NovelToon NovelToon
Goresan Takdir

Goresan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:46.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Dikhianati oleh pria yang sangat ia cintai demi sebuah tahta, membuat Ningmas Danastri Kartawidjaja benar-benar terluka.
Dibawah aturan keluarga, Raden Dwipa Soeradiningrat, tak bisa berbuat apa-apa demi tahta sebagai pewaris dari Trah Soeradiningrat. Ia bahkan harus kehilangan Ningmas Danastri yang sangat ia cintai.
Namun, takdir justru membawa Ningmas Danastri ke arah yang tak disangka-sangka. Karena keterpurukannya, ia justru tanpa sadar menghabiskan malam dengan pria yang memiliki hubungan dekat dengan mantan kekasihnya.
Selain itu, satu persatu rahasia dua Trah (Trah Soeradiningrat dan Trah Kartawidjaja) yang tak pernah akur pun terbuka. Hal yang menyebabkan dua generasi terakhir selalu bersitegang itu, ternyata karena ada masa lalu yang masih belum selesai.
Bagaimanakah kelanjutan hidup Ningmas Danastri Kartawidjaja?
Akankah ia jatuh cinta pada orang yang tepat?
Apakah rahasia masa lalu dari dua keluarga yang masih belum tuntas?
Simak terus keseruan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Tangis Penyesalan

"Raden Mas kenapa senekat ini?" Tanya Astri. Raden Daksa sengaja meminta izin untuk mengantar Astri secara terpisah pada kedua orang tua Astri.

"Aku ingin mempertanggungjawabkan perbuatanku. Maaf karena membuatmu sampai mendapatkan omongan kasar seperti tadi." jawab Raden Daksa.

"Aku ndak apa-apa, Raden Mas. Lagi pula semuanya memang salahku dan Raden Mas malah mengalihkan kesalahan pada Raden Mas sendiri." Ujar Astri.

"Terima kasih, Raden Mas. Terima kasih karena sudah membelaku sekeras tadi, bahkan saat Bude Marini merendahkanku." Ucap Astri kemudian.

"Sudah kewajibanku untuk membela calon istriku. Bahkan jika itu orang tuaku sendiri yang mengusikmu." Jawab Raden Daksa yang membuat Astri menoleh ke arah pria tampan di sebelahnya.

"Jika itu Mas Dwipa, belum tentu ia mau membela dan mempertahanku seperti yang dilakukan oleh Raden Mas Daksa. Bahkan. Aku tidak yakin jika Mas Dwipa bisa memperjuangkanku hingga membuat Trah Soeradiningrat dan Trah Kartawidjaja bisa berunding dan sampai pada sebuah mufakat." Batin Astri yang masih terus menatap ke arah Raden Daksa.

"Kamu kenapa melihatku seperti itu, Astri?" Tanya Raden Daksa.

"Gak apa-apa. Ngapunten, Raden Mas." Ucap Astri yang langsung menundukkan pandangannya.

"Jangan panggil aku seperti itu lagi. Sebentar lagi, kita akan menikah." Kata Raden Daksa.

"Njih, Mas Daksa." Ucap Astri dengan malu-malu.

"Ah iya, Mas..."

"Ada apa, Astri?" Tanya Raden Daksa.

"Mengenai Raden Dwipa-"

"Aku tidak pernah merasa kamu manfaatkan, Astri. Aku tau, kamu tak pernah berniat untuk membalaskan rasa sakit hatimu lewat aku. Lagi pula, aku juga tak keberatan jika kamu menggunakanku untuk membalaskan rasa kecewamu pada Dwipa." Ujar Raden Daksa.

"Ndak, Mas. Sudah takdirnya begini dan aku sama sekali ndak ingin membalas dendam. Biarlah sekarang kita jalani hidup masing-masing dengan damai. Aku hanya berharap jika Raden Dwipa bisa hidup bahagia dengan Istrinya." Jawab Astri sambil tersenyum ke arah Raden Daksa.

Sementara, Raden Daksa hanya menganggukan kepala. Ia tau jika Astri adalah gadis yang baik.

"Kamu juga berhak bahagia, Astri. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membuatmu bahagia." Ujar Raden daksa.

"Terima kasih, Mas." Ucap Astri sambil tersenyum.

