Saat kita baru tau jika kita memiliki seorang anak, bagaimana perasaan kita?,
Reynaldi, seorang pria yang baru saja bebas dari penjara harus memulai hidup baru lagi karena dia sadar telah membuat kesalahan yang bikin semua kelurganya malu. Delapan tahun Reynaldi harus hidup di penjara atas kesalahannya di masa lalu. Namun tak pernah ia duga ia harus bertemu dengan wanita yang dulu sempat jadi kekasihnya dan seorang anak perempuan yang baru berusia tujuh tahun. setelah di selidiki ternyata anak itu merupakan ank kandungnya yang tidak pernah ia ketahui.
Bagaimana cara Reynaldi menebus semua kesalahannya terhadap mantan kekasihnya dan anaknya?...
yu baca ceritanya!!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berniat melamar Kinan.
Aldi dia berangkat sangat pagi agar tiba di rumah siang. Tepat saat jam makan siang Aldi sudah tiba di depan rumah orang tuanya, rumah yang sangat Aldi rindukan. Aldi melangkah mendekati gerbang dan langsung memijit bel. Pintu pun terbuka dan yang membuka gerbang seorang pria paruh baya yang sangat kenal dengan Aldi.
"Den Aldi, ayo masuk den! " ucapnya dan Aldi pun masuk.
"Gimana kabarnya mang? " tanya Aldi setelah di dalam gerbang.
"Baik den, aden kemana aja?, mang dengar aden keluar dari penjara sudah hampir satu tahun tapi kenapa gak ada pulang? " tanya mang Rudi penjaga rumah orang tuanya yang sudah lama.
"Aldi tinggal di kampung teman mang, aku gak berani pulang, " jawab Aldi jujur.
"Ya udah mang, aku masuk dulu, ibu sama bapak ada kan? " ucap Aldi dan mang Rudi mengangguk.
Aldi pun melangkah masuk dan saat masuk Aldi bisa melihat tidak ada yang berubah sedikit pun rumah itu. Aldi terus melangkah sampai akhirnya bertemu seorang wanita paruh baya yang merupakan pengasuhnya saat kecil.
"Den Aldi, " panggilnya.
"Bu Ira, " balas Aldi lalu memeluknya.
"Kemana saja den? ibu kangen, " ucap bu Ira.
"Aldi juga kangen bu, " balas Aldi sampai meneteskan air mata karena sejak kecil bu Ira sudah menganggap Aldi seperti anaknya dan bahkan saat di penjara cuman bu Ira yang sering datang jenguk Aldi.
"Aldi, " panggil sang mama yang baru turun dari lantai atas.
Aldi pun melirik sang mama dan sang mama pun mendekati Aldi.
"Akhirnya kamu pulang juga, " ucap sang mama.
"Iya ma, " jawab Aldi dingin.
"Ayo ikut mama! papa udah nunggu kamu, " ajak sang mama dan Aldi pun langsung mengikuti sang mama.
Sebenarnya Aldi tidak mau ikut campur lagi urusan keluarganya namun sang mama mengancam jika dia tidak mau membantu keluarga jangan harap Aldi bisa melihat Kinan dan Lia. Namun Aldi tidak mau menyerah begitu saja Aldi pun mengajukan syarat dia mau mengikuti ke inginkan sang mama namun dengan syarat izinkan Aldi menikah dengan Kinan dan sang mama pun setuju. Mereka pun tiba di sebuah kamar dan sang mama langsung membuka pintu kamar dan Aldi langsung masuk. Aldi kaget saat melihat kondisi sang papa ya g lumayan parah.
"Aldi, " panggil sang papa yang terbaring di tempat tidur.
"Iya pa, " jawab Aldi sambil mendekat.
"Maafkan papa karena telah paksa kamu, papa tau kamu gak mau ikut campur urusan perusahaan lagi. Tapi harapan papa sama mama cuman kamu kami gak bisa mengharapkan Diki, " ucap sang papa.
"Kenapa kalian gak bisa berharap lebih pada Diki, dia juga anak kalian kalau begini caranya aku takut Diki malah tidak Terima, " balas Aldi.
"Bang, justru ini permintaan aku, " ucap Diki yang tiba-tiba masuk membuat Aldi kaget.
"Aku sadar kalau aku gak bisa seperti abang dan bahkan selama ini aku sudah bohongi kalian. Sebenarnya saat kuliah di luar jurusan yang aku ambil bukan jurusan yang papa mau tapi jurusan lain, " lanjut Diki.
