Serena adalah mantan bodyguard namun karena sebuah insiden Serena di pecat dan berakhir menjadi seorang pelayan di sebuah restoran untuk bertahan hidup.
Wanita berusia 28 tahun itu juga suka membaca novel yang bergenre SCI-FI dan juga novel-novel tentang hari kiamat.
Sebuah hal ajaib terjadi pada nya setelah dia membaca novel tentang hari kiamat yang dia temukan di atas meja salah satu pengunjung yang tertinggal. Serena malah menjadi salah satu tokoh yang tak penting dalam cerita.
Menjadi seorang tokoh yang di jual suami dan sahabat nya untuk menjadi salah satu bahan ekperimen bersama tokoh utama di dalam cerita itu.
Apa yang akan di lakukan Serena saat membuka mata dan menemukan dirinya terikat di atas meja laboratorium sebagai kelinci percobaan.
Apakah Serena berhasil melarikan diri atau bahkan menyerah dan mati di halaman pertama?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PEMERAN UTAMA YANG BERUNTUNG
Langkah besar dari dua beruang itu terdengar mendekat. Serena mencoba untuk tetap tenang di dalam dekapan Archie. Jika dia mengeluarkan suara maka dia akan tamat sebelum menyelesaikan dendam wanita ini.
Suara raungan beruang itu membuat burung-burung yang bertengger di dahan-dahan kering pohon yang hampir mati beterbangan meninggalkan tempat nya.
Serena dan Archie masih bersembunyi berharap dua beruang lapar dan marah itu pergi menjauh dari tempat persembunyian mereka.
Tak ingin menunggu mati Archie mengeluarkan sebuah pistol peringatan yang dia dapat dari rumah terbengkalai sebelum nya. Lalu dengan cepat pria itu melepaskan sebuah tembakan peluru yang berkilat dengan cahaya redup ke arah depan. Dua beruang itu dengan cepat mengikuti kemana pergi nya peluru tersebut.
"Cepat kita harus segera keluar dari hutan ini". Ujar Archie yang kembali melepaskan pelukan nya lalu menarik tangan Serena untuk ikut bersama nya.
Serena mengangguk mengerti dan mengikuti langkah cepat Archie yang kembali memandu jalan nya untuk mencari jalan keluar. Lagi dan lagi Serena terlibat dengan pemeran utama dalam novel ini.
Mereka berlari tanpa lelah untuk mencapai ujung dari hutan yang berbahaya ini. Walaupun hutan mati namun banyak hewan-hewan hasil dari laboratorium yang di lepaskan karena gagal memenuhi ekspektasi para peneliti jahat.
Bahkan banyak dari mereka yang bermutasi hingga menjadi buas. Ada lagi yang seharusnya hewan pemakan tumbuhan malah memangsa hewan lain nya untuk bertahan hidup. Dunia yang benar-benar di ujung akhir.
"Bagaimana bisa kau mengikuti ku??". Tanya Serena di sela-sela langkah lari nya untuk keluar dari hutan ini.
"Aku tidak percaya kau bisa melindungi diri mu sendiri jadi aku mengikuti mu". Balas Archie yang masih menggenggam tangan Serena sambil berlari.
"Sekali lagi terima kasih karena sudah menolong ku.. kali ini aku lah yang berhutang Budi pada mu!!". Sambung Serena dengan nafas yang tersengal-sengal karena hampir kelelahan.
Perjalanan nya ternyata masih panjang, saat ini saja Serena perkirakan masih berada di chapter dua dunia novel ini. Karena pelarian nya masih panjang. Jika membaca mungkin semua nya akan mudah tapi sekarang Serena mengalami nya sendiri. Waktu juga berjalan terasa lambat.
"Aku cukup salut dengan penulis novel ini. Imajinasi nya bisa menciptakan dunia yang bahkan sangat rumit dengan segala bencana yang terjadi. Mungkin setelah aku keluar dari imajinasi si penulis ini maka aku akan minta tanda tangan nya. Itu pun jika aku benar-benar selamat". Batin Serena yang melamun sambil berlari mengikuti kaki Archie.
"Serena!! Lihat!! Di sana ada rumah!! Seperti nya kita sudah berhasil keluar dari hutan".
Dengan gembira dan bersemangat Archie semakin menarik Serena untuk mengikuti nya. Melihat rumah itu Archie seperti melihat sebuah harta Karun yang penuh dengan emas.
"Kita harus mencari perlengkapan untuk bertahan hidup di rumah ini". Sambung Archie lagi yang kemudian mencoba membuka pintu rumah yang seperti nya di kunci.
Serena kembali lagi melihat rumah ini dari penampilan nya sangat tua namun terlihat kokoh. Walaupun beberapa bagian ada cat yang mengelupas tak tak mengurangi penampilan kokoh dari bangunan ini.
