NovelToon NovelToon
Rumah Impian Yang Retak

Rumah Impian Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Bagi semua orang, pernikahan Nadia dan Rian adalah gambaran kesempurnaan. Rian adalah arsitek sukses yang menopang kehidupan mereka, sementara Nadia adalah istri penurut yang melepaskan mimpi dan karirnya demi berbakti kepada suaminya. Namun di balik dinding rumah megah mereka, hubungan itu telah lama mati dingin sejak insiden keguguran dua tahun lalu.

Namun Rian yang selalu di kelilingi wanita cantik yang menggoda, membuat Nadia merasa terabaikan dengan sikap Rian yang dingin. Belum lagi menghadapi ibu mertuanya yang manipulatif, makin menyudutkan Nadia dalam fitnah dan tuduhan tak berdasar. Saat Rian lebih memilih meragukannya daripada pasang badan untuknya, Nadia akhirnya mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya, menyerah dan pergi membawa surat cerai.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Yuk bantu ramaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Malam menyelimuti kota Jakarta, namun lantai dua galeri Nadia masih terang benderang. Nadia duduk santai di depan kanvas besarnya, menggoreskan warna demi warna dengan sapuan kuas yang mantap. Di sudut ruangan, Amira sedang sibuk menata beberapa pakaian ganti milik Nadia ke dalam lemari kecil yang sudah di siapkan sebelumnya.

​"Semua baju ganti dan barang pentingmu sudah aku rapikan di sini ya, Nad," ujar Amira sambil menutup pintu lemari. "Kamu beneran yakin nggak mau pulang malam ini?"

​Nadia meletakkan kuasnya, lalu menoleh dengan senyum tipis. "Yakin, Ra. Buat apa aku pulang ke rumah itu cuma buat dengar ocehan yang sama? Lagipula, aku lebih tenang di sini."

"Ya sudah kalau begitu."

Nadia meletakkan kuasnya lalu menatap Amira yang sedang duduk santai sambil minum teh di sudut lain.

"Ra, bagaimana kalau kita buka studio lukis. Jadi kita melukis wajah pengunjung langsung di studio, atau kalau mereka nggak sempat nunggu, suruh ninggalin foto mereka, dan kita lukis saat senggang kayak gini."

"Boleh tu, Nad. Ide bagus, aku akan membantumu. "

"Ya, kamu kan juga jago melukis wajah. " Nadia tersenyum lebar saat sahabatnya ini menyetujui idenya.

Mereka pun mengobrol rancana-rencana masa depan mereka kedepannya malam itu.

​Sementara itu, di rumah Rian, suasana ruang tamu tiba-tiba memanas. Bu Ratna berjalan bolak-balik di atas karpet dengan wajah memerah murka. Jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam, namun tanda-tanda kepulangan Nadia sama sekali tidak terlihat.

​"Kurang ajar sekali wanita itu!" omel Bu Ratna meluapkan emosinya pada Sarah yang sedang mengikir kuku di sofa. "Rian baru pergi dinas sehari, dia sudah berani tidak pulang ke rumah! Ini tidak bisa dibiarkan!"

​Tanpa berpikir panjang, Bu Ratna merogoh ponselnya dan langsung menekan nomor telepon Rian.

​Di sebuah kamar hotel mewah di kawasan Puncak yang dingin, ponsel Rian berdering nyaring di atas nakas. Rian yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan kimono mandi langsung mengangkat telepon dari ibunya.

​"Halo, Bu? Ada apa malam-malam begini telepon?" tanya Rian.

​"Rian! Kamu lihat sendiri kan sekarang kelakuan istrimu?!" semprot Bu Ratna tanpa basa-basi di seberang telepon. "Ini sudah jam sembilan malam dan Nadia belum pulang! Dia keluyuran entah kemana dan tidak ada kabar sama sekali!"

​Mendengar aduan ibunya, raut wajah Rian seketika mengeras. Rasa kesal dan cemas membakar dadanya. "Apa, Bu? Nadia belum pulang?"

​"Belum! Dia benar-benar sudah tidak menganggap Ibu dan rumah ini lagi! Kamu harus tegur dia sekarang, Rian!"

​"Ya sudah, Bu. Aku yang telepon Nadia sekarang," Rian cepat mematikan sambungan teleponnya.

​Di lantai atas galeri, ponsel Nadia yang ia letakkan di samping palet cat bergetar. Nama 'Mas Rian' tertera jelas di layarnya. Nadia yang sudah menduga hal ini hanya menatap layar itu beberapa detik sebelum menggeser tombol hijau dengan sangat tenang.

​"Halo, Mas?" sapa Nadia dengan nada suara datar.

​"Kamu di mana, Nadia?!" cecar Rian langsung dengan nada tinggi penuh kekhawatiran. "Kenapa jam segini belum pulang ke rumah? Ibu telepon aku dan bilang kamu tidak ada di rumah!"

​Nadia menyesap teh hangatnya perlahan sebelum menjawab. "Aku di galeri, Mas. Hari ini pekerjaan menata pameran cukup padat, jadi aku sama Amira memutuskan buat lembur dan menginap di mes yang di sediakan bosku."

​Mendengar penjelasan Nadia yang begitu tenang dan masuk akal, emosi Rian yang tadinya membumbung tinggi perlahan meluruh.

​"Menginap di galeri?" ulang Rian, nadanya melunak. "Kenapa kamu tidak kabari aku atau ibu dulu, Nad?"

