Haiiii....author kembali lagi dengan cerita yang baru
Perkenalkan karya ketigaku "Back To The Mantan "
Namaku Anstasya Thalita, umur 24 tahun, kini aku kembali masuk kampus untuk melanjutkan S2ku guna menunjang karierku.Kebetulan aku dipindahkan ke kantor pusat, jadi aku tak mungkin dong melewatkan kesempatan yang ada.
Semua urusan administrasi dikampus telah rampung, jadilah besok statusku sebagai mahasiswa dimulai,,,,
Oh ya aku berasal dari keluarga yang berkecukupan, tapi tidak kaya. Aku mempunyai seorang kakak laki-laki yang baik yang tinggal dikota lain. Mamaku bernama Dina,.papaku bernama Bimantara.
Sekedar info ya, aku ditarik ke kantor pusat karena kinerjaku yang cukup diperhitungkan
Agar tidak penasaran,,,mampir yuk.
jangan lupa mampir juga diceritaku yang lain
* Dia yang Tak Dapat Kuhindari
* Wanita Pilihan untuk Ayah
* Back To The Mantan
Karya ini diterbitkan atas ijin dari mangatoon dan hanya merupakan pandangan pribadi dari penulis tanpa mewakili mangatoon itu sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 28. Kecurigaan Jery
selamat menikmati 💞💞💞
Setelah meminta ijin pada kedua orang tuanya dan memberikan alasan yang bisa diterima, maka Syaza memantapkan diri untuk meninggalkan Indonesia bersama Ishita sahabatnya, meskipun berat tapi hal itu harus dilakukannya.
Hari terus berlalu, Syaza dengan sekuat tenaga menahan diri untuk tetap masuk kerja karena rencana menyerahkan surat pengunduran dirinya adalah hari ini yaitu hari Jumat dimana keesokan harinya adalah hari libur, jadi hari Senin surat pengunduran dirinya baru akan diketahui oleh Raka dan itu berarti Syaza pun sudah tidak di Indonesia lagi.
Hari-hari terakhir kerja, Syaza selalu menampakkan senyum dan bersemangat seolah-olah tak pernah merasa tersinggung dengan perkataan Raka beberapa hari yang lalu.
"Bu Syaza,,,beberapa hari ini kok, kelihatannya bersemangat banget deh ". kata Jery curiga
" Ah pak Jery bisa aja, harus selalu semangat kerja dong, kan kita digaji untuk kerja ". balas Syaza mengingat perkataan Raka
"Tapi kali ini bu Syaza semangatnya berbeda ". kata Jery memperhatikan Syaza
"Pak Jery asal deh, semangat ya semangat aja kali, pak.". balas Syaza bercanda
"Beneran bu Syaza,,,,sejak beberapa hari ini aku perhatikan, bu Syaza bener-bener berbeda, selalu tersenyum dan bersemangat ". kata Jery masih penasaran
"Ck,,,sudahlah pak Jery, jangan mengajakku ngobrol, kita harus menghargai waktu, takutnya perusahaan ini bangkrut kalo kita membuang-buang waktu ". balas Syaza.
Jery yang selalu mendapat jawaban dari Syaza dengan mengcopy paste perkataan Raka membuatnya semakin curiga dengan tingkah Syaza yang terlalu manis menurutnya.
Tanpa membuang waktu Jery segera masuk ke ruangan Raka untuk memberikan dokumen yang sudah dia kerjakan.
"Bos,,,gak merasa heran dengan tingkah bu Syaza yang kelewat manis???" tanya Jery meminta pendapat Raka
"Mungkin dia menyadari kesalahannya ". jawab Raka acuh
"Aku jadi curiga bos, jangan-jangan bu Syaza merencanakan sesuatu ". kata Jery
"Merencanakan apa maksudmu ". tanya Raka masih fokus pada dokumen didepannya.
"Entahlah bos,,,aku hanya merasa aneh aja ". jawab Jery.
Tanpa berbicara lagi mereka mengerjakan dokumen-dokumen yang dibawa oleh Jery karena memang masih ada yang harus Raka revisi ulang.
Tak terasa waktu pulang kantor pun tiba, Syaza yang sengaja mengulur waktu pulang untuk menunggu kantor sepi sehingga bisa membawa surat pengunduran dirinya pada HRD.
Setelah Raka dan Jery pulang, Syaza lalu bergegas ke bagian HRD yang kebetulan pak Rinto masih ada di ruangannya dan menyerahkan suratnya.
"Lho bu Syaza mau mengundurkan diri???kenapa bu???" tanya pak Rinto heran dan kaget
"Gak kenapa-kenapa pak Rinto, hanya ingin istirahat aja, mau menyelesaikan kuliah dulu". kata Syaza berdalih, padahal kuliahnya terbengkalai gara-gara sibuk menjadi sekretaris.
"Oh gitu ya bu, semoga kuliah bu Syaza cepat selesai ". balas pak Rinto tersenyum tulus.
"Terima kasih pak Rinto,,,,saya permisi pulang ". kata Syaza menjabat tangan pak Rinto.
"Mari,,,silahkan bu Syaza ". pak Rinto membalas jabat tangan Syaza.
Kemudian Syaza melajukan mobilnya pulang ke rumah. Tiba dirumah disambut dengan senyum hangat mama dan papanya membuat Syaza semakin berat meninggalkan mereka.
"Kamu hati-hati ya dinegara orang sayang,,,ingat kami akan terus mendukung dan menantikan kepulanganmu ". kata mama Dina dengan mata berkaca-kaca setelah Syaza berganti baju dan duduk bersama kedua orang tuanya
"Iya ma,,,Insya Allah,,,Syaza akan pulang jika sudah berhasil. Syaza hanya berharap doa dari mama dan papa ". balas Syaza..
"Besok berangkatnya jam berapa???" tanya Bimantara
"Penerbangan pagi pa,,,Ishita akan menjemputku, papa dan mama gak usah ikut ke bandara "jawab Syaza.
"Kalo Prasetyo bertanya, papa akan jawab apa, sayang,,,". tanya Bimantara bingung.
"Papa bilang aja, aku dapat tawaran pekerjaan diluar tapi papa gak usah beritahu ke mereka negara tujuanku ". jawab Syaza yang tidak mau berterus terang jika Raka sudah menyinggung harga dirinya sebagai perempuan.
Syaza hanya ingin pergi tanpa merusak persahabatan orang tuanya dengan orang tua Raka. Syaza juga tidak ingin menjatuhkan Raka didepan papa dan mamanya.
Setelah berbincang-bincang menghabiskan malam terakhirnya bersama mama dan papanya dan malam semakin larut , Syaza maupun mama dan papanya kemudian beranjak ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
selamat menikmati,,,semoga suka dan jangan lupa dukungannya, ya😁😁
salam hangat dari author