seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JANTUNG SANG NAGA
Udara di dasar Dungeon 'Puncak Keputusasaan' tidak lagi terasa panas, melainkan membeku oleh tekanan aura purba yang sangat pekat. Jembatan batu sempit yang mereka lewati berujung pada sebuah kawah melingkar berukuran raksasa. Dinding-dinding kawah itu dipenuhi oleh kristal mana berwarna hitam yang berdenyut seirama dengan suara napas berat dari tengah ruangan. Di sanalah monster itu bergelung.
Seekor naga berukuran sebesar pesawat komersial, dengan sisik setajam bilah obsidian yang menyerap seluruh cahaya di sekitarnya. Api ungu pekat merembes dari sela-sela rahangnya setiap kali ia mendengus, mengubah batu keras di bawah moncongnya menjadi cairan lahar.
[Bos Area Terdeteksi: Abyssal Dark Dragon (Mutant)]
[Level: 85 (Nightmare Tier)]
[Peringatan: Miasma keputusasaan akan terus menguras HP dan Mana Anda setiap detik!]
Bastian meneguk ludah, merasakan perisainya bergetar—bukan karena sihir, melainkan karena getaran insting dari tubuhnya sendiri yang menolak untuk mendekat. "Level 85... Andre, kalau aku mati hari ini, pastikan kau menulis di batu nisanku bahwa aku gugur demi pedang barumu."
"Kau tidak akan mati selama aku bernapas," potong Marvin dari belakang Bastian. Remaja itu memfokuskan mananya, merapalkan untaian cahaya hijau yang mengikat tubuh sang Tanker. "Life Tether sudah terpasang. Selama manaku belum habis, lukamu akan terus tertutup."
"Bagus," Andre mencabut pedang pinjamannya yang sudah mulai retak akibat pertarungan sebelumnya. Matanya menajam, menganalisis setiap inci kelemahan sang naga. "Bastian, perisaimu tidak akan sanggup menahan semburan api ungu itu lebih dari lima detik. Jangan diam di satu tempat. Marvin, fokuskan racunmu hanya pada satu titik: dada kiri naga itu. Sisik di sana adalah yang paling dekat dengan jantungnya. Buat pelindungnya membusuk."
Mendengar langkah kaki yang mendekat, Abyssal Dark Dragon itu membuka mata reptilnya yang memancarkan cahaya merah darah. Naga itu mengaum, sebuah raungan yang menciptakan gelombang kejut fisik hingga membuat dinding kawah retak.
"Waktunya bekerja!" Bastian berteriak, memukul perisainya. "Absolute Provocation!"
Naga itu langsung mengunci pandangannya pada Bastian. Dengan kepakan sayap yang memicu badai angin puyuh, monster raksasa itu menerjang ke depan, membuka rahangnya untuk menelan Bastian bulat-bulat.
Bastian menghindar ke samping pada detik terakhir, membiarkan rahang naga itu menghantam batu, lalu menghantamkan perisainya ke sisi wajah sang monster. Pertahanan naga itu begitu keras hingga tangan Bastian mati rasa seketika, namun provokasinya berhasil. Sang naga marah, mengayunkan ekornya yang dipenuhi duri raksasa menyapu arena.
"Iron Will! Absolute Guard!" Bastian menancapkan kakinya, menerima hantaman ekor itu langsung ke perisainya.
Ledakan energi emas bertabrakan dengan sisik hitam. Bastian terdorong mundur belasan meter, meninggalkan dua jejak parit dalam di lantai batu akibat kakinya yang terseret. Darah segar menyembur dari hidungnya, namun cahaya hijau dari Life Tether Marvin langsung bekerja, menyatukan kembali otot-ototnya yang robek.
Di saat yang sama, Marvin mengangkat tangan kirinya. Ia memusatkan seluruh aura ungunya yang paling kental. "Venomous Decay: Concentrated Burst!"
Sebuah pilar racun cair melesat dan menghantam tepat di dada kiri sang naga. Desisan mengerikan terdengar saat racun itu mulai bereaksi dengan sisik obsidian. Asap hitam pekat mengepul. Sang naga menjerit kesakitan, mencoba memukul dada kirinya untuk mengusir rasa perih yang membakar hingga ke tulang.