​"Kamu kan lagi sibuk dinas luar kota, aku nggak mau mengganggu fokus kerjamu, dan ibu.... kamu tau sendiri sikapnya kepadaku seperti apa, jadi aku malas menghubunginya." jawab Nadia begitu santai tanpa beban sedikitpun. " Dan kamu nggak perlu khawatir, Di sini aman kok, Mas. Ada Amira yang menemani, kuncinya juga dipegang Amira."

​Rian mendesah napas lega. Rasa curiganya menguap seketika. "Ya sudah kalau begitu. Lain kali kabari aku dulu ya, kalau ada apa-apa, Sayang. Jangan bikin aku khawatir."

​"Iya, Mas. Selamat istirahat," balas Nadia singkat, lalu mematikan telepon tersebut tanpa menunggu balasan sari Rian.

​Nadia menatap layar ponselnya yang kembali gelap, lalu mengukir senyuman sinis yang dingin. Khawatir? Ibumu cuma khawatir kehilangan bahan sindiran, batin Nadia.

​Di kamar hotel Puncak, Rian meletakkan ponselnya kembali ke nakas. Dari arah pintu balkon, Maya melangkah masuk berbalut gaun tidur sutra, menyandarkan kepalanya di dada bidang Rian sambil memeluk pinggang pria itu dari belakang.

​"Siapa yang telepon, Mas? Nadia ya?" bisik Maya dengan nada manja.

​Rian membalikkan badan, merangkul pinggang Maya dan tersenyum tenang. "Iya. Dia bilang lagi menginap di galerinya karena lembur."

​Maya terkekeh pelan, menatap Rian dengan binar mata manja. "Bagus dong, jadi dia nggak bakal nyariin kamu malam ini. Kamu nggak usah mikirin dia lagi ya, malam ini fokus kamu cuma aku."

​"Iya, Maya..." balas Rian manis, mengecup kening wanita itu tanpa ada rasa ragu sedikit pun. Rian merasa permainannya begitu rapi dan tak tersentuh.

​Namun, sekuat apa pun sebuah kebohongan dikemas dengan rapi, permainan yang terlalu percaya diri pasti akan menyisakan celah.

​Malam itu, Rian menghabiskan malam bersama Maya di sebuah penginapan. Kedua anak manusia yang sedang mengalami puber itu tidak segan-segan melakukan kebohongan kepada pasangannya untuk menutupi perbuatan be*at mereka. Tidak menghiraukan apa kata orang, yang mereka pikirkan hanyalah, tanpa memikirkan hati seseorang yang hancur karena sebuah penghianatan.

​Tapi takdir punya cara sendiri untuk membongkar semua kebusukan mereka. Teman dekat Amira yang juga seorang fotografer freelance yang tanpa sengaja sedang menginap di resor yang sama untuk acara pemotretan prafoto pernikahan. Saat pria itu mengambil foto suasana sarapan pagi di restoran rooftop resor, kameranya menangkap sosok Rian dan Maya yang sedang duduk berduaan di sudut area VIP—saling menyuapkan makanan dengan kemesraan yang tak ditutup-tutupi lagi.

​Foto yang ia dapatkan tersebut dikirimkan langsung ke ponsel Amira beberapa waktu kemudian dengan sebuah pesan singkat: 'Ra, ini bukannya suaminya teman kamu, Nadia, ya? Kok dia di Puncak sama cewek lain?'

​Di balkon galeri yang teduh, Amira dan Nadia yang sedang sarapan menatap foto di layar ponsel itu bersama. Bukti pengkhianatan Rian kini sudah lengkap dan sempurna, menjadi kunci terakhir yang akan menjadi penentu masa depan Nadia setelah ini..

1
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart/
Heni Setiyaningsih
ditambah dong ka up nya
Ariany Sudjana
betul sekali, dasar pelacur murahan kamu Sarah, sudah pengangguran, eh pelacur murahan juga, sama seperti Maya
Ariany Sudjana
hahaha Rian Rian kamu bodoh, mau saja disetir sama Mak Lampir dan juga pelacur murahan kesayangan kamu itu 😂😂🤣🤣
Heni Setiyaningsih
ternyata suami dan mertua bersekongkol mengincar hartanya Nadia ciih menjijikan
Heni Setiyaningsih
gk sabar pengen lihat pembalasan Nadia
falea sezi
🤣🤣 trik laki. yg uda ketauan selingkuh ya begitu
Eys Resa: yah, begitulah🙈🌹
total 1 replies
Mefiani
datang lagi hama...hilang maya datanglah sarah...mungkinkah ini yg akan memicu perginya nadia??ditunggu..
Mefiani: siiip lah...👍
total 2 replies
Mefiani
mungkinkah perubahan itu bisa selamanya ato sesaat??ditunggu kelanjutane
Eys Resa: siap bos
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
kurang Thor besok update nya double ya 😄💪
Eys Resa: hehehe, kalo sempet ya kak. othor lagi ngerjain 4 novel soalnya😁🙈🌹
total 1 replies
Mefiani
pergi sono nadia dan kembalilah kekehidupanmu sebelum kamu menikah...raihlah kebebadanmu..💪
Eys Resa: hooh kk
total 3 replies
falea sezi
mertua kayak lampir lanjut thor laki bego gini di cerai aja🤣
Eys Resa: 🙈🙈🙈🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending q kirim bunga dehh🤭
Eys Resa: makasih kak. semoga ya, lagi mikir alurnya kak, semoga nanti suka😁
total 1 replies
Mefiani
akhirnya buat cerita baru lagi kak resa sayank..q dah meluncur nich..😘💪
Eys Resa: makasih kak Mefi, yang pertama nih. bentar lagi juga ngisi di sebelah kak. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!