Meski masih terasa mengganjal dan canggung, tetapi Astri ingin memiliki keterikatan dengan calon suaminya. Tentu saja, ia akan berusaha melupakan Raden Dwipa dan akan berusaha mencintai Raden Daksa.

Setelah mengantar Astri pulang, Raden Daksa pun segera kembali kekediaman pribadinya. Putrinya, Sasmaya sudah pulang bersama dengan supir dan pengasuhnya sedari tadi.

Begitu turun dari mobilnya, Raden Daksa melihat adiknya duduk di teras. Adiknya itu -Raden Dwipa, terlihat resah, marah dan gelisah. Ia buru-buru menghampiri Kakaknya, ketika melihat Raden Daksa turun dari mobil.

"Ada apa malam-malam kesini?" Tanya Raden Daksa saat Dwipa menghampirinya.

"Apa maksud Mas Daksa? Kenapa Mas merebut Astriku?" Tanya Raden Dwipa.

"Mas pasti tau bagaimana hubunganku dengan Astri. Kenapa Mas lakukan itu padaku?" Tanya Raden Dwipa yang mulai tersulut emosi.

"Aku tidak pernah merebutnya." Jawab Raden Daksa.

"Ingatlah, Dwipa, kamu yang sudah melepaskannya dan menikah dengan wanita lain." Imbuh Raden Daksa.

"Tidak! Aku tidak pernah melepaskan Astri. Setelah tiga tahun, aku akan bercerai dengan Serayu dan akan menikahi Astri." Jawab Raden Dwipa.

"Jangan gila kamu, Dwipa! Jangan mencoreng nama baik Trah Soeradiningrat. Ingatlah posisimu." Ujar Raden Daksa. Suaranya penuh penekanan. Ia tentu tak rela jika Dwipa ingin merebut Astri dari sisinya.

"Mas yang membuat aku gila dengan merebut Astri dariku. Dia adalah wanitaku, wanita yang sangat aku cintai." Sergah Raden Dwipa dengan nada yang semakin meninggi.

"Jaga bicaramu, Dwipa! Dia akan menjadi kakak Iparmu. Kamu tidak pantas bicara seperi itu." Tegur Raden Daksa dengan tatapan yang sangat tajam dan suara berat penuh penekanan.

"Pulanglah! Tenangkan dirimu. Ingatlah, kamu sudah memiliki istri. Fokuslah dengan rumah tanggamu dan tanggung jawabmu sebagai pewaris Trah Soeradiningrat." Nasehat Raden Daksa.

"Aku akan melakukan apapun untuk membawa Astri kembali padaku." Kata Raden Dwipa dengan penuh amarah sebelum pergi meninggalkan kediaman pribadi Kakaknya.

Raden Daksa hanya bisa mengela nafas panjang sambil menatap adiknya yang berjalan menjauh dengan penuh amarah. Ia bisa melihat bagaimana adiknya itu sangat mencintai wanita bernama Astri. Namun, ia pun sama, ia juga sangat mencintai wanita bernama Astri itu, bahkan jauh sebelum Dwipa mencintai Astri.

...****************...

Dwipa pulang ke rumah utama keluarga Tarah Soeradiningrat dalam keadaan kesal. Sisa-sisa amarah masih terlihat jelas di wajahnya. Sang istri, yang sedari tadi menunggu kedatangannya di kamar, tampak penasaran dengan hal apa gerangan yang membuat suaminya terlihat begitu kesal.

"Mas, ada apa?" Tanya Serayu.

"Bukan urusanmu, Serayu." Jawab Raden Dwipa dengan ketus.

"Sampai kapan kamu akan terus seperti ini, Mas?" Tanya Serayu dengan sedih.

"Kita ini sudah menikah, tetapi kamu sama sekali belum pernah menyentuhku." Keluhnya.

"Jangan harap aku akan menyentuhmu, Serayu. Ingatlah apa yang sudah aku katakan sejak sebelum kita bertunangan." Kata Raden Dwipa.

"Lagi pula, siapa orang yang mau meniduri wanita 'bekas' orang lain. Kamu harusnya sadar diri, Serayu, jangan mengharapkan lebih. Bersyukurlah karena aku sudah menutupi aibmu yang menjijikkan itu." Imbuh Raden Dwipa.

