Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan Aylin
"Mami, apa hari ini kita akan pulang?" tanya Kaiden pada Aylin, yang tak lagi mengunakan baju rumah sakit nya. Aylin sudah rapi dengan blush putih pendek di padukan dengan rok hitam selutut. Rambutnya ia kuncir sebagian dan membiarkan rambut ikal alaminya sebagian tetap tergerai. Sedangkan beberapa maid sedang membereskan barang-barang Aylin. Aylin tersenyum lembut pada putra sambung nya itu.
"Apa kau tidak suka mami bisa pulang?" kata Aylin balik bertanya. Kaiden menggeleng kan kepala nya pelan dan dengan ragu-ragu menatap mata coklat Aylin yang terlihat begitu jernih dan lembut. " Kaiden takut, mami akan sering menangis lagi karena Papi."
Deg..
Aylin melangkah mendekati Kaiden. Ia berjongkok mensejajarkan tubuhnya pada tubuh Kaiden , di peluk nya tubuh mungil itu. jika dulu saat menjadi pembaca dia hanya bisa ikut menangis dengan apa yang Kaiden rasakan. Kini ia bisa memeluk tubuh Kaiden. Tokoh kesayangan nya. "Selama mami memiliki Kaiden di samping mami, mami tak akan lagi perduli dengan semua tingkah buruk papi mu itu." kata Aylin.
Kaiden membalas pelukan hangat Aylin. Baru kali ini akhirnya ia bisa merasakan apa itu kehangatan pelukan. Bahkan nani jubaila yang sudah mengasuh nya dari bayi, tidak pernah sekali pun mau memeluk nya di kala dia sedih. Hanya terus menyuruh nya jangan cengeng dan jadilah kuat.
Nyonya Gunez baru datang saat itu, di saat momen paling haru di antara menantu dan cucunya. Ia memandang kedua nya dengan sendi. Rasa bersalah menghantam hati nya. Dua orang yang malang ini adalah korban dari ank durjana nya. "Hai kalian kenapa malah berpelukan, ayo kita pulang!" kata nyonya Gunez dengan senyum merekah seperti biasanya.
*
*
*
Mereka telah sampai di mansion mewah milik Albert disana sudah ada tuan Ahmed yang sudah menunggu kedatangan mereka semua.
Nyonya Gunez yang baru saja tiba bersama Aylin dan dan Kaiden memicingkan mata nya ke arah suaminya. Membuat tuan Ahmed sedikit merasa ketar-ketir jangan-jangan dia telah membuat kesalahan. Sehingga membuat istrinya itu tidak puas.
"Aylin sayang, kamu mau istirahat di kamar atau mau duduk dulu di sofa?" Tanya nyonya Gunez pada Aylin, dengan wajah ramah dan sikap ke ibuan. Aylin membalas senyuman mertua nya itu, tak kalah manis. "Aylin ingin duduk dulu di sofa mi, kasihan papi Ahmed sudah repot-repot datang ke sini di tengah kesibukannya, demi Aylin."
Nyonya Gunez langsung berdecak kesal ke arah suaminya. "Ya, jangan heran sayang, laki-laki sekarang tidak ada yang bisa di andalkan. Mereka sok sibuk sampai lupa pada istrinya. Dan seorang anak itu pasti mengikuti jejak ayahnya."
Tuan Ahmed belum mengerti dengan kesalahan nya. Dia segera mendekat ke arah istri tercintanya itu. "Mami, kok bilang begitu sih, papi ada salah apa sama mami?" Tanya nya penuh kekhawatiran. Meski memiliki tampang yang terbilang dingin seperti Albert. Dan sangat di takuti dan di segani orang. Nyatanya tuan Ahmed adalah devinisi suami-suami takut istri.
Nyonya Gunez langsung melotot ke arah Tuan Ahmed. "Dimana putra mu sekarang, sudah tau istri nya pulang dari rumah sakit, malah tidak ada untuk menjemput nya, malah juga tidak ada pula di rumah. Kau sebagai ayah, kenapa hanya bisa diam saja!!"
Mendengar nada tinggi sang istri tuan Ahmed segera menghubungi putra s*al*n nya itu. Gara-gara ulah nya, dia jadi kena marah sang istri. Padahal dia tadi di perusahaan sudah berpesan Agar di pulang cepat dan menjemput Aylin.
"Albert Dimana dirimu sekarang? Papi menyuruh mu pulang cepat bukan untuk kelayapan ngak jelas. Tapi untuk menjemput istri mu. Kamu dimana sekarang?"
