak laper banget sayang! Boleh makan dulu kan?" Ujar Zio membuat wanita itu kesal
"Ya bilangnya sambil makan!" Ujar Ziva tak sabaran
"Nanti gak seru! Biar kakak makan dulu!"
Ziva menghela nafas panjang, kesal juga dibuat penasaran seperti ini
Sementara itu Zio malah tersenyum melihat wajah penasaran wanitanya itu. Terlebih beberapa kali Ziva menghela napasnya
Setelah mekan malam, sepasang suami istri itu kini memilih untuk bersantai diruang tengah apartemen mewah itu
"Tadi kak Zio mau ngomong apa!" Tanya Ziva, dirinya benar-benar penasaran akan kejutan yang akan suaminya itu katakan
"Sini!" Zio merentangkan tangannya lalu Ziva masuk kedalam pelukan suaminya itu
"Ayo bilang!"
"Biarin seperti ini dulu!" Zio malah memejamkan matanya. Sungguh, aroma tubuh Ziva adalah obat dari rasa lelahnya seharian
"Kak!"
Zio terkekeh, Zivanya menarik diri dan menatap wajah suaminya dengan bibir yang cemberut
"Kamu lihat ini!" Zio menunjukkan layar ponselnya pada sang istri
Ziva mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan apa yang tengah ditunjukkan oleh suaminya itu
"Ini rumah siapa?" Tanya Ziva penasaran
"Ini rumah kita!"
Ziva menatap tak percaya, rencana untuk memiliki rumah memang telah mereka bicarakan sejak beberapa bulan yang lalu
"Kak Zio serius?"
Pria tampan itu mengangguk, Ziva yang terlalu senang kembali masuk kedalam pelukan suaminya
"Makasih!"
Mereka melihat lagi rumah itu, ruamha itu terdiri dari dua lantai bergaya minimalis. Ziva memang suka rumah yang kecil dan memiliki halaman yang luas
"Kamu suka?" Tanya Zio
Wanita cantik itu mengangguk "Suka benget! Kapan kita pindahnya?"
"Minggu depan, kamu bisa pilih furniture nya nanti!"
Sepasang suami istri itu kembali saling berpelukan, Zivanya mendongak lalu mengecup bibir tebal suaminya sekilas
"Setelah ini kakak minta hadiahnya!" Ujar Zio
"Kak Zio mau apa?"
"Kakak mau jengukin princess didalam sini dong!" Ujarnya seraya mengusap perut yang buncit itu
Semakin dekat dengan hari persalinan membuat Ziva semakin terlihat seksi. Membuat Zio kesulitan untuk mengendalikan dirinya
"Mau disini apa dikamar?" Zio tersenyum, hari ini tak ada penolakan yang biasa ia terima, mungkin karena rumah baru
"Kita coba disini!"
Zio tak bicara lagi, bibirnya sudah melumat bibir ranum wanita cantik itu dengan lembut, dengan tangan yang tak bisa diam, membuat Ziva mulai hanyut
Tengah asyik bersama, tiba-tiba saja terdengar suara bel dari depan, terdengar tidak sabaran karena beberapa kali juga pintu diketuk
"Siapa sih ganggu banget!" Zio terlihat kesal, bagaimana tidak, aktifitas kesukaannya malah diganggu
"Biar Ziva liat dulu!" Wanita itu hendak bangkit namun Zio mencegah nya
"Biar kakak aja!"
Zio keluar, memutar gagang pintu dan melihat siapa yang datang malam-malam begini
Zio tak sempat bicara karena orang yang berada diluar segera menerobos masuk dan memeluknya
"Tolongin saya dokter! Mentan suami saya ada disini dan melakukannya kekerasan!"
Mawar masuk dan terisak, Zio sebenarnya ingin marah namun melihat kondisinya yang kacau membuatnya urung
"Jangan seperti ini mbak!" Zio ingin melepas pelukan wanita ini namun Mawar malah mencengkram bajunya
"Kak Zio!" Suara Ziva membuat Zio melepas paksa pelukan Mawar pada tubuhnya
"Sayang!"
"Sini gak lo jala___ sialan!" Seorang pria terlihat keluar dari apartemen yang ditempati oleh Mawar
Pria itu terlihat sempoyongan, pria empat puluh tahunan itu sepertinya tengah mabuk
"Aku gak mau mas! Kamu pergi sana! Kita bukan suami istri lagi!" Teriak Mawar