Kanaya harus rela kehilangan impiannya untuk melanjutkan studinya keluar negeri karena harus menggantikan kakak sepupunya menikah dengan seorang pria bernama Bryan Anugerah yang merupakan CEO dari perusahaan Anugerah Group.
Bryan yang masih mencintai mantan calon istrinya itu sudah menyatakan bahwa tidak akan pernah mencintai Kanaya.
Namun seiring berjalannya waktu perasaan Bryan mulai berubah kepada Kanaya.
Mampukah Bryan mencuri hati Kanaya?
Dan berhasil kah Kanaya mempertahankan tembok dihatinya untuk tidak jatuh hati kepada Bryan?
Yuk Langsung saja baca kisah Bryan dan Kanaya di Love Me Honey
Happy reading ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri_tidur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
...28...
“kenapa lu liatinnya begitu amat?” tanya Roni yang menyadari Bryan sedang menatap tajam ke arah pria yang sedang berjalan menuju ruangan Kanaya sambil membawa sebuket bunga.
“lu cemburu ya?” sambung Sammy
“berisik lu pada, gue kesana bentar ya”
“eitss tunggu dulu, tapi katanya gak cinta kok segitu marahnya ada pria yang datang keruangan Kanaya bawa bunga, udah biarin aja napa kalau memang ada orang yang bisa buat Kanaya bahagia”
ucap Roni sambil menahan lengan Bryan namun Bryan tidak memperdulikan omongan sahabatnya itu dan langsung menghempaskan tangan Roni yang menahannya lalu segera berjalan menuju ruangan Kanaya
“liat tu kelakuan temen lu Sam, gak mau jujur sama perasaannya sendiri persis kayak bocah yang lagi jatuh cinta” “yee itu temen lu juga kali, bukan temen gue aja” timpal Sammy.
“nay..” ucap Bryan dengan nada yang sedikit tinggi sambil membuka pintu ruangan Kanaya dengan kasar. “eh astaga” ucap Kanaya sambil memegangi dadanya karena kaget.
“apa-apaan si kak buat kaget saja” sambung Kanaya.Mila dan kurir bunga itu juga tak kalah kagetnya dari Kanaya dan langsung menatap bingung ke arah Bryan. Baru saja Bryan mengedarkan pandangannya ke dalam ruangan Kanaya tampak pria yang membawa buket bunga tadi sedang berdiri dihadapan meja kerja teman Kanaya dan bunga yang dibawa pria tadi sudah terletak di atas mejanya
“nih mas makasih ya” ucap Mila sambil memberikan surat tanda terima yang baru saja dia tanda tangani “saya permisi dulu mbak” ucap pria itu lalu meninggalkan ruangan itu. Melihat hal itu Bryan yang tadi hatinya sudah memanas karena terbakar api cemburu mendadak menjadi merasa malu dibuatnya, ternyata pria yang tadi dilihatnya itu hanyalah seorang kurir bunga yang sedang melakukan pekerjaannya. Kanaya yang tidak mendapat jawaban dari Bryan kembali bertanya
“kakak ngapain teriak-teriak ga jelas gitu manggil aku” mendengar pertanyaan itu Bryan menjadi gelagapan
“em..emm itu tadi aku” Bryan menggantung ucapannya karena belum menemukan alasan yang tepat untuk membuat Kanaya percaya tidak mungkin dia mengatakan kalau dirinya sedang cemburu dengan seorang kurir bunga yang jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan Kanaya bahkan bunga yang diantar kurir itu pun bukan untuk Kanaya bisa-bisa dia ditertawakan Kanaya dan temannya.
“itu apa kak?” tanya Kanaya lagi
“itu aku mau kenalin kamu sama sahabat aku”
“ya ampun cuma itu doang, tapi uda buat pintu ruangan aku sampai mau copot gitu”
“maaf nay”.
Mendengar perkataan Bryan yang akan mengenalkan dirinya dengan sahabatnya, Kanaya teringat kalau dia juga belum mengenalkan Bryan dengan sahabatnya, berhubung hanya Mila yang ada disini Kanaya memutuskan untuk mengenalkan Mila terlebih dahulu kepada Bryan
“oh ya kak sebelum itu aku juga mau ngenalin kakak sama sahabatku” lalu beranjak dari kursinya menuju meja Mila
“kenalin ini Mila kak sahabat aku, Mil ini kak Bryan” ucap Kanaya
“Mila”
“Bryan” ucap mereka sambil bersalaman.
“yaudah yuk, aku kenalin ke sahabat aku” ucap Bryan lalu menarik lembut tangan Kanaya
“beb gue keluar dulu ya” ucap Kanaya sebelum dirinya benar-benar meninggalkan ruangan itu.
"ganteng-ganteng kok cuek si" batin Mila
Kedua sahabat Bryan yang melihat kedatangan sahabatnya itu dengan menggenggam tangan Kanaya hanya bisa tersenyum mengejek karena Bryan yang lain dimulut dan lain pula dihati.
