Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta yang disembunyikan
Seorang perempuan muda berusia 19 Tahun turun dari sebuah Taxi online di depan sebuah Rumah Besar bergaya Luxury, bernuansa Cream dan coklat.
Perempuan itu menjinjing sebuah paper bag berupa bingkisan yang telah disiapkannya.
"Selamat Sore Pak apakah benar ini rumah Dion?" Tanya perempuan muda berkulit putih itu kepada satpam keluarga Dion.
"Betul non, ini rumahnya Tuan Muda Dion, kalau boleh tau non ini ada urusan apa ya datang kesini?" Tanya Pak Satpam dengan sopan.
Perempuan itu tersenyum ramah lalu berkata "Saya temannya pak, boleh saya masuk kedalam?" Pintanya.
"Sebentar non saya sambungkan telepon dulu ke dalam." Ujar pak satpam sambil menelpon. Ia berbicara dengan seseorang dari dalam rumah itu lalu bertanya "Non dengan Non siapa ya?"
"Saya Lulu pak" Jawabnya.
"Oh silahkan masuk non, Tuan Muda menunggu di dalam" Pak satpam kemudian membukakan gerbang rumah itu seraya mengantar Lulu masuk melewati halaman.
Di depan rumah itu tampak seorang art menunggunya "Non Lulu ya?"
Sapa sang art.
"Iya bi, saya Lulu."
"Ayo non, den Dion udah nunggu di dalam." Dengan sopan art itu mengantarkan Lulu ke taman.
Lulu berjalan dengan anggun mengikuti sang art, rambut keriting blondenya berkilau terkena pantulan sinar matahari. Wajahnya terlihat glowing dan fresh dengan sentuhan make up yang seharian ini ia siapkan khusus untuk bertemu Dion.
Hari ini ia jauh jauh pergi ke Kota Jala untuk menemui pujaan hatinya, tadinya Dion dan Lulu satu sekolah saat SMP, sebelum Dion dan keluarganya pindah ke kota Jala dari kota Nirwana.
"Lulu" panggil Dion dengan tatapan tak percaya.
Lulu berlari kecil menghampiri Dion, kemudian bergelayut manja di pelukannya. "Dion aku kangen banget tau sama kamu." Ujarnya.
Dion memeluk Lulu erat, rasa rindu yang selama ini ia simpan akhirnya bisa tersalurkan pada yang dirindukannya. "Aku juga."
"Bohong, ada yang bilang kamu sekarang malah udah punya pacar." Ujar Lulu dengan nada kecewa.
Dion terdiam, ia tidak mungkin berbohong kepada mantan pacarnya itu, namun untuk berkata jujur iapun merasa berat.
"Nah kan Kamu diem, berarti kabar itu bener adanya." Lulu berkata dengan suara bergetar, sebuah bola bening kecil meluncur dari matanya.
"Hei hei, baru sampe kok udah un happy gini, masalah itu jangan dipikirin ya, nanti kita obrolin" Ujar Dion, ia tak tega melihat Lulu yang mulai menangis.
Tangis Lulu akhirnya pecah. "Kenapa secepat itu kamu move on Di, aku fikir suatu saat kita bisa sama sama lagi, aku takut banget kamu pindah kelain hati."
Dion memeluk Lulu erat, ada rasa yang tak bisa ia jelaskan saat memeluk mantannya itu, cintanya memang masih untuk Lulu, namun saat ini sialnya iapun sangat menyukai Cherry dan bahkan mungkin sudah mulai mencintainya.
"Maafin aku Lu, keadaan yang bikin aku kayak gini" Ujar Dion menyesal saat ini perasaan bersalah pada Lulu mulai menyelimutinya. Ia teringat janjinya bersama Lulu, bahwa meskipun putus mereka tak akan pernah saling meninggalkan.
Dan akan kembali di waktu dimana Dion bisa untuk bersamanya lagi.
Selama beberapa saat Lulu masih nyaman di pelukan Dion, dan Dion pun tampak dengan sabar menunggunya selesai meluapkan rasa sedihnya.
"Dion, 1 Minggu ini aku libur, aku boleh kan nginep dirumah kamu?" Tanya Lulu disaat tangisnya sudah reda.