Sistem dunia ini kejam, dan manusia pada dasarnya hanya dilahirkan dengan satu atau dua skill bawaan saat kebangkitan kelas mereka. Untuk memperluas gudang senjata mereka, para pemburu harus menemukan Buku Skill. Namun, tidak seperti di dalam permainan video murahan di mana seseorang hanya perlu menyentuh buku untuk mendapatkan kekuatannya, di dunia ini, Buku Skill adalah panduan sirkulasi mana yang sangat rumit. Seseorang harus membaca, mempelajari, dan mempraktikkan aliran mana yang tertulis di dalamnya selama berbulan-bulan, terkadang bertahun-tahun, sebelum Sistem meresmikan skill tersebut.
Bastian menghabiskan waktu enam bulan penuh latihan neraka hanya untuk menyempurnakan Absolute Guard dari sebuah Buku Skill langka yang dibeli seharga miliaran emas oleh ayahnya. Marvin, meski jenius, saat ini hanya mengandalkan insting murni dari skill bawaannya.
Namun Andre berbeda.
Jiwa sang Kaisar Kilat telah menguasai ratusan sirkulasi mana mematikan di kehidupan masa lalunya. Tubuhnya mungkin baru, levelnya mungkin baru, tetapi ingatan dan pemahamannya tentang hukum ruang dan sihir sudah berada di tingkat dewa. Begitu atribut fisiknya memadai, ia tidak membutuhkan Buku Skill untuk menggunakan teknik tingkat tinggi. Ia adalah buku itu sendiri.
Melihat sisik di dada kiri naga itu mulai menipis dan meleleh akibat racun Marvin, Andre bergerak.
Tubuhnya sepenuhnya ditelan oleh kegelapan. Ia menggunakan sirkulasi mana tingkat lanjut yang tidak dimiliki oleh Shadow Assassin biasa: Void Step. Alih-alih bergerak cepat, ia melipat ruang bayangan di sekitarnya.
Naga itu bersiap menyemburkan api ungunya ke arah Bastian untuk yang kedua kalinya. Namun sebelum api itu keluar dari tenggorokannya, Andre sudah muncul tepat di udara, tepat di depan dada kiri monster tersebut.
Pedang pinjaman di tangan Andre bergetar hebat. Logam murah itu merintih, tidak sanggup menampung tekanan aura Swordmaster yang disuntikkan Andre secara brutal. Bilahnya bersinar putih menyilaukan, mencapai batas leburnya.
"Hancurlah," bisik Andre.
Ia menusukkan pedang itu tepat ke bagian sisik yang telah dilunakkan oleh racun Marvin. Hantaman pertama tidak menembus daging, melainkan tertahan oleh ketebalan karapas tulang sang naga. Pedang di tangan Andre hancur berkeping-keping, pecah menjadi ratusan serpihan logam.
Namun Andre tidak berhenti. Menggunakan momentum hancurnya pedang tersebut, ia mengepalkan tangan kanannya, menyelimuti tinjunya dengan sisa aura pedang yang memadat hingga membentuk bilah tak kasat mata di atas buku-buku jarinya. Ia memukul pangkal serpihan logam yang masih tertancap di sisik naga itu dengan atribut Strength yang ditarik hingga batas maksimal.
KRAK!
Sisik obsidian itu jebol. Kepalan tangan Andre dan bilah auranya menembus dada sang naga, merobek daging, menghancurkan tulang rusuk, dan terus masuk hingga menembus jantung raksasa yang berdenyut di dalamnya.
Mata merah naga itu membelalak lebar. Api ungu di tenggorokannya padam seketika. Monster level 85 itu mematung selama satu detik yang terasa seperti keabadian, sebelum akhirnya memuntahkan air terjun darah hitam dari mulutnya.
Andre melompat mundur, menarik tangannya yang berlumuran darah naga dari lubang menganga di dada monster itu, tepat sebelum tubuh raksasa Abyssal Dark Dragon itu ambruk dan menghantam lantai kawah dengan suara dentuman yang menggetarkan seluruh dungeon.
Keheningan absolut menyelimuti ruangan itu. Hanya terdengar suara napas Bastian yang terengah-engah dan rintihan pelan jembatan batu.
Lalu, rentetan notifikasi Sistem meledak tanpa ampun.
[Bos Dungeon 'Abyssal Dark Dragon' (Lv. 85) Berhasil Dibunuh!]
[Penyelesaian Tingkat Nightmare Berhasil!]
