Impian Amara untuk bersatu dengan kakak angkatnya akhirnya terwujud juga. Keduanya terikat dalam sebuah pernikahan yang disatukan oleh Abi mereka sendiri.
Sayangnya, Apa yang Amara bayangkan tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Dalam pernikahan ini, Hanya Amara yang menginginkannya. Tapi tidak dengan Fadli Adiputra. Dia tidak pernah menginginkan pernikahan ini sama sekali.
Sikap perhatian yang selalu Fadli berikan berubah menjadi sikap dingin tanpa alasan.
Amara sadar, Bahwa dia bukan pilihan pria itu..
Hingga pada akhirnya, Amara mundur dalam pernikahannya.
Apakah Fadli bahagia atas kemunduran Amara? Atau justru terkurung dalam penyesalan?
•••••
"Kalau pernikahan ini tidak bertahan atas pilihan Abi.. Nanti, Aku akan pertahankan pernikahan ku atas pilihanku sendiri..." Amara Alfhatunnisa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semua Untuk Amara
Fadli merasa canggung sekali. Bayangkan saja, Amara ternyata juga datang ke acara pesta Lelang ini bersama keluarganya, Keluarga yang menjadi keluarganya juga. Dan yang lebih membuat Fadli merasa malu, Pria itu justru mengajak Lidya bukan Amara yang selaku istrinya.
"Selamat datang Gus Rafa.. Apa kabar?" Beberapa pengusaha menyambut, Menyalami Abi Rafa dan memberikan hormat pada Umma Zakia.
"Selama datang Ning Umma Zakia.." Umma Zakia hanya tersenyum.
"Wah.. Ini anak-anak pada ikut semuanya.. Sepertinya setelah ini telah siap dengan tawar menawarnya..
"Tentu saja, Aku akan berikan barang yang mewah dan pantas untuk istriku..." Ucap Abi Rafa menatap Umma Zakia penuh dengan cinta. Apapun akan Abi Rafa lalukan asal istrinya bahagia.
"Mari masuk, Gus...
Keluarga itupun mulai masuk. Keluarga besar tersenyum memperlihatkan undangannya dan langsung dipersilahkan untuk masuk.
Dan disanalah mereka bertemu dengan Fadli. Fadli menunduk melihat Abi nya yang ternyata juga datang.
"Abi..." Dengan rasa hormatnya, Fadli meraih tangan Abi Rafa lalu mencium punggung tangan pria paruh baya itu. Hal yang sama juga dilakukan Fadli pada Umma Zakia.
Mereka memang bukan sedarah, Tapi Umma sudah menganggap Fadli sebagai putranya sendiri. Pria itu menoleh pada Lidya agar wanita itu melakukan apa yang dia lakukan tadi.
"Hay..." Sapa Amara sok akrab.
Lidya terdiam, Matanya menatap satu persatu keluarga angkat Fadli itu. Lidya menelan salivanya dengan sedikit susah payah. Keluarga Amara memang keluarga yang kaya raya. Selain itu, Seluruh keluarga ini tergolong keluarga yang good looking semuanya.
"Kau datang ke acara ini bersamanya?" Tanya Ghazi tiba-tiba pada Fadli. Pria tampan itu menunjuk Lidya, Wanita itu langsung menunduk seketika. Begitupun dengan Fadli yang terlihat gugup..
"Eum.. Lidya bilang dia belum pernah datang kepesta yang seperti ini. Jadi aku ajak dia..
"Tapi Amara istrimu, Kan?
"Sudah.. Lebih baik kita masuk.." Abi Rafa tak ingin mereka ribut. Mereka pun akhirnya masuk. Lidya mengajak Fadli untuk lebih dulu masuk. Didalam sana telah banyak para tamu yang penting duduk dikursi masing-masing.
"Fadli, Disana kosong.. Kita duduk disana aja, Ayo.." Lidya mengajak Fadli untuk duduk dikursi dibagian depan. Namun....
"Jangan..
"Kenapa? Orang didepan kosong kok.." Lidya tetap memaksa. Wanita itu langsung saja duduk dikursi nomor lima, Hingga..
"Siapa yang menyuruhmu untuk duduk disini?" Lidya tersenyum pada Amara yang tiba-tiba saja datang.
"Kursi ini kosong.. Jadi aku duduki saja. Lagian kenapa? Siapa cepat dia dapat, Kan? Duduk saja dibelakang.." Kata Lidya. Fadli telah memberi kode pada wanita itu agar jangan cari masalah, Tapi tetap saja.
"Dasar tidak tahu mau.." Kata Gabriel. Dan Lidya mendengar itu. Tak lama seorang petugas datang..
"Maaf, Mbak.. Kursi yang berada didepan ini adalah Kursi VVIP. Dan kursi ini khusus untuk tamu paling penting kita..." Lidya menatap Fadli.
"Tapi...
"Silahkan pindah, Karena nama anda tidak ada dalam daftar tamu penting kita disini..." Lidya menunduk, Ia mengepalkan tangannya merasa malu.
"Hahahah..Dia itu siapa sih? Kok sok banget..
"Gak pernah datang keacara pesta dia.. Makanya norak.." Bisik-bisik penuh dengan hinaan masuk ketelinga Lidya.
"Pindah.. Disini bagian tamu yang penting.." Ucap Amara mengusir Lidya dari tempat itu. Amara menatap Fadli.
"Kak Fadli gak lupa, Kan? Apa yang aku bilang tadi? Jaga wanita ini supaya gak norak dipesta orang.. Malu-maluin.." Amara langsung menyeret Lidya supaya segera pergi. Wanita itu duduk dengan anggun bersebelahan dengan salah satu kakak kembarnya.