"Mas! Jaga mulutmu." Tegur Serayu dengan suara bergetar. Tangisannya seketika tumpah karena Suaminya sendiri telah merendahkannya.

"Itu semua kecelakaan, Mas. Aku adalah korban yang dilecehkan. Percayalah, Mas, aku masih perawan. Kamu bisa buktikan hal itu." Kata Serayu.

"Jangan harap!" Tukas Raden Dwipa.

"Semua ini, pasti karena Ningmas Danastri, kan? Wanita yang sangat kamu cintai itu, calon Kakak Iparmu sendiri." Kata Serayu dengan kesal.

"Iya! Ningmas Danastri adalah wanita yang sangat aku cintai." Jawab Raden Dwipa.

"Apa bedanya dia dengan aku? Dia bahkan sudah tidur dengan Kakakmu sendiri. Dia itu wanita murahan, Mas! Tak bisa memilikimu, dia sengaja menggoda Raden Daksa." Kata Serayu yang membuat Raden Dwipa merasa kesal.

"Tutup mulutmu, Serayu! Astriku tidak mungkin seperti itu." Sergah Raden Dwipa.

"Tapi kenyataannya seperti itu, Mas! Dia sendiri sudah mengakuinya, begitu pula dengan Raden Daksa." Ujar Serayu.

"Mas! Kamu mau kemana, Mas!" Panggil Serayu.

Karena tak ingin perdebatannya terdengar oleh kedua orang tuanya, Raden Dwipa memilih untuk keluar dari kamarnya. Ia kemudian duduk di Pendopo yang gelap, merenungi kesalahannya yang telah meninggalkan wanita yang sangat ia cintai.

"Aku kalah telak!" Ujarnya yang bermonolog.

Melihat bagaimana keberanian Kakaknya memperjuangkan dan membela Astri, membuat dada Raden Dwipa kembali memanas. Ia menangis malam itu. Ia benar-benar menyesal karena tak memiliki keberanian untuk memperjuangkan cintanya pada Astri.

Awalnya ia masih memiliki harapan untuk membujuk Astri agar mau menunggunya. Namun, kini semuanya sudah hancur. Cinta, hati dan harapannya sudah hancur. Astri sudah menjadi milik orang lain. Menjadi milik pria yang tak mungkin bisa ia lawan untuk kembali merebut pujaan hatinya.

"Aku hancur, Astri.... Aku membutuhkanmu!" Ujar Raden Dwipa dalam tangis penyesalan.

1
Santi Seminar
panas membara
Fisca vis vis
novel ini bnyak adegan mantap2nya 🤣, mngkin karna raden daksa pak duda sndiri di bnding tokoh novel yg lain jdi dibuat beda 🤣🤣🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
novel yang ini lebih byk adetan mantap2nya dr yang sebelum nya. pasangan hp mereka.
Rahmawati
hareudang hareudang
Nyai Aksara 👩‍🦯
Ealah, kenapa gini terus adrgannya
This Is Me
Jadi kepikiran, apakah Yg dikandung istrinya itu anak Dwipa?
🤔🤔
ika
Peh ...
othor kie...🤣😄
Sukarti Wijaya
cuaca sudah panas tambah panas...🤭😄🤣
Intan Nurwulan
Hareudang gini ka othor,,jdi pengen honeymoon lg😂😍
citraalief
fanasss oeyyyy.... fanasss...🤣🤣🤣 maternuwun Kak sampun up seng puanass... puanassss🥰🙏
Reni Setia
hot hot haredang 😄😄
citraalief
😘 Semangat Up Kakk👍🙏💪
Nur Wakidah
pasangan teruwuuuuu😍😍😍😄😄😄
Rahmawati
itulah rasa iri timbul karna ketidakadilan, , tambah lope lope deh sama raden daksa
This Is Me
Astri & Daksa pasti jadi pasangan ortu idaman 🩷🩷
Rahmawati
astri. harus rajin olahraga biar bisa ngimbangi raden Daksa yg sll on fire😂
This Is Me
Terlalu lama puasa nih🤣
Reni Setia
raden Daksa lagi maruk,,, maklum duda lama 😄😄
🟢Rafifah
bsk sblm honeymoon terakhir mantap2 ny di kolam renang nich pasti seru
ika
wadowwww🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!