"Maaf pi, Albert sedang berada di tempat Dorothea, dia sedang tidak enak badan. Dan meminta ku untuk menemaninya. Setelah Dorothea membaik, Albert akan segera pulang."
Tuan Ahmed langsung naik pitam mendengar keberadaan sang putra dan juga Alasan nya. "Pulang sekarang!! Dorothea punya suami, kenapa harus kamu yang menemani nya, sedangkan istri mu sendiri baru saja keluar rumah sakit. Jika kau tak pulang. Besok siap-siaplah untuk turun jabatan. Ingat, aku belum menyerahkan sepenuhnya perusahaan pada mu!!"
Di seberang sana Albert langsung menggeram marah. Pasti semua ini adalah drama yang Aylin ciptakan. Wanita licik itu selalu mengunakan kedua orang tuanya untuk menekan nya. Sudah lupa ingatan pun, tetap saja tidak bisa membiarkan nya tenang.
*
*
*
Albert akhirnya pulang dengan wajah terpaksa, dan yang lebih lucu nya lagi, dia tidak pulang seorang diri, tetapi membawa serta Dorothea dan juga Arabella. Pemandangan itu langsung menjadi buah bibir oleh para maid di mansion Albert.
Sedangkan di ruang keluarga Aylin, Kaiden dan kedua orang tua Albert sedang bercanda ringan. tawa mereka sampai terdengar ruang tamu. Membuat suasana hati Dorothea menjadi tak menentu.
Tawa mereka langsung terhenti dan tergantikan dengan suasana yang sepi senyap dan mencekam, tetapi anehnya, sang buang masalah tidak merasa bersalah sama sekali. Dorothea segera mendorong sedikit tubuh Arabella, agar dia memberikan salam pada Nyoya Gunez dan juga Tuan Ahmed.
Arabella yang paham dengan kode sang Mommy, segera melangkah dengan senyum lebarnya, dengan sedikit membungkuk. "Selamat siang Grandma dan Grandpa. semoga kesehatan dan kesejahteraan selalu menyertai kalian berdua."
Tata krama yang sangat baik, yang Arabella berikan pada tuan Ahmad dan nyonya Gunez, membut Dorothea tersenyum bangga. Sedangkan Aylin saja ikut terpukau dengan sopan santun yang Arabella lakukan.
"Cih.. Kenapa terkejut seperti itu, semua putri orang kaya, mereka pasti lah sudah mendapatkan pelajaran etika yang sangat baik. Itu bukan hal yang mengagumkan. Dasar tuan rumah norak!" Suara sistem yang tiba-tiba muncul di otak Aylin. Membuyarkan rasa kagum Aylin pada Arabella.
"Selamat siang juga Arabella , semoga hal yang serupa juga tercurahkan untuk mu." jawab tuan Ahmed sedang nyonya Gunez hanya diam dengan wajah masam.
"Kaiden sayang, tolong antar mami mu untuk ke kamar ya sayang, mami masih dalam tahap pemulihan, dia butuh banyak istirahat!" perintah Nyonya Gunez pada Kaiden dengan nada yang sangat lembut. Membuat mereka yang ada di sana bengong tak percaya.
"Ada apa sebenarnya? Jelas-jelas aku telah menuliskan bahwa nyonya Gunez itu sangat membenci Kaiden sampai ke tulang-tulangnya, tetapi apa yang terjadi saat ini. Bahkan tidak ada adegan seperti ini di naskah ku." Kata Dorothea dalam hati.
Kaiden dengan patuh segera berdiri dan mengulurkan tangan kecilnya ke arah Aylin. "Ayo mami, Kaiden akan mengantar mami ke kamar."
"Mami Gunez, Aylin gak papa kok, akan sedang ada tamu, tidak sopan rasanya jika Aylin tinggal ke kamar." Kata Aylin merasa tidak enak dengan Dorothea dan Arabella.
Albert langsung berdecih dengan wajah muak nya. " Siapa yang ingin kau tipu, kau jelas-jelas telah merencanakan semua ini. Lihat lah! Dorothea yang sedang tak enak badan saja sampai menyempatkan diri untuk menjenguk mu."
Perkataan Albert itu langsung mendapat tatapan tajam dari kedua orang tuanya. Sedangkan Aylin hanya tersenyum menahan kesal.
kata kata untukmu:
"semangat dan sehat selalu dan jalani harimu dengan kisah yang indah 💪"