[Mengakalkulasi Pengalaman... Bonus Pembunuhan Bos... Bonus Party EXP +30% diterapkan!]
Cahaya emas naik dari tubuh mereka bertiga. Pilar level-up Marvin bahkan berkedip hingga puluhan kali berturut-turut, membuatnya jatuh terduduk karena tubuhnya kejang menyesuaikan kepadatan mana yang baru.
[Level Anggota Party 'Marvin' mencapai Lv. 35!]
[Level Anggota Party 'Bastian' mencapai Lv. 48!]
[Level Anda mencapai Lv. 51!]
Andre menghela napas pelan, mengibaskan darah hitam dari tangannya. Naiknya level di atas angka 50 mulai terasa sangat lambat, bahkan dengan tambahan dari monster Nightmare. Sistem memang dirancang agar ras manusia kesulitan mencapai Third Job (Level 61).
Tubuh raksasa naga itu perlahan mulai mengurai menjadi partikel cahaya, menandakan bahwa dungeon ini telah sepenuhnya ditaklukkan. Namun, seperti hukum mutlak dunia ini, monster komandan tidak akan pergi tanpa meninggalkan warisan.
Dari dalam partikel cahaya yang membubung ke udara, tiga buah bola cahaya berukuran besar jatuh ke atas lantai batu. Tiga item hadiah perburuan bos.
Bastian berjalan mendekat dengan kaki gontai, tersenyum lebar melihat rampasan perang mereka. Ia menyentuh bola cahaya pertama. Cahaya itu meredup, memperlihatkan sebuah pelat dada zirah berwarna hitam legam yang sangat ringan namun mustahil untuk dibengkokkan.
[Item: Abyssal Scale Chestguard (High Grade). Ketahanan absolut terhadap serangan elemen.]
"Ini untukku," Bastian menyeringai, langsung menyimpannya ke dalam inventaris.
Marvin, yang baru saja berhasil berdiri, mendekati bola cahaya kedua. Saat ia menyentuhnya, bola itu berubah menjadi sebuah buku usang bersampul kulit ungu pekat dengan ukiran tengkorak melilit salib.
[Item: Buku Skill - Plague Domain (Epic)]
[Deskripsi: Menciptakan area rawa racun radius 20 meter yang melumpuhkan regenerasi musuh dan memberikan kerusakan konstan. Syarat Pembelajaran: Kelas Venomancer Lv.30+]
"Buku Skill tingkat Epic!" seru Marvin tak percaya, tangannya bergetar memegang buku itu. "Kak, di pelelangan pusat, buku tingkat Epic harganya bisa membeli satu distrik! Tapi... butuh waktu bertahun-tahun untuk mempelajari sirkulasi mana seluas Domain."
"Kau jenius, Marvin. Kau bisa menguasainya kurang dari enam bulan," ucap Andre dengan nada percaya diri, memberikan dukungan moral.
Andre kemudian menatap bola cahaya ketiga. Ia tidak peduli pada Buku Skill atau zirah. Tujuannya sejak awal hanya satu. Ia mendekat dan menyentuh bola terakhir itu. Cahaya itu pecah, memperlihatkan sebuah jantung naga berukuran sebesar bola basket, berwarna hitam pekat, dan masih berdenyut perlahan memancarkan hawa dingin yang mencekam. Darah naga murni menetes dari pembuluh darahnya yang terpotong.
[Item: Jantung Abyssal Dark Dragon Segar (Legendary Material)]
"Kita berhasil," gumam Bastian, menatap jantung itu dengan ngeri sekaligus kagum. "Vulcan akan melompat kegirangan melihat ini. Kau siap mendapatkan senjata pemusnah massalmu, Andre?"
Andre mengeluarkan sebuah kotak penyimpanan stasis dari inventarisnya, yang dirancang khusus untuk menghentikan waktu pada material organik, dan memasukkan jantung naga itu ke dalamnya dengan hati-hati. Ia mengunci kotaknya, lalu menatap kedua rekannya dengan sepasang mata yang menyala oleh ambisi gelap.
"Ini baru permulaan," ucap sang Kaisar Kilat pelan, menyembunyikan kotak itu kembali ke dalam ruang Sistemnya. "Kita pulang. Sudah waktunya Rishing Guild memberitahu dunia apa artinya sebuah teror."