NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Empat hari kemudian, Rania bangun dari tidurnya sambil memeluk Arga.

Keduanya sudah pulang dari Bandung, dan Rania sebelum bangun mencium pipi sang suami lebih dulu.

Cup.

Sebelum Arga bangun, Rania sudah bangun lebih dulu.

Karena gadis ini, sudah mulai mencintai Arga dan paham betul bagaimana sekarang tanggung jawabnya sebagai seorang istri.

Rania bangun lebih dulu, mandi dan dirinya sudah siap jika kalo Arga bangun untuk melaksanakan solat subuh.

"Mas, aku nungguin kamu bangun buat jadi imam aku...," suara Rania terdengar lirih.

Gadis ini duduk di sofa yang dulu untuk menghindari Arga, tapi kali ini sofa itu menjadi tempat menunggu Arga bangun.

"Ini hari terakhir kamu di rumah Mas, aku mau kamu jadi imam aku."

"Aku akan tunggu kamu dua bulan," lanjutnya membatin dalam hatinya.

Tak lama Arga bangun, dan benar saja tangan Arga meraba samping tempat tidur dan mencari keberadaan istrinya.

"Aku disini Mas," jawab Rania.

"Aku bangun lebih dulu...Dan aku juga udah mandi," lanjut Rania.

Arga yang matanya menyipit dan masih belum sadar sepenuhnya melihat aroma harus dari istrinya.

Hari ini Rania mengenakan atasan kaos santai warna coklat tua, dan celana warna coklat muda sampai lutut.

"Yaudah kamu ambil wudhu dulu Mas," ujar Rania yang bangkit dari sofa mendekati suaminya.

Rania langsung duduk di tepi ranjang dan mengusap lembut dagu suaminya.

"Hemmm, belum adzan sayang."

Arga bicara dan nampak malas, malah saat itu pria ini dengan manja malah meletakan kepalanya di paha istrinya.

"Mas ambil wudhu dulu, bentar lagi adzan."

Rania membelai rambut lurus suaminya, nampak Rania perlahan sudah menerima keberadaan Arga dalam hidupnya.

"Bentar lagi...Aku mau ngerasain pelukan kamu," ujar Arga dengan suara serak.

Rania dengan gemas, memeluk suaminya lalu mencubit kedua pipinya.

Tak lama suara adzan terdengar, hal yang membuat Arga langsung bangun dan menyesuaikan pandangannya.

Arga amat senang tadi memeluk Rania, sebelum berangkat kerja di tambang dirinya ingin menghirup aroma tubuh istrinya.

Arga mengambil wudhu.

Lalu mereka melaksanakan solat subuh bersama, dengan Arga sebagai imamnya.

Solat nampak hikmat, Arga sebagai imam bagi Rania.

Selesai solat Rania, menyalami tangan Arga.

Hal yang Arga rindukan selama masa hidupnya, dirinya ingin sekali seperti ini.

"Aku akan siapkan sarapan untukmu," jawab Rania melepas mukena dan melipatnya.

Sementara Arga masih duduk dan berdoa, selama ini kesabarannya membuahkan hasil untuk menarik hati Rania.

"Ya Allah, terimakasih engkau sudah mengabulkan doa hamba...hamba sekarang bisa menjadi imam yang baik untuk Rania."

Arga nampak mengangkat kedua tangannya lalu berdoa, dirinya amat bahagia lantaran Rania mau menerima dirinya.

Sedangkan di dapur Rania tersenyum, menyiapkan sarapan kesukaan bagi Arga.

Sayur capcay sosis dan ayam bakar, suasana dapur nampak sibuk.

Sinar matahari masuk melalui jendela di dapur, dapur nampak estetik dengan cat dinding warna hijau.

Tangan Rania tengah sibuk memotong sosis dan sayuran, juga mengolah bumbu untuk ayam bakar.

"Ini hidangan kesukaan kamu Mas, ini hari terakhir kamu di rumah..." ungkap Rania bicara dengan lirih.

Rania memasak dengan fokus, dan dirinya ingin sekali menyiapkan ini semua untuk Arga.

Tapi sejak tadi Arga belum turun, dan di kamar mandi kamar masih terdengar orang mandi.

Rania tengah menumis bumbu capcay untuk lebih ada cita rasa, beberapa menit kemudian saat masakannya beres.

Masakan itu tengah di tata----Meja makan hari ini ada dua hidangan sayur capcay dan ayam bakar.

Rania yang sedang menuangkan minum karena haus, karena dirinya sudah selesai memasak.

Tiba-tiba.

Kedua tangan melingkar di pinggang Rania, hal yang membuat Rania memejamkan matanya.

Di belakang Arga mengenakan kaos santai warna abu-abu, tak lupa aroma tubuhnya sangat maskulin.

"Mas lepasin aku lagi nyuci piring," ucap Rania yang nampak tak nyaman, namun pipinya sudah bersemu merah.

Arga semakin mempererat pelukannya pada Rania, seolah tak mau melepaskan istrinya.

"Aku kangen Ama aroma kamu, Aloevera."

"Mas ah, Sono sarapan."

Rania bicara seolah tak nyaman saat sang suami mulai mencium lehernya.

Seulas senyum terbit di bibir Rania saat sang suami terus memeluknya dari belakang.

"Aku mau makan kalo di temenin aka kamu," ujar Arga masih setia memeluk istrinya.

"Aku nyuci piring dulu...," suara Rania terdengar lirih.

Rania tersenyum hari ini sang suami amat perhatian padanya.

Arga memeluknya dengan erat seperti pelukan terakhir, padahal keduanya hanya berpisah dua bulan saja.

Dan satu bulan, mereka bisa menghabiskan waktu bersama.

"Mas aku udah siap saat pulang nanti," ucap Rania bicara lirih.

Dalam waktu dua bulan Rania harus mempersiapkan diri untuk berhubungan badan, dengan Arga sang suami.

Untuk sekarang----Rania masih mengumpulkan keberaniannya.

Meskipun trauma masih ada, tapi rasa cintanya pada Arga sudah mulai tumbuh.

Ternyata dengan hal sederhana, rasa cinta bisa tumbuh.

Mengizinkan Rania dengan bebas melakukan pekerjaan dan hobinya, menurut gadis itu----itu semua sudah cukup.

Tak perlu yang namanya kemewahan, dan tak perlu yang namanya perhiasan emas.

Rania mencintai kesederhanaan dan kebebasan, bagi Rania kebebasan setelah menikah adalah hal yang mewah.

Karena nggak semua suami, tetap mengizinkan istrinya bekerja dan melakukan hobi sesuai saat belum menikah, meskipun itu positif.

Selama Arga tak di rumah Rania akan melakukan trekking, dan memulai kebiasaannya yakni menjadi photografer.

Di lain sisi, Rania tak bisa bergerak karena Arga masih mempererat pelukannya.

Sungguh pagi ini adalah momen intim bagi Rania, sebelum suaminya berangkat bekerja.

Arga menikmati waktu dengan pelukan hangat dari istrinya, sementara Rania juga sama dirinya baru saja jatuh cinta.

Tapi Arga akan pergi untuk bekerja selama dua bulan, rumah tangga mereka barusan saja di mulai.

Tapi mereka tak tahu, rintangan apa yang tengah menunggu mereka di depan.

*

1
Dias Larasss
kok lama bgt Thor up nya, kangen rania😌
Putri Sabina: maaf ya kemarin lagi renov rumah🤭 ttp komen ya kak biar author update sehari satu bab, janji dehh🙏
total 1 replies
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!