Di ulang tahun pernikahan nya yang ke sepuluh, Sarah di minta oleh ibu mertua nya menyusul Gibran yang tinggal di tanah perantauan.
Tapi alangkah terkejut nya Sarah, dia menemukan suami nya sudah menjadi suami dari wanita lain. Bahkan mereka sudah memiliki anak berusia 7 tahun. Hal yang lebih mengejutkan, setiap tahun mertua nya datang ke sana mengunjungi mereka serta memberikan banyak hadiah.
Merasa di khianati, Sarah memutuskan kembali ke kota dan memilih untuk berpisah. Tapi setiba nya di rumah, sebuah fakta baru terungkap. Selama ini suami nya membohongi ibu nya sendiri dan menjual nama Sarah demi wanita itu.
Gibran, suami nya Sarah di dukung oleh ayah nya dan juga wanita yang menjadi selingkuhan dari Ayah nya. Ibu mertua nya mendukung Sarah dan membalas perbuatan anak dan suami nya, 2 orang yang berusaha merampas semua harta nya. Tepat di hari Gibran melakukan resepsi mewah, Ibu nya dan Sarah datang memberikan kejutan yang tak terduga untuk Gibran dan juga ayah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09
Gibran dan Santi sedang berada di dalam kamar mereka, Gibran tidak sedikit pun merasa bersalah karena telah mengkhianati Sarah.
"Mas, apa yang harus kita lakukan sekarang? Istri mu sudah tahu semua nya!" Santi bertanya pada Gibran.
"Apa lagi sayang, karena sekarang dia sudah tahu semua nya. Maka kita akan segera meresmikan hubungan ini, kita akan menikah lagi secara resmi. Dan aku akan mengadakan pesta resepsi pernikahan kita secara besar - besaran!" Gibran berkata sambil mengelus pipi Santi.
"Benarkah itu mas?" Tanya Santi dengan mata berbinar.
"Benar sayang, dan kita akan mengundang semua orang. Dulu kita hanya menikah siri dan sekarang kita akan meresmikan nya!" Jawab Gibran lagi.
"Makasih mas, lalu bagai mana dengan Sarah?" Tanya Santi lagi.
"Aku dan Sarah akan berpisah, kamu dengar sendiri kan dia bilang apa sebelum pergi!" Ucap Gibran lagi.
"Iya mas, dengan kita menikah secara resmi maka anak kita akan mendapatkan hak nya. Kasihan selama ini Kevin belum di akui oleh negara!" Santi sangat bahagia dengan keadaan nya yang sekarang.
"Mulai sekarang kau lah satu - satu nya istri ku, dan besok kau akan ikut aku ke kota. Kita akan menemui ibu ku!" Ajak Gibran pada Santi.
"Iya mas, aku juga udah gak sabar lagi mau ketemu ibu!" Jawab Santi dengan bahagia.
Gibran memang berencana untuk menikah ulang dengan Santi, dia akan mengadakan resepsi pernikahan Mewah dan besar - besaran. Menurut Gibran, ini sudah saat nya sang ibu mengetahui semua fakta ini. Selama ini dia tidak hanya membohongi Sarah, tapi dia juga telah membohongi ibu nya sendiri.
'Bagus lah, dengan begitu aku akan menjadi satu - satu nya istri mas Gibran. Aku akan mengambil hati ibu mertua ku, dengan begitu dia pasti akan memberikan segala nya pada ku. Apalagi saat ini aku sudah memberi nya cucu laki - laki!' Batin Santi di dalam hati.
Sementara itu, di tempat yang berbeda. Di kediaman bu Meri dan pak Burhan, bu Meri memasuki kamar nya. Dia tidak melihat kehadiran sang suami di sana, terdengar gemercik air di kamar mandi.
"Dia sedang mandi rupa nya!" Guman Bu Meri.
Bu Meri langsung membuka lemari nya, dia lalu membuka lemari pakaian milik nya. Dia mengambil kotak perhiasan milik nya, dengan tidak sabar bu Meri membuka nya.
Bu Meri memperhatikan isi kotak itu dengan seksama, dia memang menyimpan semua perhiasan nya di dalam sana. Sekilas memang tidak ada yang berkurang, karena memang jumlah nya cukup banyak.
"Mas Burhan sudah mencuri perhiasan ku, kalung dengan permata biru tidak ada di sini. Begitu juga dengan gelang emas 15 gram ku, kurang ajar kamu mas!" Bu Meri sangat geram saat menyadari beberapa perhiasan milik nya sudah hilang.
Tidak hanya kalung dan gelang, bahkan 2 buah cincin berlian milik bu Meri sudah lenyap. Dan jika saja bu Meri tidak mendengar sendiri ucapan suami nya, mungkin dia tidak tidak akan percaya bahwa sang suami sudah mencuri semua itu dari diri nya.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka, dan pak Burhan keluar dari dalam nya.