"Boleh kok, lagian kalau nginep di hotel gak aman buat cewek cantik kayak kamu." Goda Dion, membuat Lulu tersipu.
"Tapi Tante sama Om gak akan marah kan?" Tanya Lulu ragu ragu.
Dion menggeleng "Enggak lah, kamu selalu diterima dirumah aku Lu, walopun aku gak pernah diterima sama keluarga kamu."
Mendengar perkataan Dion wajah Lulu terlihat murung lagi "Di maafin perlakuan Papi Mamiku ke kamu ya, kalau bukan karena perbedaan umur kita, mereka gak akan seperti itu"
Dion mengangguk dengan wajah sedih "Gapapa Lu, cinta kita kan gak selemah itu." Kata Dion sambil menguatkan hati.
Lulu tersenyum pahit "Dion aku sayang banget samu kamu" Ucapnya lirih didalam hati.
Seandainya bukan karena Papi dan Maminya ia sama sekali tak pernah mempermasalahkan perbadaan umurnya dengan Dion yang hanya beda 2 tahun itu.
"Yuk kita masuk, kamu pasti belum makan kan?" Tanya Dion pada cinta pertamanya itu.
"Iya"
"Okey, aku masakin omelette kesukaan kamu ya, kangen kan?"
Lulu melonjak senang "Asik, makasih ya Di, jangan lupa..."
Belum sempat Lulu meneruskan kalimatnya Dion memotong lalu berkata "Saos tomat campur mayo kan?"
Lulu mengangguk senang "Ternyata kamu masih inget Di." Ujarnya terharu.
"Segalanya tentang kamu gak akan pernah bisa aku lupain Lu, kamu berarti banget buat aku." Ujar lelaki bermata coklat terang itu jujur dan tulus.
Tumbuh bersama sejak kecil membuat mereka bukan hanya sudah saling mengenal sangat dalam, perasaan yang mereka miliki tumbuh bersamaan dengan perjalanan waktu yang panjang, meskipun Dion lebih muda dari Lulu, namun pribadinya yang cukup dewasa, selalu bisa mengimbanginya.
Bahkan setelah Lulu lulus SMA dan berkuliah, ia belum mendapati sosok yang bisa menggantikan Dion dihatinya.
Mendengar kabar bahwa Dion sudah memiliki pengganti dirinya, dengan nekad Lulu tanpa sepengetahuan siapapun kabur ke kota Jala untuk menemui Dion, padahal orangtua Lulu sangat menentang hubungan mereka.
***
Selepas menonton pertandingan Basket Cherry berusaha menelepon Dion. Seharian ini ia belum mendapat kabar dari pacarnya itu.
Diteleponnya Dion berkali kali namun sama sekali tidak tersambung. "Kemana ya" batinnya.
Ia menelepon untuk terakhir kalinya namun sama sekali tak mendapat jawaban. "Ah mungkin sibuk" batinnya lagi kemudian bergegas untuk membantu para artnya menyiapkan makan malam.
Cherry yang memang jiwanya senang dengan memasak itu, sudah rutin akan berada di dapur untuk belajar memasak ke para artnya disetiap jam sebelum makan malam.
Memiliki orangtua yang mempunyai bisnis F and B membuat Cherry sangat tertarik untuk belajar masak, ia bahkan suka sekali mencoba resep resep baru yang ia temukan di media sosial.
Selepas makan malam bersama keluarganya, Cherry masuk ke kamar untuk mengerjakan PR dan membaca buku, setelah rampung diteleponnya lagi pacarnya.
TUT TUT
Panggilan WA itu berdering dan tersambung.
Kali itu Dion mengangkat teleponnya.
"Hallo" Ucap suara perempuan di seberang telpon.
Cherry terkesiap kaget "Ha halo" Ujarnya terbata. "Maaf apa Dionnya ada ya?" Tanya nya sopan.
"Dion lagi masak, apa ada pesen yang mau disampein?" Ujar wanita di seberang telepon itu, Cherry menyadari bahwa suara itu, sama sekali bukan suara milik Maminya Dion.
"Oh gausah, kalau aku boleh tau, kamu siapa ya?" Tanya Cherry sangat penasaran. Perasaannya menjadi tak karuan menunggu jawaban wanita itu.