“nyett kenalin ini Kanaya Ayunindya istri gue” ucap Bryan saat sampai dimeja tempat dimana sahabatnya berada
“hallo cantik gue Sammy”
“Kanaya” sambil bersalaman
“udah gausah lama-lama nyet” ucap Bryan lalu menarik tangan Sammy
“dih posesif amat” cibir Sammy
“gue Roni”
“Kanaya” sambil bersalaman.
Kini mereka berempat tengah duduk bersama. Sammy dan Roni sebenarnya tadi melihat kalau pria yang membawa buket bunga itu keluar dengan kondisi yang baik dan mereka menebak kalau Bryan sudah salah sangka namun mulut Sammy sangat gatal untuk kembali membahas hal itu dihadapan Bryan
“gimana udah babak belur belum tuh cowok yang bawa bu..?” namun belum selesai Sammy menyelesaikannya omongannya Bryan langsung menginjak kaki Sammy sambil mentapnya dengan tatapan membunuh karena mendapat tatapan membunuh dari Bryan, Sammy membatalkan niatnya untuk tidak membahas hal itu lebih jauh lagi. Roni yang mengetahui tingkah kedua sahabatnya itu hanya bisa tersenyum geli sedangkan Kanaya yang tidak mengerti ucapan Sammy hanya bisa terdiam.
“oh ya nay, kata Bryan ini restoran kamu ya?” tanya Roni basa basi
“ah iya kak”
“wah hebat kamu ya udah cantik, pinter bisnis lagi beruntung banget ya Bryan dapetin kamu” ucap Roni sambil melirik Bryan
“ah kakak bisa aja” jawab Kanaya
“udah nay kamu sama aku aja gausah sama si kutukupret satu ini” ucap Sammy sambil memonyongkan bibirnya menunjuk Bryan
“ehh mulut itu dijaga lu mau gue buat babak belur, dia istri gue” balas Bryan.
“oh ya kakak udah pada makan belum?” tanya Kanya untuk mengalihkan pembicaraan
“udah cantik, kami udah makan kok tadi”.
Plakk. Bryan mendaratkan sebuah pukulan tepat dikepala Sammy
“auu apaan si nyet, lu kok mukul gue”
“gausah panggil istri gue cantik, jijik gue denger nya dari mulut lu”
“dih kan memang dia cantik, kok lu nya sewot si” Kanaya yang tidak mau baper dengan keposesifan yang ditunjukkan Bryan memilih untuk menawarkan dessert kepada mereka
“kalo kakak-kakak udah pada makan mending kita makan dessert aja ya, dessert disini enak-enak lo, bentar aku ambilin dulu ya” lalu Kanaya beranjak meninggalkan Bryan dengan kedua sahabatnya.
“lu apaan si Sam dari tadi kayaknya niat banget mojokin gue di depan Kanaya” ucap Bryan setelah memastikan Kanaya tidak dapat mendengar omongannya
“haha emang itu tujuan gue, biar Kanaya berpaling dari lu dan mau sama gue haha”
“ sialan lu kampret”
“gimana tadi?” tanya Roni , Bryan yang mengerti maksud dari pertanyaan Roni itu pun langsung menjawab
“salah orang gue, ternyata cuma kurir bunga yang lagi nganterin bunga buat teman Kanaya” mendengar itu seketika tawa kedua sahabatnya itu pecah.
“haha rasain malu banget dah tu” ucap Sammy lalu kembali tertawa
“terus Kanaya tau?” tanya Roni
“ya enggak la, bisa malu gue apalagi tadi didalam ada temannya ya gue bilang aja kalian berdua mau kenalan sama dia”
“tega benar lu ngejual nama kita berdua supaya lu gak nanggung malu”
“abis ini gue bakalan ceritain ke Kanaya, pasti seru tuh bisa ketawa bareng sama cewek cantik” ujar Sammy dengan nada yang mengejek
“ide yang bagus tu bro” sambung Roni
“jangan gitu dong, gue janji deh bakalan kasih apa yang kalian mau kalo kalian bisa jaga rahasia ini” ucap Bryan memohon. Kemudian kedua sahabatnya itu saling bertatapan seakan apa yang sedang mereka pikirkan itu memiliki tujuan yang sama lalu menganggukkan kepala mereka tanda mereka berdua saling menyetujui.
“okeh deal” ucap Sammy
“lu cukup jujur sama kita berdua tentang perasaan lu sama Kanaya” sambung Roni. Namun belum sempat Bryan menjawabnya Kanaya sudah datang sambil membawa nampan berisi beberapa jenis dessert.
“lu masih punya utang penjelasan sama kita berdua” ucap Roni.
“maaf lama ya kak” ucap Kanaya sambil meletakkan piring berisi dessert itu kehadapan Bryan, Sammy dan juga Roni.
“enggak kok, kamu gak lama” ucap Bryan
“wah keliatannya enak” ucap Sammy dengan girang
“ silahkan dicoba kak” “
lalu mereka mulai menikmati beberapa jenis dessert yang dibawa oleh Kanaya tadi
Kanaya yang merasa kalau kedua sahabat Bryan itu orangnya asik dan lucu juga mulai merasa nyaman untuk membuka obrolan dengan mereka.
...----------------...