" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 31
Naoki keluar dari tenda nya saat mendengar suara teman temannya yang sudah bangun. Dia melihat teman temannya baru saja kembali dari toilet.
" Haruka mana?" tanyanya saat tidak menemukan Haruka di Antara teman nya.
" Haruka? dia tidak kembali semalam" jawab kashi.
" nggak kembali?" ulang Naoki lalu berusaha mengingat kembali tentang kejadian semalam. Saat dia mengingat bahwa semalam Haruka berpamitan untuk bertemu daiky wajahnya langsung berubah kesal.
" jadi semalam dia nggak kembali?" gumam Naoki lalu berjalan menuju tenda daiky yang berada dalam jarak beberapa meter.
" mau kemana Lo?" tanya jiro.
" cari Haruka" jawab Naoki ketus.
Jiro dan yang lain pun mengikuti Naoki. Yang paling bersemangat untuk ikut adalah kashi. Dari semalam dia penasaran tentang apa yang terjadi di antara Naoki dan Haruka.
begitu tiba di sana mereka dapat melihat tenda yang masih berdiri dengan pintu nya yang terbuka.
Naoki segera masuk tanpa izin. dia melihat tenda yang kosong tanpa penghuni. hanya ada beberapa barang yang terletak di sana.
" kemana mereka?" tanya Naoki menatap jiro.
Jiro mengakat bahu acuh " mana gw tahu " jawab jiro memang tidak tahu di mana mereka berada.
" siapa?" tanya kashi penasaran.
tidak ada yang menjawab pertanyaan kasih . Naoki segera keluar dengan wajah panik nya. Dia berjalan cepat menuju toilet dan di ikuti oleh teman temannya.
Toilet sepi, toilet pria dan wanita sama sama kosong tanpa ada penghuni. Naoki semakin panik. Dimana Haruka berada?
" ponsel" pinta Naoki pada jiro. Ponselnya tertinggal di tenda dan dia ingin menghubungi Haruka.
Jiro mengambil ponselnya dan memberikan pada Naoki. Naoki memasukan nomor Haruka yang sudah dia hafal. meskipun sinyal tidak bagus tapi panggilan nya masih bisa terhubung.
Naoki menunggu panggilan di jawab. Wajahnya sangat prustasi kala panggilan itu tidak kunjung terjawab. Dia menghubungiku sampai beberapa kali.
Naoki tidak kehabisan akal. dia menghubungi daiky. sekali , 2 kali, 3 kali hingga 4 kali barulah panggilan terjawab.
" dimana Haruka?" tanya Naoki langsung to the poin.
" dimana pun dia berada bukan urusan Lo. Mau dia mati atau hidup nggak ada urusannya sama Lo" jawab daiky di seberang sana.
" apa maksud Lo? kalo sampai terjadi sesuatu pada Haruka. Lo bakal berhadapan dengan aizen!" ujar Naoki tidak main main dengan ancaman nya.
Tut!
Panggilan di putuskan oleh daiky. mata Naoki menyorot tajam. Tangan nya terkepal kuat dan dadanya naik turun menadahkan emosi Naoki sedang meluap.
Naoki mengembalikan ponsel milik jiro " gw pulang sekarang" ujarnya dingin lalu berjalan dengan langkah lebar menuju tenda.
Naoki membereskan barang barang nya serta barang barang Haruka dengan gerakan cepat dan kasar. dia juga melepaskan tenda nya dengan terburu buru. setelah semuanya selesai dia segera pergi untuk pulang.
" tunggu, kita juga pulang sekarang" ujar hito.
Naoki tidak mengatakan apapun namun dia menghentikan langkah nya menunggu teman temannya. Mereka semua pun membereskan barang barangnya dengan terburu buru.
Begitu semua nya beres mereka pun segera pulang. Naoki berjalan paling depan dengan langkah lebarnya membuat yang perempuan sulit menyusul nya.
" pelan pelan" keluh Alexa
" iyaa, kita nggak bisa lari" timpal kashi
" iyaa, nggak usah terburu-buru " ujar hito yang kasihan melihat para wanita yang kesulitan berjalan cepat.
Naoki tiba di rumah pada sore hari. Dia memasuki rumah milik daiky dengan langkah lebar. Dia mencari keberadaan Haruka di dapur, di halaman lalu di kamar. Namun tetap tidak ada tanda tanda keberadaan Haruka.
" kemana mereka sebenarnya. Apa mereka masih di gunung? Barang barang mereka masih ada di sana" gumam Naoki teringat kembali bahwa tadi barang barang daiky masih ada di tenda.