"Oh aku temennya" Ucapnya sambil meremas jari jarinya menahan perasaan benci. Membaca nama kontak yang Dion berikan pada wanita yang berbicara dengannya di telepon itu membuatnya sangat cemburu.
"Bener gak ada yang mau disampein?" Selidik Lulu menahan nada suaranya.
"Gausah makasih ya." Cherry menutup telepon itu dengan hati yang bertanya tanya.
Karena tak tenang ia menuliskan sebuah pesan untuk Dion "Di barusan ada yang angkat telepon kamu, cewek, kalau boleh tau dia siapa ya? Tolong segera hubungin aku ya!" Ditekannya tombol send untuk mengirim pesan itu, tampak pesan itu sudah terkirim dan centang 2. Namun sampe keesokan harinya tak ada balasan pesan yang sampai untuknya.
***
Cahaya mentari masuk dari sela sela gorden kamar Dion. Ia terbangun dan menyadari sudah pukul 06.00 Pagi.
Dibangunkannya tubuh tinggi atletisnya untuk bergegas mandi dan siap siap berangkat ke sekolah.
"Selamat Pagi Mam" Sapa Dion pada Mami yang sudah menunggu untuk sarapan, terlihat Lulu dengan senyum manisnya yang juga berada di samping maminya. "Selamat pagi Lu"
"Selamat pagi, ayo lekas sarapan nanti terlambat" Balas mami sambil
menyiapkan masing masing semangkuk sereal untuk Dion dan Lulu.
"Makasih mi" Kata Dion.
"Makasih Tante sayang" Ucap Lulu menimpali.
Mereka sarapan bersama hingga akhirnya Dion pamit untuk berangkat ke sekolah.
"Lu, gimana kuliahnya lancar?" Tanya Mami Dion sesaat sebelum beranjak dari meja makan.
"Lancar tante, tapi seminggu ini ada student exchange di kampus, jadi perkuliahan sementara di liburkan untuk beberapa jurusan tertentu, termasuk jurusan Lulu tan."
"Tante harap, kamu jangan bikin khawatir Mami Papi kamu ya Lu, Tante gak mau Dion disalah pahami terus." Kata Mami Dion mengutarakan kekhawatirannya.
Lulu mengangguk pelan, sepertinya Tante Eva sudah tau kalau ia berbohong, karena sebenarnya memang Lulu kabur dan bolos kuliah.
"Iya Tante." Mata Lulu mulai berkaca kaca. Ia merasa saat ini tak mengerti dengan dirinya sendiri, disisi lain ia sangat penasaran dengan Dion dan kabar hubungan barunya dengan Cherry.
"Tante paham sekali perasaan kalian, apapun yang Dion sukai Tante pasti dukung, selama itu baik untuk Dion, di usia kalian yang masih sangat muda mungkin belum bisa terima dengan kekhawatiran orangtua, Tante minta tolong kamu untuk bijak dalam bersikap ya Lu, jangan sampai hal seperti satu tahun lalu terulang lagi, masa depan kalian masih panjang." Mami Dion menggenggam jari jemari Lulu dengan sayang seraya tersenyum menyemangatinya.
Lulu tak kuasa mendengar ucapan Mami Dion iapun menangis "Tante, maafin Lulu ya tan, maafin Papi dan Mami juga, makasih ya Tante masih sesayang ini sama Lulu." Ujarnya sambil terisak.
Mami Dion mengelus rambut blonde gadis cantik itu dengan sayang "Iya Lulu cantik, Tante harap setelah ini kamu bisa lebih dewasa dan harus nurut sama Papi dan Mamimu, buktikan kalau cinta kamu sama Dion itu cinta yang tulus dan memang layak untuk diperjuangkan, jangan bolos kuliah dan kabur seperti ini lagi."
Lulu mengangguk pelan "Lulu janji tan setelah ini Lulu bakal belajar dewasa." Ucapnya meyakinkan Mami Dion.
*Penggambaran Lulu
***
Di Sekolah
"Eh guys Loe tau gak semalem gue liat si Dion Update SW loh sama cewek cantik banget deh." Kata Soraya membuka gosip hangat di saat siswa siswa sedang berbaris bersiap upacara bendera.
