Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.
Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.
Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?
BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Puber Kedua Pak Rio
"Duh Pak Rio, wangi banget aroma parfumnya mau kemana sih, Pak ? Padahal masih sore lho udah kinclong aja tuh muka, Pak Rio". Sapa Bu Sekar dengan menaikkan salah satu alisnya kearah Bu Sri dengan senyum miringnya.
"Pak Rio, gitu lho. Bukan Pak Rio namanya kalau tidak wangi ! Betul gak, Pak". Sahut Bu Sri menimpali nyinyiran Bu Sekar dengan melihat aneh tingkah Pak Rio bak seperti anak ABG lagi yang sedang kasmaran.
"Kan ibu-ibu tau sendiri kalau saya dari dulu orangnya memang wangi dan juga bersih". Puji Pak Rio membanggakan dirinya sendiri dengan kepercayaan diri yang tinggi.
Wangi aroma parfum Pak Rio membuat yang sedang melintasi didepan Pak Rio ikut menciumnya. Penampilan Pak Rio berubah makin keren dan menggunakan topi untuk menutupi rambutnya yang sudah beruban. Ia tidak mau kalau Winda sampai jatuh hati ke pria lain makanya Pak Rio tidak mau kalah keren dengan lelaki lain.
Sementara dibalik penampilan keren seorang suami ada sang isteri yang sedang berjuang keras demi dapur rumah tangganya agar tetap mengebul. Karena Bu Dewi paham betul suaminya tidak pandai dalam mencari uang.
Selama berumahtangga dengan suaminya itu, Bu Dewi selama ini bekerja keras banting tulang untuk menafkahi suami dan anak-anaknya. Sedangkan Pak Rio bekerja serabutan saja, ia mengandalkan hasil jerih payah dari isterinya.
Karena cinta Bu Dewi lebih besar daripada suaminya makanya Bu Dewi yang selama ini banyak berjuang dan berkorban untuk anak dan suaminya. Pagi jadi malam, malam jadi pagi tetap dijalankan olehnya agar bisa memenuhi isi perut keluarganya.
"Pak, mau kemana tumben sore begini Bapak sudah wangi dan rapi lagi". Tanya Bu Dewi dengan memperhatikan penampilan suaminya bak Ariel Noah dengan menggunakan kaos, celana jeans dan juga topi serta sepatu sport.
"Bapak mau ditawarin kerjaan Bu sama teman Balak yang didaerah Jakarta Selatan namanya Dewo sudah lama Bapak tidak ketemu makanya Bapak mau janjian di tongkrongan warung kopi". Sahut suamiku dengan senyum bahagia dimukanya menampakkan kebahagiaan yang terpancar.
Bu Dewi pun tidak mencurigai perubahan penampilan sang suami yang sedang mengalami puber kedua, ia sangat mempercayai apa yang diucapkan oleh suaminya itu.
"Bapak pergi dulu ya Bu, doakan Bapak agar pekerjaan dari teman Bapak bisa berjalan dengan lancar". Sahut Pak Rio berusaha untuk meyakini agar isterinya percaya terhadapnya.
Pak Rio pun sangat bersemangat sekali karena ingin menemui wanita cantik yang sangat ia cintai saat ini, Baginya Winda wanita yang sangat mempesona dengan kecantikan apalagi sekarang sedang hamil.
Mereka berdua pun sudah siap ingin pergi ke tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya. Winda tidak ingin Pak Rio sering bermain kerumah kontrakannya, ia tidak ingin diusir untuk kedua kalinya. Makanya ia lebih memilih janjian dengan Pak Rio diluar saja.
Pak Rio pun mengirimkan pesan melalui aplikasi whatt apps kepada pacarnya itu, Winda :
"Sayang, kamu lagi dimana ? Bapak sudah ditempat sesuai kita janjian, ya". Tanya Pak Rio tidak sabar karena ingin segera bertemu dengan pacar cantiknya itu.
"Sebentar lagi saya sampai, Pak ! Tunggu disitu saja ya, Pak". Balas Winda kepada Pak Rio.