" kenapa tadi Lo pulang? Apa Lo yakin mereka sudah pulang?" tanya Naoki pada dirinya sendiri.
Naoki mondar mandir di kamar milik daiky dan Haruka. Dia menyugarkan rambutnya ke belakang prustasi memikirkan dimana keberadaan Haruka.
" *balik ke gunung lagi? tapi gw baru sampai dan pasti akan memakan waktu yang sangat lama*" batin Naoki.
Naoki lelah, dia capek berjalan menuruni gunung. Tadi di mobil dia sempat tertidur sekilas. tapi hanya sekilas sekitar 2 menit lalu dia kembali terbangun.
Naoki memejamkan matanya lalu menghirup udara dan membuangnya secara perlahan untuk menenangkan dirinya.
begitu dia kembali membuka matanya, tatapan nya berubah tajam dingin dan tak tersentuh. dia berjalan keluar dari kamar itu lalu memasuki kamar nya.
Naoki duduk di kursi kerjanya lalu membuka laptopnya dan melacak keberadaan daiky melalui nomor pria itu.
Setelah menemukan lokasi nya dia segera bergegas pergi dari sana. Dia mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga mobil tersebut berhenti di sebuah rumah sakit terbesar di kota itu.
Naoki keluar dari mobilnya dan memasuki rumah sakit dengan langkah tegap dan pandangan yang fokus kedepan tanpa terusik sedikitpun dengan orang orang sekitar.
Naoki menatap ponselnya sekilas melihat titik dimana daiky berada. Dia masuki lift menuju lantai dimana daiky berada. begitu tiba di lantai tersebut dia segera mencari titik terakhir.
Naoki memasuki sebuah ruangan VVIP. Begitu pintu terbuka, manik matanya langsung dapat menemukan seorang wanita yang sedang terbaring di atas ranjang. Matanya bergerak mencari seseorang dan matanya berhenti pada daiky yang duduk di sofa.
" ngapain kamu kesini?" tanya daiky dingin.
Naoki tidak menjawab, dia berjalan dengan langkah lebar menghampiri daiky. Dengan gerakan cepat dia meraih keras baju daiky hingga daiky mendongak menatap nya. Tangan nya satu lagi melayang Hendak memukul wajah daiky. Namun suara seseorang membuat gerakan nya terhenti.
" ini rumah sakit, jangan cari keributan" ujar Haruka dengan suara serak nya.
Daiky tersenyum meledek Naoki yang tidak jadi memukul nya. Naoki melepaskan keras baju daiky dan mendorong pria itu dengan kasar hingga daiky kembali terduduk di atas sofa.
Naoki hendak berjalan menghampiri Haruka. namun ucapan Haruka membuat langkahnya terhenti.
" pergi lah, mulai sekarang perjanjian kita selesai" ujar Haruka tanpa menatap Naoki.
Daiky tersenyum puas. Sedangkan Naoki berdiri di tempat nya dengan tatapan dingin namun tangan yang terkepal kuat. Tanpa berkata apapun lagi, dia segera pergi dari sana.
" good, ternyata kau memang istri yang penurut" ujar daiky senang melihat Haruka menuruti perintah nya.
Haruka tidak menjawab. namun air matanya menetes keluar dari pelupuk matanya. Dia memejamkan matanya lalu berbalik badan memunggungi daiky yang sedang duduk di sofa.
Yaa, semalam setelah kejadian itu, setelah dia pingsan. daiky dan Hansen segera membawa Haruka pergi dari gunung itu dengan terburu buru. Bahkan mereka tidak sempat membereskan barang barangnya.
Tadi pagi mereka tiba di rumah sakit. Untungnya keadaan Haruka masih dapat di tolong. Dan.... Dia tidak harus kehilangan apapun.
Namun satu fakta yang baru saja dia ketahui dari dokter. yaitu berita tentang kehamilan nya. Yaa, dia hamil, hamil anak Naoki. Usianya belum lama, baru 3 Minggu. Dan keadaannya pun masih sangat lemah.
Lalu kenapa Haruka meminta Naoki pergi dan menyembunyikan kehamilan nya? Karena daiky mengancam nya. Jika dia tidak menjauhi Naoki maka dia akan kehilangan anak, keluarga, bisnis dan nama baik. daiky akan mengumumkan hal ini pada media.
" *maafin aku nao, aku minta maaf*!" batin Haruka merasa bersalah.