"Masa sih" Kata Arin menimpali tidak percaya.
"Emang malem banget upnya sekitar jam 12an gitu, terus gak lama paling 30 menitan di hapus lagi." Kata Soraya lagi.
"Huh pantesan aja semenjak terakhir jalan ke taman, dia gak pernah bales chat gue lagi." Ujar Arin sedikit kesal.
"Valid gak nih? Jangan nyebarin hoax lo Aya" Timpal Mey yang berbaris di depan Arin dan Soraya.
Cherry yang berbaris di belakang Soraya berusaha menyimak tanpa ketahuan.
Riana pun yg berada di sebelah Cherry, tak sengaja mendengar gosip itu, wajah Riana terlihat berkerut "Eh Soraya kalau ngomong tuh jangan sembarangan" Katanya kesal, ia sangat takut omongan teman temannya itu mengganggu Cherry sahabatnya.
Cherry berbisik "Udah Ri gausah di dengerin" ucapnya pelan.
Arin membalik badannya menatap tajam ke arah Riana lalu berkata "Kenapa, Lo marah, emangnya si Dion siapa elo hah?"
"Bukan urusan loe" Riana balik menatap Arin galak.
Soraya dan ceesnya masih terus bergosip tanpa memperdulikan Riana maupun Cherry.
"Gue gak bohong guys, orang gue screen shoot kok fotonya, ceweknya tuh bule juga, blasteran kayak Dion, nanti gue share ya ke kalian." Ujar Soraya tanpa takut.
Mendengar itu Cherry menjadi murung, luka hatinya kemarin seperti terkelupas lagi, cewek blasteran yang dibicarakan Soraya jelas jelas bukan dirinya.
Riana mendengus kesal "Huh pagi pagi udah nyebarin gosip gajelas aja."
Upacara dimulai, anak anak yang sedari tadi masih sibuk mengobrol akhirnya diam dan berdiri tegak menutup mulut mereka dan mengikuti jalannya upacara dengan khidmat dan serius.
Dikelas Dion terlihat sibuk dengan PR yang belum sempat dikerjakannya, Cherry mempehatikannya dengan heran, setau Cherry Dion tak pernah sekalipun lalai dengan tugasnya.
Entah apa yg dialaminya hingga lupa mengerjakan PR dan harus mengerjakannya di sekolah.
Sebuah pesan berantai dikirimkan oleh Soraya, pesan itupun masuk ke WA Cherry. Berisi sebuah screen shoot foto Dion dan Seorang Cewek cantik.
Soraya menulis "Nih liatin ke sahabat loe itu si Riana"
Cherry terduduk lemas, diletakannya hp itu, ia sudah tak berselera untuk melihatnya lagi, pantas saja semalam Dion tak mengabarinya, bahkan juga mengabaikan telepon dan pesannya, ia malah mendapati seorang perempuan yang mengangkat telepon darinya.
Riana yang baru saja kembali dari toilet duduk di samping Cherry ia melihat temannya yang sedang termenung dengan tatapan kosong.
"Cherry" Panggilnya.
Cherry tak menjawabnya, ia malah merebahkan kepalanya di meja.
"Cher ada apa sih?" Tanya Riana cemas.
Cherry memberikan ponselnya pada Riana, Riana melihat foto yang dikirimkan Soraya pada Cherry.
Raut wajah Riana berubah, ia tampak sangat kesal dan marah, namun ia tak tahu saat ini harus bersikap seperti apa.
Dikelas ini, tak ada yang tahu kalau Dion dan Riana adalah sepupu, juga tidak ada yang tau kalau Cherry dan Dion berpacaran.
"Cher" bisik Riana "Kabur aja yuk ke bukit" Ajaknya.
Cherry menolak "Enggak Ri, gue mau ikut kelas aja"
"Tapi Loe gak apa apa kan?" Tanya nya dengan sangat hati hati.
"Aman"
"Cher gue dipihak loe."
"Iya, udah ya kita fokus ke pelajaran aja hari ini, gausah bahas dulu tentang dia." Ucap Cherry dengan suara parau.
Riana mengangguk paham.