––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(28) Penjelasan Haikal
Ailena duduk tegak saat meletakkan hp nya di telinga nya yang tertutup kerudung instan dengan jantung yang berdegup kencang.
"A-assalamualaikum Pak.."
"Waalaikumsalam Lena.. Apa kabar mu sekarang?"
"Ba-baik kok Pak.. Bapak sendiri--"
"Saya juga baik sebelum melihat berita sepintas yang membawa nama dan wajah mu Ailena"
"Ma-maaf Pak.. Ailena tidak akan menyangkal berita itu Pak, karena menang berita itu benar tanpa di bayar sama sekali oleh saya"
"Bagus lah kalau kamu sadar.. Bisa besok temui Bapak? Oh ya bawa suami mu itu juga kalau bisa ya.. Bapak ingin bicara dengan nya juga"
Ailena mengangguk walau KaProdi nya tak dapat melihat.
"Saya tutup dulu ya.. Sudah mau pulang, besok kabari saya kalau ada waktu luang"
Tut
Panggilan pun terputus saat Ailena sudah menanggapi ucapan KaProdi nya dengan sopan walau ada getaran takut.
"Assalamualaikum.. Aku panggil dari tadi kok nggak nyahut sih" tegur Haikal yang tiba-tiba sudah berada di belakang Ailena.
Ailena tersentak dan langsung memegang dada nya yang terasa berdebar kencang, karena larut dalam pikiran nya, ia bahkan tak menyadari kepulangan Haikal.
"Waalaikumsalam, kapan kamu pulang?" tanya Ailena mencoba menutupi rasa keterkejutan nya.
"Udah dari lima menit yang lalu kayaknya aku manggil-manggil kamu, tapi kamu cuma bengong disini" jawab Haikal lalu ikut duduk di samping Ailena.
"Dapat telepon dari siapa?" tanya Haikal yang memang sempat melihat Ailena menempelkan hp ke telinga sebelum panggilan itu berakhir.
"KaProdi ku di kampus.." jawab Ailena dengan mata berkaca-kaca, apakah ini akhir dari usaha nya?
"Apa katanya?" tanya Haikal dengan rasa penasaran.
"Beliau mau ketemu sama kita besok" jawab Ailena dengan kepala menunduk lesu dan mencoba menutupi mata nya yang berkaca-kaca.
"Kita? Aku juga?" tanya Haikal mencerna jawaban Ailena. Ailena mengangguk pelan dan mendongak sejenak menatap Haikal.
"Ngapain sih bikin acara begitu! Mana muka ku terpampang jelas banget lagi tadi" Ailena kembali pada jati diri nya yang sering mengomeli Haikal.
"Kan itu.. Sebagai bentuk ungkapan cinta ku ke kamu, habis nya kamu nggak pernah mau balas perasaan ku, mending ku publish sekalian" jelas Haikal dengan bibir sedikit manyun.
"Tapi nggak harus sampai semua orang tau kan? Kamu bayar berapa biar bisa masuk tv itu hah?" sungut Ailena benar-benar tak habis pikir dengan ide Haikal.
"Loh? Kata siapa nggak harus? Harus lah! Orang-orang itu harus tau bahwa Haikal Keandro udah menikah dengan gadis cantik ini" ucap Haikal dengan berseru keras.
Ailena menghela nafas pelan. "Males ngomong sama ayam jantan kalau lagi ngerasa bak dewa" cebik Ailena dengan memutar bola mata jengah.
"Sebenarnya.. Aku juga nggak mau ngepublish keterlaluan sama hubungan kita.. Cuma tadi di kantor.. Ah maksud ku di tempat ku kerja ada yang mau berbuat macam-macam ke aku dan ancam aku kalau aku nggak menikah, dia akan terus-terusan teror aku pakai bawa cewek masuk ke dalam ruangan ku" jelas Haikal dengan panjang lebar.
Ailena mengernyit alis heran. "Tunggu, otak ku nggak nyampe. Kamu lagi bohong ya?" tuduh Ailena mendapat gelengan cepat dari Haikal.
"Inti nya itu. Dia tadi ngebawa cewek yang mau dijodohkan ke aku, kalau aku nggak ngepublish pernikahan kita dia akan tetap bawa cewek lain biar kamu ngira aku selingkuh"
Ailena mencerna penjelasan Haikal yang mulai masuk ke dalam otak nya.
"Jadi foto kamu dan bayangan cewek yang sering di kirimin nomor nggak di kenal itu?.."
Haikal mengangguk. "Dia berharap hubungan kita hancur, Len.. Aku nggak mau, makanya aku akhirnya umumin pernikahan kita, mungkin memang cara nya salah.."
"Tapi aku siap menanggung biaya kuliah kamu kok, kamu nggak perlu khawatir soal itu, aku akan berusaha mencukupi kebutuhan kamu" ucap Haikal sembari mengelus pipi Ailena.
"Bahkan dari awal aku nikahin kamu, harus nya aku udah ngasih tau kalau untuk biaya kuliah kamu, aku yang tanggung.. Berikan beban di pundak mu itu ke aku, aku nggak mau kamu mikirin nyari duit, duit, duit terus.. Aku mau kamu duduk manis dirumah nunggu duit masuk aja setiap saat"
"Kal.."
"Ya Sayang?"
"Mau peluk"
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️