Serena masuk ke dalam rumah mengikuti langkah Archie. Namun mata nya tetap liar melihat ke segala penjuru rumah ini. Takut-takut ada binatang buas atau bahkan ada orang yang menempati nya.
Rumah ini ternyata hanya Koko di bagian luar saja menurut Serena. Lihat lah di dalam nya terlihat berantakan dan banyak beberapa bagian yang hancur namun terlihat bukan rusak dari bencana. Melainkan rusak seperti sedang terjadi pertarungan.
"Aku rasa pemilik rumah ini mati karena hewan-hewan mutasi". Ujar Archie yang semakin membuat Serena yakin dengan pemikiran nya tadi.
"Yah seperti nya begitu". Balas Serena seadanya.
Kedua orang itu berpencar untuk mencari persediaan makanan yang masih bisa di makan dan juga beberapa senjata yang bisa di gunakan untuk bertahan hidup.
"Archie!!! Lihat lah!!".
Serena tiba-tiba memanggil Archie dengan suara yang tidak terlalu kuat agar siapapun di luar tidak akan mendengar mereka. Archie yang di panggil pun segera menghampiri Serena.
"Ada apa?? Apa kau menemukan sesuatu yang berguna". Tanya Archie yang sudah berada di dekat Serena.
"Lihat ini bukan kah ini semua barang-barang dari laboratorium. Bagaimana bisa ada di dalam rumah ini?". Ujar Serena yang kembali mengingat kejadian benda-benda yang ada di laboratorium tempat diri nya terbangun pertama kali.
Terdapat beberapa jenis obat dan juga jenis penawar di dalam nya. Lalu Serena melihat sebuah lemari besi yang tampak usang dan sedikit tertimbun reruntuhan rumah. Archie dan Serena segera mengangkat lemari besi tersebut.
"Seperti brangkas". Ujar Serena yang melihat putaran sandi di pintu lemari besi tersebut.
Brangkas yang hampir sama dengan brangkas di dunia nya.
"Yah.. peti penyimpanan yang kuno. Seperti nya sudah lama di tinggal kan. Biar aku coba untuk membuka nya". Ujar Archie yang mencoba untuk membuka brankas tersebut dengan mencungkil kunci nya.
"Apa kau yakin bisa membuka nya. Terlihat walaupun tua tapi masih kokoh". Ucap Serena yang ikut menyaksikan Archie membuka lemari besi tersebut.
"Bisa.. ini mudah!!".
Dan benar saja dalam usaha ketiga Archie pintu brangkas itu terbuka.
Serena menghelakan nafas nya. Padahal jika di lihat lagi brangkas ini tidak semuda itu di buka.
"Sadar lah Serena.. apa kau lupa siapa Archie sebenarnya?. Dia adalah karakter utama dalam dunia novel ini dan pasti nya dia di kelilingi keberuntungan. Penulis sangat menyayangi nya jadi kau tidak perlu terkejut". Batin Serena yang kembali mengingatkan bahwa Archie adalah si pemeran utama yang beruntung.
Lemari besi itu terbuka dan di sana menyimpan beberapa senjata dan juga seperti cairan di dalam tabung-tabung kecil yang transparan. Lalu ada juga beberapa berkas yang masih tersimpan rapi.
Serena melihat senjata yang cukup canggih dan bentuk nya menarik. Berbentuk pipih dan kecil.
"Benda ini cukup bagus. Dan bagaimana cara kerja nya?". Ujar Serena yang memang tidak tau cara kerja benda-benda yang ada di dunia novel ini.
"Biar aku tunjukan".
Archie mengambil benda pilih kecil berwarna putih itu lalu menekan tombol kecil di permukaan nya kemudian keluar lah belati yang cukup tajam dari benda kecil tersebut.
"Wahh keren.. aku benar-benar tidak pernah melihat nya sebelum nya".
Archie terkekeh pelan mendengar ucapan Serena.
"Kau lucu sekali.. benda ini adalah senjata lama. Dan sudah diperjual-belikan dulu. Bahkan benda ini terkenal di kalangan remaja untuk melindungi diri". Jelas Archie sambil memasukan beberapa senjata ke dalam tas nya.
"Aku mana tau.. sebelum ini aku hanyalah seorang ibu rumah tangga". Balas Serena yang mengatakan jika tidak ada ingatan tentang benda-benda ini.
Tubuh yang sedang di tempati Serena memang tubuh seorang ibu rumah tangga walaupun usia nya hampir sama dengan usia nya di dunia nyata.
"Apa kau mencintai suami mu??".
Tiba-tiba Archie menanyakan hal tersebut pada Serena. Membuat wanita itu menatap pemeran utama ini yang juga sedang menatap nya.
"Aku tidak mencintai nya!".
semangat
semangat