Lidya diminta petugas untuk duduk dikursi paling belakang. Karena takut Lidya tambah malu, Fadli pun ikut menemani wanita itu.
...****************...
Siapa yang menyangka, Kalau Amara akan duduk disebelah Saga. Pria itu dengan cool nya duduk tenang dikursi yang letaknya tepat disamping Amara duduk.
Tok
Tok
Tok
"Mari kita mulai, Acara Lelang malam ini..." Sang pembawa acara langsung memulai. Didepan sana, Ada beberapa barang antik namun masih terlihat mewah berjejer rapi.
"Kita mulai dengan sebuah kalung safir pertama hijau.. Kalung ini adalah rancangan dari designer JN. Harga dimulai dari delapan ratus juga rupiah...
"Sembilan ratus rupiah.."
"Sembilan ratus koma dua...
"Fadli.. Kamu gak ada niat mau beliin aku kalung itu?" Ucap Lidya, Siapa tahu Fadli ikut menawarkan juga setelah ini.
"Kalau kamu punya uang banyak, Tawar saja...
"Tapi.." Lidya berdecak kesal. Fadli tak punya keinginan membelikan kalung itu..
Para tamu banyak yang berlomba-lomba memberikan harga dari yang mahal sampai lebih mahal lagi.
"Tiga miliar.." Abi Rafa mengangkat nomernya.
"Tiga miliar!! Ayo siapa yang bisa menaiki harga lagi? Tiga miliar...
Tiga Miliar!
Tiga Miliar!
Tiga Miliar!!
Tok
Tok
Tok
"Kalung ini resmi dibeli Tuan Rafasya.." Abi Rafa maju. Pria itu meraih kartu tanpa batasnya untuk langsung melakukan pembayaran.
"Ini kalungnya, Tuan..." Abi Rafa menerima kalung itu. Tatapan matanya penuh cinta pada sang istri..
"Untuk Umma tercinta...
"Cieeee....
Umma Zakia tersipu malu. Ah, Mau juga lah punya suami seperti ini..
"Mau dong punya suami kayak Abi.. Udan tampan, Kaya, Baik, Pengertian, Perhatian, Setia.. Tapi ada brengsek-brengseknya, Dikit.. Amara suka.." Ucap Amara tiba-tiba. Lagipula siapa yang tidak mau dengan suami yang spek seperti itu.
"Aku bisa jadi suami yang seperti kamu bilang tadi.." Bisik Sagara tepat ditelinga Amara. Wanita itu langsung tak berkutik.
Fadli yang mendengar ucapan istrinya barusan hanya bisa diam. Dia suaminya, Tapi dirinya tidak bisa memberikan apa yang wanita itu ingin kan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Selanjutnya..
Satu persatu barang telah disebutkan. Setelah kalung safir permata hijau yang telah diambil oleh Abi Rafa. Kini sebuah bros cantik berkilauan berlian yang siap ditawarkan dengan harga yang paling tinggi..
"Dimulai dari harga 1,5 miliar..."
"Satu koma enam...
"Satu koma delapan...
"Dua miliar!
"Tiga koma lima..
"Lima Miliar..
Saga mengangkat nomor yang ada ditangannya. Pria itu menatap Amara yang tanpa sengaja menoleh ke arahnya.
"Lima miliar!
"Lima miliar!
"Lima Miliar
Saga berhasil memenangkan harga paling tinggi untuk bros cantik itu. Tak hanya itu saja, Saga juga berhasil membeli beberapa barang mewah yang telah ditawar dengan harga paling tinggi.
"Semua barang ini.. Untuk Ning Amara.."
Hah!!
Semua para tamu yang berada disana terkejut. Barang yang dibeli dengan harga paling mahal itu untuk Amara semuanya.
"Semua barang ini, Untuk Ning Amara yang cantik.. Saya harap, Ning menerimanya.." Amara menoleh pada Abi dan Ummanya.
"Abi, Umma... Kakak.." Amara tidak langsung menerima. Dia bertanya lebih dulu pada keluarganya. Tapi Amara tidak bertanya pada Fadli, Kenapa? Karena sejak awal Fadli tak pernah menganggapnya istri.
"Ambil saja, Kan dikasih.. Anggap aja rejeki...
"Ya udah, Aku terima.. Tapi ini beneran, Kan? Tuan Sagaa..." Abi Rafa tersenyum tipis. Pria inilah yang dulu datang dan melamar putrinya, Sayangnya ia tolak.
"Fadli.. Kamu mau kemana? Acaranya belum selesai.." Fadli bangkit, Dia maju karena tak terima melihat Amara diberi barang mewah itu oleh pria lain...
"Silahkan bawa barang-barang ini pergi.. Amara tidak butuh.." Kata Fadli pada Saga. Amara langsung berdiri...
"Kata siapa gak butuh.. Aku suka barang mewah ini.. Lagian kenapa harus dibawa pergi?
"Amara!!
Saga tersenyum, Pria itu menepuk pundak Fadli lalu berbisik..
"Bilang saja kalau kau itu iri karena kau tidak sanggup memberikan semua ini..
•
•
•
TBC
dan sekarang si pelacur murahan itu buat drama kalau Amara mendorong dia dari tangga? dan kamu percaya Fadli? kenapa kamu ga cek cctv dulu ? dasar bodoh kamu Fadli
ya di terimalah rezeki ga boleh di tolak
kenapa kamu harus sewot Fadli? owh karena kamu ga berguna yah selaku suami? ga bisa beli barang-barang mahal itu? sudah belikan saja buat pelacur murahan kesayangan kamu itu, nanti nangis lagi hadir di acara lelang, tapi ga dibelikan apa-apa