"Bu, apa yang kau lakukan di sana?" Tanya pak Burhan dengan gugup saat dia melihat sang istri sedang memegang kotak perhiasan milik nya.
"Aku baru saja memeriksa perhiasan ku, ada beberapa yang hilang!" Jawab Bu Meri sambil menatap pak Burhan.
"Ah, mana mungkin hilang, bu. Mungkin ibu salah menaruh nya saja!" Ujar pak Burhan sambil memalingkan wajah nya.
"Aku tidak pernah menyimpan perhiasan di tempat lain, hanya di dalam kotak ini. Tapi gelang, kalung dan beberapa cincin milik ku hilang!" Bu Meri kembali berkata.
"Bu, di rumah ini selain kita ad Sarah juga. Mungkin Sarah yang sudah mencuri nya, sebab memang Gibran tidak pernah membeli kan perhiasan untuk nya!" Pak Burhan mulai menghasut istri nya.
"Pak, jangan menuduh sembarangan. Sarah tidak mungkin melakukan semua itu, aku lebih percaya Sarah dari pada anak kandung ku sendiri!" Bu Meri membela Sarah di hadapan suami nya.
"Ibu, kamu jangan terlalu percaya dengan orang luar. Sarah itu hanya menantu di rumah ini, jadi mungkin saja dia yang mengambil nya!" Ujar pak Burhan yang tidak terima istri nya membela Sarah.
"Sarah tidak pernah menusuk ku dari belakang pak, bahkan dia merawatku dengan sangat baik. Tidak seperti Gibran, dia malah melakukan hal memalukan di belakang ku!" Bu Meri mulai menyindir pak Burhan.
"Apa maksud ibu?" Tanya pak Burhan dengan gugup.
"Aku tahu bahwa Gibran telah mengkhianati Sarah diam - diam, dan aku tidak tahu menurun dari siapa sifat Gibran yang suka selingkuh itu!" Ujar bu Meri lagi.
Seketika wajah pak Burhan langsung berubah pucat pasi, dia tidak tahu bagaimana sang istri bisa tahu semua ini.
"Bu, Gibran tidak mungkin melakukan hal itu, ibu pasti salah!" Pak Burhan membela Gibran.
"Tidak mungkin apa nya pak?. Sarah sudah tahu semua nya, dia datang ke sana dan melihat semua nya. Aku sendiri heran, siapa orang yang mengaku sebagai orang tua nya Gibran dan datang ke sana setiap tahun. Sedangkan aku sendiri tidak pernah merasa datang ke sana dan mengunjungi mereka!" Ujar bu Sarah.
Pak Burhan kehilangan kata - kata di hadapan istri nya, wajah nya sendiri sudah terlihat pias. Karena orang yang di maksud oleh bu Meri adalah diri nya dan juga Siti, wanita yang menjadi selingkuhan nya. Setiap tahun memang pak Burhan dan Siti lah yang datang ke sana, mengunjungi Gibran dan membawa banyak hadiah untuk mereka.
'Gawat, jangan sampai ibu tahu bahwa itu adalah aku dan Siti. Bisa kacau semua nya, kenapa juga Sarah harus datang ke sana. Ini tidak bisa di biarkan, aku harus bicara dengan Gibran. Kalau dia ketahuan selingkuh, jangan sampai dia membuka tantang aku dan Siti pada Meri!' Batin Pak Burhan di dalam hati.
"Kenapa kau diam pak? Apa jangan - jangan kau tahu semua nya selama ini?" Tanya bu Meri sambil melipat tangan di dada.
"Eh,, ti,, tidak bu!" Jawab pak Burhan dengan gugup.
"Aku akan menunggu Gibran datang, dan meminta penjelasan dari nya. Aku yakin, Gibran akan datang kemari membawa wanita jalang itu!" Tebak mu Meri lagi.
Setelah mengatakan itu, Bu Meri segera berlalu dari hadapan suami nya. Dia meninggalkan pak Burhan yang tampak gugup dan penuh ketakutan, Bu Siti tahu bahwa suami dan anak nya selama ini diam - diam telah bersekongkol untuk mengkhianati diri nya.
'Mas Burhan, tunggu dan lihat saja giliran mu nanti. Selama ini kau hidup dari harta ku, tapi berani - berani nya kau mencuri semua milik ku demi wanita jalang itu. Aku akan membuat kau menyesal dan melemparkan mu ke jalanan bersama di jalang itu!' Batin Bu Meri di dalam hati.
gugat cerai saja Pak Burhan. Depan tanpa sepeserpun di kasih harta. Hidup numpang kok ya banyak tingkah