Entah apa yang ada dalam pikiran Winda, Kenapa ia mau menjalankan hubungan gelap dengan Pak Rio lelaki yang sudah lansia dan statusnya pun suami orang pula.
Dari kejauhan lobby hotel Pak Rio melihat Winda terlihat sangat seksi dengan perut besarnya mengenakan baju baby doll yang sangat seksi. Winda pun senyum keheranan melihat perubahan penampilan Pak Rio bak anak ABG yang sedang kasmaran. Bahkan Puber kedua yang sedang dialami oleh Pak Rio mengalahkan penampilan anak ABG sekarang ini.
"Pak, ko sekarang berubah penampilannya lebih kelihatan anak muda". Puji Winda kepada Pak Rio. Makin tinggi lah rasa percaya diri Pak Rio karena dipuji oleh wanita yang ia cintai.
"Kamu juga kelihatan makin seksi dan tambah cantik apalagi kalau sedang diatas ranjang". Sahut Pak Rio dengan membisikkan disamping telinga Winda dengan tertawa renyah.
"Maksud Bapak, kode ini agar kita bisa langsung ke kamar hotel". Ucap Winda to the point kepada Pak Rio dengan senyum penuh menggoda.
Kedekatan hubungan mereka berdua begitu singkat dan dengan mudahnya Pak Rio berhasil menaklukan hati Winda yang selama ini begitu dingin dan kaku bila disapa oleh Pak Rio.
Pak Rio pun dengan merangkul mesra Winda berjalan melintasi lobby hotel yang penuh lalu lalang karena ada acara dihotel tersebut. Kemesraan mereka berdua pun banyak mencibir bila orang pertama kali melihatnya karena nampak jelas perbedaan usia mereka yang terpaut jauh, namun hal itu bukan menjadi halangan buat menyatukan mereka sekarang ini yang sedang jatuh cinta.
"Sayang, kamu hari ini happy atau tidak jalan berdua denganku". Tanya Pak Rio kepada pacarnya itu. Dengan mencium lembut pipi Pak Rio wajah Winda pun sangat sumringah.
"Aku happy sekali sayang, setelah sekian lama aku sendiri terpuruk karena mantanku itu". Sahut Winda penuh penderitaan.
Tatapan sorot mata Pak Rio seakan berbicara tidak ingin melepaskan Winda begitu saja setelah sekian lama ia sangat menginginkan wanita ini.
Setibanya didepan pintu kamar hotel dengan sangat romantisnya, Pak Rio menggendong Winda walaupun sedang berbadan dua. Winda pun merasa tersanjung dengan perhatian Pak Rio bagaikan seorang ratu yang sangat dimanjakan olehnya.
"Sayang, akan aku habiskan waktu ini didalam hotel ini hanya untukmu saja". Ujar Pak Rio dengan menatap romantis mata Winda dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.
"Aku mencintai kamu, sayang. Aku kan selalu setia bersamamu". Bisik Winda dengan lembut nan mesra disamping telinga Pak Rio.
Winda pun seakan teringat kembali dengan kisah cintanya dengan mantan suaminya, yaitu Hendra. Bercinta untuk mengabiskan waktu didalam kamar hotel namun dengan pria yang berbeda.
Dalam impiannya saat ini adalah hanya ingin membahagiakan pria yang membuatnya bahagia dan memanjakan dirinya bagaikan bak ratu didalam istana negeri dongeng.
Sementara didalam rumah kontrakan Bu Dewi pun resah gelisah karena sang suami tidak ada kabar dan dihubungi handphone nya pun sengaja tidak diaktifkan agar Pak Rio tidak diganggu dengan istrinya, Bu Dewi.
"Oalah, Piye iki Bapakku dihubungi dari tadi nomer handphone nya tidak aktif terus ! Handphone nya lowbat atau hilang handphone nya diambil oleh pencuri". Batin Bu Dewi yang sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya itu.
Tengah malam Bu Dewi walau sedang mengais rejekipun masih memikirkan suaminya yang susah dihubungi. Bu Dewi sangat percaya dengan suaminya apalagi Ia dan suaminya sudah lama berumahtangga tentu paham betul sifat dan kelakuan suaminya yang tidak neko-neko apalagi main perempuan.