"Kenapa? " tanya Aldi.
"Karena aku ingin jadi diri aku sendiri bang, aku gak mau terus di atur papa atau mama aku cuman ingin jadi diri aku sendiri, " jawab Diki.
"Bang, mama juga minta maaf. Mama gak bermaksud ancam kamu dengan melarang kamu bertemu Kinan dan Lia, karena cuman seperti itu kamu bisa menuruti semua ucapan kami, " ucap sang mama membuat Aldi terdiam.
"Aku ngerti ma, tapi kenapa mama harus bohong dan gak langsung bilang kenapa harus seperti ini? " tanya Aldi.
"Karena mama sudah habis akal, apa lagi dengan sifat mu yang keras kepala mama gak tau harus bagaimana lagi, " jawab sang mama.
"Ya sudah aku pasti bakal bantuin kalian, hanya saja aku butuh waktu buat tampil ke publik, untuk sementara Diki yang maju dan aku hanya di belakang kamu, " ucap Aldi karena dia benar-benar belum siap mendengar ucapan orang-orang tentang dirinya.
"Baik bang, aku ikuti rencana kamu, " jawab Diki dan Aldi pun mengangguk.
Setelah bicara dengan keluarganya Aldi meminta bu Ira untuk siapkan kamar dan Aldi ingin kamar baru dia gak mau kamar yang lama. Setelah kamar siap Aldi pun masuk dan istirahat dia pun berbaring di tempat tidur lalu menghubungi Lia karena dia sudah kangen dengan Lia. Setelah lumayan lama menghubungi Lia Aldi pun memutuskan untuk keluar kamar karena perutnya sudah mulai terasa lapar. Aldi melangkah menuju dapur dan di dapur kebetulan ada bu Ira.
"Den Aldi mau apa? " tanya Bu Ira.
"Bu bisa bikin mie gak, aku lapar bu, " jawab Aldi.
"Kalau lapar, ibu panaskan makanannya gak usah bikin mie, " ucap bu Ira.
"Bikin mie aja bu, aku udah biasa makan mie lagian kalau makan makanan dingin juga gak masalah hanya saja aku pengen mie, " balas Aldi dan bu Ira pun langsung membuatkan mie untuk Aldi.
"Wanginya, " ucap Diki yang tiba-tiba muncul.
"Bagi dong bang, " pinta Diki.
"Bikin saja sendiri, " tolak Aldi dan langsung memakan mie nya.
"Dih pelitnya, " ujar Diki dan dia langsung pergi begitu saja setelah ambil minum.
Aldi pun selesai makan dia masuk kamar dan keluar lagi saat makan malam. Selesai makan malam Aldi bicara dengan sang mama.
"Apa yang mau kamu bicarakan? " tanya sang mama.
"Aldi di sini cuman berapa hari, karena Aldi mau balik lagi untuk jemput Kinan dan Lia, " beritahu Aldi.
"Kalian kan belum nikah, " ucap sang mama.
"Aldi sekalian mau lamar Kinan dan menemui kelurganya, " beritahu Aldi.
"Mau lamar Kinan?, mama ikut, " ucap sang mama.
"Jangan dong ma, ini urusan aku dan Kinan, nanti aku kabari jika keluarganya merestui kami, " balas Aldi.
"Ya sudah mama nurut saja, tapi tolong sampaikan maaf mama pada Kinan, " pesan sang mama.
"Iya ma, " balas Aldi.
Setelah bicara dengan sang mama Aldi sedikit lega dan dia pun mulai serius bekerja bahkan selama di berapa hari di kota Aldi sibuk dengan urusan kantor. Aldi pun menemukan hal janggal yang membuat perusahan sedikit kenapa masalah. Setelah di selidiki ternyata barang yang di hasilkan di pabrik tidak sesuai standar.
"Bang, lo hebat bisa temukan permasalah di perusahan dalam waktu dua hari. Pantas papa ingin lo tetap jadi pimpinan perusahan, " puji Diki saat selesai rapat.
"Ya udah ayo balik, besok gue harus jemput kakak ipar lo dan kepo kaan lo, " ucap Aldi sambil merangkul Diki.
"Ayo, " balas Diki namun saat mereka keluar dari lift Aldi kaget saat bertemu dengan salah satu pemegang saham di perusahan sang papa.